Ada sebuah angan yg terbagi manakala kupandangi cakrawala menghalau pandangku antara batas nyata dan alam bawah sadarku...
Nuansa abu abu jelas tak memberikan jawab untuk ku...tak cukup jelaskan asa yg membumbung jauh ke langit biru...yg ada diam membisu menusuk jantungku....
Asaku bermain ditengah resah dan gelisah tentang sesuatu yg kujelaskan.... namun tak membagikan gundah bagi siapapun....yg ada hanya nestapa di penantian....
Kelopak bunga mentari perlahan gugur bagai keletihan yg panjang...diantara senyap yg mencekam gugurkan kerinduan yg tak bertuan
Jeritku tak bersuara mencekat nafas hingga sesak membelenggu...kau kah yg menyesak kan hingga nafasku terhenti hingga mataku terpejam bersama air mata...
Ada sebuah angan yg terpendam tak akan kubagi lagi walau kuingin... cukuplah waktu kubiarkan bergulir kupeluk erat dalam dekap yg tak terengkuh walau engkau ingin...
Kata bagiku hanya ungkapan kosong yg kau biarkan aku menebak dan menganggap semua adalah keinginan yg sama...tapi tak jelas arah dan tujuan karena arah yg kita tempuh berbeda arah mata anginnya....kau ketimur aku keutara...
Demikianlah kau ukir hatiku dgn tinta asamu kedalam kesakitan yg tak juga kuanggap selesai....seberapa lama lagi pahatan yg tertinggal tetap membekas dan tak terhapuskan
Setiap nafas yg kuhembuskan selalu saja tinggalkan jelaga rindu yg melekat di udara yg tak lepas akan angan angan yg tak pupus....kini kau paksa aku melepas sayap sayapku hingga aku terkulai lesu...
Jeritku parau untuk yg kesekian kalinya....hingga kau paksa aku membisu seribu kata....agar berhenti dgn serta merta....agar kututup angan kosong untuk kesekian kalinya...
Sungguh abu abu itu kupahami dgn jelas...kuterima tampa mengurangi disetiap pengertian yg seharusnya....selalu begitu untuk memilih kebaikan...
Tapi tak penting untuk hati yg terabaikan....luka yg tetap tertinggal...tak perlu dirisaukan hingga pengalan yg terlewati tengelam satu persatu dgn kejujuran yg tak kusepakati
Dua talenta hati yg tak dapat kupilih tapi juga tak dapat ku abaikan.... satu persatu perlahan kusemai duri yg tak dapat ku halau
Merajang melodi menjadi dawai yg hilang disemusim yg kulewati di bulan ketiga...tampa syair dalam kidung cinta yg telah usang...
Haruskah kusesali atau kuperbaiki setiap kisi hati yg tak berbingkai eloknya terang bulan dipenghujung musim...atau kembali melampaui masa seperti banjir bandang di menoreh yg sisakan lumpur duka yg berkepanjangan
Ada yg tertinggal sekalipun tak kudapatkan gengaman atau pelukan untuk tetap kuingat setengah abad ilusi kupendam dalam peluk untuk kulupakan
Sungguhkah....walau aku tak yakin aku bisa...
( AJARILAH KAMI BAHASA CINTAMU AGAR KAMI SELALU DEKAT DENGANMU.....inilah dirimu..selalu...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar