Entri Populer

Sabtu, 20 November 2010

MALAMMU BERURAI AIR MATA

Malam mu tiba tiba sunyi mana kala hati remuk redam dengan sepi
Ada sesutu yang mencabik hati hingga kau tak kuasa tersenyum sekalipun setipis kulit ari
Kau biarkan hatimu tengelam dalam sedih yang tak pernah kau fahami
Kau terus saja bertarung dengan ketetapan yang telah ditentukan untukmu
Malammu berurai air mata namun kau tetap berjalan seperti semula

Kau bagai tengelam dalam angan yang kau ciptakan
yang kemudian kandas ditengah perjalanan
Kau bertanya pada kekasih pujaan namun  jawaban yang kau dengar
bagai petir yang menyambar disaat hujan tak datang saat siang
Bagai terhempas dari keriangan yang terbingkai
Cintamu kandas tampa punya perasaan


Malammu berurai air mata namun kau tak kuasa
mengungkapkan rasa yg membuatmu berduka
Ada kehilangan yang demikian melelahkan
hingga tak satu kata mampu kau ucapkan
Tak  akan ada lagi janji sebuah pernikahan
yang disaksikan malaikan kebaikan di  sebuah masjid didepan rumahmu
Tak pernah ada Mahar apapun buat angan menciptakan keluarga sakinah yang kau impikan
Janji itu seketika lenyap mengugurkan segala harapan
Mimpimu pupus tak bagai angan yang sekejab menghilang


Kau tertegun dengan perjumpaan yang indah diawal impian
Kau tetapkan bahwa mimpi indah itu akan menjadi sebuah kenyataan
Namun kesabaranmu terbatas hingga kau abaikan bahwa demikianlah takdir yang ditetapkan
Hingga kau terima kenyataan mimpi itu telah usai...
Hingga kau sandarkan lelah hatimu menatap langit ternyata begitu luas tak berbatas
Hinga kau Rebahkan sejenak keletihan diantara danau air mata
yang menengelamkan impian indahmu
Demikianlah Malammu berurai air mata
Dan kukatakan padamu akan ada pendamping sejatimu
yang menunggu dengan kemuliaan hatimu









@ @   Catatan buat seorang teman
   Jika ini mewakilkan rasamu maka terimalah sebagai ungkapan rasamu....
    Selalu berbaik sangka dengan ketentuan takdir Allah karena janji Allah tak akan pernah ingkar
  "  Wanita yang baik akanmendapat kan pasangan yang terbaik  " yang mampu menjadi imam  
   dalam sebuah keluarga  yang shakinah ...mawadah..dan warohmah yang masing masing jika   kembali maka akan menjemputmu dipintu surga dan mengajakmu  ketaman firdaus yang tak kau temukan keindahanya dibelahan dunia manapun.

GUNUNG SUROLOYO

Mungkin banyak yang belum mengenal gunung suroloyo didaerah ungaran...
Aku hanya seorang pendatang yg kebetulan suka dengan alam, sungguh suatu yang luar biasa dapat menikmati alam dengan hati yang iklas...
Siang ini...aku merasa harus naik keatas gunung suroloyo...dimana disitu adalah gunung tertua di ungaran, itupun menurut mereka yang sering melakukan ritual yang kusendiri tak  pernah menjalaninya.
Buatku gunung adalah tempat yang menentramkan hati...dimana disekelingnya ditumbuhi hutan pala, kopi  bahkan pinus.

Luar biasa indah, mana kala bisa naik hingga kepuncak...menemukan 7 sumber mata air yang memiliki khasiat. ntahlah...masing masing mata air kuminum semua sumber berasa berbeda..
Butuh waktu 2 jam dari atas untuk naik kepuncak, setelah mandi disendang amanah dan sholat duhur
Aku bertemu 3 orang pria dari semarang dan demak, aku tidak mengenal mereka...tapi aku tertarik untuk mengikuti kelompok pria tersebut naik hingga kepuncak...
Aku berkenalan dengan mas beny, mas susilo dan mas andi...
Meskipun mereka masih muda tapi aku intres dengan mas andi yg memang pernah tinggal di gunung suroloyo 3 tahun...masih muda...tapi pemahamannya tentang agama...kukira cukup baik...buatku untuk belajar dan menerima ilmu tak harus memandang usia, aku hanya mengambil hikmah dari semua itu karena apa yang dikatakan mas andi cukup bisa kuterima akal dan fikiranku...

Sebelum naik puncak aku mandi di sendang amanah...setelah sholat dhuhur kami memulai perjalanan naik, perjalanan kepuncak sebenarnya tidak kurencanakan, spontan hanya keinginan tauanku tentang makam yang ada di atas gunung suroloyo.
Diperjalanan yang cukup berat medannya membuat mas susilo dan mas beny tidak mampu melanjutkan perjalanan, ntah mengapa mereka muntah muntah...mungkin karena perjalanan ke atas sangat curam dan menanjak, butuh stamina yg cukup,...akhirnya mereka kami tinggal setengah jam perjalanan ke makam pertama , makam Raden Abdullah atau Raden Ceguk dan makam isterinya, beliau adalah anak dari Nyai Suko...cikal bakal sesepuh penyebar agama islam di daerah ungaran.

Sesampai diatas makam, aku mulai berdoa...semampuku...aku kirimkan surat alfateha.. sebanyak yang kumampu...langit mulai senja...aku tetap ingin meneruskan perjalananku, karena mas andi sudah pernah tirakat selama 3 tahun dipuncak suroloyo. Mas Andi mengingatkanku...bahwa medan diatas sangat sulit dan menanjak. Entah keberanian dari mana aku tetap kekeh untuk naik, pada hal aku tidak mengenal siapa mas andi...aku yakin dan percaya mas andi yang akan membawaku kepuncak untuk jiaroh kemakam Nyai Suko...
Sebelum naik keatas aku sempat merasa pusing dan mual...ntah ada hal yg memang luar biasa kurasakan...sekelilingku panas dan membuat ku ingin muntah....seperti orang mabuk...aku merasa pusing dan berkunang kunang...aku minta istirahat sebentar...tapi subhanallah...aku seperti melihat seorang wanita dengan rambut yang panjang dengan kebaya kurung...langit masih cukup jelas untuk melihat sosok wanita yg kulihat dari kejauhan...aku  tidak berfikir apapun kecuali merasakan mual yang sangat...hingga akhirnya akupun muntah...walau tak kukeluarkan apapun...hanya air..yg kurasakan pait.


Mas andi menanyakan padaku apakah aku masih akan melanjutkan perjalanan ke atas puncak...aku diam sesaat melihat sekelilingku...aku yakin aku masih kuat dan sanggup naik keatas.
Mas andi bilang selama di sini 3 tahun dia ditemani seorang wanita yang mengenakan kebaya dengan berambut panjang...wanita itu bernama Roro Sedayu putri ke 11 Nawang wulan...aku tidak tau siapa yg dimaksud...yang jelas aku tadi seperti melihat sosok wanita yg dimaksud...walau sedikit merinding aku masih tetap diam dan tidak menceritakan wanita yg kulihat tadi....kamipun melanjutkan perjalanan ke atas...sesaat aku berhenti disebuah kolah kecil sebesar ember yg terbuat dari batu gunung tapi ada aliran sumber dari atas gunung, mas andi menyarankan aku untuk meminumnya, disitu ada pancuran dua buah yang dari sumber berbeda, aku  turutin saran mas andi, karena memang aku kehausan...aku cuci mukaku dengan air sumber yang mengalir..hmmm aku minum air sumber tampa pikir panjang....terasa segar  luar biasa...rasa haus dan lelah cukup terobati...

Mas Andi menanyakan aku sekali lagi apakah masih kuat naik keatas karena butuh waktu satu setengah jam sampai kemakam dan 7 sumber mata air.
Ntah yang kucari apa tapi aku penasaran dengan cerita masyarakat di ungaran khususnya di daerah nyatnyono. Mereka meyakini bahwa kyai hasan munadi yang juga salah satu murid dari Nyi suko., dimana makam kyai hasan munadi banyak dijiarahi oleh berbagai jemaah dari luar kota...aku sering melihat rombongan bis yang datang berjiarah pada musim musim tertentu.....itu yg mereka sampaikan kepadaku tapi aku sendiri belum tau banyak sejarah islam di ungaran...
Tapi yang akan kukunjungi kali ini makam Nyi SUMO... makam tertua diatas gunung suroloyo....
Ada sesuatu yang excaited...yang membuatku merasa yakin naik keatas...karena aku yakin dengan menyaksikan ungaran dari atas akan kutemukan keindahan yang sulit kuceritakan dengan kata kata.


Aku melanjutkan perjalanan naik keatas gunung suroloyo, sore tadi...melewati jalan setapak menanjak dan licin karena lumut....suasana lengang dan teduh terasa nyaman dan nikmat...walau tersengal sengal menapaki jalan yg menanjak...aku cukup puas menikmati hutan pinus yang lebat yang ditumbuhi pohon kopi dan ilalang ...sungguh luar biasa pengalaman yang sangat membuat hatiku lega. Setengah jam perjalanan aku minta berhenti, nafasku seolah mau lepas...sesak dan pusing, kembali aura yg tak jelas dan khas aku rasakan sesaat...bau tanah lembab dan bau tanaman hutan serta burung burung disekitar hutan seperti suara yg ingin menyambut kehadiranku...kabut perlahan datang pada hal tadi nampak terang....sekilas tapi itulah yang kulihat....kemudian kabut pelan pelan lenyap...aku ditawarin air pancuran mas andi...akupun menerima dengan senang hati...hmm segar memang sangat membantu ku untuk kembali berdiri dan melanjutkan perjalanan...

Sepanjang perjalanan, aku ngobrol dengan mas andi, ..apa yang dicari mas andi selama 3 tahun berdiam diatas gunung, dia dulu seorang pengangguran karena tidak punya kerjaan merasa malu kalau hanya duduk duduk dirumah, akhirnya dia sering kegunung hanya untuk menghabiskan waktu luangnya...dia pernah belajar disebuah pondok dijawa timur...disana dia belajar ilmu agama, panjang lebar dia cerita...cukup lah buatku tau bahwa dia tengah merenungi apa yang harus dia cari dalam menjalani hidup agar bermanfaat, ternyata dia menemukan jawabannya, Mas Andi menceritakan bahwa aku jangan mengenalnya terlalu dekat, kalau nanti sepulang dari gunung dan bertemu dijalan...ibu pura pura gak kenal saya aja katanya kepadaku,...aku heran kenapa harus pura pura tidak mengenal, bukankah mas andi begitu baik menemaniku sampai keatas puncak ...
" ya bu...karena saya temannya semua bajingan, dari pelacur, rampok, penjudi bahkan preman....katanya.
Ntah mengapa aku tidak punya pemikiran jelek tentang dia walau aku bisa baca dari penampilannya mas andi memang sedikit urakkan...
" kenapa begitu mas...apa mas andi juga termasuk salah satu dari profesi itu kecuali pelacur...bisa juga dong gigolo...hahhhahah...aku tampa basa basi bertanya padanya.
" astafirllah ...wach...ibu kok bilang gitu toh...ya percuma saya belajar ilmu agama, nyepi digunung cari barokah...tapi seng tak ombe tak makan seko air peceren...yo akhirnya gak ada manfaatnya toh bu.." mas andi mulai cerita panjang lebar tentang hal hal yang membuatku kagum, ternyata usia muda tak menjamin cara fikir seseorang.
" kenapa bergaul dengan mereka mas andi..kataku sambil terus berjalan menelusuri hutan pinus yang mulai  kurasakan dingin dan senyap...aku sudah berada diatas...luar biasa buatku.
" Saya bergaul dengan mereka hanya mengajak mereka untuk tau bagai mana menjalankan ibadah hati ..syukur mereka bisa sholat dan menjauhi larangan agama...alhamdullilah walau saya harus masuk dalam lingkungan maksiat saya tetap terjaga  iman islam  saya,...lho istri saya dua buk...malah yang satunya saat menikah dengan saya dia lagi hamil...bukan anak saya bu...tapi saya menikah karena kasian bu...tadinya agamanya kristen..sekarang alhamdulillah dia sudah muslim...buat saya anak yang dikandung istri saya juga anugrah,..saya diberi kepercayaan untuk ibadah...menerima iklas dengan keadaan dia,.." mas Andi dengan polosnya menceritakan dirinya pada hal aku gak kenal dia...aku mengenalnya siang tadi dibawah..
" Gimana istri mas, dia iklas menerima istri muda mas...lha itu buk aneh kok istri saya, dia ngijinkan saya menikah lagi asal sama istri saya yg sekarang ini, kebetulan istri saya dari pondok dan juga suka tirakat kayak saya...hihihi...
Kok bisa mas pada hal di banding saya usia mas andi masih muida lho...kataku padanya
" lha ibu usianya berapa toh...kalau saya 35..
" Waduh saya udah mau 40 mas...kataku sambil terengah engah...aduh bentar mas istirahat dulu...
lha udah sepuh ya bu...kok ya masih kuat naik gunung suroloyo...ini gunung tertua lho bu...jarang yg bisa naik atas selain medannya sulit ya itu banyak jin nya...mas andi terus aja berceita tentang hutan pinus yg kulewati.
Aku sendiri walau sedikit takut pura pura ndak dengar apa yg diceritakan...pandanganku hanya menatap daun daun kering yang bertebaran dijalan setapak...sungguh aku tak berani menatap kanan kiri karena aura yg membuatku ndak nyaman engan untuk memandang indahnya hutan pinus yang tinggi menjulang..

Aku hanya ingin menulis apa yg kujalani siang hingga sore tadi...aku harus mencatat detail sebelum tulisanku kuedit ulang dalam merekam kejadian yang luar biasa tadi.
Tak terasa aku sampai disebuah tanah datar diatas gunung...mas andi bilang disini areal pemakaman...kok bisa lokasi yang sulit dan menanjak...dijadikan tempat pemakaman...tapi aku tidak menemukan batu nisan, mungkin karena tertutup rerumputan dan pepohonan perdu..hanya batu batu gunung yang menonjol diatara rumput yang tinggi.
Akhirnya aku menemukan sebuah makam berpagar hijau..disitu tertulis makam Nyi SUKO...batu nisan terbuat dari kayu jati yang utuh dengan warna coklat yang pekat...
Aku hanya bertanya dalam hati bagai mana mungkin makam ini ada diatas...aku tanya mas andi berapa usia makam ini...mas andi bialng mungkin sekitar 600 thn...
Subhanallah...aku merinding mendengar cerita mas andi...tapi dasar nekat aku memberanikan diri mendekat kemakam nyi sumo....aku duduk disisi makam aku hanya berdoa dan menghadiahkan surat alfateha...mungkin jarang orang bisa menerima dengan akal sehat jika tibba tiba pipiku terasa hangat..
Yach,,,aku merasa sesuatu yang hangat diarah pipi kananku...seperti ada sesuatu yang menempel sebanyak 3 kali...aku memejamkan mataku lalu aku mengucapkan salam..." assalamualikum ya mayiti...nyi suko...ntah mengapa aku harus berucap demikian...aku memberi salam sebanyak 3 kali..
setelah selesai duduk dan berdoa...aku merasa pusing kembali...mungkin kelelahan atau ada sesuatu yg mendesak kedalam tubuhku...karena aku mengigil dan merasa mual..

Mas andi mengajakku turun ke sumber mata air yg ada di bawah makam nyi sumo...akupun mengikuti mas andi turun kesemak semak tapi ada jalan setapak...tak beberapa lama ada sebuah pohon besar dan sebuah gubuk yang dibuat masyarakt di bawah gunung seperti sebuah kolam kecil yang terbuat dari batu gunung...yang ditumbuhi lumut hijau...ada aura yg sama seperti diatas makam...tapi aku tak memperdulikan semua itu...sungguh aku ucapkan syukur alhamdullilah melihat sesuatu yang luar biasa, sebuah danau kecil dari tumpukkan batu menyerupai kolam dengan pancuran kecil dari bambu...
Mas andi bilang air ini air yg banyak dicari orang...kebetulan aku meemukan botol akua yang kemudian kuambil airnya. aku tidak tau buat apa aku hanya mengambil saja menuruti kata kata mas andi.
Kalau bawa kain mbak bisa mandi disini...aku hanya senyum...karena tujuanku keatas hanya sekedar ingin tau tampa berniat mencari sesuatu apapun..
Aku hanya berwudu menyucikan diriku diatas puncak gunung...aku berharap dengan air ini hatiku tenang dan membuatku merasa segar.

Sungguh aku merasakan kesegaran yang luar biasa, rasa lelah hampir tak kurasakan...aku menikmati perjalanan yang tak kurencanakan dengan suka cita...memang selama ini aku hanya naik ditengah tengah gunung suroloyo...meskipun cukup tinggi, aku tak membayangkan bisa sampai ketempat ini...
karena sering aku bertemu banyak orang yg datang hanya untuk mencari sesuatu yang sebenar tidak kufahami....bahkan para pejabat dari berbagai daerah datang hanya untuk mencari berkah...
Yang mereka yakini jika di ijabah danyang dari gunung Suroloyo...maka apa yg dicita citakan akan terwujud...
Jika tulisan ini kushare di fb...aku bukan ingin mengajak yang lain untuk meniru mereka yang mempercayai semua ini, aku hanya ingin bercerita betapa menakjubkan berada di atas gunung yang memiliki cerita yang cukup menarik untuk diketahui.
Selain medan yg cukup terjal  dan curam...tempat ini luar biasa indah...
Butuh stamina yang baik dan tekat yg kuat untuk bisa menikmati keindahan yang luar biasa.
Cukuplah kusyukuri keindahan ini hingga kegundahanku menjadi sirna...tergantikan keindahan hutan pinus...kesunyian...hingga suara binatang hutan meritmekan nyanyian yang dasyat kunikmati.


Selesai berwudhu dan juga meminum air yg kurasakan manis...aku mengambil sebotol air untuk kubawa dan kuberikan ke Mas susilo dan mas beny yang menunggu dibawah karena tidak sanggup naik keatas.
Mereka jauh jauh datang hanya untuk mencari air yang katanya buat obat.
Aku kembali kemakam dan kembali menghadiahkan alfateha buat nyi sumo...semoga perjalanku pulang lancar dan tidak hu8jan.
Setelah itu akupun naik keatas sekitar setengah jam..diatas masih ada sumber air dengan 7 mata air...
Perjalanan tak terasa, hingga aku sampai disana,...kabut mulai turun...tapi tekatku tetap bulat untuk merasakan kesegaran 7 mata air yang ternyata benar benar kurasa ajaib,,,,
7 mata air kuminum karena menurut mas andi rasanya berbeda beda...dan memang demikian adanya dari 7 mata air 4 kurasakan manis...gurih, tawar tapi berasa dingin yang tak hilang, satu lagi kurasakan manis tapi juga ada tersisa tawar diujung lidah...sungguh luar biasa...demikian aku merasakanya...walau menurut mas andi semua yg mencicipi  airnya masing masing orang  berbeda .
Disini aku tidak mengambil airnya...hanya sebentar lalu kami putuskan turun.

Alhamdulillah...meskipun senja mulai turun langit tetap cerah bahkan bulan sudah mulai menampakkan dirinya, ntah mengapa saat turun terasa cepat...sama sekali tak merasa lelah...
Hingga sampai kami di pos bawah..di sendang amanah...akupun kembali mencuci kaki sekaligus sholat berjamaah di mushola kecil disamping sendang.
Selesai sholat kami singgah dirumah pak yasin...sesepuh yg tinggal dikampung dekat sendang...kami mampir sejenak...setelah magrib lewat aku pamitan dengan mereka, rupanya mas Andi, Mas Susilo dan mas Beny juga akan turun...akhirnya kami pamit dan melewati jalan setapak hingga melewati hutan pala dan kopi....ntah aku tak merasa takut walau bersama orang asing, buatku...aku percaya bahwa aku dilindungi gusti...dengan berfikir baik kepada teman baru yg kukenal.
Terimakasih mas andi...sudah menemani ku naik kegunung Suroloyo...aku yakin kebaikan ini akan memberikan manfaat yang baik...seperti kataku  rejeki dan keberuntungan akan mengikuti amal kebaikan mas andi.insyak allah...

Mungkin tulisan ini hadiah juga buatku, bagai mana mungkin waktu singkat yg kulalui siang hingga sore tadi sangat lekat tercatat diotakku, hingga selesai mandi aku duduk di hadapan Laptopku hanya ingin berbagi,,,sungguh tanganku bergerak tak berhenti...menulis tampa kubaca bahkan tampa konsep yg harus tertulis dengan runtun dan hati hati...
Biarkan apa yang kutulis murni dari apa yang terlewati sesiang dan sesore tadi...hingga saat kuturun langit benar benar gelap...dan dingin yang nikmat.
Matur nuwun gusti kau berikan keindahan yang demikian sempurna, hingga tak sanggup kuceritakan hala hal yang dasyat yang diluar akal sehat...hingga kau jaga hati dan fikiranku tetap bersholawat selama aku menadaki ke gunung suroloyo bersama 3 laki laki asing  sampai kukembali kerumahku.



 @@@ Buat mbak Sugiyah mbak yg aku ambil dari  daerah
           wonosobo dr kaki Gunung Sindoro yang semalam kujemput
            yang juga ikut bersamaku naik ke gunug suroloyo...
             terimaksih menemani ibu.



Akhirnya nyampai di puncak Gunung suroloyo
Temen yg gagal naik
Wisata religi sendang Amanah
Perjuangan naik suroloyo
Bersama mas beny, mas andi dan mas Susilo
Mas Andi ( jaket hitam kemeja merah ) tks untuk menemani ku sampai kepuncak Gunung Suroloyo

Air mataku

Apa yang harus kukatakan...
Bibirku terasa  kelu untuk sekedar bergumam
Air mata perlahan jatuh berurai
Hingga asaku mengembara hingga tak tentu arah
hatiku resah...gundah ...hingga tak kuasa  meleleh segumpal resah

Aku hanya diam..memandang gelap tak berbintang
Kesunyian perlahan mengusik nelangsa di ruang sunyiku
Kemana cintaku...kemana rindu yang memenuhi ruang hatiku
Perlahan kurasakan lengang dan diam pelan pelan
Hatiku bagai tertinggal dalam kenangan yg kusimpan

Apa yang harus kukatakan...
Kau menghilang dan tak lagi tinggalkan pesan
Catatanmu hanya catatan usang tak ada lagi catatan kita untuk malam ini
Air mataku bergulir bak mata air mengalir diantara perih..
Kemana kah engkau kekasih ...hingga nelangsaku tak jua pergi

CINTAMU HANYA ANGAN KOSONG

Baru kusadari harapan itu tak jelas untuk kumiliki
Cintamu tak seindah pelangi yang hiasi senjaku hingga angan melambung tinggi
Baru kufahami bahwa kau semakin tak jelas untuk  mengikat  janji
Cintamu bak sebuah ilusi yang hanya hadir bagaikan sair puisi
Terlalu indah memang...bahkan terlalu membekas dihati
Namun apalah arti semua janji  jika kau hadirkan hanya lewat mimpi

Cintamu hanya angan kosong yang kau penuhi hatiku dengan imajinasi
Namun kini kusadari kau hanya sekedar tamu yang singgah dihati
Karena kau tak lagi ingin berbagi untuk ciptakan mimpi kedalam dunia fana ini
Mana yang akan kau beri ....janji sehidup semati atau janji yang kau ingkari
Bukankah kita telah mengikat sebuah janji yang ingin kita raih sebagai  cinta yang abadi yang senantiasa menghiasi rumah kita suatu saat nanti...
Namun janji adalah janji yang kemudian merampas mimpi

Baru kusadari kita tak lagi sama
Rasa yang ada padaku tak pernah berubah
Mengapa rasamu kini tak jelas kau bagi
Cintamu hanya angan kosong.... cukuplah buatku untuk memahami
Bahwa demikianlah takdir menentukan cinta yang tak kumiliki
Hingga aku menerima segala sesuatu yang mungkin terbaik untuk kita akhirnya
Cukuplah air mataku menetes...bukan karena perih tapi karena tuhan telah menentukan yang terbaik buat kita...

Cintamu hanya angan kosong
Kesedihan sesaatku cukuplah buatku kembali berdiri
Cinta tak selamanya  harus saling memiliki
Namun aku yakin batas perihku akan berakhir
Hingga cinta sejatiku akan hadir yang mengalungiku pelangi indah dan mentari harapan buatku...menyongsong esok hari nan indah...

SENYUMMU MENUSUK JANTUNGKU MALAM ITU

Malamku berbulir embun...
Dingin merengkuh tubuhku diantara ilalang
Aku berdiam diantara bayangan hingga kutertegun menatap rembulan
Sunyiku tiba tiba terbakar hentakkan rasaku hingga igauanku  kegadis  berambut panjang
Duhai malamku yang bertabur bintang sampai kan salamku pada gadis impianku

Katakan padanya kutunggu kehadirannya dibebatuan dingin yang membisu
Rinduku bak pungguk yang menanti hadirnya rembulan
Kirannya gadis ku berambut panjang akan datang saat kuundang
Kutitipkan selembar lontar bertuliskan gurindam
Agar pujaanku hatinya berurai dengan rindu yang tak tertahankan


Malamku berbulir embun...
Dingin mengigit hingga terasa bagai bertabur  rindu yang mengelisahkan hati dan rasaku
Kemana gadisku hingga tak sabar kupeluk dalam dekapku
Sungguh cinta membuatku gundah namun kegembiraanku bagai tak terkata
Lama kumenunggu...hingga kau datang kepadaku dengan senyum rindu yang mengembang..

Malamku tak lagi berbutir embun....
Perlahan kehangatan menyentak rongga nafasku
Wangi rambutmu yang terurai kunikmati dalam genderang hatiku
Kiranya penantianku tak lagi seperti burung hantu...
Karena kerinduanku bersamamu malam ini terangkai dengan nyanyian hati kita
Duhai kekasih hati...untaian kata tak cukup selesaikan kerinduan ini
mendekatlah padaku ijinkan kubisikkan sesuatu agar hatimu penuh dengan cinta putihku...
Sayangku...
Maukah kau menjadi pengantinku...
Mendengarkan ikrar suci di antara malaikat kebaikan disurau didesa kita
Menikmati malam pertama  yang halal bagi kita
Menghadiahkan kepadaku buah cinta yang luar biasa indah


Malamku tak lagi berbulir embun
Kehangatan tiba tiba mengalir diantara pembuluh darahku
Gadis berambut panjang kekasihku
Mengangguk lunglai dalam dekapanku...
Matanya berbinar bak bintang kejora
Tersenyum menusuk jantungku
Kiranya kekasihku menerima lamaranku malam itu........

KAU HADIR SESAAT UNTUKKU

Malam tak pernah usai menyanyikan kidung hingga kehatiku
Hingga aku tertegun dengan sebaris  kata yang membuatku tertunduk
Ada rasa yang bergemuruh  memintal kesunyianku
mana kala  sesat kunikmati sebaris kata yang demikian indah
Kau hadir sesaat untukku
Setelah sekian waktu tak kudengar kata ajaibmu

Malamku begitu ramai
Karena kata ajaibmu melambungkan kenangan sekian waktu
Ada kebahagiaan tak terkendali
tapi ada juga haru ...perih...yang menyeruak dari relungku
Kau bagai angin disunyiku
Membelai hati hingga tangisku tak terbendung
Kau hadir sesaat untukku bisikkan kata ajaib yang lama tak kusentuh

Apa yang ingin kau berikan
Cinta kita telah lama berlalu
Sekalipun kau ada dilubuk hatiku bukankah sebaiknya kau tak lagi menyapa relungku
Bukan karena kumembencimu...bukan karena kau tak  memilikku
Melainkan sesuatu yang memang tak pernah menjauh...
Sekalipun kehidupan kita tak sama seperti yang dulu..

Kau hadir tidak sekedar menyapaku, tetapi kau mulai menginggatkan masa lalu
Kau hadir sesaat untukku haruskah kau ganggu hatiku
Haruskah kau katakan padaku bahwa kau masih mencintaiku
Haruskah kukatakan hal yang sama  yang akan menengelamkan hatiku
Hingga air mata kembali jatuh satu persatu
Sudahlah....kau hadir hanya sesat
Lupakan cinta yang akan menghancur kan hati kita
Biarlah sesaat pesan tampa suara berakhir di malam yang gelap
Karena  cukuplah buat kita bahwa kehidupan kita tak lagi sama

Kau bagian dalam alur cerita hidupku
Berhentilah jangan pernah mendekat lebih jauh
Jaga hatimu hati kita untuk sesuatu yang tak lagi pantas kita sentuh
Cukuplah kau hadir sesaat dengan kata ajaibmu
Hingga sampai kapanpun tak kuijinkan kau hadir sekalipun sesaat untukku
Mengertilah...bahwa kata ajaib itu tak seharusnya kau lahirkan dalam ucapanmu
Cukuplah air mataku menerimamu sebagai tamu terakhir di hatiku...
Lupakan cerita kita ...
Jika kau  tak pandai menjaga kata
Lupakan sesuatu yang indah tentang kita...
Mengertilah air mataku jawaban untuk  pertanyaanmu....
Jangan kau katakan apapun...diamlah...selamanya...
Karena tak kuijinkan telingaku mendengar kata kata yang tidak akan membuat kita menjadi  lebih baik....
Percayalah...