Entri Populer

Selasa, 11 Januari 2011

PANTUN KEKECEWAAN


oleh Kusumaning Palupi pada 20 Desember 2010 jam 18:19
Selasih diteluk penyu
Hendak menyeberang ke pulau bangka
Penat kaki boleh berhenti dahulu
Berat beban siapa membawa

Pasang surut hilang dilaut
Perahu sampan hilang di gelombang
Hasrat hati ingin tertaut
Sayang nya gadis miliknya orang

Sirih merah di batang nangka
Patah galah haluan perahu
Niat di hati tak mau berpisah saja
Kehendak Allah siapa yang tahu..

Anak gadis tersandung batu
Ambil ubat diatas jendela
Alangkah sedih cinta tak bersatu
Jiwa merana hati sengsara

Apa guna pasang pelita
Jika tidak dengan minyaknya
Apa guna bermain cinta
Jika setengah hati diberikannya


Surat cinta buat Ocha


oleh Kusumaning Palupi pada 08 Desember 2010 jam 16:42
.
Bunda  boleh pangil namanu ocha sayang
dari namamu bunda tau siapa dirimu
wajahmu yang pucat namun aura yg ada bersinar sampai kehati bunda
boleh bunda melihat garis tangan yang ada ditelapakmu
bunda  melihat garis tegas diantara garis diperjalanan hidupmu
bunda  melihat aura itu redup ijinkan  bunda tarik simpul asamu
agar bunda bisikkan kalimat ajaib untuk temani perjalananmu


Ocha...
kau sapa bunda siang ini
ada sesuatu yang mengait hati namun semua seperti intuisi
ada yang berbisik keinginan hati untuk mendekapmu dalam  kasih sayang bunda
jika pada batas keinginanmu bahwa bunda harus bertemu mungkin bunda sisakan waktu untukk itu..
suatu saat nanti
Wajahmu terlihat mendung yang mengantung
Ceriamu kau sembunyikan diatara senyum yang terselubung
ocha...waktu tak akan berhenti sayang
Selalu bersinar seperti auramu yang sesungguhnya berbinar terang
jangan sembunyikan senyum riangmu walau gundah itu meresahkanmu


ocha....
Dalam hidup adalah perjuangan
dalam hidup kita tak harus menyerah kalah
dalam hidup kita tak harus tunduk dengan pasrah
tetaplah jejakkan langkah walau raga tak berdaya
intuisi hatimu yang akan tuntun arah melangkah
hingga sunyimu tak kau rasakan gundah
percayalah derajat kita akan meningkat dari masa kemasa
mendekatkan hati kepada sang pencipta
adakalanya seseorang mencapai kemampuan pada ambang batas
tapi bunda percaya batas untukmu masih cukup untuk mencapai mimpi
jika hati termotivasi untuk berinovasi dan semangat itu masih terjaga
Hidup ini tetap berjalan sebagai mana biasa


ocha...
jangan tutup serambi hatimu menerima silahturahmi berbau surga
Karena demikian itu akan membuat sunyi yang tak bersedekah
Berbagilah dengan bunda jika itu akan membuatmu lega
Berbagilah dengan bunda jika  yakin bunda bisa dipercaya
kehidupan itu adalah alam akhirat
maka jangan kesedihan meninggalkan jiwa kita dalam gelap
kita persiapkan perencanaan yg kuat agar kita senantiasa mensyukuri nikmat
Tetaplah semangat suatu ketikan ocha bisa bersinar bagai mutiara hitam dilautan...
Impian itu dapat menjadi nyata jika kita memiliki keberanian untuk mengejarnya


Buat seorang kawan


oleh Kusumaning Palupi pada 05 Januari 2011 jam 19:28
Terkadang banyak hal yg ditutupi terkadang kita bertingkah seperti tak terkendali, sementara hati bergejolak berdarah dan perih, jika disini kau menemukan kegembiraan , lalu mengapa kau menarik diri lalu menyendiri diruang sesakmu, kawan jangan pergi, tetaplah disini berbagi walau harus kita bungkus rapat setiap sesak, tapi jika kau butuh ruang untuk intropeksi baiklah diam sejenak mungkin akan membuatmu lebih bijak..(by palupi)

Dunia Maya tak ada batas akhirnya


oleh Kusumaning Palupi pada 11 Januari 2011 jam 15:32
Kucukupkan kenikmatanku berselancar didunia maya
Hingga aku  sakaw bergelut dengan kata kata hingga aku nyaris melupakan dunia nyata
Nyaris nikmat bagai sabu sabu yang membodohi akal dan fikiranku
Nyaris larut kutuang segala keluh kesahku dalam ruang kosong sepi dan bisu
Demikian aku menikmati kebebasanku dalam ruang yang mengangkasa anganku

Kucukupkan kelelahan hatiku berselancar diantara jiwa jiwa rapuh
Bahkan tak jarang bermain dengan kebohongan semu dalam kurun waktu yang tak  tentu
Sudahlah sudah cukup aku berbagi rasa namun tak kutemukan apapun
Demikian berselancar menjauhkan aku dengan keharusanku
Bukan demikian yang seharusnya tapi ada yang tak seharusnya

Manakala aku tak mampu menghapus namaku dalam catatan yang mungkin bagai candu
Maka kuhentikan saja sementara waktu untuk mengukur seberapa ketergantunganku
Atau menjadi diriku yang baru dengan tulisan yang akan menguatkanku dan yang lainnya
yang kutemukan tak lain sekedar senda guraw yang kadang tak seharusnya
Mungkin hanya pemikiranku bahwa disini bukan untuk merefleksikan hati
tentang kejujuran, keperihan, pesakitan, atau pamer tentang kepemilikkan semu
Bahkan  disini banyak yang juga nyaris tersentuh cinta yang tabu
bahkan kemarahan yang tak perlu
Tapi disinilah tempat untuk berani berkreasi dan berekspresi

Kucukupkan berselencar didunia semu
Sesungguhnya indah...bahkan terlalu mengasikkan
Namun aku kira bukan itu tujuan ku
Bukan hanya sekedar bersenda gurau diantara kepedihan yang kudengar
Bahkan bukan sekedar bercengkrama dengan kebohongan kebohongan
Sekalipun disinilah kutemukan sahabat kecilku bahkan teman teman baru

Telah kuambil kesimpulan bahwa ada sisi positif dan negatif
Mengenal tehknologi dengan kafasitas sesuai kebutuhan dan kepentingan
Kini aku faham dimana kepentinganku dalam berselancar di dunia maya
Bukan sekedar asal menulis kata bukan pula sekedar menerima pertemanan
Atau bukan pula seberapa banyak komentar yang diberikan
Melainkan aku faham bahwa ada titik jelas bagai mana dunia maya dijadikan sarana berfikir cerdas

KUCUKUPKAN HARI INI UNTUK MENJADI DIRIKU DALAM KATA YANG LAIN
DALAM SEMISAL BATU YANG KUKUH, KOKOH , KUAT , DAN TEGAR
DALAM SEMISAL AIR, JERNIH, TENANG DAN BENING
DEMIKIAN KUSAPA DIRIMU DALAM PERTEMANAN SEMUSIM
KUSAPA DIUJUNG CATATAN DIUJUNG AKHIR
KUSAMPAIKAN MAAF JUGA RINDU  DIINGAT
JIKA SEMPAT MENJADI YANG LAIN
KUTEMPATKAN AKU SEBAGAIMANA AKU BERMAIN

PULANGLAH


oleh Kusumaning Palupi pada 06 Januari 2011 jam 22:28
Sampanmu adalah perahu kecil yang rapuh
Berjalan diantara teratai kering dan rumput telaga
Berputar putar seolah tiada arah
hempasan riak bagai memutar balik haluan
Kemana kau melangkah bayanganmu tertinggal disebuah tempat
Bercermin dengan kaca kusam yang retak
Berbisik diantara riuh yang tak lunak


Gayungmu adalah gayung kayu lapuk tak berserat
Ranting patahpun kau gunakan menyibak antara air dan tanaman telaga hitam
Kemudian diam tak beranjak bergerak tak bertujuan
Lalu kemana akan kau bertambat diantara daratan yang hanya sejengkal
Mengukur waktu hanya dengan menghitung hitung kapan segera usai
demikian kau terjebak diantara jalan buntu yang tak ada titik terang


Sudahlah jangan teruskan perjalanan
Karena bukan disana tempat yang akan kau jadikan persingahan
Karena kau akan tersesat sekalipun kau berputar menganti haluan
Pulanglah jalanmu akan menjadi terang dengan kau sucikan hatimu dengan air yg tenang
Dengan menuju sinar putih yang membimbingmu pada sebuah jalan
Disana tempatmu  sebaik baiknya
tempat menuju pencerahan yang meluruskan  sejuta galau yang tak berkesudahan




DIANTARA RESAH MENDUNG YANG TAK BERAKHIR

Seperti itulah perih yang terusik
Manakala kau seperti diantara dua pilihan
Bahkan nyata nyata tak ada yang terpilih
Kau tetap dalam kepemikiran yang kacau
Bahkan tak berujung diantara yang terselubung
Terlalu rapat hingga tak bercelah menyusup disela gundah


Seperti itulah luka yang kemudian dianggap tak pernah ada
Seperti halnya sebuah catatan diantara pasir dan karang
Kemudian tersapu gelombang hingga tak tertinggal satu kata saja
demikian tersimpan hingga langit berakhir gelap pekat
Tak tertinggal cahaya tertutup mendung yang tak jua gerimis turun
Hanya sekumpulan kunang kunang yang menjadi pelita gelap pekat
Diantara resah mendung yang tak berakhir


Selesaikah episode tentang rasa yang tak dibenarkan
Atau masih akan bersambung cerita pendek tentang sebuang mendung
Lalu kemudian hujan turun dan berganti pelangi seusai hujan reda perlahan terang
Seperti itulah dibiarkan semua bagai cerita tak  bersambung
Lalu dibiarkan tak berkesudahan walau rindu kian tak berujung
Kini yang ada lenguh rasa yang terbalut kabut
Kemudian perlahan tertutup dan diam disebuah sudut

Mimpiku terlalu indah sebelum kusiapkan segalanya


oleh Kusumaning Palupi pada 09 Januari 2011 jam 13:35
Mimpiku bagai hayalan hati yang berkelana tak tentu arah
Manakala aku terdiam dikesedirian yang kosong
Aku tengah berkelana keujung dunia yang tak pernah kujamah
Bahkan seperti nyata panas dan terik kurasa menyentuh kulit dan pori poriku
Ketika aku seperti disebuah tempat terik namun terasa dasyat membekas seolah nyata
Seperti berjalan di padang pasir  nan luas hingga terik yang demikian panas
Berada dimanakah aku berjalan kesebuah bukit yang belum pernah kulihat
Bebatuan hitam menemani langkah kakiku dengan jubah hitam dan kerudung hitamku
Dari mana pakaian serba hitamku melekat tampa kutau kapan mulai kukenakan ditubuhku



Aku terus berjalan bersama rombongan laki laki kekar dengan tubuh besar berjubah serba hitam
Aku melangkah mengikuti arah mereka kesebuah tempat yang berbentuk goa
Entahlah mimpiku demikian nyata bahkan ketika kakiku tersandung sebuah batu
Kulit kakiku melepuh dan berdarah...  ..darah segar membeku menghitam
Seorang pria tampa kaki memberikan minuman disebuah cawan
Kuteguk air putih karena haus yang tak tertahan
Tak kurasa seberapa lama kuberjalan hingga menuju sebuah tempat
Namun ketika pandanganku menengok  sebuah tulisan  dibatu besar " jabal Nuur "
Tiba tiba air mataku mengalir dengan deras ...
Menangis tiada henti bersamaan kudengar suara ayat ayat suci dilantumkan



Sungguh aku seperti bermimpi
Tapi ini benar benar nyata
Seorang habib menuntun berzikir dalam sholat ashar di atas jabal Nur di sebuah gua
Hanya ada dua shap berjamah empat orang saja..
dan aku berada paling belakang mengikuti zikir yang panjang
Subhanallah hatiku bergetar..sesak hingga terbangun dengan air mata yang masih berurai
Siapakah kiranya yang menuntunku berjalan kesebuah tempat dimana aku tak pernah membayangkan..hadir dengan hati yang tak kurencanakan
Keragu raguanku tentang sesuatu seperti mendapat jawaban jelas dan tegas
Subhanallah bagai mana mungkin tidurku bermimpikan isyarat yang demikian dasyat
Seberapa alfanya aku dalam menemukan keimanan dalam hatiku
Hingga disampaikan bahwa demikian rosul bertafakur  sebelum kenabiannya..
di Jabal  Nuur gunung cahaya...