TARIAN SANG JIWA
oleh Bilqis Kusuma pada 07 Maret 2011 jam 4:49
Jiwaku menari
diatara kata kata semisal
Bercengkrama dengan syair bisu yang tak bersuara
Mencatat kata kata diam tampa makna
Hanya semisal aku mengiba
Untuk sesuatu yg kubiarkan mengawan
Duhai..adakah nyanyian malam sanggup menyentuh hati
Diantara gerimis hujan yang telah pula turun
Sungguh aku merindu tentang kidung kidung pincang yang melengkapi kecacatan hati
Jiwaku bagai menari
diantara tarian ilalang
Meliuk diantara kunang kunang bagai lentera kesunyian
Duhai..dimanakah angin yang berhembus pelan
Menyentuh hati lalu berlalu
tinggalkan ruang bisu yang tak bertuan
Satu persatu kulucuti setiap jejak lamunanku
Kemudian kubiarkan jiwaku menari tak beraturan
Karena musikku hanya gundah yang tak juga usai
Kemudian lunglai diantara malam yang tak berembulan

diatara kata kata semisal
Bercengkrama dengan syair bisu yang tak bersuara
Mencatat kata kata diam tampa makna
Hanya semisal aku mengiba
Untuk sesuatu yg kubiarkan mengawan
Duhai..adakah nyanyian malam sanggup menyentuh hati
Diantara gerimis hujan yang telah pula turun
Sungguh aku merindu tentang kidung kidung pincang yang melengkapi kecacatan hati
Jiwaku bagai menari
diantara tarian ilalang
Meliuk diantara kunang kunang bagai lentera kesunyian
Duhai..dimanakah angin yang berhembus pelan
Menyentuh hati lalu berlalu
tinggalkan ruang bisu yang tak bertuan
Satu persatu kulucuti setiap jejak lamunanku
Kemudian kubiarkan jiwaku menari tak beraturan
Karena musikku hanya gundah yang tak juga usai
Kemudian lunglai diantara malam yang tak berembulan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar