Entri Populer

Kamis, 17 Maret 2011

HUJAN MENDERAS

Hujan menetes juga nyatanya
Selitas mendung yg mengantung
Akhirnya berurai curah yg tak terbendung
Mampukah petir tak mengelegar di waktu siang
Seakan membelah bumi nyaring berbicara lantang

Tetes gerimis yg lembut tak lagi sanggup teraba bahkan hingga badai datang
Selintas seperti air yg bergegas menyentuh bumi
Pada hal kumelihat tangis diantara air dan angin
Mana yg membuat hujan menjadi reda
Angin kencang yg berhembus
Atau air yg berurai rata keseluruh tanah

Aku hanya diam melihat celoteh riang sang peniup awan
Baik ketika bersendagurau menyapa setiap yg ada disekitarnya
Tak cukupkah aku..yg melihat mendung
Tak cukupkah aku yang menghibur awan
Tak cukupkah...hingga harus hujan berurai

BUKAN AKU TAKUT TAPI AKU BELUM SIAP

Otak adalah pusat kehidupan.
Segala aktivitas kehidupan, hingga yang sekecil-kecilnya,
hanya bisa terjadi melalui mekanisme yang diatur oleh otak.
Dalam waktu yang bersamaan otak harus menjalankan beribu-ribu aktivitas sekaligus.
Saat tiba-tiba mendengar suara klakson dari belakang maka secepat kilat otak menyuruh kaki meloncat ke tepi, menyuruh leher menoleh ke belakang, menyuruh mata membelalak, menyuruh otot-otot menegang untuk mengatasi situasi darurat, menyuruh jantung memompa darah lebih kencang, menyuruh hidung tetap bernafas, dan masih banyak lagi yang harus diaturnya, bahkan terkadang masih sempat-sempatnya menyuruh mulut memaki orang.

Kanker otak merupakan pembunuh yang bekerja diam-diam. Kehadiran kanker otak kadang sangat sulit dideteksi.
Gejala umum kanker otak adalah kepala pusing dan mual/muntah.
Ketika saya divonis kanker otak dan hidup saya tidak akan lama lagi
hmm saya gak mau pusing walau kepala saya pusing,
Bahkan saya tetap merasa gembira

"Saya berikan terapi herbal, mudah-mudahan bisa menstabilkan syaraf di bagian otak.
Tumornya masih di bawah mili (kecil), tanpa operasi pun mudah-mudahan bisa disembuhkan,
Tapi aku sudah sekali operasi...
Lama aku tak merasa pusing , baru beberapa hari ini sakit kepala kurasakan lagi.
God..jangan ambil nyawaku...
Tapi..sudahlah...yg kutakutkan bukan kematian itu melainkan sudakah kusiapkan segala amal perbuatanku,
Siapkah orang orang yg mencintaiku menganggap aku tak pernah ada..
Siapkah dengan kesendirian yg benar benar sendiri..God dont let me alone

I LOVE U FOREVER

HADIAHKAN KEPADAKU SURGAMU

Berikan aku hadiah
Memandang ,laut,pasir,juga gelombang
Biarkan kupandang rembulan juga sinar bintang
Karena ingin kutinggalkan pesan dihamparan pasir putih hingga gelap membawaku pulang
Bisikkan padaku bahwa kau yg akan mengengam setiap keluhku yg ingin kunyanyikan
Diantara camar camar putih yg bermain diantara batu karang

Berikan aku hadiah
Cicin pengantin yg belum sempat kukenakan
Selipkan dijemariku untuk kuikrarkan bahwa aku  adalah pengantinmu
Malam belum usai walau cerita telah  meninggalkan noktah merah yg kau inginkan
Lalu membawaku kehilangan taman indah firdausku bekalku menunggu disurga
Ijinkan ku berdiam memandang laut yang tak berbatas
Hingga fajar mendekapku dikesunyian yg nikmat

Berikan aku hadiah
Alquran dan seperangkat alat sholat
Sebagai semula kau nikaihi aku dalam walimah yg sesungguhnya
Hingga kubisikkan bahwa aku adalah pengantinmu dalam suka dan dukamu
Lalu kita berikrar untuk yg kedua bahwa kau sanggup menjadi imam islamku selama hidupku
Aku telah memilihmu lama sebelum hatiku tau bahwa cinta itu adalah sesuatu yg tak mungkin bagiku..
Sesungguhnya yg kurindu adalah hadiah surgamu untuk bekalku pulang


AKU LELAH DALAM KEBODOHANKU

Ada sesuatu yg bergejolak
antara sedih kesal dan marah
Mungkin sekedar hasrat yg sengaja dititipkan kepadaku
Agar kuberhenti bermain main dengan rasa
Aku menghitung satu persatu
setiap jengkal langkah yg telah kuayunkan
Bukan sekedar langkah dimana aku lalu berjalan sendirian

Ada sesuatu yg meradang
bagai sebuah olok olok yang hanya tersamar
Bahkan manakala aku diam
Semua bagai meludahi setiap gusar yang kusimpan
Sudahlah aku lelah aku ingin berlalu dari setiap kebodohanku
Mungkin sekedar sumpah serapah bahkan makian yg ingin kuteriakkan
Aku hanya sebuah angan yang mengawan ketika aku lelah

Ada sesuatu yang menyesak
Bagai nafas terhenti ketika menghela
Lalu kemudian aku seperti tengelam dalam kebisuan kata yang kubiarkan menguap
Sementara aku hanya berdiri diam
Menatapi tapak tapak buram yang tak mungkin kembali melintas

EMPAT PULUH TAHUN USIA PERJALANANKU

Tuhan...kau biarkan malam ini berlalu dengan lamban
ketika aku menagis saat pertama kali kau ijinkan aku hadir kebumi
Ada missi yang kau titipkan agar aku sanggup berjalan
Agar aku sanggup mengarungi kehidupan
Lalu dengan ijinMu aku kau biarkan tumbuh
Bagai dedaunan hijau..
bagai angin yg berhembus
bagai air yang mengalir..
bagai tanah yang subur
Bagai api yg membara
Demikian hidup kau ciptakan untukku dengan keindahan yg kau titipkan

Tuhan...Ampuni aku dengan setip kelalaianku
Mencintai duniamu dengan cinta yg penuh
Namun...betapa aku sangat jauh kehilangan sinarMu
Hingga langkah hatiku  tersesat
Bahkan tak tau jalan kembali menghadapMu
Malam demikian panjang terasa lamban menghitung dosa
Terasa sebentar ku nikmati indahnya Iman
Terasa sejenak Hati bertasbih
Bahkan bibirku terasa kelu mengucap zikir

Tuhan ...40 tahun yang lalu kau titipkan nafas pertamaku
Dengan perjanjian kelak dihari akhirku
setiap hebusan nafasku dipertangung jawabkan di hadapanMU
Betapa kumerugi..betapa aku menganiaya diriku
sungguh kelalaianku tercatat oleh malaikat dikedua pundakku
Malam ini sama seperti malam aku pertama kali menangis
Nyatanya malam inipun aku menangis
JanjiMu kepadaku tak pernah ingkar
Tapi janjiku kepadaMu senantiasa kuingkari

Tuhan...Ampuni aku..
Jangan kau hukum aku dengan cintaMU
Jangan Tinggalkan aku dikesunyianku
Limpahkan rahmat serta karuniamu
Jangan pernah putus hingga akhir hidupku
Jika malam malam kemarin aku asik dengan kesemuan dunia fanaku
Ijinkan kuakhiri kenikmatan semu yang hanya akan membakarku

Tuhan...Ijinkan aku kembali dalam kehidupan yang kau takdirkan kepadaku
Mencintai Titipan yang kau percayakan dalam pelukkanku
Menjaga kehormatan keluargaku sampai kelak kau cabut kepercayaanMu
Lelah langkah kakiku dalam perjalanan yg panjang yg kau sediakan bagiku
Letih jiwaku dengan senda gurau yang membelengu asaku
Lelah kubersandar dengan harapan cintaku
Ijinkan kukembali Tuhan
Sebagai mana janjiMu
DisisiMu lah tempat sebaik baiknya Cinta dan Surga
Peluk aku malam ini karena tangisku adalah sesal yang tiada henti
Begitu cepat waktu berlalu...hingga aku melupakan sisa usiaku,,,...




Rsu. Charitas Palembang
10 Februari 1971 jam 23:05

Ungaran
10-februari 2011 jam 23:05

Bulan di atap rumahmu

Bulan diatap rumahmu terlalu indah kawan..
Jangan cerita apapun tentang sesuatu yg tersembunyi
Tertawa saja bukankah itu yg kau dan aku ingin
Bercengkrama di atas genting memandang bintang dengan lagu mellowmu

Bulan diatap rumahmu bulat bersinar cantik
jangan berkeluh kesah kawan karena bukan itu yg ingin kudengar
Tertawa saja agar bintangpun bagai kembang api yg berpijar
Menemani malam dingin diatas genting tempat tinggalmu

Jika saja malam ini ada api ungun maka kita bagai bergurau diperapian
Tapi sayang kita diatas atap rumah dekat dengan atap tetangga
kalau yg terbakar hanya atap rumahmu...itu sih namanya musibah
Tapi kalau atap tetangga terbakar wachh...itu cari perkara

Bulan di atap rumahmu masih tetap cantik
Seperti juga kerlip bintang di mataku
Bukan aku menangis
Bukan juga aku bersedih
Aku sudah ngatuk baiknya aku pulang dulu...
Baik baik saja di atap rumahmu jangan coba coba nyopot genting tetangga

MAKNA HIDUP YG SESUNGGUHNYA

Hidup ini seperti panggung sandiwara
Banyak cerita bahkan lakon yg terpaksa maupun sukarela
Terkadang alur cerita tak sama persis dengan apa yang direncana
Bukan...bukan karena hilang rasa syukur
Bukan...bukan karena hilangnya nikmat
Melainkan mencoba menjalani sesuatu untuk sebaik baiknya

Hidup ini bagaikan kubangan  diair keruh
Tergantung bagai mana engkau berkubang
Adakalanya air tak selamanya keruh
Terkadang tengelam diair bening dan jernih
Bukan...bukan karena tak menikmati hidup
Bukan...bukan karena putus asa
Melainkan harus bertahan hidup dengan segala cara

Hidup ini bagaikan agenda tercatat rapi tak harus terbuka
Namun adakalanya agenda perlu dibaca agar tau banyak kata yang salah dicerna
Mengartikan kata kadang tak sama dengan pemikiran  setiap yg membaca
Pemaknaan yg berbeda membuat salah menilai

Lalu haruskah merasa resah  dengan apa yg mereka nilai
Hakekat hidup adalah melangkah tampa harus mengabaikan yg lainnya
Tidak juga tergantung dengan siapa yg menatap dengan tanda tanya
Terkadang menikmati hidup berbeda tiap kepala
Maka biarkan engkau melangkah sebagaimana engkau ingin melangkah

HANYA SATU  YANG HARUS KAU TAU
PADA SAATNYA SETIAP KUFUR NIKMATMU
AKAN MENJADI HADIAH DIHARI AKHIRMU
MAKA BERJALANLAH SEPERTI FIKIRANMU
KARENA KAU TAU JALANMU ADALAH PILIHANMU
PILIHAN DIMANA ENGKAU MENENTUKAN TEMPAT DIHARI AKHIRMU
HATI TAK PERNAH MAMPU MENIPU






KATAKAN HATIMU DENGAN JUJUR

Menanti fajar yang tak kunjung datang
Diantara gelap namun bertabur bintang
Diantara sujud dan zikir yang berulang
Dikediaman sunyi tak bersuara
Dikeheningan bening  yang senyap

Duhai  hati yang kosong
Bercengkrama dengan angan angan tak berujung
Dibalik hati yang  kusut bermunajad dikeheningan
Bicaralah dengan jujur sekalipun kau dalam diam
Bertanyalah tentang hidup dan saat kau berpulang

Taka ada tempat untuk sembunyi
Manakala hati bicara baik
Jangan pernah menentang nurani
Jika memang bukan yang kau ingin
Menangislah jika engkau kuasa
Atau tertawalah jika kau bahagia

Hidup ini sederhana
Sebagaimana kau goreskan tinta dilembar kertas putih
Maka jelas pula apa yang tertulis diatasnya
Namun jika kertas buran yang engkau tulis tampa tinta
Maka tak jelas apa yang tengah kau tulis
Kau sendiri tak mampu membaca isi cerita





DENGAR AKU ADALAH AKU

Ada beberapa  hal yang membuatku tak ingin berbagi  padamu
Bukan karena aku tak mempercayai dirimu
Bukan pula kusangsikan ketulusanmu mengasihiku
Aku hanya ingin menjadi kawanmu  ketika kau butuhkan aku
Aku hanya ingin menjadi tempat kau berbagi padaku
Maaf jika banyak hal yang harus kusembunyikan
Walau tak sedikit pula kuceritakan kisahku

Ada sesuatu yg kadang harus kita sembunyikan
Agar aku lebih leluasa mengatakan apa yg kau butuhkan
Semestinya kau lebih baik,pintar dan bijak
Namun kau percayakan aku bahwa aku terpilih dihatimu
Sebagai kawan yg kaupercaya dalam lembar kisahmu
JIka aku ingin menjadi diriku
Bukan aku tak peduli apa kata orang tentangku
Untukku  mengasihiku adalah karena kekuranganku
Bukan hanya karena sedikit kelebihanku
aku ingin menjadi diriku sendiri
Aku ingin kau sukai aku karena inilah aku

Ketika kau merasa kuabaikan
Sesungguhnya aku tengah bergelut dengan sisi tersembunyiku
Biarkan aku membatasi ruang rahasiaku
Dengan bertingkah untuk sekedar kamuplase kegundahanku
Tak kupedulikan apapun yang terlihat mata
Yang kubutuhkan mata hati yang menatapku
Banyak hal untuk membuang gundah
Itulah aku ketika aku ingin bertingkah seperti apa yang kumau

Dengar kau tetaplah kawan baik yang kujaga ditempat semestinya
Jangan merasa kasihmu kuabaikan tak berbalas
Sesungguhnya aku kagum bahwa engkau mengasihiku dengan tulus
Tapi sudahlah aku kau kenal hanya sebagai wajah separuh topeng
Tapi sesungguhnya kau jauh lebih mengenalku
walau sedikit cerita yang  kupercayakan kepadamu
Maaf kau kecewa mengenalku....




ANDAI AKU BISA MENEMANIMU KAWAN

Ingin ku menemani mu saat kau gundah kawan
Menjadi pendengar keluhmu ketika kau merasa jalan hidup terasa pincang
Aku membaca gundahmu ketika kau diam dikebisuanmu
Bermain bersama angan yang kau rasa kian menjauh
Seribu tanya kau teriakkan karena tak cukup bagimu berbisik parau
Lelahmu tak jua selesai pada pilihan busuk yang tak sanggup kau abaikan

Ingin ku menemanimu saat suaramu engan berujar
Tentang pait getir yang tak juga berujung
Keinginanmu sederhana hidup selayaknya manusia
Bukankah pilihan itu tak lebih sama dengan kematian
Mengerogoti nafas hingga lelah bersenda gurau
Seribu putus asa menikam jiwa dan raga
Bagai tak berperisai kau mencerca garis kehidupan

Duhai..ingin kuberbagi andai kusanggup berjalan seiring
Menemani suka duka yg tak sanggup kau simpan
Jika kusinggah menyapa bukan untuk saling berkeluh kesah
Cukuplah kuingin mendengarkan kau berlinangan air mata
Meskipun tak cukup untuk muntahkan setiap amarah
Bagiku menangis akan lebih baik dari pada kau diam seribu bahasa
Dengar aku yakin masih ada cara untuk hidup yg benar benar hidup seperti yg kau kira

MUSIM TAK BERAKHIR WALAU MENUNGGU LAMA


oleh Bilqis Kusuma pada 03 Maret 2011 jam 10:08
Musim paceklik  tak juga berakhir
Beras di tempayan tak lagi berisi
Ratap membisu seolah tak layak teteskan air mata
Semua membisu tak boleh berteriak
Tak ada yg bisa di belanjakan semua tak saja menipis
Nyaris tak tersisa kehidupanpun

Sepondok kecil dirumah sunyi tak bercanda
Diam menghitung hari,waktu bahkan cemas yg tak berkesudahan
Menatap kosong langit langit yang tak berujung
Menghitung musim dari waktu kewaktu
Jeritan sengau mencekat kerongkongan
Bahkan nyaris bisu tuli dan buta tentang sekitar

Dimanakah Sang raja perkasa
Yang memeluk erat ketika suka dan duka di ucapkan
Menemani bersenandung bahkan menari bak ular sanca
Meniup seruling ketika sepondok kecil bersama sama tertawa dalam derai seirama
Kini...Sang Raja tak lagi tunjukkan muka hadirpun hanya sekedar mencacah jiwa
Kini Sang wanita menjerit diantara musim paceklik yang tak bermusim
Semua sama tak ada beda menjadi pecundang dalam keputus asaan

Kekuatan betina hanya untuk pelita jiwa
Yang memberi kekuatan untuk tetap bertahan dan tak ingin menyerah
Manakala hati terasa lelah kekuatan nafas hanya sang buah hati saja
Pada hal semua nyaris gelap bagi sang betina
Lelah yang tiada akhir tak cukup membayar harga mati
tawa yang ingin digenggamnya semakin menjauh dr jangkauannya
Sempat dia berucap...ahhh aku ingin mati saja...tapi aku takut...




@    Catatan buat seseorang...
Tak seorangpun yg terlepas dari beban hidup
Cukup ataupun kurang semua dgn porsi masing masing
Sekali waktu kita menangis lain waktu kita tertawa
Jangan putus asa...tuhan tak pernah salah memberi coba
Kau mungkin terpilih untuk tetap kuat
Sebagai keiklasanmu dgn apa yg diberikan kepada kita..
Pada saatnya semua berakhir...
walau harus lelah menunggu saatnya tiba

KUSIAPKAN RUANG KHUSUS UNTUKMU

Dengar aku sudah menulis tentang kehidupanmu
Bukan aku lancang tapi itulah bukti aku menyayangimu
Telah kusiapkan ruang khusus untumu
Mengisahkan derita panjangmu yang ingin kau ukir dalam sejarah hidupmu
Aku adalah saksi hisup diseparuh waktumu
Bersama disuatu masa saat usia muda bercengrama dengan suka cita
Kini kita bertemu dimana tak mungkin kau sembunyikan rahasia tentang mu

Banyak waktu yg terlewati tampa bersama
Sempat hilang ketika merenda hidup di masing masing jalan
Tapi ketika kita bertemu kita masih sama bersendagurau tampa batas
Aku ingin menjadi kawanmu dengan caraku yang tak sama dengan yang lainnya
Aku hanya ingin ada jika kau inginkan aku sebagai tempat berkeluh kesah
Jangan menolak apa yg aku mau...karena aku terbiasa tidak menerima pengembaliannya

Dengar aku sudah menulis kisahmu dalam catatan rahasiaku
Jika nanti selesai tulisan tak indah untukmu
Maka akan kupersembahkan pada saatnya untukmu
JIka tak sempat kuberikan padamu maka akan kuberikan pada anak anakmu
Kisah cinta...kisah sedih..kisah bahagiamu
Juga harapan yg kau muntahkan kepadaku
Semua kutulis tampa kuminta ijin darimu
Bukan bukan aku ingin menelanjangimu

Rahasiaku adalah rahasiamu
Bahagiamu adalah bahagiaku
Kesedihanmu adalah kesedihanku
Sekalipun aku berteman dengan caraku
Tak ingin berjanji apapun agar kau menyayangiku
Suka maupun tidak terlanjur kusambut engkau menjadi kawanku
Tangan kananku tak berharap balasan tangan kiriku
Maka aku tak peduli kau menolak setiap kasihku...
Karena yang memberi bukan aku tapi ketentuan yang menuntunku

Aku ingin kita masih sama sama hidup ketika kupersembahkan tulisan tentangmu
Tentang kita...tentang setiap waktu yg terlewati
Dalam ruang yang berbeda...tak penting aku ada maupun tiada...



SUNYI YANG TAK USAI

SUNYI YANG TAK USAI

oleh Bilqis Kusuma pada 07 Maret 2011 jam 4:16
Sunyiku diam diam menjauh pelan pelan
Diantara galauku yang kubiarkan meredam
Bukan sekedar kemarahan yang kusimpan
Melainkan pertanyaanku dimana engkau saat malam mulai menjelang

Sunyiku tak lagi membisu
Lamat lamat suara angin kembali berujar
Diantara helai daun yang bergesek diranting yg menjuntai
Engkau kembali  hadir menyentuh sunyi yang kuabaikan

Malamku telah datang
Namun aku tak ingin kau sapa walau hanya satu kata
Sunyiku teramat mengasikkan hingga aku lupa
sunyi tak lagi menakutkan
Biarkan malamku tetap dengan kebisuan
Senyap merambat hingga hati demikian lengang...
achh....nikmatnya sunyi yang tak berkesudahan

TARIAN SANG JIWA

TARIAN SANG JIWA

oleh Bilqis Kusuma pada 07 Maret 2011 jam 4:49
Jiwaku menari
diatara kata kata semisal
Bercengkrama dengan syair bisu yang tak bersuara
Mencatat kata kata diam tampa makna
Hanya semisal aku mengiba
Untuk sesuatu yg kubiarkan mengawan
Duhai..adakah nyanyian malam sanggup menyentuh hati
Diantara gerimis hujan yang telah pula turun
Sungguh aku merindu tentang kidung kidung pincang yang melengkapi kecacatan hati

Jiwaku bagai menari
diantara tarian ilalang
Meliuk diantara kunang kunang bagai lentera kesunyian
Duhai..dimanakah angin yang berhembus pelan
Menyentuh hati lalu berlalu
tinggalkan ruang bisu yang tak bertuan
Satu persatu kulucuti setiap jejak lamunanku
Kemudian kubiarkan jiwaku menari tak beraturan
Karena musikku hanya gundah yang tak juga usai
Kemudian  lunglai diantara malam yang tak berembulan

Nyanyian sang bidadari bagi sang pencuri buruk rupa

Nyanyian sang bidadari bagi sang pencuri buruk rupa

oleh Bilqis Kusuma pada 07 Maret 2011 jam 5:42
Cerita sang bidadari
Ketika senja ditelaga warna
Bermandi cahaya sisa mentari
Bermain diantara gemercik air
Senja terlewat sesat pelangi masih jelas melintang
Selimut putih sang awan satu persatu terlepas

Elok nan bercahaya seraya menyanyikan senandung cinta
Terusik oleh sang pencuri selendang
Menangis tak sanggup kembali kekayangan
Tersesat  ditelaga warna lalu lupa kembali asal mula
Dimana selendang untuk terbang melintasi pelangi menuju kayangan

Cerita sang bidadari berakhir disenja yg tenang
Rupanya sang pencuri adalah sang pangeran buruk rupa
Kini bidadari terdampar dipinggir danau..
Menanti pelangi yang menjemput dia pulang
Malam merapat diantara tangis sang bidadari
Lalu sang pangeran buruk rupa luluh karena iba
Sekalipun mencinta akhirnya selendangpun dikembalikan

Sang pencuri berkata....
Duhai bidadari...
Kembalilah kenegri kayangan
tak sanggup mengiba untuk kau bersama
Aku jatuh cinta pada senandung yg kau nyanyikan
Namun sudalah...cintaku hanya sebuah angan...

Talentaku

Talenta hatiku tak lagi bernada
hanya samar nampak aksara gusar dipinggiran rasa
Sebagian nyanyian berkabut
Perlahan meninggalkan goresan tanpa luka...
Mimpi tengah dimulai

Kusiapkan peraduan malam
Pada angin yg berbisik
Lembut nyaris tak berasa
Agar talentaku kembali jelas dan tegas
Bukan sekedar nyanyian tampa syair dan nada bisu

Melainkan petikkan  harfa di hamparan hatiku
Berirama eksotis dan elegan
Memenuhi dinding dinding kaku
Peraduan mimpiku adalah  jiwaku
hanya anggapan sekilas saja jika sayap nyaris patah
Lalu keiklasan memenuhi ruang ruang kosongku...


APA ARTINYA

Apa artinya
jika aku tak lagi kau percaya
Kata kataku tak ubahnya bagai gunjingan yg mengasikkan telinga

Apa artinya
Jika setiap langkahku selalu menjadi tanya
Bagai mencari salahku diantara kebingunganku yang tak kutau dimana

Apa artinya
Jika kejujuranku tak kau anggap
Bukankah tak ada sesuatu rahasia yang kita sembunyikan

Apa artinya jika kemarahan tak juga terselesaikan
Yang tersisa keasingan yg menjadi terbiasa
Sungguh bagai Neraka melibas keberadaan yg ada
Bagai kesalahan yang kusengaja kupersembahkan padamu
Tidakkah kau lihat hatiku tak mudah tertipu
Hatiku kokoh tak mudah tercabik
Kau satu tak ada yang lainnya..

Bukankah hanya kau dan aku yang  melintasi hutan belantara
Menyebrangi samudra yang tak berbatas
Memandang lagit nan luas
Menyebrangi jembatan diantara lautan lepas
Hanya aku dan kau tak ada yang lainnya
Namun berdirilah disampingku jangan terlalu lama
kau biarkaan aku bagai wanita perkasa
Temani aku mengatur kompas petualangan kita
Agar kita benar benar sejatinya memiliki satu tujuan yang sama


SEMALAM WAKTU ACARA LAMARAN

Kemarin malam ada acara tunangan anaknya saudara dari  suami
Rumahnya tergolong besar dengan ruang yg luas dan halaman yang sangat  luas
Saat acara berlangsung, usai menjadi pembawa acara yang tidak begitu resmi
Untuk menyambut calon besan dan pengantin, aku dan anakku yang nomer dua duduk di samping garasi
Mataku sempat menatap sekelebat bayangan putih disamping garasi, kupikir sorot lampu kendaraan yang lalu lalang didepan jalan, tapi setelah kuperhatikan nampak bayangan putih itu semakin jelas..
Hmm...hal yang bukan aneh dan ganjil jika akhirnya yg kulihat wajah nenek tua dengan pakaian kebaya..
Dan bau harum bungga tiba tiba tercium selintas..

Aku menarik tangan anak laki lakiku, agar  dia tak sempat menengok apa yg kulihat..
Aku sendiri sebenarnya penakut, tapi karenaa terlalu sering melihat hal aneh aneh jadi aku tidak terlalu memikirkannya.
Aku masuk dari ruang garasi, yang penuh dengan mebel yang sebagian tak lagi terpakai, juga tumpukkan barang dipojok gudang bagian dalam..
Renno anakku menarik tanganku, mam...kok serem ya...perasaan ada yg ngeliatin terus..."dia mencengram pergelangan tanganku.
" Apa sih..gak ada apa apa...ayuk makan dulu..". aku berusaha mengalihkan pikiran beningnya agar tak terpengaruh
dengan hal hal yg diluar nalar.
" Udah makan dulu, mau sate, capcay apa bakso..." aku dan reno sudah ada diruang prasmanan di ruang makan.
" Malesw ahh mam...sudah kenyang, ngantuk ....
" Maem dikit aja dulu...nanti perutnya sakit...kataku mencoba membujuknya.
"  Nggak mau ahh mam...maem Macroni schutel aja  ya...,katanya mengelanyut dipelukkanku.
"ya udah, mama ambilkan. kita makan didepan aja ya....,akupun mengambilkandua iris macroni schutel dan saos tomat dan sambal,..aku hanya makan bakmie goreng dan capcay...
"yuk...nich pegang ya..,aku terus melangkah keluar lewat garasi disamping rumah.., reno teriakk...Mammmmmmmmmm
tungguin toh,...ini loh...kayak ada yang ngeliatin terus..." dia mencengkram pergelangan tanganku.

Udahhh...nggak ada apa apa..! tapi diam diam aku melirik kearah kamar kamar yang ada diruang belakang, memang rumah tanteku singup dan sangat lembab...apa lagi banyak ruang kosong  dan lorong buat sirkulasi udara tidak buat nyaman..
Ayukkk...gak apa apa..anak laki kok takut...." dalam hati sebenarnya aku merasakan suasana yg tak mengenakkan ini..
Diteras aku dan reno duduk, sementara suamiku minta diambilkan makan, akupun beranjak dr teras masuk kedalam untuk mengambil makan buat suamiku.
"Mama...itu apaan sih...' Renno mulai peka lagi...
"Apaan..kataku pura pura nggak ngeh...
"Itu lho mam diteras depan papiliun...dekat pohon rambutan...'Reno cuma menunduk tampa mau memandang kearah teras..
" Udah...dimakan...selak ngantuk nanti.." pada hal disitu ada suamiku, dan saudara dari tanteku, dan anakku yang besar...
"Ada apa ren.." shanaz menimpali
"Emangnya liat apa Reno..." kali ini  tanteku yg nanya..
" Itu ada orang diteras...ada 3 orang..." reno mencitakan apa yang dilihat..
" Udah dimakan aja...mama ambil maem buat papa.., hlah..bukan apa apa mbak...kataku sambil berlalu menuju ruang makan melewati garasi samping..
Jujur aku merinding, ternyata anakku sudah mulai bisa melihat hal hal yg selama ini sering menganggu fikiranku.
Sejak kecil Renno memang sudah bisa merasakan hal demikian.
Sejak kecil kalau  melewati tempat yang kurang menyenangkan pasti badannya selalu panas.
Kata orang jawa Sawanan...kalau sudah gitu aku repot mencari Tombo...obat jawa buat menurunkan panas anak..
Gak masuk akal memang, meskipun sudah kedokter panas badannya gak akan turun sebelum dipijat bayi...lalu diberi kan macam macam sayarat buat dimandikan....aku sebenarnya gak begitu paham tapi biasanya tetangga yg menyarankan untuk dipijat dan dicarikan syarat..Tapi..kali ini dia merasakan ada yg lain ditempat ini, dia melihat sesuatu yg juga aku lihat.

Aku kembali membawakan makan malam buat suamiku, duduk disamping anak anak...sambil bercanda diteras tanteku.
Reno kembali mengelayut dipelukkanku., sambil berbisik.." Mama liat nggak ada orang disitu...katanya berbisik pelan..
" Iya...mamaa liat, tapi gak apa apa....baca aja alfateha...bisakan..." aku juga berbisik..agar yang lain tidak mendengar
" Kan mama juga liat kok ada 3 orang diteras itu..." Reno teriak kencang, hingga yang ada diteras kembali bertanya..
" Liat apa sih ren...kata tanteku dan Mas anok..barengan..
" Itu ada anak kecil..bajunya kayak bercahaya..., ada nenek nenek pakek kebaya, sama perempuan rambutnya kriting agak panjang..katanya dengan Lugu...
" Mana ren...kata suamiku.
" itu duduk di teras..yang perempuan dibawah pohon rambutan, iya kan mam..." reno menatap kearahku meminta aku mengiyakan..
" Heheh...iya kataku pelan...,ada mbak di teras depan...kataku pelan.
"Tuh kan gak percaya..." reno tersenyum., tapi kali ini dia tidak ketakutan.heran...aku..

Untung Tamu dari pihak besan semua duduk diruang tamu, jadi omongan anakku gak didengar, tamu.
Kepalaku tiba tiba pusing, terasa berat, seperti biasa aura yg seperti ini kadang buat kepalaku seperti berputar juga mual...akhirnya aku hanya membaca surat Albaqoroh...semampuku...agar gak terpengaruh suasana yg tidak mengenakkan buatku..
setelah tamu dari besan pulang,aku mengajak suamiku  untuk segera pulang, karena aku gak bisa lama lama berada dirumah tanteku...

Hanya ingin berbagi, bukan bermaksud menjerumuskan pemahaman yang ada tentang dunia lain..
Aku hanya berfikir kenapa hal demikian bisa terjadi..
Buatku, hal seperti ini sangat menganggu, walau apa yg terlihat  tidak menganggu
Aku  pernah mencoba rukyah...tapi tetap saja sama...
Bahkan lebih tajam dr sebelumnya..
Kenapa dari ketiga anak anakku Reno yang lebih peka...itu mulai terlihat dari usia balita...
Catatn buat anakku RENOVITO PATRA ANGGANA...


KETIKA AKU MEDITASI


oleh Bilqis Kusuma pada 11 Maret 2011 jam 4:20
Cahaya Nur illahi bersifat abstrak
DenganNya pasif aku seluruhnya berdiam diri
Dia hadir...Dia ada bersamaku
Ketika aku lupa dengan diriku
Setika aku memejamkan mataku
Aku berada di satu titik kosong
Yang membawaku berdialog dengan Jiwaku

Hati adalah pengontrol jiwaku
Hati dimana kehidupan dimulai dan berakhir
Saat dimana ada denyut kehidupan
Dan meninggalkan tubuh pada akhirnya saat kematian

Kehidupan berpusat dari hati
Bagaimana dikatakan baik atau berhati iblis
Jika harus ada yang perlu berubah
Maka hatilah yang menjadi pusat perhatian

Ketika aku meditasi
Aku berdialog dengan jiwaku
Dalam titik kosong lengang dan diam
Ketika pemisahan diri kusebut EGO atau AKU
Melupakan Tuhan dan mengejar Tujuan yang lebih rendah dalam kehidupan
Pada hal Tujuan nyata dari kehidupan Adalah kembali keasal Menjadi satu dengan Sang Pencipta
DIA bersama DIA
aku berdialog..

Seperti melayang
terbang
berputar
bersama Cahaya
Tak teraba
tak tersentuh
bahkan tak berupa
Dia  ada..ketika diam terpejam  bahkan dekat di hatiku..
Zikir hati dalam bisu yg tak boleh terganggu

BUMIKU BERSTUNAMI


oleh Bilqis Kusuma pada 13 Maret 2011 jam 20:17
SEMISAL KAU ANGGAP BUMIKU LAYAK KAU JEJAKI....MELALUI HUTAN BELANTARA YG BERTUAN.....MAKA JANGAN BERFIKIR AIR AKAN MENGALIR BAGAI IMAJINASI SANG LELAKI...BUMIKU TERJAGA SEKALIPUN SELIMUT MAYA BERKABUT TAK TERLIHAT MATA..BERHENTILAH MENGIGGAU TENTANG BUMI YANG PERNAH KAU TAPAKKI..CUKUP KAU BERHALUSINASI BAHWA AKU ADALAH BUMI YANG TAK BERBELUKAR ...TAK AKAN KAU SANGGUP MEMBAKARKU HINGGA AKU MENJADI ABU...KARENA BUMIKU TELAH TERTERJANG STUNAMI JAUH SEBELUM KAU MERAMBAH KEDARATANKU.(BY bilqis)...xixixiix

SANG WAKTU BAGAI DINDING BERLUMUT


oleh Bilqis Kusuma pada 14 Maret 2011 jam 2:06
Aku menghitung waktu yang berputar lelah
Diantara kerumaunan masa yang mengukir sejarah
Diantara sobekkan sobekan cerita yang tak beralur
Aku hanya menghitung tapi tak mengingat berapa yg kukumpulkan

Ketika satu persatu  kumpulan waktu menjadi sebuah catatan
Antara ada dan tiada tak ubahnya bagai pembatas amarah
Mana yang harus kutoleh setiap detik yang kujaga dalam genggaman
Atau sedikit detik yang sempat kudekap dalam lamunan

Ach..aku bermain main dengan sang waktu
Tidakkah hari terus saja berlalu
Melewati malam dan siang tak ubahnya bagai musyafir
Dinding dinding telah belumut nyaris tak nampak dinding batu
Kemana dinding batu berdiri
wajahnya tak lagi abu abu
Kini berubah berlumut
bagai termakan sang waktu

Demikian waktu mengubah hatiku
Ketika semua bagai tak terbendung
seberapa banyak mendung mengantung dihatiku
Hingga lelahku sampailah ke sebuah tujuan
Dimana aku hanya angan yang membatu



SEKALIPUN KAU TAMPA RUH


oleh Bilqis Kusuma pada 14 Maret 2011 jam 2:35
Kau adalah selikuhan hatiku..
ketika aku ingin berteriak menuangkan imajinasiku
Bermain dengan huru haraku diantara ilalang liar yang kucabut dengan kebencianku
Kau adalah rimbaku dimana aku ingin mengajakmu mengembara
Bahkan sekali waktu berdiskusi tentang  ketidak adilan untukku
membunuh amarahku dengan kemesraan yg kupercayakan padamu

Aku begitu gila berpeluk erat denganmu
Bagai tak ingin terlepas agar kau temani kelenganganku
Sedetikpun aku tak mau membuang waktu
Meronce kata mengukir bait bait syair dengan sakaw
Hingga separuh waktu  tertinggal jauh

Sungguh aku butuhkan engkau
tidak sekedar untuk bercinta dalam anganku
Tapi mewujudkan kegilaanku yang meradang
agar sanggup membuka mata siapapun
Biarkan kau menjadi selingkuhanku
sekalipun hanya sebuah layar bisu tampa suara tampa wajah

Kau bebas menelanjangiku agar aku betul betul menyatu dengan raga tampa ruh
Kau selingkuhanku yang tak akan pernah menyentuh ragaku
kau jaga setiap rahasia dalam suatu masa ketika aku muak dengan realita
Kaulah otak yg menyimpan seluruh halusinasiku
Hingga kumatikan saklar listrik dirumahku
Maka kau  mati tak menyala
Maka kau selalu setia untukku
Menjaga hati dan perasaan kusutku


CINTA INDAH BAK KOTORAN KAMBING

Oleh Bilqis Kusuma  14 Maret 2011 jam 3:13
Cinta buatku  bau busuk yang tak harus kusimpan dalam kantung ajaibku
Sekali waktu  aku ingin juga  menengok apa rupa cintaku
maka kubuka saja kandang kambing yang berada dikebun tetanggaku
Bau busuk....membuat muntah seluruh isi perutku
Rupanya cintaku seperti kotoran kambing
Hmm tapi masih bagus bisa kugunakan buat pupuk sayuran dikebun rumahku

Ternyata cinta busuk masih juga berguna
Bukan sekedar cinta tipuan atau cinta kebohongan
Tapi cinta bak kotoran kambing hitam bulat bak kasul ajaib
Yang tidak saja membuat subur tanaman dan tanah pekaranganku
Tapi juga bisa dikemas dan dijual untuk menambah penghasilanku
Ach...ternyata cintaku masih cukup berharga mampu membuat vitamin kehidupan lain
sayangnya ini bukan cinta untuk manusia
tapi kecintaanku  untuk memanfaatkan kotoran kambing

Demikian aku mencintai tanamanku sebagai tempat aku berdiskusi dengan kehidupan
Dimana tanamanku memberikan keindahan ketika kuberikan cinta kotorku
Tak peduli kotoran kambing bau dan menjijikkan tapi keindahan kebunku
Tak ada yang menyangsikan beragam warna kelopak bunga dan harum kenanga  memenuhi kebunku
Sungguh berbeda jauh ketika cinta antar sesama disamakan dengan kotoran kambing
Maka cinta busuk tak ada arti apapun...


KAMPUNG HATI


oleh Bilqis Kusuma pada 14 Maret 2011 jam 3:50
 
Cukup panjang perjalanan mahligai istana ruhku
Dimana aku adalah ratu didalam kubangan ilusiku
Bermain diantara tumpukkan imajinasi
bergelut dengan  tanya tak berkesudahan
Diantara tatanan yan sudah tertata
Terporak poranda dengan halusinasi tak berhati


Cukup musim untuk memetik buah
dimana benih tertanam dengan bibit terpilih
Bukan sekedar bibit belukar yang ditanam dipematang
Aku ada ruh yang bergeliat mencari raga
Dimana aku salah mencari istana
Bukan kehilangan akal pikiran
Melainkan aku tertidur panjang begitu lama

Ketika aku bangun aku adalah ruh yang tak beraga
Bergentayangan di alam bawah sadar mencari istana yang hilang
Namun semua tak kutemukan
yang ada hanya perkampungan hati Yang tak beratap
tapi aku melihat indahnya menempati kampung yang hikmat
Dengan syukur dan zikir yang tak terbatas

Seharusnya aku berada di perkampungan hati
Dengan tujuan akhir yang kupilih hingga benar benar tampa kehidupan
Ragaku entah dimana hingga ruhku mencari keberadaanya
Sungguh aku rindu kembali kekampung hati
Dimana hanya ragaku, jiwaku dan ruhku yang berkumpul



MATI SURIKU DI UJUNG SEPERTIGA MALAM

Kematian bagai diujung subuh
Digelap pekat basah dan dingin
Pencabut nyawa bersiap memutuskan silatuhrahmiku
Menarik ruhku  pada saat aku lupakan sesuatu
Mana peringatan untukku
Ketika aku lalai dalam keharusanku
ketika aku asik berkubang dengan kemunafikkanku


Kematian tak ubahnya seperti angin
Datang menyapa jika ia ingin
Bahkan ketika terik panas maupun hujan gerimis
kematian pasti datang melamarku tampa kompromi apapun
Mana undangan untukku
ketika sakratul maut mencoba meniupkan sangsakala ditelingaku
Ketika nafas tak mampu melalui saluran nafas berhargaku
Maka ketika itu tuli mata hatiku

Tak ada yang bisa ditawar
manakala ajab menungguku
Lalu kemana aku akan kembali
dengan iman dan takwa yang miskin
Sesungguhnya jiwaku telah berbisik
untuk ingat kapan waktuku kembali
Lalu perlahan air mata jatuh menetes
dengan penyesalan yg berakhir  dengan mati suri
Sebagian jiwaku terbang manakala duduk diam
dalam tafakurku disepertiga malam menjelang dini hari

Ketika usai perjalanan ruhku
aku bersujud  syukur ternyata aku belumlah mati
Aku masih ada menunggu giliranku tiba
Hanya waktu yang akan mengundang
Kapan saatku datang
Lalu jelas sekarang apa yang harus kulakukan
seperti menunggu kematian
aku adalah nyawa pilihan yang akhirnya akan kembali pulang




DISLEKSIA


oleh Bilqis Kusuma pada 15 Maret 2011 jam 3:28
Aku setahun , ini memperhatikan anakku disela keasikkanku berselancar di internet..
Mungkin hal yg tidak sama yg dilakukan para fbker lainnya
Nampak keasikkanku tak wajar bahkan terlalu sakaw didunia maya..
Aku tengah membuka wawasanku dengan membaca dan mencari informasi tentang Diklesia


Aku juga mengekpresikan semua dalam tulisan di blogku
Mengapresiasikan keberanianku tentang sebuah tulisan..dan kebenaran jika tak pantas dikatakan kejujuran.
Mungkin tak seindah para penyair atau penulis yg sesungguhnya
Aku terus mencari apa yang harus kulakukan untuk anakku
Untuk masa depan juga untuk spririt hidupnya, setidaknya akupun harus mencotohkan anak anakku
Bagai mana mampu mengaktualisasikan keinginan dan harapan..ketika aku mulai melihat masalah dari anak laki laki keduaku, aku tergerak untuk menjadi cerdas...bukan secara teori, setidaknya cerdas dalam ukuran otakku...bukan otak manusia lainnya.


Aku memanfaatkan teknologi tidak saja mencari kesenangan semu melainkan mengorek ngorek kegelisahanku, sampai aku yakin bahwa anakku seorang Disleksia..beberapa bulan sebelum hasil tes jelas..
Aku mencoba memberikan spririt buat anakku, bahwa tidak ada manusia bodoh dan sia sia
Jika mau berusaha menolong dirinya dengan mau berusaha...
Aku akhirnya memilih melanjutkan kuliah S1 hanya untuk memotifasi anakku, agar mau juga belajar dengan sungguh- sungguh.., Sekalipun usiaku tidak lagi muda namun aku ingin menunjukkan bahwa aku mampu lulus dengan target yg kutentukan,tidak harus komloud tapi tepat waktu...bahkan lebih awal... dan ternyata aku mampu lalui itu di februari kemarin, penuh perjuangan dan semangat bahwa bukan cuma teori aku harus melampaui semua dengan optimis...
Aku telah menemukan jawaban sebelum hasil test keluar...bahwa REnovito seorang disklesia..


Keinginan melanjutkan S2 harus kupupus..karena tak penting untukku jika anakku bukan siapa siapa akhirnya..
Aku baru saja mendapatkan hasil analis dari Psikolog untuk phscotest,IQ DAN EQ
Hasilnya luar biasa anakku Renovito tergolong inteligensi superior...tapi dia juga masuk katregori anak diklesia, aku hanya ingin berbagi tentang kesalah pahaman dalam menilai anak karena malas membaca dan menulis...kadang menganggap anak bodoh dan malas tampa memperhatikan factor dasar pengembangan anak...memperhatikan detail butuh waktu hingga anak memasuki usia sekolah dasar.Mungkin aku sedikit terlambat mengetahuinya krn setahun ini aku mulai menduga duga..
Seorang ibu tentu tidak akan pernah mengabaikan tanggung jawab kepada anaknya..
Baik menyediakan kebutuhan pangan,sandang juga kebutuhan skunder lainnya...lalu tidak juga mengabaikan perkembangan mental anak...
Itulah mengapa wanita dipanggil IBU...
Dia akan melindungi apapun itu, tak peduli apapun kondisi anak..dia akan perjuangkan yg terbaik buat sang buah hati...


DIKLESIA...sebuah kondisi ketidak mampuan anak dalam melakukan aktifitas membaca dan menulis, bukan karena ketidak mampuan fisik, karena masalah penglihatan.Tapi pada bagai mana otak mengulas dan memproses informasi ...
Sekalipun cerdas, jika tidak tepat penanganannya maka potensi jadi hilang karena tidak dapat mengembangkan potensi diri...aku sempat menyesal dan merasa bersalah apakah aku yg gagal menjadi seorang ibu, tapi nyatanya hal itu juga karena kelainan dr otak...hmm sama dgn ku yg juga ada sedikit masalah dgn otak..tak masalah buatku yang penting anakku dalam kondisi SEHAT..
aku hanya perlu sedikit ekstra kerja keras untuk memulihkan kondisi dimana dia harus tumbuh cerdas dengan hasil yang optimal, hasil test jelas menunjukkan bahwa dia anak pandai...
Buatku mengorbankan sedikit waktu itu terbaik dari pada akan mengorbankan seluruh usia kehidupannya....Sanggupkah aku..!! hanya waktu yang akan membawaku mengantar anakku sebagai mana layaknya Kakak dan Adiknya...setidaknya dengan kesadaran penuh tak ingin kubandingan diataranya.
kesuksesannya...terletak pada kemampuan nya bukan mengukur dengan kesuksesan orang lain.