Sudah kulupakan saat indah bersamamu...entah hal yang manis atau hal sepahit apapun,ketika aku mulai benar benar melupakan, kau hadir disaat hatiku gundah.Namun aku hanya mengira ngira ada apa sesungguhnya dari pertemuan itu.Hatiku terus bicara tentang sesuatu yang mungkin masih ada tapi akhirnya aku tau bahwa kau hanya sebuah cerita lalu.Cerita dimana aku harus membuka kembali lembaran yang telah lama tertutup Rapat hingga aku lupa kapan terakhir kulihat sepasang bola matamu.
Ataupun terakhir kumelihat senyummu.
Kenangan yang pernah membuncah asa...tak lagi terasa sama...cukuplah kau hadir sebagai sebuah jendela, dimana kau hanya bisa memandang sekilas tentang bayanganku saja.
Pagi itu langit Cerah...tak ada tanda tanda mendung akan datang, suasana hatiku memang tak seindah pagi, namun aku harus tersenyum karena demikianlah aku menghadapi kegalauanku...
Entah untuk keberapa kalinya kuputar ulang lagu broery Marantika...lagu sendu laki laki yg kharismatik itu...membuatku ingin mengulang mendengarnya sebuah lagu berjudul Pamit yang kudengar saat aku mengerjakan pekerjaan rumahku...
Bait bait itu seolah mengingatkan tentang sesuatu tapi aku lupa tentang apa itu....hmm desah ku perlahan....tapi aku tetap asik dengan tugas rumah tangga yang masih menumpuk...
Nada dering celin dion dari hpku berbunyi...ketika aku angkat ternyata seorang kawan menelponku "...selamat pagi...hallo sapaku ". terdengar suara lembut kawanku disebrang sana menjawab salamku..
"..Pagi nay ..ada kabar mengejutkan nich ....kemarin aku ketemu mas rey di gramedia...ada salam darinya untukmu..." suara narti mengagetkan ku pagi itu...." apa mas Rey...kamu ketemu mas rey...mas rey anak bandung itu..."' kataku setengah berteriak.
" Iya nay...mas reymu....dia titip salam untukmu...hehhehhe....nanti ku sms no hpnya ya nay..tapi aku sudah kasih no hpmu nay...".narti mengodaku dengan suaranya yang khas itu.
Sungguh pagi itu membuat hatiku berdebar...sungguh nama itu membuatku terkejut tetapi juga senang...lama aku tak mendengar kabar mas rey setelah perpisahan itu...yach...sudah hampir 17 tahun kami tak pernah bertemu...tiba tiba pagi ini narti mengabarkan mas rey padaku.hmm...aku mendesah seperti ada beban yang menghimpit hatiku.
"Hallo....nay...nay..."'.narti berteriak mengejutkan lamunanku...akupun tergagap menjawab telponnya narti.."' ya nar...hmmm..ya...ya tks...sory nar aku lagi masak nich...ntar kutelpon lagi ya..."'kataku kepada narti, aku cepat cepat menutup telponku karena aku nggak ingin narti mengodaku.
Narti tau betul bagai mana aku mencintai rey ...karena perbedaan keyakinan itu sehingga kamipun harus berpisah, ray terlalu baik untukku, tak ada hal yg jelek yg kuingat darinya, kecuali kami berpisah tampa kata putus dan berpisah begitu saja.
Rey adalah laki laki yang santun...kata katanya penuh kelembutan,akupun sudah mengenal keluarganya mas rey, dua tahun kami menjalin hubungan . aku tidak pernah tau kalau mas rey berbeda agama denganku, hingga suatu hari ...saat malam minggu, ada acara pengajian akbar di Gor satria didaerah poncol...seperti biasa mas ray datang kekosku hari jum,at siang....kamipun ngobrol diruang tamu seperti layaknya sepasang kekasih.. akupun bermanja manja denagannya...mas rey senang membelai rambutku...kadang sekali waktu dia ciumin rambutku....aku merasa senang dengan perlakuan mas rey...aku merasa senang berlama lama dalam dekapan mas rey....tapi saat azan mulai berkumandang mas rey selalu menginggatkan aku untuk sholat..."' Nay...sholat dulu sana...sudah azan Ashar...mas pulang dulu..nanti malam mas jemput makan ya..". kata mas rey lembut...
"' iya mas...nay sholat dulu...oya mas besok ikut nay ke gor yuk dengerin pengajian akbar penceramahnya Zainudin .
kataku mengelanyut di bahu mas rey.
"' Terus mas rey pakek kopiah nggak...mas pinjem siapa ya..? katanya bertanya padaku...jawaban mas rey membuatku terkejut...kenapa mas rey tanya begitu kepengajian ya pantesnya pakek kopiah dan baju koko dong batinku...tapi pertanyaan itu kusimpan dalam hatiku..."' ya pinjem mas hendra kan ada mas , mas hendra temen kos nya mas rey .aku memberi ide pada mas rey.
"' okey dech...ntar mas pinjem hendra...ya udah nay sholat dulu gih...mandi dulu bau...mas rey mengodaku dengan mencubit pipiku dengan lembut....aku tersenyum senang dengan perhatian mas rey sore itu..aku hantar mas rey sampai didepan pintu kos...kupandangi mas rey hingga hilang dari pandanganku.Mas rey sudah meninggalkan kos kosanku dengan mengendarai honda astrea hitamnya.
Selesai Mandi akupun menunaikan sholat ashar...usai sholat aku tiduran sambil mendengarkan radio Imelda Fm...hmm ...aku mendesah resah...kembali aku teringat kata kata mas rey tadi...kenapa mas rey tanya ya ? kepengajian pakek kopiah apa ndak...aneh kataku resah...apa jangan jangan mas rey...'
Tiba tiba pintu kosku ada yang mengetuk ...aku dengar lamat lamat suara mas deny pacar temenku narti.....karena kamarku yg didepan akupun membukakan pintu kebetulan narti lagi keluar...
Aku bukakan pintu,.." haii mas deny...narti lagi keluar tunggu aja dech kataku pada mas deny...kebetulan mas deny juga temen kuliah mas rey...hmmm tergelitik hatiku bertanya tentang sesuatu kepada mas deny,...ehmm..mas deny...mau tanya ya...mas tau nggak...mas rey agamanya apa...kataku ragu..terusterang aku merasa konyol bertanya seperti ini dengan mas deny apalagi hubunganku dengan mas rey sudah cukup lama, hampir setahun...aku melirik mas deny yang memandangku aneh..."' lho nay...kok tanya mas sih...naylla kan pacar mas rey jawab mas deny seolah binggung dengan pertanyaanku,...aku hanya tersenyum kecut karena aku nggak menyadari pertanyaan ini akan menjadi lucu dan aneh juga untukku...
Iya, mas...harusnya....kataku mulai gamang...
Nay...masak belum tau sih mas rey agamanya apa!! tanya mas deny seolah gak percaya.
Iya mas..hehehe...kataku kecut." nay gak pernah tanya itu, mas rey kalau datang selalu mengucapkan salam, saat datang waktu sholat mas rey selalu menginggatkan nay...sama juga kalau saat puasa ,mas rey selalu mengajak saur dan buka bersama....jadi nay kira gak perlu lagi tanya tanya...tapi tadi nay ngajak mas rey anter nay ke Gor , besokkan ada pengajian Akbar, nay ngajak mas rey untuk ikut...kan penceramahnya bagus mas, tapi...tapi mas rey malah tanya pakek kopiah apa ndak...aneh kan mas...." kataku pelan sambil memainkan ramputku yang sebahu...aku berharap mas deny menjawab tidak seperti apa yang aku fikirkan,aku...berulang kali melirik ke mas deny yang menatapku bingung.
"'Nayla .....,jelas mas reynaldi tanya keacara pengajian pakek kopiah apa ndak...mas rey..kan kristen nay...gmana sih,kata mas deny hati hati seolah gak ingin buatku shok...
Aku menghentikan tanganku yg usil menarik narik rambutku seketika...mataku mulai kabur menatap ujung meja...ada rasa hangat yg tiba tiba membasahi bola mataku...satu persatu air mataku menetes...ntahlah,.. ada rasa nyeri yang teramat sangat, tiba tiba aku merasa ruang tamu menjadi gelap...sampai akhirnya kudengar suara narti datang diruangan itu...Narti mendapatkan aku menangis dan lari masuk kedalam kamarku,..
Narti binggung ada apa denganku,aku mendengar percakapan narti dan mas Deny...tak lama narti masuk kedalam kamarku. Narti menghampiriku "' Nay...mas Deny sudah cerita...kenapa bisa begitu nay,...". tanya narti padaku lembut.....kukira nay dah tau siapa mas rey,...kan nay juga sudah pernah diajak mas rey kerumahnya dibandung. Memang nay gak pernah bicara masalah ini sebelumnya nay kata narti lembut,"'aku hanya mengelengkan kepalaku diatas bantal yg tumpah dengan air mataku.... Nayila...udah jangan nangis, coba dibicarakan dengan mas rey tentang hubunganmu, siapa tau mas
rey akan mengikuti keyakinanmu pada saatnya nanti...narti tetap membesarkan hatiku,..
Udah ya nay...gak usah nagis ahh...berdoa saja mudah mudahan ada jalan yang terbaik untukmu...sudah mau magrib nay...bagun yuk....udah sholat magrib dulu, nanti mas reykan datang toh...narti mengingatkanku...
Aku menghela nafas dalam dalam, aku seolah tidak percaya dengan kabar ini, aku tidak percaya kalau mas rey seorang kristen, aku mencoba menghibur hatiku, bahwa mas rey pasti mencintaiku mas rey pasti akan selalu bersamaku, akupun beranjak dari tempat tidurku," makasih nar...yach...aku sholat dulu...narti masih duduk disisi tempat tidurku menatap kearahku dengan rasa iba mungkin...akupun bersegera berwudhu untuk sholat magrib tak terasa waktu magrib sudah tiba,...langit diluar kos kosanku sudah mulai memerah ....senja hampir pudar berganti gelap.
Malam ini mas rey tidak jadi datang pada hal aku menunggu dia untuk menanyakan sesuatu yang terlambat kuketahui, mas rey ada keperluan keluarga sehingga mas rey tidak datang untuk makan malam bersama seperti biasa, mas rey tadi telpon aku masih sholat magrib.
Aku berulang kali menghela nafas dalam dalam...malam ini tersa panjang buatku...karena ada yg harus kubicarakan dengan mas rey jika kami bertemu.Malam ini aku berharap kabar ini tidak benar, atau mas rey akan katakan sekalipun berbeda kami tetap akan bersama selamanya, banyak pertanyaan yg memenuhi hati dan fikiranku hingga tak terasa aku tertidur dengan kegundahanku.
Ke esok Malam harinya yang kutunggu datang... mas rey datang dengan mengenakan kemeja biru muda celana hitam dan kopiah hitam,...dadaku berdebar kencang, mas rey terlihat tampan malam ini, aku memandanginya dari balik jendela sebelum dia sampai masuk kedalam kos kosanku.
Suara ketukan pintu membuatku terkejut...hmmm helaku sesat ,mengaduk aduk hatiku,...akupun membukakan pintu...untukkekasihku.
"' Assalamualaikum....dah siap nay...katanya kepadaku....aku hanya tersenyum ,perih menyusup direlung hatiku..Waalaikum salam mas.......kataku tertunduk...mas ray melihat kesedihan dimataku...
"' Ada apa nay...kok seperti habis menangis katanya membelai kepalaku lembut....aku hanya tersenyum tampa bisa berkata kata.....aku hanya mengelengkan kepalaku.
Mas ....,nay ambil kerudung dulu ya...akupun meninggalkan mas rey yg masih bertanya tanya dengan mata sembabku sisa tangisku semalaman bahkan sesiangan tadi aku masih saja menangis.
Aku sempat menangis dikamar, kuusap air mataku aku harus kuat , aku harus tersenyum kataku...
Lalu aku keluar dengan membawa selendang unggu yang kuserasikan dengan atasan unggu dan celana hitamku..."' sekarang aja mas dah jam 7 acaranya nanti jam 8 kataku mengajak mas rey yg masih memandangiku...akhirnya kamipun berangkat naik kendaraan astrea hitam milik mas rey.
Sampainya di Gor satria poncol aku dan mas rey duduk terpisah, mas rey mengikuti aku,...mas ...mas duduk disana gih...sama jemaah putra lainnya, nay duduk di jemaah putri disebelah sini mas, kataku pada mas rey yg agak canggung masuk keruang Gor. ...panitia sudah menyiapkan tempat duduk terpisah antara jenmaah putri dan laki laki....tapi tempat kami tidak berjauhan aku masih bisa memandang kecangungan mas rey diantara jemaah lainnya...hmmm kekasihku seorang nasrani batinku perih....
Tak tersa pengajian akbarpun usai...tadi kuperhatikan mas rey begitu seksama mendengarkan ceramah ustad Zainudin Z...hmm...apalagi tema pengajian adalah mengenai Keluarga sakinah......entahlah kepalaku terasa berat keluar dari gedung olahraga hatiku terus bercampur aduk ,sampai akhirnya kami singgah disebuah warung tenda untuk makan malam,...meskipun jam sudah menunjukkan jam 10 malam ...mas rey mengajakku makan nasi uduk di daerah poncol.....tidak seperti biasanya aku lebih banyak diam...dan tertunduk...mas rey hanya mengengam tanganku, seperti melihat kedalam hatiku ada kegundahan yg tengah aku rasakan.
Mas kita kelaut sebentar yuk kataku pada mas rey..sedari tadi aku hanya lebih banyak diam.....lalu kamipun melaju ke pantai marina yang tidak jauh dari warung tenda....
Angin laut sangat kencang....malam terasa lengang hanya deburan ombak yg memecah kesunyianku diam diam....langit tampak putih bersih diatara gelap dan sinar purnama yang bulat ...
Sinarnya yang keperak perakkan jatuh diantara gelombang dan karang....mas rey memelukku...sambil menciumi keningku...."' nay...dari tadi mas liat nay banyak diam...mata nay sembab...ada apa nay..." mas rey mulai membuka percakapan...
"aku yang membelakangi mas rey membalikkan badanku aku pandangi wajah mas ry yang terbias sinar purnama...laki laki yg kucintai masih mengenakan kopiah hitamnya....wajah yang membuatku merasa bahagia memeiliki cintanya...wajah yg selalu membuatku tersenyum gembira saat didekatnya...tapi malam ini hatiku gelisah dan gundah...aku seperti kehilangan kekasihku sekalipun dia berada didekatku...
Mas...nay mau tanya....apakah mas rey agamanya kristen mas...kataku hampir tak terdengar telinggaku sendiri.
" Mas rey memelukku, erat...dingin pantai marina menjadi hangat....aku menangis dalam dekapan mas rey...kutumpahkan kesedihanku dalam pelukkannya.
"' Nay...selama ini mas tidak pernah dengar Nay bertanya tentang agama mas,...kenapa malam ini nay tanya, apakah karena mas kemarin tanya kepengajian pakai kopiah apa ndak.mas rey balik bertanya.aku hanya menganguk tampa suara.
"' Nay...liat mas rey...mas rey menyentuh daguku memaksa mataku memandang mas rey...akupun menuruti keinginan kekasihku , sekuat hatiku kupandang dalam dalam sepasang bola mata yg hitam bening itu...". Nay...mas beragama kristen, nay kecewa..!!!....mas juga punya kakak seorang pendeta di surabaya.ingat dengan mas petrus....kan nay ..??? kata mas ray mengingatkan ku pada pertemuan dengan keluarga besar mas rey di bandung 5 bulan yang lalu.
Aku hanya mengangguk dengan sisa kekuatanku, air mataku mengalir deras,...
Kenapa nay baru tanya, kenapa nay...pertanyaan mas rey membuatku suaraku tercekat tampa bisa berkata kata....yach..ada kesalahan yang terjadi antara hubunganku dengan mas rey, aku tidak pernah bertanya terlalu dalam siapa mas rey, yang aku tau mas rey laki laki baik, laki laki yang halus dan sangat sopan...kepribadianya itu yang membuatku jatuh cinta...selain pintar mas rey juga salah satu aktifis kampus yang sangat disiplin.Rasa kagumku dengan semuanya itu membuatku merasa tentram didekatnya.
Aku tak dapat berkata apa apa selain memeluk erat mas rey,...aku takut ...ini awal keretakan hubunganku dengannya, entahlah rasanya hatiku bagai hancur berkeping keping, ...
Kami melewati malam dengan banyak diam...entah apa yang berkecamuk dihati kami masing masing, mungkin tak menjadi masalah perbedaan ini untuk sementara, tapi aku merasa mas Petruspun sebagai seorang pendeta nantinyapun akan tau bahwa mas rey adiknya mencintai wanita muslim, pastilah mas petrus bahkan keluarga besarnya akan menentang hubunganku dengan mas Rey...
Aku tidak ingin itu terjadi, aku tak ingin....teriak ku dalam hati
Malam terus beranjak...bulan makin lama tertutup gelap, tak terasa waktu menunjukkan jam 12 malam...kamipun meninggalkan pantai marina dengan hati yang bergejolak....angin laut terus saja menebar dingin hingga terasa kedalam hati kami masing masing...kehangatan ini kian nanar terkuras oleh suara hati yang mulai terkikis bimbang,...galau dan tiba tiba perih.
Kami tinggalkan deburan ombak yang memecahkan keheningan yang terkoyak, satu persatu langkah kaki meninggalkan pasir gelap pekat.
Malam itu malam yang membuat kami mulai resah, ntah kapan kami berjanji atau saling melupakan,,,namun tetap saja kami lalui tampa ada kesepakatan...hati kami ingin memiliki cinta kami saling ingin berbagi,...tapi tak jelas...jalan mana yang akan kami pilih...bersama sejalan dengan rel yang bersebelahan... atau masing masing ada yang mengalah....kami tetap membisu dan tak pernah saling menanyakan, Kami lalui saja kebersamaan yang nelangsa, kami isi hari hari setelah itu dengan canda yang mulai resah....Tak terasa sampai pada keluarga mas rey mengundang aku datang ke Bandung kebetulan ada acara perpisahan kakak perempuan mas Rey degan temen temen kantornya, karena mbak Titik akan pindah ke kalimantan mengikuti suaminya tugas.
Akupun berangkat bersama mas Rey ke Bandung dengan Bis Malam...sepanjang perjalanan aku berasa tidak tenang dan sangat gelisah, berbeda dengan perjalanan ke Bandung Beberapa bulan yang lalu, layaknya sepasang kekasih yang masih kasmaran perjalanan ke Bandung dari Semarang terasa cepat...
Sesampainya di Cimahi....siang itu...usai istirahat, akupun mandi dan bersiap siap ikut berkumpul dengan keluarga mas Rey,...banyak tamu Mbak Titik datang berkunjung, Mas Rey empat bersaudara, Mas Petrus kakak yang pertama, Mbak Titik kakak perempuan , Mas Reynaldi dan Dik Tanto yang terkecil...Ayah mas Rey seorang Guru SD... dan Ibu nya hanya seorang ibu rumah tangga biasa,mas Rey berasal darii keluarga yang sangat sederhana, tapi kebersamaan mereka membuat aku merasa senang berada diantaranya, aku merasa disini keluarganya mas rey luar biasa hangat...kebersamaan yang sangat menyenangkan....Mas Petrus Adalah seorang pendeta di Surabaya, Mbak Titik Seorang Dokter Gigi,dan Dik Tanto baru kuliah smester 3 di ITB...hmm kuluarga yang ideal menurutku...berbeda dengan ku batinku mulai galau...
Sekali waktu kami saling menyapa karena tamu masih banyak kamipun belum banyak ngobrol satu sama lainnya, hanya saja kegalauanku sejak kemarin belum juga hilang sekalipun disini keluarga besar Mas Rey baik kepadaku.
Sesiangan ini keluarga sibuk dengan tamu tamu yg mengucapkan selamat pindah tugas ditempat yang baru, aku menemani ibu mas Rey menyiapkan minum di dapur, percakapan kecil pun mulai membuatku akrap dengan ibu, ibu gak sungkan juga meminta tolongku membawakan minuman kedepan, tapi dik Tanto meminta air minum dinampan yang aku pegang." ..Kak sini tak bawakan, dik Tanto mengambil nampan yang aku bawa..."' udah biar kak nayla yang bawa kataku padanya..
" Udah kakak duduk aja, tamunya dah sepi kok, dari tadi kak nayla dah capek...tuh Mas rey didepan sama Mas Petrus, kakak didepan dech....Dik Tanto memintaku dengan sopan.
Hmm...dalam hati aku benar benar tersanjung ditengah keramahan keluarga ini....tapi aku agak sedikit ragu mendekati mas Rey dan Mas Petrus yang asik ngobrol yang sesekali memandang kearahku,...dadaku berdebar... mereka sedang membicarakan apa seperti sedang membicarakan aku, wajah mas Reypun nampak berubah, seperti menahan sesuatu yg membuatnya gelisah...
Aku masih berjalan ragu, sampai akhirnya mbak Titikmemeluk Bahuku...Nay..yuk didepan ..capek ya dari tadi sibuk bantuin ibu di belakang, iya nich nay lusa Mbak dah di Kalimantan...jadi sekalian perpisahan dengan temen temen Mbak dan Mas Pras..., mas Pras suami mbak Titik yang dinas di
Pertamina..yang lusa kelurga Mbak Titik akan boyongan menuju Kalimantan.
yok dekat Rey sana, mbak Titik menarik tanganku mengajak duduk bergabung dengan mas Petrus dan Mas Ray...Sini Nay mas Rey meraih Tanganku dan duduk disampingnya, mas ray menyeka kerigat dikeningku dengan sapu tangannya..."'Capek Nay kata mas Rey perhatian padaku...aku senang dengan sikap mas rey yg begitu memperhatikanku dihadapan kakak kakaknya.
Aku hanya membalas senyum ....hmm Mas Petrus mulai mengodaku...." Rey..dah pantes tuch nay jadi istrimu, mas petrus mengodaku yang tertunduk malu...'" Gimana nay sama renaldi serius....". pertanyaan mas Petrus membuat aku gemetar...kebahagiaanku yg tengah melambung teraduk aduk dengan pertanyaan mas petrus...aku hanya tersenyum kembali tampa bisa keluar kata kata apapun...
Mas Rey tau sekali apa yang tengah bergejolak di hatiku...dengan beraninya mas Rey memelukku, ya seriuslah mas,...kok main main ya nggak nay...Mas Nay mewakili jawabanku.
Nay...tadi mas dah ngobrol sam Rey...ya...kalian kan dah cukup lama menjalin hubungan, kira kira nay sudah pikirkan kedepan kelanjutan Nay dan Rey....ya sebaiknya Nailla ikut dengan Rey karena dengan demikian dalam menjalani Rumah Tangga nantinya akan sejalan dan Setujuan.
Mas Tidak ingin memaksa Nay menjawab sekarang ini ,mungkin akan lebih baik untuk kedepan.
Jika semua dipikirkan mulai sekarang, pada dasarnya mas Petrus , mbakmu juga ibu dan bapak setuju sekali nayila berteman dengan Rey.
Apalagi suatu saat nanti bisa jadi istri Rey.Kata mas Petrus sangat bijak dan penuh kehati hatian, walau ini tetap kurasakan bagai petir disiang hari, berdenging digendang telingaku.
Menyesakkan rongga dadaku bahkan jalan nafasku.terhenti sesaat.....mataku mulai berkaca kaca....tapi kusembunyikan dengan tertunduk disamping Mas Rey...diam diam kuseka air mataku...perlahan...hingga kumenghela nafas dalam dalam....Mas Rey terus memegang bahuku dengan gengaman nya yang kencang seolah memberi kekuatan kepadaku yang tengah berperang melawan suara hatiku.
Hampir setengah tahun aku dan Mas ray tidak pernh membahas masalah perbedaan yang ada, sejak Acara pengajian akbar itu, kami jalani tampa harus mendesak satu dan yang lainnya, pernah sekali waktu kami membicarakan perbedaan yang ada...tapi akhirnya kami diam satu sama lain.
Lalu menjalani hubungan tampa ada komitmen apapun tentang keyakinan kami masing masing.
Tapi siang ini mas Petrus kakaknya mas Rey sudah membuka pembicaraan, lalu aku harus menjawab apa..!!!
Aku tidak tau harus memulai dari mana, hingga akhirnya Mas Rey kembali menjawab pertanyaan Mas Petrus..."' yach...kami jalani aja mas , masih mengenal satu sama lain, nay biar memahami rey dengan baik...begitu juga rey...yang jelas kami jalani hubungan kami dengan penuh tanggung jawab, dan kita sedang membina hubungan serius kok mas,...iyakan Nay...Mas Ray melirikku dan tersenyum padaku...Aku hanya membalas senyum Rey dengan suka cita, bibirku masih kelu berucap,...kekasihku sungguh luar biasa, dia mampu melindungi aku dari gundah yang tak mampu kusembunyikan.
Mbak Titik mencairkan suasana lalu mengajak makan siang bersama..."' Ayo makan makan...mas ayo toh...ngobrol ae...lha.. nayla dan rey durung mangan lho......Neyla...ayo..! mbak Titik menarik tanganku...seng lanang lanang neng no ae nek gak ngeleh....meskipun tinggal dibandung logat surabaya mbak Titik masih sangat Kental...hmm...kamipun akhirnya makan siang bersama dan melupakan sejenak percakapan yang sempat menyesakkan dadaku...
Aku sedikit terhibur dengan Mbak Titik yang grapyak...mungkin karena mbak Titik wanita jadi dia tidak ingin memancing mancing masalah ku dengan Rey...aku melihat Mbak Titik cenderung menyerahkan sepenuhnya kepada Mas rey.
Siang yg melelahkan untukku, tetapi kebersamaan keluarga besar Bapak Soeryohadi sejenak membuatku melupakan sesuatu yg menyesakkanku.
Aku di Bandung dua Malam, kebetulan Tanteku adik dari Bundaku ada juga yang Tinggal di Kebun Kopi jadi aku tidak perlu menginap di rumah Mas Rey,...jam 11 malam akupun diantar Mas Rey ke kebun Kopi...Dua hari kemudian kamipun Pamit ke Semarang...Aku senang sempat mengenal kehangatan keluarga Mas ray...selain perbincangan Perbedaan yang ada semuanya menyenangkan untuk kuingat.
Meskipun tidak sampai menunggu keberangkatan Mbak Titik nanti malam, kami terpaksa harus pulang pagi ini,..karna Lusa ada ujian Skripsi Mas rey...
Kami pun pamitan dengan keluarga Mas Rey....dengan mengunakan Travel jam 1 siang.
Sepanjang perjalanan, aku kembali teringat kata kata mas petrus, apa yang harus kulakukan...
ya Allah...apa yang harus kulakukan...perbedaan ini akan memisahkan kami, bagai mana mungkin aku meninggalkanMu...bagai mana mungkin aku menghianati agamaku...aku mencintai Mas Rey...tapi aku tidak bisa mengikuti agama yang dia yakini...aku tidak bisa ya Allah...aku berbisik dalam hati, air mataku kembali menetes...., Mas Rey rupanya memperhatikanku yg sedari tadi menghadap jendela menerawang jauh kedepan.....siang yang panas melalui jalan yg terik bahkan hingga awan menutupi mentari...menjadi teduh mataku terus saja memandang jendela kaca L300....tampa bicara apapun dengan Mas Rey....seakan dia membiarkan aku tak terusik dengan pertanyaan yg akan membuatku menangis....Mas Ray hanya meraihku dan Memelukku erat....
Aku menoleh kearahnya sesat dan menyandarkan kepalaku dalam rengkuhannya.
" Istirahat lah Nay....udah gak usah mikir apa apa....Mas Rey Sayang Naiy...okey.!! Mas Rey mencoba menentramkan hatiku...yach...Mas coba menghiburku sekalipun hatinyapun sama denganku, karena Mas Rey sangat patuh dengan kedua orang tua terutama dengan Mas petrus kakak tertuanya.
Bagai mana mungkin Mas akan ikut agamaku , Sementara Mereka keluarga Kristiani yg sangat kuat dan taat ternyata.
Aku menyadari betapa kuatnya hubungan persaudaraan mereka, mereka saling menguatkan dan saling menginggatkan satu sama lain.Bagai mana mungkin aku rela merusak hubungan baik mereka jika aku menginginkan Mas ikut kedalam Keyakinanku.Atau sebaliknya , aku sendiri tak akan sanggup meninggalkan keyakinanku...tidak akan bisa !!
Perasaan ini terus saja mengelanyuti fikiranku...sampai saat menjelang wisuda Mas Rey, dan aku menjadi pendamping wisudanya, sementara aku saat itu masih kuliah smester 6...jurusan Akuntansi di kampus yang sama.
Pagi itu aku dan Mbak Titik kesalon...sengaja pagi itu aku dandan yang cantik untuk mendampingi wisuda kekasihku...Jam 7 pagi selesai dandan kamipun menuju Hotel berbintang Patra Jasa Hotel di semarang di ruang pertemuan Poncowati .
Dengan di hadiri 128 peserta wisudawan dan wisudawati dari 4 jurusan yang ada....aku menunggu menunggu saat kekasihku dipangil menjadi wisudawan coumloud pertama di kampusku...
Ada kebanggaan saat mendampingi dia wisuda...hmmm akhirnya aku selesai mendampingi kuliahnya hingga selesai...tak sia sia kami menghabiskan waktu bersama diperpustakaan kampus....bahkan mengerjakan tugas tugas bersama...kami lalui masa masa dikampus bersama dengan suka cita.....
Setiap kegiatan senat kami hampir selalu bertemu, kadang kecemburuan teman teman tidak kami hiraukan...karena kami bisa menempatkan dimana kami sedang beraktifitas...kemesraan kami tidak terlalu over akting, karena kami tahu Mas sendiri Ketua senat dan aku ketua bidang kemahasiswaan...
jadi tak pantas jika kami menonjolkan hubungan ku dengan Mas rey dihadapan mahasiswa lainnya.
Kini mas rey sudah tidak berada di kampus...perlahan aku merasa sunyi...sekalipun Mas masih dikos kosan yang lama, tetap saja hari hari yang kulalui dikampus menjadi tidak seperti biasa.
pagi itu aku sempatkan membeli koran,...aku mencari informasi lowongan kerja..disitu ada pengumuman yang menarik...pengumuman menerima CPNS
Aku mampir kekosan Mas rey, dan menyampaikan berita gembira itu hingga akhirnya Mas rey mendaftarkan dirinya sebagai CPNS waktu itu.
Akupun menemani Mas Rey mencari syarat syarat lamaran CPNS ...hingga selesai semua syarat syarat nya...
Sebulan setelah itu Mas Ray diterima menjadi CPNS...beritanyapun diumum kan dikoran SUARA MERDEKA...Aku senang dan bahagia akhirnya Mas Rey keterima menjadi PNS kami rayakan keberhasilan Mas di caffe yang ada didekat kampus...
Ditengah kegembiraan terselip rasa kehilangan, namun semua itu harus kami telan diam diam...tak ada yang memulai tak ada yang mengakhiri...kami tetap saja diam, hingga pada saat Mas rey akan menjalani Prajabatan...Mas Rey menanyakan hal yang terpenting dalam hubungan kami...
Sore itu kami menghabiskan waktu dipantai Marina...Dengan hati hati Mas memulai pembincangan itu..." Nay...kita sudah lewati hubungan kita hampir 1.5 thn, gmana kalau nay Mas minta menjadi istri Mas...mas harap Nay sabar menunggu mas setelah selesai masa prajabatan Mas...ucap Mas Rey lembut ditelingaku...Ciuman lembut dia berikan dikeningku....
Aku menatap matanya dalam...semua jujur dia ucapkan kepadaku,,,naluri kewanitaanku luluh....dengan lamaran mas Rey yang begitu lembut...tapi ada satu hal yang harus kami bicarakan serius...
" Mas Rey seberapa lama waktu yang Mas butuhkan nay akan menunggunya, tetapi bagaimana dengan perbedaan yg ada, cuma ada satu jalan mas...kita menikah tetap dengan keyakinan kita masing masing...nay siap untuk itu, Nay juga gak bisa meminta mas untuk memeluk keyakinan Nay, karena Nay menghargai keputusan Mas dan juga keluarga mas lainya...untuk mengikuti keyakinan yg sama dengan mas , nay gak bisa!!..."' ntah dari mana kekuatan itu kudapat hingga bibirku bisa mengatakan semua isi hatiku demikian lepas....aku memang telah memikirkan keputusan yg demikian, beberapa bulan yg lalu, tipi aku tetap saja ragu dengan keputusanku ini , hingga detik aku mengucapkannya pun , aku masih ragu apakah dibenarkan dalam agamaku menikah dengan berbeda keyakinan...entahlah...
Sore terasa kian cepat berlalu...Pantai Marina Mulai redup bersama tengelamnya mentari...sinar merah yang merona perlahan tertelan perut bumi....sesekali camar melintas dan mencari sesuatu diantara gelombang yg mulai mengelap....
" Nay...lusa mas prajabatan di Bandung satu bulan, Mas akan fikirkan apa yang terbaik buat kita, namun demikian apakah kita bisa menjalani rumah tangga dengan rel yang bersebelahan, ya Nay...Mas seolah bertanya pada dirinya sendiri walau itu ditujukan kepadaku.
Sudahlah Mas, Nay ingin bersama Mas walau harus menikah dengan perbedaan yang ada, tetapi semua itu terserah dengan Mas Rey...apakah keluarga mas mengijikan pernikahan kita.
ini tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga Mas ......Nay
Justru mas memikirkan keluarga Nay sendiri.....Apa kata Ayah dan Bunda Nay menikah dengan keyakinan yang berbeda....hanya itu yang mebuat Mas binggung ...Nay...
Kata kata Mas Rey...seketika membuatku diam...suasana menjadi sunyi....dan semua berakhir senja itu.
Kepergian Mas Rey ke Bandung menorehkan pedih dihatiku, entah apa yang kutangisi...semua sudah jelas terbaca, tetapi hati tak rela membiarkan semua ini berakhir...lalu sampai kapan....Tak terasa waktu berlalu...perlahan Mas rey semakin menjauh...hanya selembar surat yang dia kirimkan namun tetap aku tak mampu menjawab pertanyaan itu...siang itu pak pos dengan mengendarai sepeda membawakan surat untukku...
Perlahan kubuka kertas Surat dengan rindu yang membuncah....
Bandung...03-03- 1993
Buat Nayku cantik
Nay...maukah nay menjadi istriku...menemaniku...
mendampingku seumur hidup Nay
dalam suka maupun duka kita...
Nay...Maukah Nay menjadi ibu dari Anak anakku...
Membuat surga kita dalam cinta yang kudus..
Nay...menikah lah denganku
Agar terang hatiku dengan cinta dan kasih nay...
Terangi rumahku dengan pelita kasih sayang Nay
Hingga kita tetap dalam kasihNya..
Untuk cinta yang selalu ada buat Nay...
Nb.balas surat Mas Nay...karena setelah ini Mas ditempatkan di luar jawa.
Aku ciumi kertas surat Mas Ray...surat pendek yang terindah...
air mataku tak juga berhenti...apa yang harus kukatakan, apa yang harus kujawab....
Semua buatku sama , bukan sebuah jawaban,..dia memintaku untukmenjadi istri namun solusi yg kubutuhkan sama sekali tak mendapat jawaban, aku sendiri ragu menjawab karena aku tidak yakin dengan pernikahan yg tak sehaluan.Aku coba untuk sholat malam tiga kali berturut turut aku mimpikan hal yang sama...aku selalu melihat bayangan Mas rey semakin jauh dan menjauh...aku hanya melihat Mas hanya melambaykan tangan ...entah apa arti mimpiku, hingga aku lupa mengabaikan surat Mas Rey.
waktu berjalan begitu cepat dan tak terasa berlalu hingga 5 bulan kemudian,...aku masih mengingat Mas reyku...selalu saja kumenginggatnya...akupun sudah pindah kos karena tempat yang lama sudah dikosongkan oleh ibu kosanku.
Dua kali aku mendapat surat Mas Rey, setelah itu aku tak pernah tau dimana Mas reyku. sampai akhirnya aku berkenalan Dengan Mas zain...
Perkenalan yang singkat disebuah instansi dimana aku dan mas zain melamar pekerjaan, saat wawancara , kami saling berkenalan, singkat cerita tiga bulan kemudian Mas zain main ke kosku lalu
aku berfikir, lumayan juga Mas zain jadi teman ngobrol, orangnya asik dan cukup nyambung...
Hingga suatu hari Mas Zain menyatakan cintanya...akupun tampa pikir panjang menerima Mas Zain sebagai kekasihku, lagi pula aku menilai Mas zain cukup baik orangnmya....walu tidak sehalus Mas rey
Akupun akhirnya resmi menjadi kekasih Zain, buatku mungkin Mas Zain sebagai tempat pelarian kesedihanku...hanya saja aku tak ingin menunjukkan rasa sedih yg tersembunyi...dan mas zain tak pernah menyadari semua itu...Semalam Mas Zain memberikan hadian cincin di hari ultahku, supraise memang karena mengingat hubungan kami yg hanya 3 bulan, mas zain menghadiahkan cincin kawin yang sudah digrafir namanya...hmmm...aku tersenyum menerima kado istimewanya,
Tiga bulan berlalu...Suatu sore di bulan November aku baru pulang dari kantor aku masih rebahan ditempat tidur, tiba tiba pintu kosku ada yang mengetuk,...Assalamualaikum...misi,,,
Suara itu mengagetkanku...aku sangat mengenalnya tapi..apa iya ya...aku bertanya sendiri...aku mengenali suara itu...suara Mas Rey ku...
Aku pun keluar dari Kamar dan Subhanawllah,...aku melihat sosok yang teramat kukenal, seseorang yang sangat aku rindukan,namun harus kusimpan dalam dalam...
Aku mencoba untuk mengendalikan hatiku, sekuat tenaga aku tak ingin menunjukkan bahwa aku sangat merindukannya..."hai Mas...apa kabar mas,...kataku menjabat tangannya dengan gemetar...
Mas Rey kini semakin berisi badannya, tambah bersih dan ganteng ,,,hmm...aku mencoba menahan gemuruh hatiku, sampai pada akhirnya Mas ray menarikku dalam pelukkannya....Mas ray Mendekapku erat, sebelum menjawab pertanyaanku.
Akupun spontan membalas pelukkannya...serasa dunia akan runtuh....karena aku akhirnya meneteskan air mataku,
Nay...Apa kabarmu" mas Rey bertanya balik padaku, Baik mas,...kembali kekakuan tak dapat kusembunyikan...entah mengapa aku merasa kesal dengannya...mungkin karena Mas rey tidak pernah menjawab pertanyaanku yang bisa melegakan ku saat itu, sekalipun dia lamarku baik langsung maupun melalui tulisan Mas Rey tidak katakan apapun, terlebih suratnya itu aku menganggap Mas rey menginginkan bahwa hanya ada pernikahan dengan keyakinan yang sama.
Kini Mas Rey tiba tiba datang di hadapanku setelah hampir 7 bulan menghilang begitu saja, sampai akhirnya aku mengenal Mas Zain dan menerima cintanya.Lalu apa maksud dari semua ini...aku terus berperang melawan perasaanku dan menjawab sendiri semua tanyaku.
Nay...mas senang Melihat Nay sehat, walau keliatan Nay agak kurus,..maafin mas Nay, mas ditempatkan di Bengkulu..jadi Mas sulit menghubungi nay...Tapi alhamdulilah sekarang mas pindah tugas di Tegal di Dinas Pariwisata.,aku hanya diam mendengar penjelasan Mas Rey, aku hanya diam...
" Sekarang Mas datang ingin memperbaiki hubungan kita yang sempat terputus Nay,...Maukah nay menikah dengan Mas Nay...". Mas rey menanyakan itu lagi, tapi ntah apa yang membuatku sakit hati
..hampir setahun hubunganku dengan mas rey tak jelas arahnya, lalu dia ajak menikah tampa menjawab pertanyaanku menikah dengan cara bagai mana...aku masih ingat betapa kesal aku menunggu jawaban mas rey, sampai akhirnya kupindah dari kos kosan ku sebelumnya.
Kini mas rey datang seolah tampa beban, haruskah kujawab ya....
Aku menatap cincin Mas Zain aku jadi ingat sekarang aku dah ada mas Zain, apapun rasa itu mas zain yang menghapus rasa gundahku, dia menawarkan cinta kepadaku, mengapa harus kuabaikan...walau aku dan Mas Rey belum ada kata putus...aku terpaksa melupakan Mas rey, untuk melupakan hubungan yang tidak mungkin kuteruskan, sekalipun aku teramat mencintainya.
Dengan berat aku katakan pada Mas Rey...." Maaf Mas Rey,...aku cukup menunggu lama mas jawab pertanyaanku, tapi mas selalu diam, sekarang ada seseorang yg dekat denganku sekaligus kini menjadi tunanganku, ini cincin tunanganku Mas, Tengorokkanku terasa tersumbat...bibirku bergetar hebat, aku menyembunyikan segenap rasaku, hanya untuk melupakan Mas rey aku bohongi dia, dengan mengatakan aku telah bertunangan....Aku berharap aku akan melupakan mas zain...dan memulai hidupku kembali. Kulepas cincin yang dihadiahkan Mas zain diulangtahunku 3 bulan yang lalu.
Mas rey menerima cincin itu sedikit gemetar, diapun melihat sebuah nama yang digrafir didalam cincin emas itu......Mas Rey menarik nafas dalam dalam...seolah tak percaya bahwa kekasihnya telah menjadi milik orang lain. Aku melirik kearah Rey, aku merasa berdosa membohongi mas rey,...tapi fikirku begitulah rasanya sakit...rasanya kecewa....aku sekuat hati untuk tidak menangis...sekalipun perasaanku bercampur aduk..
Mas Rey mengembalikan cincin yang dia selipkan sendiri dijari manisku....aku menikmati itu sebagai sebuah janji.....
Aku berjanji mas Rey...bahwa Mas Zain akan menjadi suami pilihanmu, aku tak akan melepas cincin ini sampai suatu saat kita kembali dipertemukan dengan hati yang berbeda...dengan ruang waktu yang tak sama...dengan hati iklas saling menerima..suatu saat nanti.
Maafkan aku Mas Rey....ini sangat menyakitkan...tapi inilah jalan satu satunya untuk kita mencari jawaban....
Tak berapa lama mas Rey pamit pulang ke Tegal, dia ucapkan....kata yang nyaris sulit kudengar dengan jelas...." Nay Mas berdoa untuk kebahagiaanmu...dan pernikahanmu.....terdengar parau dan bergetar kalimat terakhir Mas Ray...nyaris tak kudengar...
Aku berjabat tangan dengan Mas Rey...kujabat erat jari tangannya yg kokoh...kuterima sebuah janji untuk menerima Mas Zain sebagai suami pilihan kekasihku.
Mas ray meninggalkan Kos kosanku dengan langkah lunglay...aku bisa bayangkan betapa hancurnya mas ray,seperti juga aku yang menjadi pesakitan yang menutup keras pintu kos kosanku.
Aku tak berani memandang punggung kekasihku, yang selalu kutatap hingga menghilang dari pandanganku...aku tak sanggup melihat kekasihku pergi dengan hati yang hancur.
Aku berlari kedalam kamarku..menumpahkan tangisku menumpakan semua kesedihanku...kupandangi cincin yang melingkar dijemariku....kuciumin cincin yang bertuliskan nama Mas Zain...tetapi dihatiku tertulis kan nama Mas Rey... yach...aku janji mas rey...aku akan menjaga pesanmu sekalipun hatiku tetap akan menjadi milikmu.
Itu saat terakhir aku bertemu Mas Rey, Hingga aku menikah dan memiliki Anak anak dari Mas Zain...nama mas rey selalu saja membayangiku, tapi sekalipun aku tau dimana tempat tugas mas rey aku tak pernah mencoba mencarinya...biarlah tetap begitu karena tak baik untukku dan mas rey jika perasaan ini tetap ada di hati kami.Tak terasa 17 tahun telah berlalu, hingga akhirnya Narti temanku menelponku.
Sungguh aku terkejut mendengar semua itu seperti ada sesuatu yg belum selesai antara aku dan mas rey, hingga suatu pagi aku mendengar suara dering hpku berbunyi, ketika kuangkat ada suara lelaki yang masih sama seperti 17 tahun yang lalu...." assalamualaikum...suara itu masih tetap sama-masih menyapa salam penuh bersahaja...
" waalaikumsalam...siapa kataku untuk meyakinkan perasaanku," Pagi betul dengan Nayla...katanya lembut,...aku spontan saj menangis,...aku yakin ini Mas ray...
" pagi mas Rey....Mas Rey kah tanyaku terbata bata....
" Nay...ini Nay...katanya masih tetap memanggilku Nay....
" Ya ...aku Nay mas...apa kabarmu...air mataku jatuh...terdengar serak mungkin hingga Mas rey bertanya...baik baikah dirimu Nay...tanya mas rey padaku.
" Iya baik mas, bagai mana dirimu mas" akupun mulai bisa menguasai perasaanku.
Lalu kami saling bertanya satu sama lain..kemudian Mas rey ingin bersilahturahmi kerumahku, aku mencegahnya, karena aku belum siap bertemu apa lagi menjelaskan kepada Mas Zain suamiku.
Beberapa hari kemudian aku beranikan diri menceritakan mas Rey pada suamiku, aku terpaksa berbohong karena aku tidak ingin menyakiti suamiku, aku katakan aku bertemu Mas zain di ADA swalayan saat belanja, kami bertegur sapa sebentar dan mas Rey memberikan nomor telp, aku tidak katakan bahwa nohp ini narti yg kasih aku tidak ingin suamiku menyalahkan narti , semua ini murni karena aku ingin narti tidak disangkut pautkan dengan pertemuan ku dengan mas rey,walau sebatas telepon saja.Mas rey ingin menemuiku, tapi aku masih takut bertemu dengannya aku harus siapkan hati dan fikiranku setelah 17 tahun tak bertemu.
Sampailah akhirnya aku beranikan diri meminta ijin suamiku untuk bertemu Mas Rey,...Mas zain sudah tau tentang kisah cintaku dengan Rey...makanya Mas Zain tanya, kenapa masih ingin ketemu, kan sudah ketemu kemarin itu...tapi aku bilang aku ingin ketemu sekali ini saja, aku ingin minta maaf dengan nya mas...kataku memohon.Minta maaf untuk apa ma...justru dia yg sudah menyakiti perasaan mama, suara suami mulai meninggi...
"pa, dulu dia datang ke mama untuk memperbaiki hubungan kami, tapi mama katakan bahwa mama sudah tunangan, pada hal kita belum ada komitmen apa apa kan pa.mama hanya ingin minta maaf untuk itu...juga terima kasih sudah memilihkan papa untuk mama.Karena janji mama untuk mencintai papa akan mama buktikan jika bertemu mas rey suatu saat nanti.
Mama mohon ijin pa, karena dengan begini hati mama akan menjadi tenang, bolehkan pa...
jika nanti mama dipangil mama tidak menyimpan sesal yang begitu besar tidak terhadap papa juga mas rey pa.
Mas zain terdiam beberapa saat, kemudian suamiku berkata kepadaku...Baiklah ma, papa ijinkan mama bertemu...kepercayaan papa penuh jadi jaga lah semua itu,...air mataku menetes..sungguh aku hargai ucapan suamiku, bukan karena aku ingin menginjak injak harkat martabat suamiku, namun inilah yg sesungguhnya terjadi betapa aku menginginkan pada saatnya aku dipertemukan Mas Rey .
Tapi dengan kesiapan hatiku. Akhirnya aku bertemu dengan Mas Rey disuatu tempat aku ditemani narti menemui mas rey, saat mas Rey turun dari mobilnya... dadaku masih sempat berdebar hebat, aku seperti melayang karena tak tau harus bagai mana menghadapi mas rey...saat langkah mas rey semakin mendekat Aku tak kuasa berdiri kakiku lemas, hatiku berdebar sepuluh kali lipat rasanya...akhirnya aku terduduk sambil memandang kearahnya, mas rey semakin mendekat,... hingga mas rey tepat berada didepanku....Mas rey membuka kaca mata hitamnya, lalu menyapaku ramah...assalamualaikum nay...sapanya masih seperti dulu.
Waalaikum salam mas....kamipun saling berjabatan tangan...gengaman itu begitu hangat masih seperti yang dulu....perlahan kekauan mulai mencair...hingga akhirnya narti menjauh dariku dan memberi kesempatan aku berdua dengan mas rey.
Banyak hal yg kami ceritakan termasuk juga alasan mas rey diam tak memberi jawaban, mas rey selama berpisah mas ray merasa bersalah karena membiarkan aku menunggu jawaban yg tak pasti, bertahun tahun mas ray mencari cari keberadaanku...seperti apakah kehidupn Nay sekarang.
Saat mas rey diduduk dihadapanku mas ray tanya menikah dengan orang mana ....aku hanya diam sesaat.....mas mau tau siapa suamiku...kataku seraya menarik nafas dalam dalam
" Ya Nay...asli mana...suamimu...katanya mengulangi pertanyaanya yg belum kujawab
" mas lepas cincinku tolong kataku sambil menyodorkan jariku dihadapanya...mas rey agak ragu menyentuh jemariku...lalu akhirnya dia raih juga jemariku perlahan...dia melepas cincin yang kukenakan dijari manis di tangan kiriku...sama seperti dulu dia memasangkan cincin dijari kiriku...
" Zainal arifin "...hmmm...aku seperti pernah membaca nama ini sebelumnya...mas rey memandang kearahku.
" yach...itu nama yang sama yg pernah mas liat 15 tahun yang lalu...Nay tetap dengan pilihan mas..karena itu Nay pertahankan Cinta Mas Zain walau nay tak mencintainya...Nay ingin buktikan bahwa Nay bisa berkomitmen dengan janji Nay...kataku seolah menyindir Mas Rey..
" taukah Nay...mengapa mas tidak ingin menikahi Nay dengan perbedaan yg ada....karena mas sudah mempelajari dalam keyakinan Nay haram hukum nya menikah dgn laki laki yang bukan muslim, mas gak ingin Nay menjadi contoh yang tidak baik bagi saudara Nay...keluarga nay....begitu juga jika Mas mengajak Nay ikut dgn Agama yg mas yakinin...tentu itu akan tidak akan menjadi baik buat Nay...itu yang membuat Mas tidak bisa mengambil keputusan. Maafin Mas Rey Nayla....seraya tertunduk membelakangiku.
Aku sempat tertegun dengan jawaban Mas Ray...ternyata mas memikirkan apa yg juga berkecamuk dihatiku selama ini....mas mempedulikan apa yg juga menjadi keyakinanku....hmmm...aku menghela nafas berulang serasa sesak yg selama ini kusimpan menguap dengan seketika.
Pertemuan itu Adalah pertemuan yang terindah...dimana aku dan Mas Ray bisa menerima segala sesuatu yang seharusnya sejak lama kami ungkapkan...demikianlah Rey adalah kenangan lalu...
Kenangan yang hanya mampir dalam kehidupanku.
Buku harianku tentang Rey sudah tertutup lama...lama hingga aku lupa kata kata yang kutulis tentangnya...Kini aku memahami setiap bait dari kata kata yang hilang bahwa sesungguhnya masa lalu hanya sebuah jendela yang hanya mampu sekedar menengok sekilas namun bukan sebagai cermin yang harus tetap kupandangin lekat lekat...apa lagi kuhadirkan rasa yang sama .
Pertemuan Dua tahun yang lalu cukuplah membuat kehidupanku semakin mantap dan semakin yakin bahwa disini ada Cinta yang begitu sempurna.Bukan sebagai persingahan hati melainkan sebagai dermaga terakhir yang kelak menjadi indah di akhir kehidupanku.
Note buat sahabat terbaikku
Cinta itu milikmu
setiap waktu tetaplah dalam gengamanmu.
atau gengamlah dalam hatimu...I LOVE YOU

Ataupun terakhir kumelihat senyummu.
Kenangan yang pernah membuncah asa...tak lagi terasa sama...cukuplah kau hadir sebagai sebuah jendela, dimana kau hanya bisa memandang sekilas tentang bayanganku saja.
Pagi itu langit Cerah...tak ada tanda tanda mendung akan datang, suasana hatiku memang tak seindah pagi, namun aku harus tersenyum karena demikianlah aku menghadapi kegalauanku...
Entah untuk keberapa kalinya kuputar ulang lagu broery Marantika...lagu sendu laki laki yg kharismatik itu...membuatku ingin mengulang mendengarnya sebuah lagu berjudul Pamit yang kudengar saat aku mengerjakan pekerjaan rumahku...
Bait bait itu seolah mengingatkan tentang sesuatu tapi aku lupa tentang apa itu....hmm desah ku perlahan....tapi aku tetap asik dengan tugas rumah tangga yang masih menumpuk...
Nada dering celin dion dari hpku berbunyi...ketika aku angkat ternyata seorang kawan menelponku "...selamat pagi...hallo sapaku ". terdengar suara lembut kawanku disebrang sana menjawab salamku..
"..Pagi nay ..ada kabar mengejutkan nich ....kemarin aku ketemu mas rey di gramedia...ada salam darinya untukmu..." suara narti mengagetkan ku pagi itu...." apa mas Rey...kamu ketemu mas rey...mas rey anak bandung itu..."' kataku setengah berteriak.
" Iya nay...mas reymu....dia titip salam untukmu...hehhehhe....nanti ku sms no hpnya ya nay..tapi aku sudah kasih no hpmu nay...".narti mengodaku dengan suaranya yang khas itu.
Sungguh pagi itu membuat hatiku berdebar...sungguh nama itu membuatku terkejut tetapi juga senang...lama aku tak mendengar kabar mas rey setelah perpisahan itu...yach...sudah hampir 17 tahun kami tak pernah bertemu...tiba tiba pagi ini narti mengabarkan mas rey padaku.hmm...aku mendesah seperti ada beban yang menghimpit hatiku.
"Hallo....nay...nay..."'.narti berteriak mengejutkan lamunanku...akupun tergagap menjawab telponnya narti.."' ya nar...hmmm..ya...ya tks...sory nar aku lagi masak nich...ntar kutelpon lagi ya..."'kataku kepada narti, aku cepat cepat menutup telponku karena aku nggak ingin narti mengodaku.
Narti tau betul bagai mana aku mencintai rey ...karena perbedaan keyakinan itu sehingga kamipun harus berpisah, ray terlalu baik untukku, tak ada hal yg jelek yg kuingat darinya, kecuali kami berpisah tampa kata putus dan berpisah begitu saja.
Rey adalah laki laki yang santun...kata katanya penuh kelembutan,akupun sudah mengenal keluarganya mas rey, dua tahun kami menjalin hubungan . aku tidak pernah tau kalau mas rey berbeda agama denganku, hingga suatu hari ...saat malam minggu, ada acara pengajian akbar di Gor satria didaerah poncol...seperti biasa mas ray datang kekosku hari jum,at siang....kamipun ngobrol diruang tamu seperti layaknya sepasang kekasih.. akupun bermanja manja denagannya...mas rey senang membelai rambutku...kadang sekali waktu dia ciumin rambutku....aku merasa senang dengan perlakuan mas rey...aku merasa senang berlama lama dalam dekapan mas rey....tapi saat azan mulai berkumandang mas rey selalu menginggatkan aku untuk sholat..."' Nay...sholat dulu sana...sudah azan Ashar...mas pulang dulu..nanti malam mas jemput makan ya..". kata mas rey lembut...
"' iya mas...nay sholat dulu...oya mas besok ikut nay ke gor yuk dengerin pengajian akbar penceramahnya Zainudin .
kataku mengelanyut di bahu mas rey.
"' Terus mas rey pakek kopiah nggak...mas pinjem siapa ya..? katanya bertanya padaku...jawaban mas rey membuatku terkejut...kenapa mas rey tanya begitu kepengajian ya pantesnya pakek kopiah dan baju koko dong batinku...tapi pertanyaan itu kusimpan dalam hatiku..."' ya pinjem mas hendra kan ada mas , mas hendra temen kos nya mas rey .aku memberi ide pada mas rey.
"' okey dech...ntar mas pinjem hendra...ya udah nay sholat dulu gih...mandi dulu bau...mas rey mengodaku dengan mencubit pipiku dengan lembut....aku tersenyum senang dengan perhatian mas rey sore itu..aku hantar mas rey sampai didepan pintu kos...kupandangi mas rey hingga hilang dari pandanganku.Mas rey sudah meninggalkan kos kosanku dengan mengendarai honda astrea hitamnya.
Selesai Mandi akupun menunaikan sholat ashar...usai sholat aku tiduran sambil mendengarkan radio Imelda Fm...hmm ...aku mendesah resah...kembali aku teringat kata kata mas rey tadi...kenapa mas rey tanya ya ? kepengajian pakek kopiah apa ndak...aneh kataku resah...apa jangan jangan mas rey...'
Tiba tiba pintu kosku ada yang mengetuk ...aku dengar lamat lamat suara mas deny pacar temenku narti.....karena kamarku yg didepan akupun membukakan pintu kebetulan narti lagi keluar...
Aku bukakan pintu,.." haii mas deny...narti lagi keluar tunggu aja dech kataku pada mas deny...kebetulan mas deny juga temen kuliah mas rey...hmmm tergelitik hatiku bertanya tentang sesuatu kepada mas deny,...ehmm..mas deny...mau tanya ya...mas tau nggak...mas rey agamanya apa...kataku ragu..terusterang aku merasa konyol bertanya seperti ini dengan mas deny apalagi hubunganku dengan mas rey sudah cukup lama, hampir setahun...aku melirik mas deny yang memandangku aneh..."' lho nay...kok tanya mas sih...naylla kan pacar mas rey jawab mas deny seolah binggung dengan pertanyaanku,...aku hanya tersenyum kecut karena aku nggak menyadari pertanyaan ini akan menjadi lucu dan aneh juga untukku...
Iya, mas...harusnya....kataku mulai gamang...
Nay...masak belum tau sih mas rey agamanya apa!! tanya mas deny seolah gak percaya.
Iya mas..hehehe...kataku kecut." nay gak pernah tanya itu, mas rey kalau datang selalu mengucapkan salam, saat datang waktu sholat mas rey selalu menginggatkan nay...sama juga kalau saat puasa ,mas rey selalu mengajak saur dan buka bersama....jadi nay kira gak perlu lagi tanya tanya...tapi tadi nay ngajak mas rey anter nay ke Gor , besokkan ada pengajian Akbar, nay ngajak mas rey untuk ikut...kan penceramahnya bagus mas, tapi...tapi mas rey malah tanya pakek kopiah apa ndak...aneh kan mas...." kataku pelan sambil memainkan ramputku yang sebahu...aku berharap mas deny menjawab tidak seperti apa yang aku fikirkan,aku...berulang kali melirik ke mas deny yang menatapku bingung.
"'Nayla .....,jelas mas reynaldi tanya keacara pengajian pakek kopiah apa ndak...mas rey..kan kristen nay...gmana sih,kata mas deny hati hati seolah gak ingin buatku shok...
Aku menghentikan tanganku yg usil menarik narik rambutku seketika...mataku mulai kabur menatap ujung meja...ada rasa hangat yg tiba tiba membasahi bola mataku...satu persatu air mataku menetes...ntahlah,.. ada rasa nyeri yang teramat sangat, tiba tiba aku merasa ruang tamu menjadi gelap...sampai akhirnya kudengar suara narti datang diruangan itu...Narti mendapatkan aku menangis dan lari masuk kedalam kamarku,..
Narti binggung ada apa denganku,aku mendengar percakapan narti dan mas Deny...tak lama narti masuk kedalam kamarku. Narti menghampiriku "' Nay...mas Deny sudah cerita...kenapa bisa begitu nay,...". tanya narti padaku lembut.....kukira nay dah tau siapa mas rey,...kan nay juga sudah pernah diajak mas rey kerumahnya dibandung. Memang nay gak pernah bicara masalah ini sebelumnya nay kata narti lembut,"'aku hanya mengelengkan kepalaku diatas bantal yg tumpah dengan air mataku.... Nayila...udah jangan nangis, coba dibicarakan dengan mas rey tentang hubunganmu, siapa tau mas
rey akan mengikuti keyakinanmu pada saatnya nanti...narti tetap membesarkan hatiku,..
Udah ya nay...gak usah nagis ahh...berdoa saja mudah mudahan ada jalan yang terbaik untukmu...sudah mau magrib nay...bagun yuk....udah sholat magrib dulu, nanti mas reykan datang toh...narti mengingatkanku...
Aku menghela nafas dalam dalam, aku seolah tidak percaya dengan kabar ini, aku tidak percaya kalau mas rey seorang kristen, aku mencoba menghibur hatiku, bahwa mas rey pasti mencintaiku mas rey pasti akan selalu bersamaku, akupun beranjak dari tempat tidurku," makasih nar...yach...aku sholat dulu...narti masih duduk disisi tempat tidurku menatap kearahku dengan rasa iba mungkin...akupun bersegera berwudhu untuk sholat magrib tak terasa waktu magrib sudah tiba,...langit diluar kos kosanku sudah mulai memerah ....senja hampir pudar berganti gelap.
Malam ini mas rey tidak jadi datang pada hal aku menunggu dia untuk menanyakan sesuatu yang terlambat kuketahui, mas rey ada keperluan keluarga sehingga mas rey tidak datang untuk makan malam bersama seperti biasa, mas rey tadi telpon aku masih sholat magrib.
Aku berulang kali menghela nafas dalam dalam...malam ini tersa panjang buatku...karena ada yg harus kubicarakan dengan mas rey jika kami bertemu.Malam ini aku berharap kabar ini tidak benar, atau mas rey akan katakan sekalipun berbeda kami tetap akan bersama selamanya, banyak pertanyaan yg memenuhi hati dan fikiranku hingga tak terasa aku tertidur dengan kegundahanku.
Ke esok Malam harinya yang kutunggu datang... mas rey datang dengan mengenakan kemeja biru muda celana hitam dan kopiah hitam,...dadaku berdebar kencang, mas rey terlihat tampan malam ini, aku memandanginya dari balik jendela sebelum dia sampai masuk kedalam kos kosanku.
Suara ketukan pintu membuatku terkejut...hmmm helaku sesat ,mengaduk aduk hatiku,...akupun membukakan pintu...untukkekasihku.
"' Assalamualaikum....dah siap nay...katanya kepadaku....aku hanya tersenyum ,perih menyusup direlung hatiku..Waalaikum salam mas.......kataku tertunduk...mas ray melihat kesedihan dimataku...
"' Ada apa nay...kok seperti habis menangis katanya membelai kepalaku lembut....aku hanya tersenyum tampa bisa berkata kata.....aku hanya mengelengkan kepalaku.
Mas ....,nay ambil kerudung dulu ya...akupun meninggalkan mas rey yg masih bertanya tanya dengan mata sembabku sisa tangisku semalaman bahkan sesiangan tadi aku masih saja menangis.
Aku sempat menangis dikamar, kuusap air mataku aku harus kuat , aku harus tersenyum kataku...
Lalu aku keluar dengan membawa selendang unggu yang kuserasikan dengan atasan unggu dan celana hitamku..."' sekarang aja mas dah jam 7 acaranya nanti jam 8 kataku mengajak mas rey yg masih memandangiku...akhirnya kamipun berangkat naik kendaraan astrea hitam milik mas rey.
Sampainya di Gor satria poncol aku dan mas rey duduk terpisah, mas rey mengikuti aku,...mas ...mas duduk disana gih...sama jemaah putra lainnya, nay duduk di jemaah putri disebelah sini mas, kataku pada mas rey yg agak canggung masuk keruang Gor. ...panitia sudah menyiapkan tempat duduk terpisah antara jenmaah putri dan laki laki....tapi tempat kami tidak berjauhan aku masih bisa memandang kecangungan mas rey diantara jemaah lainnya...hmmm kekasihku seorang nasrani batinku perih....
Tak tersa pengajian akbarpun usai...tadi kuperhatikan mas rey begitu seksama mendengarkan ceramah ustad Zainudin Z...hmm...apalagi tema pengajian adalah mengenai Keluarga sakinah......entahlah kepalaku terasa berat keluar dari gedung olahraga hatiku terus bercampur aduk ,sampai akhirnya kami singgah disebuah warung tenda untuk makan malam,...meskipun jam sudah menunjukkan jam 10 malam ...mas rey mengajakku makan nasi uduk di daerah poncol.....tidak seperti biasanya aku lebih banyak diam...dan tertunduk...mas rey hanya mengengam tanganku, seperti melihat kedalam hatiku ada kegundahan yg tengah aku rasakan.
Mas kita kelaut sebentar yuk kataku pada mas rey..sedari tadi aku hanya lebih banyak diam.....lalu kamipun melaju ke pantai marina yang tidak jauh dari warung tenda....
Angin laut sangat kencang....malam terasa lengang hanya deburan ombak yg memecah kesunyianku diam diam....langit tampak putih bersih diatara gelap dan sinar purnama yang bulat ...
Sinarnya yang keperak perakkan jatuh diantara gelombang dan karang....mas rey memelukku...sambil menciumi keningku...."' nay...dari tadi mas liat nay banyak diam...mata nay sembab...ada apa nay..." mas rey mulai membuka percakapan...
"aku yang membelakangi mas rey membalikkan badanku aku pandangi wajah mas ry yang terbias sinar purnama...laki laki yg kucintai masih mengenakan kopiah hitamnya....wajah yang membuatku merasa bahagia memeiliki cintanya...wajah yg selalu membuatku tersenyum gembira saat didekatnya...tapi malam ini hatiku gelisah dan gundah...aku seperti kehilangan kekasihku sekalipun dia berada didekatku...
Mas...nay mau tanya....apakah mas rey agamanya kristen mas...kataku hampir tak terdengar telinggaku sendiri.
" Mas rey memelukku, erat...dingin pantai marina menjadi hangat....aku menangis dalam dekapan mas rey...kutumpahkan kesedihanku dalam pelukkannya.
"' Nay...selama ini mas tidak pernah dengar Nay bertanya tentang agama mas,...kenapa malam ini nay tanya, apakah karena mas kemarin tanya kepengajian pakai kopiah apa ndak.mas rey balik bertanya.aku hanya menganguk tampa suara.
"' Nay...liat mas rey...mas rey menyentuh daguku memaksa mataku memandang mas rey...akupun menuruti keinginan kekasihku , sekuat hatiku kupandang dalam dalam sepasang bola mata yg hitam bening itu...". Nay...mas beragama kristen, nay kecewa..!!!....mas juga punya kakak seorang pendeta di surabaya.ingat dengan mas petrus....kan nay ..??? kata mas ray mengingatkan ku pada pertemuan dengan keluarga besar mas rey di bandung 5 bulan yang lalu.
Aku hanya mengangguk dengan sisa kekuatanku, air mataku mengalir deras,...
Kenapa nay baru tanya, kenapa nay...pertanyaan mas rey membuatku suaraku tercekat tampa bisa berkata kata....yach..ada kesalahan yang terjadi antara hubunganku dengan mas rey, aku tidak pernah bertanya terlalu dalam siapa mas rey, yang aku tau mas rey laki laki baik, laki laki yang halus dan sangat sopan...kepribadianya itu yang membuatku jatuh cinta...selain pintar mas rey juga salah satu aktifis kampus yang sangat disiplin.Rasa kagumku dengan semuanya itu membuatku merasa tentram didekatnya.
Aku tak dapat berkata apa apa selain memeluk erat mas rey,...aku takut ...ini awal keretakan hubunganku dengannya, entahlah rasanya hatiku bagai hancur berkeping keping, ...
Kami melewati malam dengan banyak diam...entah apa yang berkecamuk dihati kami masing masing, mungkin tak menjadi masalah perbedaan ini untuk sementara, tapi aku merasa mas Petruspun sebagai seorang pendeta nantinyapun akan tau bahwa mas rey adiknya mencintai wanita muslim, pastilah mas petrus bahkan keluarga besarnya akan menentang hubunganku dengan mas Rey...
Aku tidak ingin itu terjadi, aku tak ingin....teriak ku dalam hati
Malam terus beranjak...bulan makin lama tertutup gelap, tak terasa waktu menunjukkan jam 12 malam...kamipun meninggalkan pantai marina dengan hati yang bergejolak....angin laut terus saja menebar dingin hingga terasa kedalam hati kami masing masing...kehangatan ini kian nanar terkuras oleh suara hati yang mulai terkikis bimbang,...galau dan tiba tiba perih.
Kami tinggalkan deburan ombak yang memecahkan keheningan yang terkoyak, satu persatu langkah kaki meninggalkan pasir gelap pekat.
Malam itu malam yang membuat kami mulai resah, ntah kapan kami berjanji atau saling melupakan,,,namun tetap saja kami lalui tampa ada kesepakatan...hati kami ingin memiliki cinta kami saling ingin berbagi,...tapi tak jelas...jalan mana yang akan kami pilih...bersama sejalan dengan rel yang bersebelahan... atau masing masing ada yang mengalah....kami tetap membisu dan tak pernah saling menanyakan, Kami lalui saja kebersamaan yang nelangsa, kami isi hari hari setelah itu dengan canda yang mulai resah....Tak terasa sampai pada keluarga mas rey mengundang aku datang ke Bandung kebetulan ada acara perpisahan kakak perempuan mas Rey degan temen temen kantornya, karena mbak Titik akan pindah ke kalimantan mengikuti suaminya tugas.
Akupun berangkat bersama mas Rey ke Bandung dengan Bis Malam...sepanjang perjalanan aku berasa tidak tenang dan sangat gelisah, berbeda dengan perjalanan ke Bandung Beberapa bulan yang lalu, layaknya sepasang kekasih yang masih kasmaran perjalanan ke Bandung dari Semarang terasa cepat...
Sesampainya di Cimahi....siang itu...usai istirahat, akupun mandi dan bersiap siap ikut berkumpul dengan keluarga mas Rey,...banyak tamu Mbak Titik datang berkunjung, Mas Rey empat bersaudara, Mas Petrus kakak yang pertama, Mbak Titik kakak perempuan , Mas Reynaldi dan Dik Tanto yang terkecil...Ayah mas Rey seorang Guru SD... dan Ibu nya hanya seorang ibu rumah tangga biasa,mas Rey berasal darii keluarga yang sangat sederhana, tapi kebersamaan mereka membuat aku merasa senang berada diantaranya, aku merasa disini keluarganya mas rey luar biasa hangat...kebersamaan yang sangat menyenangkan....Mas Petrus Adalah seorang pendeta di Surabaya, Mbak Titik Seorang Dokter Gigi,dan Dik Tanto baru kuliah smester 3 di ITB...hmm kuluarga yang ideal menurutku...berbeda dengan ku batinku mulai galau...
Sekali waktu kami saling menyapa karena tamu masih banyak kamipun belum banyak ngobrol satu sama lainnya, hanya saja kegalauanku sejak kemarin belum juga hilang sekalipun disini keluarga besar Mas Rey baik kepadaku.
Sesiangan ini keluarga sibuk dengan tamu tamu yg mengucapkan selamat pindah tugas ditempat yang baru, aku menemani ibu mas Rey menyiapkan minum di dapur, percakapan kecil pun mulai membuatku akrap dengan ibu, ibu gak sungkan juga meminta tolongku membawakan minuman kedepan, tapi dik Tanto meminta air minum dinampan yang aku pegang." ..Kak sini tak bawakan, dik Tanto mengambil nampan yang aku bawa..."' udah biar kak nayla yang bawa kataku padanya..
" Udah kakak duduk aja, tamunya dah sepi kok, dari tadi kak nayla dah capek...tuh Mas rey didepan sama Mas Petrus, kakak didepan dech....Dik Tanto memintaku dengan sopan.
Hmm...dalam hati aku benar benar tersanjung ditengah keramahan keluarga ini....tapi aku agak sedikit ragu mendekati mas Rey dan Mas Petrus yang asik ngobrol yang sesekali memandang kearahku,...dadaku berdebar... mereka sedang membicarakan apa seperti sedang membicarakan aku, wajah mas Reypun nampak berubah, seperti menahan sesuatu yg membuatnya gelisah...
Aku masih berjalan ragu, sampai akhirnya mbak Titikmemeluk Bahuku...Nay..yuk didepan ..capek ya dari tadi sibuk bantuin ibu di belakang, iya nich nay lusa Mbak dah di Kalimantan...jadi sekalian perpisahan dengan temen temen Mbak dan Mas Pras..., mas Pras suami mbak Titik yang dinas di
Pertamina..yang lusa kelurga Mbak Titik akan boyongan menuju Kalimantan.
yok dekat Rey sana, mbak Titik menarik tanganku mengajak duduk bergabung dengan mas Petrus dan Mas Ray...Sini Nay mas Rey meraih Tanganku dan duduk disampingnya, mas ray menyeka kerigat dikeningku dengan sapu tangannya..."'Capek Nay kata mas Rey perhatian padaku...aku senang dengan sikap mas rey yg begitu memperhatikanku dihadapan kakak kakaknya.
Aku hanya membalas senyum ....hmm Mas Petrus mulai mengodaku...." Rey..dah pantes tuch nay jadi istrimu, mas petrus mengodaku yang tertunduk malu...'" Gimana nay sama renaldi serius....". pertanyaan mas Petrus membuat aku gemetar...kebahagiaanku yg tengah melambung teraduk aduk dengan pertanyaan mas petrus...aku hanya tersenyum kembali tampa bisa keluar kata kata apapun...
Mas Rey tau sekali apa yang tengah bergejolak di hatiku...dengan beraninya mas Rey memelukku, ya seriuslah mas,...kok main main ya nggak nay...Mas Nay mewakili jawabanku.
Nay...tadi mas dah ngobrol sam Rey...ya...kalian kan dah cukup lama menjalin hubungan, kira kira nay sudah pikirkan kedepan kelanjutan Nay dan Rey....ya sebaiknya Nailla ikut dengan Rey karena dengan demikian dalam menjalani Rumah Tangga nantinya akan sejalan dan Setujuan.
Mas Tidak ingin memaksa Nay menjawab sekarang ini ,mungkin akan lebih baik untuk kedepan.
Jika semua dipikirkan mulai sekarang, pada dasarnya mas Petrus , mbakmu juga ibu dan bapak setuju sekali nayila berteman dengan Rey.
Apalagi suatu saat nanti bisa jadi istri Rey.Kata mas Petrus sangat bijak dan penuh kehati hatian, walau ini tetap kurasakan bagai petir disiang hari, berdenging digendang telingaku.
Menyesakkan rongga dadaku bahkan jalan nafasku.terhenti sesaat.....mataku mulai berkaca kaca....tapi kusembunyikan dengan tertunduk disamping Mas Rey...diam diam kuseka air mataku...perlahan...hingga kumenghela nafas dalam dalam....Mas Rey terus memegang bahuku dengan gengaman nya yang kencang seolah memberi kekuatan kepadaku yang tengah berperang melawan suara hatiku.
Hampir setengah tahun aku dan Mas ray tidak pernh membahas masalah perbedaan yang ada, sejak Acara pengajian akbar itu, kami jalani tampa harus mendesak satu dan yang lainnya, pernah sekali waktu kami membicarakan perbedaan yang ada...tapi akhirnya kami diam satu sama lain.
Lalu menjalani hubungan tampa ada komitmen apapun tentang keyakinan kami masing masing.
Tapi siang ini mas Petrus kakaknya mas Rey sudah membuka pembicaraan, lalu aku harus menjawab apa..!!!
Aku tidak tau harus memulai dari mana, hingga akhirnya Mas Rey kembali menjawab pertanyaan Mas Petrus..."' yach...kami jalani aja mas , masih mengenal satu sama lain, nay biar memahami rey dengan baik...begitu juga rey...yang jelas kami jalani hubungan kami dengan penuh tanggung jawab, dan kita sedang membina hubungan serius kok mas,...iyakan Nay...Mas Ray melirikku dan tersenyum padaku...Aku hanya membalas senyum Rey dengan suka cita, bibirku masih kelu berucap,...kekasihku sungguh luar biasa, dia mampu melindungi aku dari gundah yang tak mampu kusembunyikan.
Mbak Titik mencairkan suasana lalu mengajak makan siang bersama..."' Ayo makan makan...mas ayo toh...ngobrol ae...lha.. nayla dan rey durung mangan lho......Neyla...ayo..! mbak Titik menarik tanganku...seng lanang lanang neng no ae nek gak ngeleh....meskipun tinggal dibandung logat surabaya mbak Titik masih sangat Kental...hmm...kamipun akhirnya makan siang bersama dan melupakan sejenak percakapan yang sempat menyesakkan dadaku...
Aku sedikit terhibur dengan Mbak Titik yang grapyak...mungkin karena mbak Titik wanita jadi dia tidak ingin memancing mancing masalah ku dengan Rey...aku melihat Mbak Titik cenderung menyerahkan sepenuhnya kepada Mas rey.
Siang yg melelahkan untukku, tetapi kebersamaan keluarga besar Bapak Soeryohadi sejenak membuatku melupakan sesuatu yg menyesakkanku.
Aku di Bandung dua Malam, kebetulan Tanteku adik dari Bundaku ada juga yang Tinggal di Kebun Kopi jadi aku tidak perlu menginap di rumah Mas Rey,...jam 11 malam akupun diantar Mas Rey ke kebun Kopi...Dua hari kemudian kamipun Pamit ke Semarang...Aku senang sempat mengenal kehangatan keluarga Mas ray...selain perbincangan Perbedaan yang ada semuanya menyenangkan untuk kuingat.
Meskipun tidak sampai menunggu keberangkatan Mbak Titik nanti malam, kami terpaksa harus pulang pagi ini,..karna Lusa ada ujian Skripsi Mas rey...
Kami pun pamitan dengan keluarga Mas Rey....dengan mengunakan Travel jam 1 siang.
Sepanjang perjalanan, aku kembali teringat kata kata mas petrus, apa yang harus kulakukan...
ya Allah...apa yang harus kulakukan...perbedaan ini akan memisahkan kami, bagai mana mungkin aku meninggalkanMu...bagai mana mungkin aku menghianati agamaku...aku mencintai Mas Rey...tapi aku tidak bisa mengikuti agama yang dia yakini...aku tidak bisa ya Allah...aku berbisik dalam hati, air mataku kembali menetes...., Mas Rey rupanya memperhatikanku yg sedari tadi menghadap jendela menerawang jauh kedepan.....siang yang panas melalui jalan yg terik bahkan hingga awan menutupi mentari...menjadi teduh mataku terus saja memandang jendela kaca L300....tampa bicara apapun dengan Mas Rey....seakan dia membiarkan aku tak terusik dengan pertanyaan yg akan membuatku menangis....Mas Ray hanya meraihku dan Memelukku erat....
Aku menoleh kearahnya sesat dan menyandarkan kepalaku dalam rengkuhannya.
" Istirahat lah Nay....udah gak usah mikir apa apa....Mas Rey Sayang Naiy...okey.!! Mas Rey mencoba menentramkan hatiku...yach...Mas coba menghiburku sekalipun hatinyapun sama denganku, karena Mas Rey sangat patuh dengan kedua orang tua terutama dengan Mas petrus kakak tertuanya.
Bagai mana mungkin Mas akan ikut agamaku , Sementara Mereka keluarga Kristiani yg sangat kuat dan taat ternyata.
Aku menyadari betapa kuatnya hubungan persaudaraan mereka, mereka saling menguatkan dan saling menginggatkan satu sama lain.Bagai mana mungkin aku rela merusak hubungan baik mereka jika aku menginginkan Mas ikut kedalam Keyakinanku.Atau sebaliknya , aku sendiri tak akan sanggup meninggalkan keyakinanku...tidak akan bisa !!
Perasaan ini terus saja mengelanyuti fikiranku...sampai saat menjelang wisuda Mas Rey, dan aku menjadi pendamping wisudanya, sementara aku saat itu masih kuliah smester 6...jurusan Akuntansi di kampus yang sama.
Pagi itu aku dan Mbak Titik kesalon...sengaja pagi itu aku dandan yang cantik untuk mendampingi wisuda kekasihku...Jam 7 pagi selesai dandan kamipun menuju Hotel berbintang Patra Jasa Hotel di semarang di ruang pertemuan Poncowati .
Dengan di hadiri 128 peserta wisudawan dan wisudawati dari 4 jurusan yang ada....aku menunggu menunggu saat kekasihku dipangil menjadi wisudawan coumloud pertama di kampusku...
Ada kebanggaan saat mendampingi dia wisuda...hmmm akhirnya aku selesai mendampingi kuliahnya hingga selesai...tak sia sia kami menghabiskan waktu bersama diperpustakaan kampus....bahkan mengerjakan tugas tugas bersama...kami lalui masa masa dikampus bersama dengan suka cita.....
Setiap kegiatan senat kami hampir selalu bertemu, kadang kecemburuan teman teman tidak kami hiraukan...karena kami bisa menempatkan dimana kami sedang beraktifitas...kemesraan kami tidak terlalu over akting, karena kami tahu Mas sendiri Ketua senat dan aku ketua bidang kemahasiswaan...
jadi tak pantas jika kami menonjolkan hubungan ku dengan Mas rey dihadapan mahasiswa lainnya.
Kini mas rey sudah tidak berada di kampus...perlahan aku merasa sunyi...sekalipun Mas masih dikos kosan yang lama, tetap saja hari hari yang kulalui dikampus menjadi tidak seperti biasa.
pagi itu aku sempatkan membeli koran,...aku mencari informasi lowongan kerja..disitu ada pengumuman yang menarik...pengumuman menerima CPNS
Aku mampir kekosan Mas rey, dan menyampaikan berita gembira itu hingga akhirnya Mas rey mendaftarkan dirinya sebagai CPNS waktu itu.
Akupun menemani Mas Rey mencari syarat syarat lamaran CPNS ...hingga selesai semua syarat syarat nya...
Sebulan setelah itu Mas Ray diterima menjadi CPNS...beritanyapun diumum kan dikoran SUARA MERDEKA...Aku senang dan bahagia akhirnya Mas Rey keterima menjadi PNS kami rayakan keberhasilan Mas di caffe yang ada didekat kampus...
Ditengah kegembiraan terselip rasa kehilangan, namun semua itu harus kami telan diam diam...tak ada yang memulai tak ada yang mengakhiri...kami tetap saja diam, hingga pada saat Mas rey akan menjalani Prajabatan...Mas Rey menanyakan hal yang terpenting dalam hubungan kami...
Sore itu kami menghabiskan waktu dipantai Marina...Dengan hati hati Mas memulai pembincangan itu..." Nay...kita sudah lewati hubungan kita hampir 1.5 thn, gmana kalau nay Mas minta menjadi istri Mas...mas harap Nay sabar menunggu mas setelah selesai masa prajabatan Mas...ucap Mas Rey lembut ditelingaku...Ciuman lembut dia berikan dikeningku....
Aku menatap matanya dalam...semua jujur dia ucapkan kepadaku,,,naluri kewanitaanku luluh....dengan lamaran mas Rey yang begitu lembut...tapi ada satu hal yang harus kami bicarakan serius...
" Mas Rey seberapa lama waktu yang Mas butuhkan nay akan menunggunya, tetapi bagaimana dengan perbedaan yg ada, cuma ada satu jalan mas...kita menikah tetap dengan keyakinan kita masing masing...nay siap untuk itu, Nay juga gak bisa meminta mas untuk memeluk keyakinan Nay, karena Nay menghargai keputusan Mas dan juga keluarga mas lainya...untuk mengikuti keyakinan yg sama dengan mas , nay gak bisa!!..."' ntah dari mana kekuatan itu kudapat hingga bibirku bisa mengatakan semua isi hatiku demikian lepas....aku memang telah memikirkan keputusan yg demikian, beberapa bulan yg lalu, tipi aku tetap saja ragu dengan keputusanku ini , hingga detik aku mengucapkannya pun , aku masih ragu apakah dibenarkan dalam agamaku menikah dengan berbeda keyakinan...entahlah...
Sore terasa kian cepat berlalu...Pantai Marina Mulai redup bersama tengelamnya mentari...sinar merah yang merona perlahan tertelan perut bumi....sesekali camar melintas dan mencari sesuatu diantara gelombang yg mulai mengelap....
" Nay...lusa mas prajabatan di Bandung satu bulan, Mas akan fikirkan apa yang terbaik buat kita, namun demikian apakah kita bisa menjalani rumah tangga dengan rel yang bersebelahan, ya Nay...Mas seolah bertanya pada dirinya sendiri walau itu ditujukan kepadaku.
Sudahlah Mas, Nay ingin bersama Mas walau harus menikah dengan perbedaan yang ada, tetapi semua itu terserah dengan Mas Rey...apakah keluarga mas mengijikan pernikahan kita.
ini tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga Mas ......Nay
Justru mas memikirkan keluarga Nay sendiri.....Apa kata Ayah dan Bunda Nay menikah dengan keyakinan yang berbeda....hanya itu yang mebuat Mas binggung ...Nay...
Kata kata Mas Rey...seketika membuatku diam...suasana menjadi sunyi....dan semua berakhir senja itu.
Kepergian Mas Rey ke Bandung menorehkan pedih dihatiku, entah apa yang kutangisi...semua sudah jelas terbaca, tetapi hati tak rela membiarkan semua ini berakhir...lalu sampai kapan....Tak terasa waktu berlalu...perlahan Mas rey semakin menjauh...hanya selembar surat yang dia kirimkan namun tetap aku tak mampu menjawab pertanyaan itu...siang itu pak pos dengan mengendarai sepeda membawakan surat untukku...
Perlahan kubuka kertas Surat dengan rindu yang membuncah....
Bandung...03-03- 1993
Buat Nayku cantik
Nay...maukah nay menjadi istriku...menemaniku...
mendampingku seumur hidup Nay
dalam suka maupun duka kita...
Nay...Maukah Nay menjadi ibu dari Anak anakku...
Membuat surga kita dalam cinta yang kudus..
Nay...menikah lah denganku
Agar terang hatiku dengan cinta dan kasih nay...
Terangi rumahku dengan pelita kasih sayang Nay
Hingga kita tetap dalam kasihNya..
Untuk cinta yang selalu ada buat Nay...
Nb.balas surat Mas Nay...karena setelah ini Mas ditempatkan di luar jawa.
Aku ciumi kertas surat Mas Ray...surat pendek yang terindah...
air mataku tak juga berhenti...apa yang harus kukatakan, apa yang harus kujawab....
Semua buatku sama , bukan sebuah jawaban,..dia memintaku untukmenjadi istri namun solusi yg kubutuhkan sama sekali tak mendapat jawaban, aku sendiri ragu menjawab karena aku tidak yakin dengan pernikahan yg tak sehaluan.Aku coba untuk sholat malam tiga kali berturut turut aku mimpikan hal yang sama...aku selalu melihat bayangan Mas rey semakin jauh dan menjauh...aku hanya melihat Mas hanya melambaykan tangan ...entah apa arti mimpiku, hingga aku lupa mengabaikan surat Mas Rey.
waktu berjalan begitu cepat dan tak terasa berlalu hingga 5 bulan kemudian,...aku masih mengingat Mas reyku...selalu saja kumenginggatnya...akupun sudah pindah kos karena tempat yang lama sudah dikosongkan oleh ibu kosanku.
Dua kali aku mendapat surat Mas Rey, setelah itu aku tak pernah tau dimana Mas reyku. sampai akhirnya aku berkenalan Dengan Mas zain...
Perkenalan yang singkat disebuah instansi dimana aku dan mas zain melamar pekerjaan, saat wawancara , kami saling berkenalan, singkat cerita tiga bulan kemudian Mas zain main ke kosku lalu
aku berfikir, lumayan juga Mas zain jadi teman ngobrol, orangnya asik dan cukup nyambung...
Hingga suatu hari Mas Zain menyatakan cintanya...akupun tampa pikir panjang menerima Mas Zain sebagai kekasihku, lagi pula aku menilai Mas zain cukup baik orangnmya....walu tidak sehalus Mas rey
Akupun akhirnya resmi menjadi kekasih Zain, buatku mungkin Mas Zain sebagai tempat pelarian kesedihanku...hanya saja aku tak ingin menunjukkan rasa sedih yg tersembunyi...dan mas zain tak pernah menyadari semua itu...Semalam Mas Zain memberikan hadian cincin di hari ultahku, supraise memang karena mengingat hubungan kami yg hanya 3 bulan, mas zain menghadiahkan cincin kawin yang sudah digrafir namanya...hmmm...aku tersenyum menerima kado istimewanya,
Tiga bulan berlalu...Suatu sore di bulan November aku baru pulang dari kantor aku masih rebahan ditempat tidur, tiba tiba pintu kosku ada yang mengetuk,...Assalamualaikum...misi,,,
Suara itu mengagetkanku...aku sangat mengenalnya tapi..apa iya ya...aku bertanya sendiri...aku mengenali suara itu...suara Mas Rey ku...
Aku pun keluar dari Kamar dan Subhanawllah,...aku melihat sosok yang teramat kukenal, seseorang yang sangat aku rindukan,namun harus kusimpan dalam dalam...
Aku mencoba untuk mengendalikan hatiku, sekuat tenaga aku tak ingin menunjukkan bahwa aku sangat merindukannya..."hai Mas...apa kabar mas,...kataku menjabat tangannya dengan gemetar...
Mas Rey kini semakin berisi badannya, tambah bersih dan ganteng ,,,hmm...aku mencoba menahan gemuruh hatiku, sampai pada akhirnya Mas ray menarikku dalam pelukkannya....Mas ray Mendekapku erat, sebelum menjawab pertanyaanku.
Akupun spontan membalas pelukkannya...serasa dunia akan runtuh....karena aku akhirnya meneteskan air mataku,
Nay...Apa kabarmu" mas Rey bertanya balik padaku, Baik mas,...kembali kekakuan tak dapat kusembunyikan...entah mengapa aku merasa kesal dengannya...mungkin karena Mas rey tidak pernah menjawab pertanyaanku yang bisa melegakan ku saat itu, sekalipun dia lamarku baik langsung maupun melalui tulisan Mas Rey tidak katakan apapun, terlebih suratnya itu aku menganggap Mas rey menginginkan bahwa hanya ada pernikahan dengan keyakinan yang sama.
Kini Mas Rey tiba tiba datang di hadapanku setelah hampir 7 bulan menghilang begitu saja, sampai akhirnya aku mengenal Mas Zain dan menerima cintanya.Lalu apa maksud dari semua ini...aku terus berperang melawan perasaanku dan menjawab sendiri semua tanyaku.
Nay...mas senang Melihat Nay sehat, walau keliatan Nay agak kurus,..maafin mas Nay, mas ditempatkan di Bengkulu..jadi Mas sulit menghubungi nay...Tapi alhamdulilah sekarang mas pindah tugas di Tegal di Dinas Pariwisata.,aku hanya diam mendengar penjelasan Mas Rey, aku hanya diam...
" Sekarang Mas datang ingin memperbaiki hubungan kita yang sempat terputus Nay,...Maukah nay menikah dengan Mas Nay...". Mas rey menanyakan itu lagi, tapi ntah apa yang membuatku sakit hati
..hampir setahun hubunganku dengan mas rey tak jelas arahnya, lalu dia ajak menikah tampa menjawab pertanyaanku menikah dengan cara bagai mana...aku masih ingat betapa kesal aku menunggu jawaban mas rey, sampai akhirnya kupindah dari kos kosan ku sebelumnya.
Kini mas rey datang seolah tampa beban, haruskah kujawab ya....
Aku menatap cincin Mas Zain aku jadi ingat sekarang aku dah ada mas Zain, apapun rasa itu mas zain yang menghapus rasa gundahku, dia menawarkan cinta kepadaku, mengapa harus kuabaikan...walau aku dan Mas Rey belum ada kata putus...aku terpaksa melupakan Mas rey, untuk melupakan hubungan yang tidak mungkin kuteruskan, sekalipun aku teramat mencintainya.
Dengan berat aku katakan pada Mas Rey...." Maaf Mas Rey,...aku cukup menunggu lama mas jawab pertanyaanku, tapi mas selalu diam, sekarang ada seseorang yg dekat denganku sekaligus kini menjadi tunanganku, ini cincin tunanganku Mas, Tengorokkanku terasa tersumbat...bibirku bergetar hebat, aku menyembunyikan segenap rasaku, hanya untuk melupakan Mas rey aku bohongi dia, dengan mengatakan aku telah bertunangan....Aku berharap aku akan melupakan mas zain...dan memulai hidupku kembali. Kulepas cincin yang dihadiahkan Mas zain diulangtahunku 3 bulan yang lalu.
Mas rey menerima cincin itu sedikit gemetar, diapun melihat sebuah nama yang digrafir didalam cincin emas itu......Mas Rey menarik nafas dalam dalam...seolah tak percaya bahwa kekasihnya telah menjadi milik orang lain. Aku melirik kearah Rey, aku merasa berdosa membohongi mas rey,...tapi fikirku begitulah rasanya sakit...rasanya kecewa....aku sekuat hati untuk tidak menangis...sekalipun perasaanku bercampur aduk..
Mas Rey mengembalikan cincin yang dia selipkan sendiri dijari manisku....aku menikmati itu sebagai sebuah janji.....
Aku berjanji mas Rey...bahwa Mas Zain akan menjadi suami pilihanmu, aku tak akan melepas cincin ini sampai suatu saat kita kembali dipertemukan dengan hati yang berbeda...dengan ruang waktu yang tak sama...dengan hati iklas saling menerima..suatu saat nanti.
Maafkan aku Mas Rey....ini sangat menyakitkan...tapi inilah jalan satu satunya untuk kita mencari jawaban....
Tak berapa lama mas Rey pamit pulang ke Tegal, dia ucapkan....kata yang nyaris sulit kudengar dengan jelas...." Nay Mas berdoa untuk kebahagiaanmu...dan pernikahanmu.....terdengar parau dan bergetar kalimat terakhir Mas Ray...nyaris tak kudengar...
Aku berjabat tangan dengan Mas Rey...kujabat erat jari tangannya yg kokoh...kuterima sebuah janji untuk menerima Mas Zain sebagai suami pilihan kekasihku.
Mas ray meninggalkan Kos kosanku dengan langkah lunglay...aku bisa bayangkan betapa hancurnya mas ray,seperti juga aku yang menjadi pesakitan yang menutup keras pintu kos kosanku.
Aku tak berani memandang punggung kekasihku, yang selalu kutatap hingga menghilang dari pandanganku...aku tak sanggup melihat kekasihku pergi dengan hati yang hancur.
Aku berlari kedalam kamarku..menumpahkan tangisku menumpakan semua kesedihanku...kupandangi cincin yang melingkar dijemariku....kuciumin cincin yang bertuliskan nama Mas Zain...tetapi dihatiku tertulis kan nama Mas Rey... yach...aku janji mas rey...aku akan menjaga pesanmu sekalipun hatiku tetap akan menjadi milikmu.
Itu saat terakhir aku bertemu Mas Rey, Hingga aku menikah dan memiliki Anak anak dari Mas Zain...nama mas rey selalu saja membayangiku, tapi sekalipun aku tau dimana tempat tugas mas rey aku tak pernah mencoba mencarinya...biarlah tetap begitu karena tak baik untukku dan mas rey jika perasaan ini tetap ada di hati kami.Tak terasa 17 tahun telah berlalu, hingga akhirnya Narti temanku menelponku.
Sungguh aku terkejut mendengar semua itu seperti ada sesuatu yg belum selesai antara aku dan mas rey, hingga suatu pagi aku mendengar suara dering hpku berbunyi, ketika kuangkat ada suara lelaki yang masih sama seperti 17 tahun yang lalu...." assalamualaikum...suara itu masih tetap sama-masih menyapa salam penuh bersahaja...
" waalaikumsalam...siapa kataku untuk meyakinkan perasaanku," Pagi betul dengan Nayla...katanya lembut,...aku spontan saj menangis,...aku yakin ini Mas ray...
" pagi mas Rey....Mas Rey kah tanyaku terbata bata....
" Nay...ini Nay...katanya masih tetap memanggilku Nay....
" Ya ...aku Nay mas...apa kabarmu...air mataku jatuh...terdengar serak mungkin hingga Mas rey bertanya...baik baikah dirimu Nay...tanya mas rey padaku.
" Iya baik mas, bagai mana dirimu mas" akupun mulai bisa menguasai perasaanku.
Lalu kami saling bertanya satu sama lain..kemudian Mas rey ingin bersilahturahmi kerumahku, aku mencegahnya, karena aku belum siap bertemu apa lagi menjelaskan kepada Mas Zain suamiku.
Beberapa hari kemudian aku beranikan diri menceritakan mas Rey pada suamiku, aku terpaksa berbohong karena aku tidak ingin menyakiti suamiku, aku katakan aku bertemu Mas zain di ADA swalayan saat belanja, kami bertegur sapa sebentar dan mas Rey memberikan nomor telp, aku tidak katakan bahwa nohp ini narti yg kasih aku tidak ingin suamiku menyalahkan narti , semua ini murni karena aku ingin narti tidak disangkut pautkan dengan pertemuan ku dengan mas rey,walau sebatas telepon saja.Mas rey ingin menemuiku, tapi aku masih takut bertemu dengannya aku harus siapkan hati dan fikiranku setelah 17 tahun tak bertemu.
Sampailah akhirnya aku beranikan diri meminta ijin suamiku untuk bertemu Mas Rey,...Mas zain sudah tau tentang kisah cintaku dengan Rey...makanya Mas Zain tanya, kenapa masih ingin ketemu, kan sudah ketemu kemarin itu...tapi aku bilang aku ingin ketemu sekali ini saja, aku ingin minta maaf dengan nya mas...kataku memohon.Minta maaf untuk apa ma...justru dia yg sudah menyakiti perasaan mama, suara suami mulai meninggi...
"pa, dulu dia datang ke mama untuk memperbaiki hubungan kami, tapi mama katakan bahwa mama sudah tunangan, pada hal kita belum ada komitmen apa apa kan pa.mama hanya ingin minta maaf untuk itu...juga terima kasih sudah memilihkan papa untuk mama.Karena janji mama untuk mencintai papa akan mama buktikan jika bertemu mas rey suatu saat nanti.
Mama mohon ijin pa, karena dengan begini hati mama akan menjadi tenang, bolehkan pa...
jika nanti mama dipangil mama tidak menyimpan sesal yang begitu besar tidak terhadap papa juga mas rey pa.
Mas zain terdiam beberapa saat, kemudian suamiku berkata kepadaku...Baiklah ma, papa ijinkan mama bertemu...kepercayaan papa penuh jadi jaga lah semua itu,...air mataku menetes..sungguh aku hargai ucapan suamiku, bukan karena aku ingin menginjak injak harkat martabat suamiku, namun inilah yg sesungguhnya terjadi betapa aku menginginkan pada saatnya aku dipertemukan Mas Rey .
Tapi dengan kesiapan hatiku. Akhirnya aku bertemu dengan Mas Rey disuatu tempat aku ditemani narti menemui mas rey, saat mas Rey turun dari mobilnya... dadaku masih sempat berdebar hebat, aku seperti melayang karena tak tau harus bagai mana menghadapi mas rey...saat langkah mas rey semakin mendekat Aku tak kuasa berdiri kakiku lemas, hatiku berdebar sepuluh kali lipat rasanya...akhirnya aku terduduk sambil memandang kearahnya, mas rey semakin mendekat,... hingga mas rey tepat berada didepanku....Mas rey membuka kaca mata hitamnya, lalu menyapaku ramah...assalamualaikum nay...sapanya masih seperti dulu.
Waalaikum salam mas....kamipun saling berjabatan tangan...gengaman itu begitu hangat masih seperti yang dulu....perlahan kekauan mulai mencair...hingga akhirnya narti menjauh dariku dan memberi kesempatan aku berdua dengan mas rey.
Banyak hal yg kami ceritakan termasuk juga alasan mas rey diam tak memberi jawaban, mas rey selama berpisah mas ray merasa bersalah karena membiarkan aku menunggu jawaban yg tak pasti, bertahun tahun mas ray mencari cari keberadaanku...seperti apakah kehidupn Nay sekarang.
Saat mas rey diduduk dihadapanku mas ray tanya menikah dengan orang mana ....aku hanya diam sesaat.....mas mau tau siapa suamiku...kataku seraya menarik nafas dalam dalam
" Ya Nay...asli mana...suamimu...katanya mengulangi pertanyaanya yg belum kujawab
" mas lepas cincinku tolong kataku sambil menyodorkan jariku dihadapanya...mas rey agak ragu menyentuh jemariku...lalu akhirnya dia raih juga jemariku perlahan...dia melepas cincin yang kukenakan dijari manis di tangan kiriku...sama seperti dulu dia memasangkan cincin dijari kiriku...
" Zainal arifin "...hmmm...aku seperti pernah membaca nama ini sebelumnya...mas rey memandang kearahku.
" yach...itu nama yang sama yg pernah mas liat 15 tahun yang lalu...Nay tetap dengan pilihan mas..karena itu Nay pertahankan Cinta Mas Zain walau nay tak mencintainya...Nay ingin buktikan bahwa Nay bisa berkomitmen dengan janji Nay...kataku seolah menyindir Mas Rey..
" taukah Nay...mengapa mas tidak ingin menikahi Nay dengan perbedaan yg ada....karena mas sudah mempelajari dalam keyakinan Nay haram hukum nya menikah dgn laki laki yang bukan muslim, mas gak ingin Nay menjadi contoh yang tidak baik bagi saudara Nay...keluarga nay....begitu juga jika Mas mengajak Nay ikut dgn Agama yg mas yakinin...tentu itu akan tidak akan menjadi baik buat Nay...itu yang membuat Mas tidak bisa mengambil keputusan. Maafin Mas Rey Nayla....seraya tertunduk membelakangiku.
Aku sempat tertegun dengan jawaban Mas Ray...ternyata mas memikirkan apa yg juga berkecamuk dihatiku selama ini....mas mempedulikan apa yg juga menjadi keyakinanku....hmmm...aku menghela nafas berulang serasa sesak yg selama ini kusimpan menguap dengan seketika.
Pertemuan itu Adalah pertemuan yang terindah...dimana aku dan Mas Ray bisa menerima segala sesuatu yang seharusnya sejak lama kami ungkapkan...demikianlah Rey adalah kenangan lalu...
Kenangan yang hanya mampir dalam kehidupanku.
Buku harianku tentang Rey sudah tertutup lama...lama hingga aku lupa kata kata yang kutulis tentangnya...Kini aku memahami setiap bait dari kata kata yang hilang bahwa sesungguhnya masa lalu hanya sebuah jendela yang hanya mampu sekedar menengok sekilas namun bukan sebagai cermin yang harus tetap kupandangin lekat lekat...apa lagi kuhadirkan rasa yang sama .
Pertemuan Dua tahun yang lalu cukuplah membuat kehidupanku semakin mantap dan semakin yakin bahwa disini ada Cinta yang begitu sempurna.Bukan sebagai persingahan hati melainkan sebagai dermaga terakhir yang kelak menjadi indah di akhir kehidupanku.
Note buat sahabat terbaikku
Cinta itu milikmu
setiap waktu tetaplah dalam gengamanmu.
atau gengamlah dalam hatimu...I LOVE YOU
















