Entri Populer

Jumat, 12 November 2010

HIKMAH DIBALIK PAGIKU YANG KIKIR

Pagi itu aku bergegas keluar rumah....meskipun langit gelap...udara dingin menyusup kekulitaku 'tetap kumelangkahkan kaki  untuk joging di  setiap sabtu pagi..... sekalipun  dengan stelan treningku.yang tebal... tetap saja dingin menusuk tulangku....hmm...jalan raya masih senyap...jalanan beraspal masih terselimuti embun sekalipun tidak hujan ,jalanan basah karenanya...
Aku mencoba melewati jalan raya menuju  ke Alun alun...sekarang barulah kulihat banyak orang yg juga berjoging di jalan yg melingkar...hmm cukup ramai juga...batinku setelah tadi aku melewati jalan yg sepi dari tempat tinggalku.....aku pun mulai  jalan perlahan memutari alun alun mini yg ada didekat pendopo bupati...cukup sepuluh putaran membuat keringat terus mengucur....matahari pagi sudah memerah pertanda fajar mulai  tertinggal...


Aku melanjutkan jalanku ke pasar pagi.... sekalian belanja untuk siang nanti...memasuki gerbang pasar aku menemui nenek tua yang membawa setumpuk kangkung dalam keranjang yang di sunggi....akupun mendekat ..kupikir...siang nanti akan nikmat jika kumasakkan tumis kangkung dan ikan gurami goreng tempe dan sambal terasi...hmm..terbayang makan siang yg menggugah selera kusapa sang nenek...'" Berapa nek satu ikat kataku pada sinenek yg masih sibuk menata dagangannya..".  Dua ribu mas..seikatnya....katanya pelan....akupun menawar denga memilih milih sayauran dua ribu  dua ikat ya nek .."kataku tampa memperdulikan wajah tua nenek yg baru memulai dagangannya pagi itu...sang nenek tampa banyak kata menerima uang yg kuserahkan sambil mengipas ngipas uang dua ribu kearah tumpukkan kangkung yang dikeranjang.



Akupun meninggalkan nenek tua  dan melanjutkan belanjaku  ketenggah pasar...akupun membeli tempe...ikan gurami  dan bumbu yang kuperlukan...setelah selesai keperluan belanjaku untuk siang nanti , akupun bergegas pulang...untuk menyiapkan makan pagi ...untuk  seragam anak anak, juga suami sudah kusiapkan sebelum aku jalan pagi.
Akupun akhirnya menghentikan mikrolet yang menuju arah tempat tinggalku....ditenggah perjalanan, seperti biasa kernet meminta ongkos mikiolet...akupun mencari cari dompetku yg tadi kukantongi di traning celanaku.....aku sempat panik....karena dompetku raib dari kantung celana...aku kebinggungan sehingga kernet angkot bertanya padaku..." Ada apa Bu...". katanya memperhatikanku...akupun gelagapan menjawab pertanyaanya..." maaf mas...dompet saya kok gak ada...tadi perasaan masih saya kantongi di saku celana tapi kok gak ada ya...akupun membongkar tas belanjaanku....semua kuaduk aduk tapi tak kutemukan dompetku , aku ingat masih tersisa seratus ribu  dan beberapa ribuan...dalam dompetku setelah usai menawar ikan gurami yg akhirnya gak bisa kurang itu...aku terus  mengingat ingat sampai tak terasa tempat tinggalku sudah dekat...untung  aku sudah sering naik mikrolet itu jadi dengan wajah memerah menahan malu akupun minta maaf pada sopir dan kernet mikrolet....merekapun maklum dgn musibah yg kualami itu....hanya saja aku cukup menahan malu karena penumpang yg cukup sesak pagi itu memandang kearahku...



Sesampai dirumah...akupun duduk sejenak...setelah mencuci tangan dan kakiku....aku berfikir...kemana dompetku tadi kusimpan...tertinggal dimana fikirku tak iklas...hmm...seraya mengerjakan tugas pagiku...menyiapkan makan pagi...terfikir kembali pagiku yang kikir...hmmm..aku memetik hikmah dari pagiku yang kikir....bagai mana tidak...aku telah berlaku sesuka hatiku pada seorang nenek tua yang mengelar dagangan dipagi buta....bukankah dia tengah bekerja keras dipagi buta...dengan dagangan kangkung yg dia petik disore kemarin...kenapa aku tak iba ketika dagangan yg dijajakannya hanya kuhargai seribu rupiah tampa memberikan kesempatan sang nenek tetap bersikukuh dengan harga dagangannya...".hmmm...mungkin karena pembeli pertama yang menawar dagangannya....seperti kata sinenek saat pagi ku yg kikir....dia mengibas ngibaskan uang ribuan yang lecek kedagangannya...'" LARIS MANIS-LARIS MANIS...hmm kenapa hatiku tak tersentuh dengan keiklasan si nenek tua yg begitu suka cita menerima rezeki dipagi buta tidak seperti harapannya.
Pastilah si nenek sudah menghitung untung yg akan diperolehnya...tapi aku dipagi yang kikir membuka harga murah untuk rezeki pagi yang awal untuk nenek membuka pintu rezekinya.
 Aku  mendesah...pelan...terasak sesak menyempitkan nafasku...hari ini aku berlaku tidak adil untuk sang nenek...sekarang pantaslah aku kehilangan dompetku karena kekikiranku dipagi buta itu...
Akupun berjanji akan kugantikan rezeki untuk yang lain di sabtu mendatang agar terbayarkan kekikiranku kepada sang nenek...kelak dikemudian hari...



Demikian waktu tak berasa akhirnya sabtu pagi kembali datang...Sebelum berangkat sudah kusiapkan seragam anak anak dan seragam kantor suami...aku hanya menyiapkan kopi dan teh buat minum paginya, kebetulan masih ada bronis sisa kemarin kusiapkan dimeja...aku mulai mengenakan sepatu dan meregangkan otot untuk memulai jogingku pagi ini...
Akupun memulai langkah kan kakiku...sampai akhirnya menuju alun alun didepan  pendopo bupati
Aku mulai memutari alun alun mini dengan langkah yg pasti....setelah tiga putaran...aku melintasi penjual  gorengan..aku mendengar suara anaknya yg merengek " Bu...kapan SPPKU di bayar...udah ditagih nich sama BP3..."" aku tak sengaja mendengarkan pembicaraan penjual  gorengan....si ibu menjawab halus..". Yach...nantilah nak...jualan ibu dari kemarin sepi ... dua hari hujan gimana mau dapet uang..udah bilang saja sama gurumu minggu depan ibu carikan pinjaman...ini buat modal kemarin aja belum kembali...". si anak terlihat menangis menyeka air matanya.
Aku jadi tertarik menguping , dgn  tetap jalan ditempat . disisi penjual gorengan...... perlahan  aku berlalu meninggalkan ibu dan anak yang tengak resah di pagi buta.



Akupun melanjutkan berkeliling alun alun...sampai sepuluh putaran...lalu aku mendekat penjual gorengan...." Bu minta bakwan jagungnya 10 kataku...kepadanya..si ibu bergegas membungkus pesananku...aku masih memperhatikan sianak yg masih duduk dengan mata menerawang kosong...
Sesaat hatiku tersentuh.....
Si ibu menyerahkan bungkusan bakwan...lalu kuambil uang seratus ribu yg masih kaku dan baru...berapa bu kataku''' Lima ribu bu katanya...pakai uang kecil aja bu belum kelarisan katanya halus..
Aku tetap menyodorkan uang seratus ribu...meninggalkan uang kepada si ibu...aku hanya bilang ambil kembalianya bu...kataku seraya berlalu...akupun melangkah tampa beban...aku iklas pagi ini karena  pagiku yang kikir bisa kutebus hari ini....aku tidak ingin menegok ibu dan anak yg kutinggal terbengong bengong...aku tak akan kembali menoleh....karena hal itu akan menumbuhkan rasa sombongku kepada ketidak beruntungan mereka...cukuplah rasa iba itu hanya terbetik dalam hati kecilku.....cukup.



Tak seberapa lama aku sampailah di  lampu merah diperempatan jalan....sepertinya jalanan masih sepi...aku mencoba menyebrang jalan yg sudah mulai lalu lalang beberapa kendaraan dan mobil....
Aku sudah yakin jalan sudah aman untu menyebrang.....akupun melangkah ketengah...tapi tiba tiba aku terbanting kesisi jalan....aku sempat mendengar suara ban berdecit  keras menyentuh aspal yg dingin...
juga teriakkan beberapa pengguna jalan yg lari mendekat.....aku seperti berputar tapi aku masih sempat melihat sekelilingku....orang orang berlari menghampiriku...dan memapahku kesisi jalan ...



Subhanawllah...'" Kudengar suara laki laki  bersuara  kras tergetar...alhamdullilah...ibu ndak kenapa kenapa...saya melihat ibu tertabrak mobil dengan keras....mobil yg menabrak ibu langsung tancap gas.....tapi ibu tidak terluka apa apa.!!!!..laki laki setegah tua bertanya berulang.......dan suara bisik bisik yg lain...juga terdengar takjub dengan kejadian di pagi buta...yang menimpaku.
Hanya luka disiku dan dikeningku yang tak berarti yg sempat membuatku  terhuyung jatuh menyetuh aspal...suatu rahmat Allah swt...pagi ini aku dalam keadaan baik...atas karunianya pula pagi ini diberikan kesempatan menikmati hari.......sesaat aku tertegun....
Pagi ini aku menyaksikkan kedasyatan sedekah....sedekah tampa pamrih adalah hal yg paling berkah di saat yg terpilih...pagi ini aku dihadiahkan pelajaran yang berharga....bahwa untuk memberikan sesuatu dengan iklas dan pada orang yg tepat...tampa pernah menghitung berkah dan kembalian yg kita terima maka semua itu luar biasa dasyatnya....aku menyaksikan pagi yang kikir maka tak menunggu waktu kemalangan yang sama tertukar...begitupun ketika kubayar kekikiranku tampa berharap imbalannya......tuhan memberikan  kesempatan kehidupan untukku ..



Sungguh aku merasa malu....dengan nenek tua yg begitu iklas menerima rezeki dipagi buta dengan uang yg terjelek yang aku punya....di pagi buta sabtu yang lalu.
Akupun mengucapkan Alhamdulillah....karena Allah tidak murka dengan kekikiranku dipagi buta itu...
Sungguh aku menawar nawar harga....hanya untuk memuaskan keinginanku...hukum dagang yg tak seharusnya...kuterapkan buat nenek renta penjual kangkung...pada hal jika aku belanja di swalayan...harga berapapun  aku tak pernah peduli.kan......Hmm terima kasih nenek penjual kangkung kau ajarkan kepadaku untuk menghargai  kerjakeras seseorang...apalagi wanita kuat dan penuh semangat sepertimu..diusia senjamu kau tetap bersemangat  melanjutkan hidup......ada hal yg kupetik yang mengajarkan kepadaku.....iklas adalah sesuatu yg mulia....dan tak pernah merugi.



CINTAKU DIUJUNG JALAN

Sayang...
Kelopak mawar mulai berguguran...
Kemana dirimu yang kusembunyikan tak jua merasakan rinduku yg terpendam
Haruskah kubiarkan perlahan namun pasti  kau lenyap tertelan sunyi'....
Atau kuterus menunggu hingga waktu tak tersisa memandangmu di akhir senja berganti

Sayang...
Ingin kucium wangi tubuhmu..
Agar hangatkan malam yang gelisah tak berkesudahan...
peluk aku sejenak diantara igauanmu yang tak jelas
Atau kuterus berharap hingga waktu tak lagi ada untukmu di ujung rinduku

Sayang...
Bila kau dengar kidung cintaku mulai redup
Bukan karena cintaku kubuang dalam janjiku...
Namun cukup untukku memberimu waktu untuk datang padaku disaat aku menunggu...
Cintaku bagai di ujung jalan menunggu sesuatu yang tak janjikan sesuatu yg membuatku tau
Namun aku harus diam membisu membiarkan kelopak mawar jatuh satu persatu....
Seperti juga rinduku yang kau biarkan tak  kau peluk walau hanya sekedar lamunanku


 



Sayang ...
kupersembahkan setangkai mawar Unggu sebagai  cintaku yang mulai rapuh...
Lelah hatiku yang tak juga mengerti kemana akan kau janjikan pelangi
Namun keindahan cintaku tentang sesuatu yang tertoreh dihatiku
Tetap akan menjadi bagian dari kehidupan terindahku
Mawar unggu kupersembahkan untuk kerinduanku yang bergemuruh...
Sekalipun tak kudapati kau ada didekatku..


Jika mungkin cinta ini hanya semusim..
Tak mengapa kau menjauh dariku
Karena buatku cintaku abadi
sekalipun kau tak kan kumiliki...
Cintaku telah diujung jalan namun tak akan sampai kemanapun..
Biarlah kusembunyikan hingga malampun segera berlalu...
Namun mawar unggu  tetaplah warna hatiku yg tak akan kau lupakan saat kau ingat aku...

MALAM INI SUNYI BELUM BERAKHIR

Angin...ketika kau berbisik perlahan....aku mendengar  suaramu lirih...
Menyayat hingga berbisik kedalam batinku yang perih
Ketika dedaunan diam membisu diantara desau bersenandung pilu...
Bagai suara gaung sunyi diantara gelapnya malam...dingin dan mencekam...
Siapakah yg tengah menangis...hingga  rembulan tak lagi tampakkan senyum...



Sepi terasa menyesakkan...hingga debu debu berterbangan...rata diantara gelap yang mencekam
Siapakah penabur debu yang mengkristal ...hingga lagit bagai kabut yang menebal..
Gunung yang biasanya diam..... bergemuruh  menyesakkan setiap nafas kehidupan...
Haruskah kampung kampung tak bertuan...pohon pohon berserakkan...surau surau diam tampa azan
Perlahan angin berbisik suarakan lengking hati  sampai  kepulau seberang



Langkah kaki tak lagi seirama....suara miris tak jelas mengumam...bahkan kepanikkan tampa suara lalu lalang diantara telinga yg tak mendengar...
Kemana senda gurau sepulang dari surau mempersiapkan hari  qurban tiba...
Tak terdengar nyaris tak terdengar...bahkan ternak qurban yang disiapkan raib disapu debu yg tak sempat berbisik...



Angin...sampaikan pada yang lain cukuplah kesedihan dan kepedihan selesai disini
Jangan kau undang bala tentara sedih meraup segala sisa yang ada dinegri ini...
Cukuplah air mata mengalir hingga sungai sungai menjadi keruh tak lagi bening....
Cukuplah debu debu mengoyak hati dan jiwa negri ini...
Janganlah lagi bebatuan di langiit menjadi bagian dari tragedi ini...
Cukuplah negri ini menangis dan mengurbakan banyak kehidupan
untuk hikmah kemulian negri
Kehancuran ini peringatan  yang  jelas jelas dasyat
Cukupkah ini membuat  semua bersatu
Atau menunggu kehancuran lagi
Agar negriku  akan kembali menjadi negri yang gemah ripah loh jinawi...



Malam ini sunyi belum berakhir....
Namun harapan tetap menjadi sebuah mimpi diujung kehidupan yang sepenggal
Jika saja waktu berputar pelan maka akan kuteriakan keseluruh negri
bahwa kehancuran itu memang datang di sebuah pagi  yg menetes hujan tak berair....
Tiba tiba senyap tak lagi merintih...lalu lengang ...sampai gelap pun berakhir........









LAKI LAKI UNTUKU

Terimakasih untuk cintamu yang begitu tulus...
Kau hadiahkan kepadaku kepercayaan yang utuh...
Terimakasih kau duduk disampingku menemani setiap keresahanku..
Membaca setiap syair syairku yang kutulis dengan suara hatiku...
Taukah kau kekasihku...bahwa dunia ini kau sempurnakan untukku..
Kau hiasi kehidupanku dengan sejuta cerita yang kau biarkan kutuangkan dalam imaginasiku


Suamiku...
Terimakasih kau titipkan benih cinta di sukmaku..
Hingga hatiku penuh dalam setiap bisikanmu tampa kuhitung seberapa besar kesetiaanmu
Kau pelindung sejatiku yang berikan teduh yang tak terbatas dan tak terukur apapun
Kau laki laki ku yang menjadi imamku yang membuatku percaya bahwa cinta itu ada
Kau jaga buah cinta kita dalam tangan kekarmu..
Tiada lelah kau kuatkan aku untuk menjadi  bidadarimu...
Didadamu kurebahkan sejuta lelahku  hingga tak terasa sewindu kita dalam mahligai cinta berlentera indah







kau laki laki yang menjadi suamiku
Pilihan yang terbaik yang tuhan berikan kepadaku...
Kupersembahkan syair yang kutulis diantara ketulusan yang tak sempat kuucap
Kupersembahkan  untaian kata yang tak begitu nikmat namun cukuplah membuatmu tau
Aku mencintaimu sungguh...yang ingin kukatakan sebelum tuhan  mencabut nyawaku...
Bahwa kau laki laki pilihan yg memberikan kehidupan menjadi luar biasa untukku
Maukah kau percaya kekasihku..................sesungguhnya ada cinta yg kusembunyikan .....untukmu..


Ijinkan aku menjadi yang terbaik untukmu
Merangkai hari kita dengan cinta yg tak separuh
Melainkan merangkai hati dengan hati yg penuh
agar kunikmati sisa hidupku sebagi seorang wanita yg terbaik disampingmu
jika aku kembali maka hatiku sempurna  dengan cintaku yang terindah..
Hingga dibukakan surga untuku agar menunggumu dipintu yang sama...



KAU KEMBALI DENGAN RINDUMU

KAU KEMBALI DENGAN RINDUMU

oleh Palupi Raharjo pada 08 November 2010 jam 17:31
Mestinya malam ini aku tersenyum ...
Karena kau hadir menyapa hatiku.......
Sudahkah kau siapkan setangkai mawar sebagai buah tangan untukku
Atau hanya sekedar noktah yang kau tinggal di hatiku..
Sudahkah kau selipkan kata indah dari bait rindu yang kau bisikan saat kutertegun akan suaramu..
malam ini kau kembali entah seberapa ribu waktu yang terlampaui..
Bukan sekedar sapa yang tiada makna dikesunyian hati...
Melainkan noktah merah yang tak juga pernah usai kala kau sapa hati...



Mestinya malam ini kutersenyum...
Bukan justru menitikkan air mataku..
Sudahkah kau siapkan seberapa banyak kata agar bisa kusimpan
Atau hanya sekedar sapa kemudian hilang dan tak  pernah kudengar suaramu kembali...
Tau kah engkau .....hati ini demikian sesak hingga nafas tercekat di antara malam berbisik
Sudahkah kau hadirkan sebuah ruang waktu yang hanya kita berdua yang memahami...
Menjanjikan ritme ritme yang eksotis diantara jaring langit yang mengait...


Kau kembali dengan rindumu...sedangkan aku terdiam membius kalbu...
Melayang diantara rembulan separuh...menari diantara bintang yg mengantung...
Mana yang kau beri...langit yang luas...atau mimpi yang tak berbatas...
Sama sama kosong karena sendiri kita diatara kehampaan. yang tak jelas...
Haruskah kau kembali dengan rindumu ...
Sementara mataku memandang kau semakin jauh....
Hingga sampai waktunya   mataku menhantar kepergianmu...
Demikianlah kau kembali dengan rindumu  lalu matamu tak lagi berbinar untukku...

AIR MATA

Wahai waktu betapa cepatnya engkau berlalu ...belum sempurna kubenahi setiap langkahku
Lalu tak kurasakan kubiarkan semua berlalu dengan kesia siaan...
Duhai masa dimana aku harus berkaca dari setiap kelalaian yang kucipta..
Lelah kuberhitung berapa banyak dosa yang kuurai..
Air mata perlahan berderai menetes bulir bulir kristal penyesalan..
Duhai hati yang terkoyak mendekap sesal yang bergejolak...
Lalu perlahan air mata berurai...




Desah nafasku tak lagi lantang...perlahan kutelan getir yang tak jelas'
Namun kutemukan damai yang begitu nikmat ketika air mata mengalir  tak terbatas
Aku hanya berucap...dalam hening tampa kata...dalam diam yang tenang
Hingga kubiarkan hati terus berzikir menyebut namaMU ya rob...
Aku bagai terdampar disebuah pulau tak bertuan...
Yang kudengar hanya suaraku yang bergema disetiap tapakku
Dimana  yang lain .....kuterdampar seorang diri...
Hingga kutertegun ternyata  aku berada dalam diriku sendiri..


Wahai waktu yang membawaku berkelana dalam hatiku...
Biarkan aku berlama lama didalam  hatiku..
Ingin kutengok seberapa miskinnya hatiku...hingga aku malu ...
Tabir adat telah terkoyak  bahkan dengan beraninya kukenakan mahkota kewalian...
Tapi ketika air mataku jatuh...aku merasa ada yang dekat dalam hatiku..
Maka itu cukup bagiku  percaya walau aku tak harus  kusaksikan berjumpaMu 
cukuplah kau ada dekat sedekat kulit ariku.


Air mataku terus mengalir ...merindukan diriMu..
Wahai kekasihku, aku datang kepadaMU...
Jangan biarkan aku menjadi  ghibah dan namimah...
hingga kelak aku menjadi penghuni  neraka yg pertama..
Cukuplah petaka  ingatkan kepadaku hingga aku berada dalam hatiku...





Wahai pencipta hati dan air mataku
Aku tak akan mencela takdir  dan berbuat ghibah
terhadap apa yg ditetapkan yang kau titahkan kepada siapapun
Karena engkau yang perkasa  karena engkau semua yg hidup tetap hidup
berikan kedamaian itu kepada alamku  yg lain ya Rob..
Hingga air mataku jatuh dalam hatiku...karena apa yg kau kehendaki atas diriku maka akupun akan hacur binasa bagai debu yang kau tiupkan merata disetiap jejak ku..

TRULLE GADIS BERKERUDUNG

Trulle....aku mengagumimu,....
Karena aku melihatmu dengan hatiku....
Aku tak mengenalmu........namun aku suka kata kata santunmu...
Kau gadis berkerudung yang hanya kutau dari dunia semu..
Namun namamu menginspirasikanku untuk selalu bertutur sapa
tidak hanya lewat kata namun lewat aura rasa...
Aku melihat kau tak biasa...aura rasa sampai kepadaku
walau tak pernah kutau ada apa denganmu
aku tau ada rasa gundah di hatimu

Kau gadis berkerudung yang menjadi teman diawal kumengenal dunia ilusi
Aku seakan  melihatmu bagai berdiri dipantai yang teduh..
Dimana aku melihatmu memandang jauh  bagai tak terbatas...
Seakan ada sesuatu yg ingin kau teriakkan kealam lepas....
pantai yang tenang tak cukup buat gundahmu hilang..
Gelombang laut tak juga mengalau resah yang tak terjawab

Kau gadis berkerudung yang santun dalam setiap ucap
Selalu sampaikan keteduhan bagi siapapun yang menyapamu hangat
Gunung yang kau tatap tinggi ...tak juga membuat hatimu mendaki
Langit yang biru tak cukup sampaikan sedih
aku melihat aura rasa yang memangilku dimalam yang sunyi
Terkadang  kerianganmu mengundangku sekedar mengintip dari berandamu
Dimana pantun  bersaut indah bak gurindam yang menawan..
Kau terus saja memunggungiku hingga tak kulihat air matamu..
Tapi ada yg sampai dihatiku bahwa ada sedih yang mengelayut dihatimu...



Trulle....aku mengagumimu....
Andai aku bisa sepertimu merangkai kata dengan syair yg lembut nan teduh...
Juga dengan kepribadian wanita muslimah yang membuatku berkaca tentang diriku..
Sungguh aku katakan dengan hatiku.....kau wanita baik yang kunilai dengan aura rasaku...
Jika boleh kutitipkan salam lewat syair yg sengaja kutuliskan untuk mencapai hatimu terdalam
Menolehlah kepadaku...ada kah gundah yg memilin sunyimu hingga terasa menyesakkan dadamu...
Hingga satu persatu lelah hatimu bak kelopak bunga yg terlepas dari tangkainya..yg telah rapuh
Kau gadis berkerudung yang  tengah berperang dalam kemuliaan..
Yakinkan hatimu bahwa dalam setiap perih pasti ada kebahagiaan yang menunggu
Tetaplah dalam keteguhan hatimu untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki dunia dan akhiratmu

 
Kau trulle gadis berkerudung...
Sekalipun kau tak kenal diriku aku selalu menengokmu dari beranda rumahmu..
Aku selalu merasa teduh dengan bait bait yang kau sampaikan dalam kesempatan waktu
Sekalipun aku tau ada sesuatu yang tersembunyi dihatimu..
Terus saja memandang lagit yang biru...sekalipun mendung mengulung diatas puncak gunung
Namun yakinkan hatimu bahwa ada kemuliaan yang akan menjawab setiap kata hatimu
Tabir itu niscaya terbuka untukmu hingga kau tau dan faham
bahwa air matamu membersihkan hatimu
meluluhkan perihmu...

Kau gadis berkerudung yang tak sempat kusapa dalam ruang mendung
Tapi biarkan kusapa aura rasamu saat kau hadir diberanda rumahku
Tetaplah tersenyum dengan salam yang tak pernah bosan menghias tulisanmu
Tetaplah sampaikan segenap asamu hingga kebaikan kau beri kepada siapapun
Hingga setiap syair dan katamu sampai kesebuah hati yang tertegun dengan kemulian hatimu...
Cukup setangkai mawar putih berhias dihatimu karena tak akan pernah mawar hitam dalam gengamanmu...........




@ Catatan buat mu sungguh ...
    Lama ingin kusapa ..
    Cukuplah hati memanggilmu
    agar kau datang kepadaku..........

TAK ADA BEDANYA

Mestinya tak kusampaikan rasa yang kusimpan tak tergambarkan
Mestinya kubiarkan segalanya tersimpan jauh didasar perenungan
Mestinya aku abaikan segala sesuatu yang hanya ingatkan tentang kegalauan
Dan kubiarkan semua lebur dalam angan sekejab yang kupecahkan dikesesakkan
Mana yang terpilih antara angan yang terkurung
Mana yang di raih antra gelisah dan kelelahan rasa
Sesungguhnya  tak ada bedanya


Cukuplah kubinasakan saja setiap relung yang tak berlentera
Agar aku dapat nikmati sesuatunya dengan keiklasan yang jelas dan tegas
Hingga semuanya terselempang di antara pelangi indah
saat senja tiba memeluk rembulan saat itu aku rasakan tenang
Mestinya tak kukacaukan asaku dengan sebuah pilihan
Mestinya kubiarkan saja seperti melihat cahaya yg akhirnya redup dengan perlahan
Namun semuanya bagiku sama tak ada bedanya
Bahkan nyaris tak berasa


Mestinya aku diam...walau hati ramai berkata kata
Lalu kutepiskan saja keriangan yang sesungguhnya tak pernah ada
Hingga aku kembali hadirkan senyum yang buat aku menjadi kuat dan hebat
Aku menjaring rebulan  agar bisa temani aku walau tak kubutuhkan  menjadi kekuatanku
Karena kekuatanku saat aku bisa menyimpan galauku hingga tak seorangpun menengok sedikitpun
Setidaknya keindahan sesaat itu cukuplah buatku merenda hatiku agar menjadi sebuah hiasan dikesunyian  yang tak juga  pernah  selesai..

MALAMMU BERURAI AIR MATA

MALAMMU BERURAI AIR MATA

oleh Palupi Raharjo pada 12 November 2010 jam 16:44
Malam mu tiba tiba sunyi mana kala hati remuk redam dengan sepi
Ada sesutu yang mencabik hati hingga kau tak kuasa tersenyum sekalipun setipis kulit ari
Kau biarkan hatimu tengelam dalam sedih yang tak pernah kau fahami
Kau terus saja bertarung dengan ketetapan yang telah ditentukan untukmu
Malammu berurai air mata namun kau tetap berjalan seperti semula

Kau bagai tengelam dalam angan yang kau ciptakan
yang kemudian kandas ditengah perjalanan
Kau bertanya pada kekasih pujaan namun  jawaban yang kau dengar
bagai petir yang menyambar disaat hujan tak datang saat siang
Bagai terhempas dari keriangan yang terbingkai
Cintamu kandas tampa punya perasaan


Malammu berurai air mata namun kau tak kuasa
mengungkapkan rasa yg membuatmu berduka
Ada kehilangan yang demikian melelahkan
hingga tak satu kata mampu kau ucapkan
Tak  akan ada lagi janji sebuah pernikahan
yang disaksikan malaikan kebaikan di  sebuah masjid didepan rumahmu
Tak pernah ada Mahar apapun buat angan menciptakan keluarga sakinah yang kau impikan
Janji itu seketika lenyap mengugurkan segala harapan
Mimpimu pupus tak bagai angan yang sekejab menghilang


Kau tertegun dengan perjumpaan yang indah diawal impian
Kau tetapkan bahwa mimpi indah itu akan menjadi sebuah kenyataan
Namun kesabaranmu terbatas hingga kau abaikan bahwa demikianlah takdir yang ditetapkan
Hingga kau terima kenyataan mimpi itu telah usai...
Hingga kau sandarkan lelah hatimu menatap langit ternyata begitu luas tak berbatas
Hinga kau Rebahkan sejenak keletihan diantara danau air mata
yang menengelamkan impian indahmu
Demikianlah Malammu berurai air mata
Dan kukatakan padamu akan ada pendamping sejatimu
yang menunggu dengan kemuliaan hatimu









@ @   Catatan buat seorang teman
   Jika ini mewakilkan rasamu maka terimalah sebagai ungkapan rasamu....
    Selalu berbaik sangka dengan ketentuan takdir Allah karena janji Allah tak akan pernah ingkar
  "  Wanita yang baik akanmendapat kan pasangan yang terbaik  " yang mampu menjadi imam  
   dalam sebuah keluarga  yang shakinah ...mawadah..dan warohmah yang masing masing jika   kembali maka akan menjemputmu dipintu surga dan mengajakmu  ketaman firdaus yang tak kau temukan keindahanya dibelahan dunia manapun.