Entri Populer

Sabtu, 18 September 2010

INTERNET BAGAI BERSELANCAR

INTERNET BAGAI BERSELANCAR

oleh Palupi Raharjo pada 18 September 2010 jam 15:31
Aku duduk lama dimeja kerjaku...memandang netbook yang selalu setia menemaniku...
Aku terlalu asik merangkai kata dan bercengkrama dengan huruf huruf  kecil yang terus menuntunku...
Aku habiskan waktu...hingga tak terasa lelah menguras fikiranku...
Ada sesuatu yang menghentak dan meledak ledak yang ingin kumuntahkan...
Ada sesuatu kesenangan yang tidak bisa kuabaikan

Aku duduk lama dimeja kerjaku...dimana aku bisa bercengkrama  bersama waktu..
Aku berhenti mana kala menunaikan tugas dan kewajibanku...selebihnya bersama netbookku aku berseluncur di alam imaginasiku..
Entah dari mana aku menemukan banyak kata...begitu saja mengalir seperti air tampa bisa kubendung...
Terlalu riskan didunia maya...tapi kujaga setiap kataku...untuk tetap berjalan ditempatnya...

Lalu adakah keresahan mengangguku...
Hmmm ternyata...tak ketemukan keresahan apapun...karena aku berjalan sebagai mana aku mau..
Jangan mengira apa yg ada didepan faktamorgana segalanya indah...banyak hal yang terus kufikirkan hingga aku mencari sebuah jawaban..
Tak kubiarkan sesuatu mempengaruhiku...sekalipun demikian asik berseluncur ...mengurai kata dan mengurai cerita...

Aku habiskan waktu disaat waktu luangku...bahkan kini begitu luang untuk sekedar berseluncur...
Dunia semakin maju...dimana internet menjadikan banyak hal yg bisa membuat kita seperti terbang kemanapun kita suka..
Lalu...sampai kapan waktu terhenti...manakala sesuatu yg kita cari tak pernah ada disini...
Belajar banyak hal...bergaul dengan talenta yg berbeda...banyak kebenaran..tapi tidak sedikit kemunafikan...

Internet membawaku berseluncur...kekota bahkan kenegara manapun yang aku mau...
Tetapi...apa yang kutemukan.....semua keindahan semu yg tak juga melegakanku...
Selalu saja menjelajah tiada henti hingga terasa lelah...
Kini aku sadari bahwa apa yg kucari hanya tersimpan dihati...selalu lah begitu...
Hingga lemah batre di netbook ku.....


WEJANGAN SEORANG MUSYAFIR

Siang itu aku dan buah hatiku pergi kesuatu tempat dimana disana adalah tempat faforite ku...
Mumpung cuaca cerah...aku mengajak anak anak ke puncak gunung didekat daerah tempat tinggalku...
Dengan mengendarai kendaraan bermotor...kami memulai perjalanan kesuatu tempat. Aku sangat suka dengan suasana gunung dimana disana aku merasa tenang dan damai...aku menularkan kesenanganku kepada anak anak....agar mereka juga mencintai alam dengan baik...tidak cuma itu sepanjang perjalanan aku bisa mengajak mereka berkomunikasi dari hati kehati...

Disepanjang perjalanan anak anak selalu berceloteh riang...awal pertama kali aku mengenalkan tempat itu anak anak protes...karena mereka takut dengan suasana yang sepi dan singgup...tapi aku katakan pada mereka bahwa kita tidak perlu takut dengan hal hal yang cuma membodohi kalian...mana ada hantu disiang bolong...belajarlah menikmati alam dengan rasa maka kalian akan merasa nyaman dengan suasana sunyi dan tenang...tidakkah kalian merasakan bahwa suara suara yg kalian dengar sangat eksotis...suara jangkrik suara gareng pung...yg melengking riuh...itu adalah hal yg sangat luar biasa indah.

Dalam kesempatan yg ada..aku mengajarkan mereka secara tidak langsung bahwa masyarakat disini sangat jauh dari kesederhanaan...setiap berjumpa dengan petani kopi..cengkeh dan pala...aku selalu menyapa mereka...anak ku bertanya...mama...kenapa mama setiap ketemu orang selalu menyapanya...apa mama mengenal mereka..." kata salah satu dari anakku bertanya...
hmm...sayang kata orang jawa kita harus sumeh...harus ramah...kitakan pendatang ...kita harus menghormati mereka..apalagi mereka lebih tua dari kita...bukankah tidak ada ruginya menyapa terlebih dahulu...dan bersedekah senyum...untuk bisa diterima dilingkungannya kita harus pandai pandai menempatkan diri...kita...kataku sambil terus mengendarai kendaraan naik keatas...sekali waktu kami berhenti menegur petani yagn tengah memetik pala.....kami turun dari kendaraan dan ikut memungguti pala pala yg berjatuihan dirumput...kubiarkan anak anak senang memungguti pala dan memasukkan dikarung yg disediakan petani pala...sambil sekali kali anak anak menjawab pertanyaan para petaninya.setelah cukup senang mereka memungguti pala aku mengajak mereka meneruskan perjalanan naik keatas...anak anak tersenyum riang dan mengucapkan salam kepada petani tua tadi..." terimakasi mbah...kata anak anakku...seraya naik keatas kendaraan...petanipun menjawab  dengan senyum...iya le...nduk..ati ati yo....

Anakku yang kecil bertanya..".mah kok mbahnya gak pakek sandal apa ndak ketusuk duri nanti ma..."sayang mereka udah terbiasa tidak mengunakan sandal mereka ..tapi mereka sehat sehat lho...tapi kalia boleh kok ndak pakek sandal tapi kalau kakinya tertusuk duri gak boleh rewel..hhhh " kataku pada si kecil.
Yachh...banyak hal yg mereka lihat sepanjang perjalanan...kadang melintas seekor elang yg terbang berputar putar diangkasa...putriku yg tertua sangat menikmati itu dia mengeluarkan trustel nikon coolpix L10nya dan mengabadikan elang yg terbang melintas...kadang ayam hutan lewat dgn cepatnya...melintasi jalanan aspal yg sepi...bahkan ular terlihat melewti rumput rumput disekitar perkebunan...hmm aku senang mengajak mereka untuk menikmati alam dgn hati.

Ketika melewati sebuah rumah kami mampir sejenak..ada seorang ibu tua membopong kayu bakar dipunggungnya..." Nuwun bu nderek langkung...kataku menyapa si ibu..."ohh njeh,..bade tindak pundi mas..katanya ramah kepadaku...mbade tindak ngipek bu...ninggali ungaran saking nduwur..kataku padanya..
Aku dan anak anak turun dari kendaraan dan duduk dibangku kayu dipinggir jalan...aku menjabat tangan si ibu  tua yg hendak  menurunkan kayu dr punggungnya..." saking pundi to mbah kok angsal kayu katah...seraya membantu ibu tua menurunkan kayu di pojok rumah..." oalah mas...niki mau saking nduwur...mumpung panas ngolek ngolek kayu obong kagem ngeliwet...kata si ibu tua seraya menyeka keringatnya..hmm pikirku...susah amat masak nasi harus cari kayu dulu kehutan...
Anakku sempat berbisik..." mahh...rumahnya kok pada bolong kayunya....lantainya juga gak ada kramiknya...apa ndak kotor ya mam..."katanya polos...untung hanya berbisik....aku hanya senyum dan jariku kudekatkan kebibirnya...rupanya dia paham kalau tidak boleh bertanya lebih banyak...

Akhirnya kamipun pamit dengan si ibu tua tadi..." njeh sampun mbah...nuwun dalem nunut leren sedilit yo mbah...anak anak pun ikut pamit dan memberi salam pada si ibu tua tadi..."njeh atos atos yo mas...katanya pada ku. Mas adalah panggilan untuk menghormati seseorang...semacam kasta yg lebih diatas mereka..itu kata orang jawa.
Setiap kali anak anak bertanya...saat itu aku merasa telah mengajarkan kepada mereka...pertanyaan sikecil dan kakaknya..baru kujawab sambil mengajak mereka terus naik keatas..." tau ndak kalian...bahwa kita udah bersyukur tinggal ditempat yg lebih baik dari si mbah tadi...kita tidak kedinginan..lantai kita walau tidak mewah tapi sudah cukup bersih...makanya kalian bisa liat gimana susahnya simbah tadi...mau masak harus cari dulu kayu bakar...
Banyaklah belajar mensyukuri apa yang sudah mama dan papa berikan...paling tidak mama dan papa mencoba memberikan yg ter baik buat kalian...hayoo...siapa yg kemarin nggak maem masakkan mama...pada hal mama udah masak...itu berati kalian gak menghargai apa yg sudah mama berikan...walau mama tidak harus cari kayu  bakar...cuma telpon kalau gas habis diambil dan diantar....tapi mamakan udah masakin kalian kan..kataku menyidir salah satu mereka yg tadi sempat bergumam..." kasian ya mam....


Yach....hari ini langit diatas cerah...secerah kami yg menikmati sejuknya suasana dipuncak gunung ungaran...
Sesampai diatas kubiarkan anak anak berlari lari riang terutama putriku yg tertua dia suka dengan kegiatan jurnalistik dan suka iseng foto foto apa yang menurutnya bagus...kadang cuma seekor kupu kupu yg hinggap dirumput...atau langit senja yg merah...bahkan kadang saat mamanya marah juga di foto...hhhhh...anak anak kadang membuatku tertawa...tapi kadang ulah mereka juga kadang membuat emosiku naik....yach itulah anak anak...hari ini sengaja aku mengajak mereka karena aku ingin kami bisa menjadi teman dan juga menjadi ibu yg baik untuknya...waktu melewati jalan setapak di kebun kopi...mereka menghawatirkan kalau kalau terpeleset dan jatuh ketebing yg disisi kanan...aku katakan pada mereka duduklah tenang...percaya pasti mama bisa menguasai kendaraan dgn baik....hmmm ketika selesai melewati jalan setapak yg licin krn sisa hujan...mereka tersenyum dan kasih tepukkan buatku...wihh mama hebat dech...aku jadi senang disanjung anak anak...hmmm...makasih kataku...cuma anak ku yg tertua yg nyeletuk...mulai dech mama lebay...hahaaha..


Aku duduk disebuah warung kecil yg kebetulan ada yg buka...aku pesan coffe mix dan menikmati pemandangan dari tempat dudukku...sejauh mata memandang hanya hamparan awan dan pohon pohon yg begitu luar biasa indah...rupanya  ada seorang laki laki setengah tua...dengan mengenakan baju serba hitam...
Tidak butuh waktu lama aku berbicang dengan beliau...rupanya beliau seorang musyafir dari kota solo...beliau sudah 3 bulan bermeditasi di dekat mushola sebelah sendang amanah...memang ditempat ini banyak yg percaya dengan hal hal yg magis...konon banyak pengede daerah jawa yg datang untuk mandi disendang amanah...dan nyekar kemakan raden...Abdullah...murid dari KH Hasan munadi...dan masih ada satu makam lagi dipuncak gunung yg aku belum pernah kesana.. mereka datang kebanyakkan.untuk meminta berkah atau sekedar nyekar..


Aku tanya kebeliau ada keperluan apa hingga lama menetap diatas gunung ungaran....namanya Pak Puji...
Beliau bercerita banyak hal kepadaku...Beliau dulu hidup lumrah seperti orang yg berkeluarga lainnya...dia pernah menikah dan mempunyai seorang anak...pernikahan mereka tidak dilandasi oleh cinta.karena sebenarnya pak puji mencintai adik iparnya...tapi karena mereka dijodohkan maka merekapun menikah...6 tn menjalani kehidupan rumah tangga,..ternyata mereka tidak mempunyai kecocokkan...karena pak puji lebih suka degan kesunyian sementara sang istri lebih suka jalan ke moll...pak puji memiliki usaha sendiri...usahanya lumayan baik...tapi karena pak puji merasa tidak tentram dan bahagia...maka pak pujipun mencoba konsultasi dgn berbagai kyai untuk minta petunjuk dengan kegelisahan hatinya...

Singkat cerita beliau akhirnya seperti mendapat bisikkan untuk meninggalkan segalanya...meninggalkan anak dan istri juga harta yg dia punya...sebagian harta diinfakkan kepada pakir miskin selebihkanya diserahkan kepada istrinya...pak puji mulai menjalankan apa yg dia percaya...melepas segala yg dia punya untuk mencari keselamatan ...ketenangan dan kemakrifatan...hmmm..dalam hati aku hanya bergumam...apa ada jaman sekarang org hidup menyepi tidak butuh apa apa...yg mana diluar sana banyak hal yg diburu setiap orang...
Pak puji tiba tiba bilang benar buk...harta itu bagi orang orang sangat dibutuhkan tapi apakah menjamin mereka bahagia dgn apa yg mereka dapat...mereka kebanyakkan gelisah dan tidak pandai mengunakan hartanya...saya meninggalkan semua untuk mencari apa yg saya butuhkan dalam hidup saya...makanya 2 thn pertama saya mulai hidup dgn baju yg saya pakai berjalan sesuai hati yg saya ingin...saya makan dari apa yg saya temui di jalan saya minum dgn apa yg diberikan oleh tuhan bisa jadi saya minum air hujan...atau apa saja yg penting saya tidak minta kalaupun ada yg memberi itulah pertolongan allah...

Dua tahun pak puji menjalankan semua itu untuk mencari apa yg dia cari dalam hidup ini...dia mengatakan padaku hidup ini yg terpenting iklas sabar dan tidak berprasangka buruk...dan tidak meninggalkan sholat 5 waktu....hmm bener juga batinku...tapi tidak segampang itu...kan..
Seperti bisa membaca fikiranku...pak puji tersenyum kepadaku....memang sulit bu...tapi itu harus tertanam dihati kita...makanya saya menjalankan ini lama...selama 8 tahun saya berpindah pindah sampai kegunung pengalengan, gunung lawu dan berbagai tempat lainnya...yg saya dengar semua sama...untuk bisa hidup tentram tenang damai semua itu harus ada dalam hati kita....kita tidak bisa mencari ketenagan dimanapun...ketenangan itu hanya ada didalam hati kita masing masing....ibu percaya....dia bertanya padaku...akupun hanya tersenyum...

Aku kepuncak gunung ungaran juga mencari ketenangan...tapi kenapa harus mendengarkan cerita pak puji yg notabennya seorang musyafir yg bermeditasi di sini...hmmm apa maksudnya..
Ibu tau sebelum ibu datang saya sudah dapat bisikkan bahwa akan ada tamu bertemu saya...
Biasanya saya tidak pernah berada  disini dan berpakaian rapi seperti ini...ternyata saya akan bertemu ibu..katanya lagi..hmmm ada lagi pikirku...
Yach...ibu boleh percaya atau tidak tapi saya tidak ingin membuat ibu yakin dengan ucapan saya...ibu tau apa yg ada disekitar ini semua ada tulisan...ada pesan yg disampaikan...ibu bisa rasakan dari angin...tanah..api dan air...ke empat unsur ini adalah pesan kehidupan...." hlah angel banget menterjemahkan kata kata pak puji...
Saya melihat ibu punya sesuatu yg lain dari orang umum lainnya...kalau ibu tidak paham apa yg saya katakan seperti biasa orang orang yg datang kesini kalau bertemu saya dan bicara dgn saya kalau tidak tidur ..mereka pasti pergi menjauh dari saya...tapi saya tau ibu paham dgn apa yg saya sampaikan walau semua masih tersirat.

Aku sendiri tidak mengerti mengapa harus mendengarkan kata kata pak puji...laki laki setengah tua yang pandangan matanya dingin tampa ekpresi apa apa...yach..aku hanya mendengarkan kata katanya saja...
Ibu untuk mencari jati diri dan ketenangan hati ibu tidak perlu ngelakoni apa yg sudah saya jalani...tapi ibu boleh coba...berendam di air duduk sila...dengan air seatas dada tampa mengenakan apa apa...kalau ibu mau beli tanah yg sumber airnya bagus buatlah kolam khusus buat ibu dan buat pondok kecil buat ibu bermeditasi..
dalam meditasi ibu selalu berzikir dengan menyebut nama Allah...setelah itu ibu tutup dengan Alfateha...
insyak allah jika ibu jalankan sholat 5 waktu dan apa yg saya pesankan ibu bisa melihat hasil dari apa yg ada pada diri ibu...

Aku sempat berfikir ada apa dgn pak puji...beliau menebak nebak apa yg ada dalam fikiranku...terus apa untungnya aku..aku tidak sedang mencari ilmu...aku hanya ingin mengajak anak anak untuk bisa menikmati alam dgn hati .tapi kata kata pak puji ada juga yg baik.
Pak puji juga katakan ibu tidak harus berfikir dgn akal karena itu akan bertentangan dgn hati...dan itu akan selalu saja menjadi pertanyaan yg terus saja ibu ulang dan terus diulang...apa yg saya katakan suatu saat pasti ibu jalani...ibu percaya ratu adil...atau satrio paningit...walah...opo maning iki...blas aku ndak mudeng..."batinku.
Ach,,,tau dengar pak !! tapi ndak faham..siapa beliau beliau itu...sekilas aku melihat senyum pak puji yg dingin tampa ekpresi apapun.

Jaman sekarang seorang sufi yng sudah mencapai makrifat tidak dilihat secara lahiriah dengan memakai sorban...seorang yg berpenampilan gelandanganpun...bisa jadi seorang suffi...
didunia modern seperti ini seorang pengusaha...pejabat...jendral ada yg sudah mencapai kemarifatan itu...
insyak allah ibu bisa buktikan jika ibu sudah menemukan jati diri serta kepercayaan bahwa allah itu ada..sekalipun ibu mengakui bahwa ibu beragama islam...." aduh..apa lagi yg dibicarakan pak puji ini,,..
gak bisa masuk dikepalaku...tapi anehnya aku terus saja duduk mendengarkan kata katanya.


Dan yang terpenting ibu...jika dihati ibu mengatakan sesuatu hal maka ibu wajib melaksanakannya...jangan sampai ibu ingkari karena ibu akan menerima akibat yang sudah ibu ingkari...
jangan ibu fikirkan kata kata saya tapi rasakan saja....saya liat ibu punya naluri yg kuat membaca fikiran orang...tapi maaf jangan ibu percaya bahwa nantinya ibu akan menjadi seorang paranormal...
hhhh...ada lagi fikirku...bicara apa pak puji ini...batinku.
Coba saya liat cincin ibu....maaf katanya meraih tanganku...memang aku sedang memakai cincin yg kebetulan ada batunya warna hitam...ohhh ya boleh tapi ini cincin biasa pak gak special....". akupun melepaskan cincin yg kupakai dan menyerahkan pada pak puji...

Dia mengamati cincinku dan tersenyum memandangku....ibu masih keturunan yogya dan banten."..katanya.
lho...aku sempat bengong terperanjat dengan penglihatan mata batin pak puji...aku mengiyakan..hmm ya benaer...kataku..."Ibu percaya kalau ibu memiliki hal yg kuat dalam membaca fikiran seseorang...dan ibu bisa mencapai sesuatu yg kini tenggah ibu rintis..."katanya menatapku...hmmm gak tau pak...saya gak ngerti kataku sambil menginggat inggat apa sebenarnya yg ingin kucari...
Karena langit mulai mendung...aku akhirnya pamit dengan pak puji...ketika aku bersalaman dengan beliau...beliau mengenggam tanganku erat dan mengatakan..." kita akan ketemu lagi di Jogja..".
aku cuma tersenyum...tidak menanggapi pertanyaan pak puji aku mohon pamit dan mengucapkan salam kepada beliau...

Aku memanggil anak anak yg riang bermain dengan seekor anak kambing yg diikat disebuah pohon milik yg punya warung.aku ajak mereka pulang karena mendung sudah nampak mengantung...merekapun mengucapkan salam...dan kami melanjutkan perjalan pulang.
Hmm...aku menemukan banyak hal untuk kurenungkan tapi setidaknya...perjalananku kepuncak gunung membuat anak anak senang.dan akupun menemukan sesuatu pembelajaran dari seorang bapak puji yang membagi pengalaman hidupnya.walaupun dia mencari sesuatu yg sulit bagi orang orang di jaman modern...
yang masih banyak tuntutan...dan memiliki keinginan duniawi...semata.






@ Catatan buat seorang musyafir...aku bisa mencerna sebagian dari apa apa yg beliau sampaikan semoga aku bisa memilah milah kata bijak yang kuterima.











.

Kamis, 16 September 2010

PUCUK PINUS YANG KERING

Menyapa angin dipucuk pinus....merayap membelai kuncup
Sementara burung kenari hinggap diranting nya...bertenger berteduh dari terik yang panas...
Kubiarkan angin membelai wajah...mencumbui hingga lelah
Aku hanya duduk diam memandang  langit yang terang benderang

Pucuk pinus perlahan tersentuh terik yang menyengat...
 Perlahan membakar dedaunan yang baru saja bersemi...
Demikianlah aku merasa seperti pucuk pinus yang terbakar kering oleh rasa gundah
Tetapi aku tak mampu menepis rasa yang membelenggu hingga kering jiwa dan rasaku







KAU YG MENGISI HATIKU

Taukah engkau bahwa tak kubiarkan siapapun mengusik hatiku
Tak kubiarkan hadir walau hanya sekejappun...
Taukah engkau bahwa tak ingin hatiku bercengkrama bersama angan
Tak kubiarkan untuk melihat kedalam nya

Taukah engkau bahwa kubiarkan hatiku kosong hingga semua tak bermakna apa apa
Tapi taukah engkau bahwa  kau hadir mengisahkan hal yang pedih
Tetaplah kau diam pada tempatmu jangan pernah hadir mengisi hatiku
Tetaplah engkau baik ditempatmu dimana kau hidup dengan kehidupanmu

Tauka engkau bahwa setiap kali engkau hadir hanya tinggalkan rindu yang tak berkesudahan
Hingga aku takut memandang mu walau dengan rasaku yang tak ku mau
Tetap saja begitu jangan pernah menyentuh
Tetaplah seperti angin yang melibas setiap sudut alam yang menanti

Jika kau tanya rasaku maka tak akan  kukatakan  bahwa kau yang mengisi hatiku 
Tetaplah kau menjauh jangan sekalipun kau mencoba membuka tirai hatiku
Sebab aku tak ingin engkau tau bahwa kau yang mengisi hatiku
Karena aku takut mencintaimu....

INDAHNYA PERSAHABATANMU

INDAHNYA PERSAHABATANMU

oleh Palupi Raharjo pada 08 Januari 2010 jam 17:13
Dalam gelap cahaya bulan. kubiarkan angin menyapa lembut keningku....aku menatap dunia maya dgn suasana hatiku... ada kegembiraan yg sangat
Menuai dalam kata yg tersurat...celoteh bak remaja di usia belia bercengkrama dgn dunia yg tak nyata.... namun semua ada dan bukan khayalan
berbagi... entah kepada siapa ....ada kawan lama ...ada kawan baru..ada saudara dekat... ada saudara jauh... bahkan tak kenal siapa mereka..tp semua berbaur disana
dalam kesendirian aku kadang hanya tersenyum membaca ribuan tulisan yg berjejer tawarkan pertemanan...ada kata kata santun ada kata kiasan ada kata serampangan
banyak kata yg tak jelas... banyak juga kata kata bijak.... menebar pesona dgn isyarat yg cuma mereka saja yg tau...hmmm sesaat aku bergumam...apa yg kucari disini...kata dalam hat.i

Disuatu sore ketika langit cerah pertama kali kumasuk didalamnya... yg kuingin... bertemu kawan lama...
kegembiraan yg luar biasa menjadikan aku seperti wanita remaja.. begitu banyak teman yg kutemui dgn segala karakternya
aku hanya menjadi penonton karena aku tak ingin lebih dalam hidup didunia maya...waktuku terlalu asik dgn kesendirian dan tulisan
hingga kuputuskan ikut bercengkrama didalamnya...ada hal yg terlewat melihat kelompok kelompok yg bercengkrama...ada hal yg murni pertemanan
ada yg saling menyindir dgn kata yg sehalus halusnya...ada basa basi yg tak beralasan...bahkan ada kalimat suci yg menentramkan...kadang cuma sekelompok kata yg tak ada apa apanya


Dikesempatan lain akupun bekelana di balik BILIK SASTRA kutemui pertemanan yg saling berbagi inspirasi...berbagi dalam mencurahkan suasana hati
disini aku temukan tempat untuk mengaktualisasikan apa yg ada dalam imaginasiku...tentang rasa senang... sedih...rindu maupun cinta sungguh aku menemukan sebuah cawan nuraniku...

INDAHNYA PERSAHABATANMU 2

Tak cukup waktu untuk lepas dari dunia semu.. bercanda dikesempatan apapun
Tak habis kata ungkapkan rasa yg terpilih dikalbu...hingga satu masa berkutat didunia maya
Tak tergambarkan apa apa yg terpaparkan.... terkadang lupa apa saja yg telah dikatakan hmmm haruskah demikian
Ternyata bukan itu yg kuingin...

Banyak teman bukan berarti sahabat...itu yg terlintas...seperti camar yg terbang sendirian melayang tak hiraukan sekeliling...
Banyak cinta yg diberi tapi bukan cinta sejati....aku tidak melihat apakah ada persahabatan yang indah...berbagi dalam apapun...
Bercengkrama dalam kasih yg tak lekang oleh waktu...aku tidak melihat ada ruang hati yg dapat menguatkan dan keadaan senang ataupun sedih sekalipun...
Aku tak menemukan apa apa kecuali sesal....yach sesal yg membuat aku tak pernah percaya tentang siapapun...tentang nurani yg terlanjur tak bertepi....disebuah perjalanan yg tiada akhir...
Tapi ketika rasa ini tak kupercaya ternyata persahabatan sejati itu bukan sebuah cerita....aku ada ditengah tengah mereka walau aku tak mengenalnya...nuraniku yg mengatakan bahwa aku percaya bahwa indahnya persahabatan mereka

Bagiku indahnya persahabatan itu adalah kebersamaan yg tulus..
Sekalipun kemarahan itu ada tak jua memisahkan hati yg telah memilih...
Persahabatan bagiku bukan perbedaan apapun...semua sama hati pikiran dan ucapan.
Saling menguatkan membangkitkan...menyemangati...bersuka cita dan bersedih bersama.

TANGIS BUNDA DIMALAM TAKBIRAN

seorang gadis remaja menangis disudut ruang hatinya teriris pedih melihat bundanya menangis.tak berapa lama didekati sibunda seraya bertanya"ada apa bunda...".kataku.sang bunda segerd menghapus air matanya.masih tersisa disudut matanya "tidak..bunda tak menangis hanya tadi kelilipan debu dipasar.bunda mencoba menutupi kesedihannya sekalipun memang barusan dr pasar.Aku terus mengamati bunda yg memang baru pulang dari pasar yg tengah mempersiapkan lebaran yg tinggal beberapa hari lagi,tapi aku tidak melihat apa apa yg dibeli.Ada apa dgn bunda,kenapa bunda menangis..aku ingat bunda belanja diantar pakdeku,aku tinggalkan bundaku yg sudah masuk mengunci kamarnya.Kulangkahkan kakiku kerumah pakde yg tidak jauh dari rumahku..sesampai didepan rumah kulihat pakde yg baru saja memasukkan kendaraan keteras rumah pakde menoleh kearahku dan menyapaku..."nin..masuk dari mana...? tanya pakde.aku masuk kerumah pakde dan duduk diruang tamu..".dari rumah de...".tadi bunda kepasar ya de..kok nggak belanja..".kataku sambil memperhatikan pakdeku.Aku melihat perubahan pada wajah pakde..dan kemudian duduk disebelahku...".tadi kepasar bundamu ketemu abimu dgn ummimu...".ummi yg dimaksud istri muda abi..sesaat jantungku berdegub menahan marah..tapi aku ingin tau apa yg terjadi..".terus pakde.kataku ingin tau..." yach gimana ndak panas bundamu melihat ummi dan abimu belanja dgn banyak bawaan,sementara bundamu belanja aja bingung mau belanja apa saja uang yg dibawa cm 300rb.pada hal kau dan adik adikmu belum dibelikan baju.belum lagi kebutuhan buat lebaran.."Air mataku jatuh dgn deras.aku tak hiraukan lagi cerita pakde.aku minta pamit segera pulang nemui bunda.Aku tau bunda sangat bersedih..aku ingin menghibur bunda...sesampai dirumah bunda sudah tak lagi menangis ada senyum yg pahit ketika menyapaku.."dari mana nin..nich bantuin bunda bersihkan kacang.."di baskom plastik aku lihat satu kilo kacang tanah yg sudah direndam air hangat.aku duduk dekat bunda seraya mencuri2 pandang kearahnya."nin tahun ini nggak pakek baju baru ya."bunda mengajak aku bicara..suaranya berat menahan perih..biar adi dan dedi yg dibelikan ya.."akupun berusaha menjawab dgn tegar.."iyalah bun..yg penting adik2 aja..nina pakek baju yg lama masih bagus bun.."kataku tegar.Aku melihat bunda menangis dan berpura pura bangkit dan berlalu..ketika kembali lagi membawa tas kresek yg berisikan baju adik2ku.."adi...dedy..sini..kedua adikku tengah bermain di halaman depan.Adi dan Dedy segera mendekat.ada apa bunda.."ini baju lebarannya satu satu ya."sambil membersihkan kacang aku melihat adik2ku mencoba kaos murah yg dibeli bunda...yach bunda memang sudah lama menderita..sejak abi mempunyai istri baru..bunda wanita kuat dgn ke 3 anaknya bunda tak pernah bersedih didepan kami.walau api masih pulang walau jarang sekali..bunda selalu bilang abi sedang dinas luar..Adi dan Dedi teriak riang sambil lari2.." baju baru..baju baru..".Aku hanya menatap kepolosan adik adikku.dulu waktu abi ada kami past4 diajak ketoko JM untuk berbelanja baju lebaran..dua tiga stell pasti dibelikan belum lagi sepatu dan sandal.hmm aku cuma mengingat lebaran 4thn yg lalu.sejak itu semakin hari kami hidup dalam keprihatinan.ach aku mendesah tak terasa selesai sudah aku membantu bunda mengoreng kacang dan membuat kue satu..didaerahku lebaran pasti menyediakan kue.kue.walau tidak sebanyak dulu 5 toples cukuplah membuat kami sama dgn tetangga yg lain.Sehari menjelang lebaran bundapun sibuk membuat ketupat yg tadi kamibuat selongsongannya bersama tetangga lainnya.15bj cukuplah buat kami ber4.Untung bunda punya 2 ekor ayam piaraan jd kami bisa buat opor ayam.selesai masak rendang sayur kacang...tak terasa waktu buka terakhirpun tiba..dgn masakkan yg kami masak tadi kami berbuka...alhamdulillah kami tamat berpuasa termasuk adi yg 8thn dan dedi yg baru 6thn.Selesai berbuka aku membereskan meja..Bunda melanjutkan sholat magrib.Aku membersihkan rumah untuk mempersiapkan idulfitri...Aku hendak kebelakang kudengar pintu depan ada yg mengetuk.."Asalamualaikum...aku mendengar suara abi..aku berlari senang ketika mendengar suaranya sudah lama abi ndak pulang".waalaikum salam abi..kataku seraya membuka pintu...,aku salaman dan mencium tangan abi.."bunda mana suara abi meninggi...tidak menunjukan rasa kangen seperti harapanku..."lagi sholat abi duduklah dulu rani buatkan kopi ya bi".akupun kebelakang membuatkan kopi abi..tak lama aku membawakan kopi buat abi..aku mendengar suara ribut dikamar bunda...tak lama pintu dibuka..aku menyaksikan pertengkaran abi dan bunda..."Abi ceraikan bunda..menikahlah abi dgn perempuan tak tau diri itu...".Abi nampak juga marah dan bicara keras..bunda udah buat malu abi ribut dipasar jadi tontonan orang..abi malu tau ndak.."aku tetap menyaksikkan pertengkaran bunda..tampa dapat berbuat apa2.untung adik2ku tengah dimasjid.bi..bunda yg sakit bunda bw uang 300rb buat belanja lebaran tapi abi borong belanja segitu banyak dgn perempuan itu.abi nggak sadar apa anak anak butuh abi!..teriak bunda..."Ach dasar...ayah memukul bahu bunda..aku yg sedari diam segera mendorong abi..tenaga kecijku ternyata sanggup membuat abi jatuh.."jangan pukul bunda abi jahat...abi jahat..teriak ku histeris..bunda memelukku erat..dan menyuruh abi keluar...pergi abi..pergi..bunda tidak mau adi dan dodi melihat abi memberikan contoh tak terpuji..."bunda megusap kepalaku dan memelukku dgn erat..aku merasakan sakit hati bunda.Abi beranjak keluar dan membanting pintu..Brakk suara pintu menghantam hatiku....Bunda dan aku menangis di iringi suara takbir yg bergema di hati kami...kini aku tau mengapa bundaku selalu menangis saat sendiri...kini aku tau kenapa kami harus menghadapi keprihatinan..kini kami mengerti kenapa masa kecil kami tidak sama dgn teman2n...17thn tlah terlewati beban bunda berangsur berkurang...dodi sibungsu kini menjadi polisi dgn pangkat letnan dua dan sekarang kuliah hukum smester VII Adi Ir pertanian dan bekerja di Kalimantan sebagai office meneger.Sementara aku hanya ibu rumah tangga yg lulusan D3.aku hanya usaha sampingan mengirim batik dan MLM dua buah product.alhamdulillah suamiku cukup dgn jabatannya sebagai pimpinan disebuah insntansi.Doa bunda sungguh luar biasa.ketabahan bunda membuat kami kagum.Hormat dan kasih kami tidak sebanding dgn air matanya.Selalu mengajarkan kasih dan indahnya berbagi.

secangkir kopi malam ini

Bulan diatas bukit merah merona...dingin menusuk tulang tak lagi terasa kelu..aku menatap senyum bunda duduk diam memandang bulan terang...secangkir kopi dimeja teras menemani bunda memandang jauh...ada apa bunda..diammu seakan ingin luapkan rasa...Malam ini kuhadiahkan buat bunda...mengenang lembaran kisah yg terlewat demikian lama...Tak ada yg lain hanya kita berdua...cerita indahnya hari dgn secangkir kopi...hmmm wajah tuamu membuatku iba..tapi kekuatanmu sungguh luar biasa.tak terbalas kasihmu bunda.

UNDANGAN HATI


oleh Palupi Raharjo pada 03 Februari 2010 jam 6:28
Kiranya kucupkan sampai disini...seperti pagi yg mendung tiada bermentari...berhenti bukan pergi...menjauh bukan benci...seperti mata air mengalir kedinding hati..meredam asa yg terpelintir.tertancap hingga kehati..DATANGLAH..jika kalian ingin berbaur bersama pada nuansa yg pernah kalian ukir.HADIRLAH...jika kalian ingin..bukan karena memandang apapun.Banyak yg menunggu silahturahmi indah...bukan keresahan seperti berjalan dijembatan SIROTOL MUSTAQIM..kiranya kucukupkan undangan silatuhrahmi.........

REMBULAN MERAH

Rembulan merah kembali hadir sinarnya merata dilautan gelap...tampa dermaga dan secocinya...hanya riak kecil yg menyapa tepian pantai hadirkan guratan malam yg dingin.

Rembulan merah kembali bersinar biasnya menyentuh kidung rindu pada bintang yg tersembunyi diantara awan.....kemana satwa yg bercengkrama ditenangnya gelombang...hanya sesekali camar malam melintas dibayangan rembulan dan memecahkan tenangnya lautan.

Senjaku sepi tampa pelangi namun keindahan purnama yg pancarkan sinar keperak perakan membuatku tenang...indahnya malam tak kan kubiarkan berlalu...hingga hamparan pasir bagaikan curahan hati yg tak terhitung ...seperti butirannya.

Terimakasih tuhan kau ciptakan pelangi..purnama yg bersinar terang..demikian rembulan merah yg teduh tenang...seperti halnya bulan separuh yg romantis beserta bintang yg genit
mentari yg hangat kala siang...mendung yg pekat dan dingin...semua anugrah yg diberikan.....selembut dan sebening hati dalam nikmati indahnya hidupku.
amin.

Kenangan itu tlah berlalu..

Kenangan itu tlah berlalu..

oleh Palupi Raharjo pada 14 Februari 2010 jam 18:41
Merambat malam kebilik sunyi... tak terdengar celoteh jangkrik digelapnya malam
Dingin membuatku berpikir untuk sekedar menoreh syair...pada kisi hati yg tak terputus oleh waktu
Asa memilin palung hati menebar wangi rindu keberanda hati...berayun melambung bagai tiada henti
Kenangan itu indah sesaat bercengkrama dgn logika...bergelanyut menciutkan raga dan asa
Tak kuhentikan hingga kutemukan suatu keyakinan tak kan kubiarkan kenangan mengungkit asa yg terbuang.

Kita berjumpa sesaat aku lupa...sosok yg kuabaikan bertahun tahun lamanya..yach tak terbayang walau sekejab....karna kau masa lalu
jendela hati yg pernah kau buka lambat laun tertutup tampa kata...perbedaan pisahkan kita berjalan menjauh dgn rel yg berbeda....arah....
Tak ada kata berpisah tak ada kata pamit untuk tegaskan apapun....yach cukup semuanya berlalu tampa batas waktu...dan semua berlalu begitu saja.....

Kau pernah tampa sengaja melukai hati dan jiwa...menebar bibit kemarahan yg teramat sangat...mengoyak rasa dan mencongkel harapan.....luka itu lama....tak terbatas waktu....
Jika harus jujur.... aku tak pernah membencimu....satu masa yg kuangap indah dan menyakitkan telah terlampaui bertahun lamanya.....dan cukuplah membuatku lebih tau apa yg pantas untukmu...
Tak ada yg kutupi cerita masa laluku....hingga sesaat kau hadir kembali semua begitu lugas kusampaikan hingga kepercayaan itu diselempangkan di pundakku...
Terimakasih untuk sebuah kepercayaan yg mengijinkan sekali waktu untuk berjumpa dgn masa lalu....hingga ku tau... kau tak pernah dapat lupakan aku...bahagiakah aku....tidak... tak akan pernah ada.... sisa waktu...
Berlalu saja dr kehidupanku...karena hal itu tak penting lagi buatku...aku punya mimpi yg berbeda jauh saat kau ada sesaat untukku...perbedaan itu yg menjadi jarak...dan kita hargai itu dlm sekian waktu...kita telah temukan mimpi...
Tak perlu lagi kita berbagi...cukup kau tau aku bahagia...dan juga kehidupanmu yg juga sama...ternyata waktu yg tersita menyempatkan kita berjumpa...disaat aku lupa?...yach jalan kita semakin berbeda lebih jauh dr sekian waktu yg terlewati... sebelumnya.....

Kesetiaanmu juga kesetiaanku adalah kehormatan yg mutlak buat kita...siapa yg bisa menolak masa lalu...tapi cukuplah bagai peron yg tertinggal jauh...tak akan terlalui kembali....karena aku memilih terbang bersama cita cita dan harapanku....memupuk harapan dan tujuan yg sama dgn penerbangan yg sama...
Hargai pertemuan ini sebagai silahtuhrahmi....dan kita hargai sebagai perpisahan yg indah...tak ada tangis...tak ada lagi kebencian......ternyata kenangan itu masih ada namun tak segetir sebelumnya... yg ada doa untuk kita agar kebahagiaan akan menjadi milik kita masing2...bersama mimpi dan harapan masing2...
Selamat tinggal kenangan.... cinta pertamaku yg karam karena perbedaan...indah pedih berkubang dihati tp benci itu tak pernah ada...hingga terlupakan dgn sendirinya....bersama waktu....kini...kau bayangan yg pupus hingga kedasar hatiku...sekian lama bersarang dilubuk hatiku....
Tak ada yg tersembunyi tentang masa lalu yg sempat tetap dihati....terima kasih buat pendaping hati memberikan kepercayaan kepadaku bertemu akan masa lalu ...

Hal yg kuangap tak biasa.

Hal yg kuangap tak biasa.

oleh Palupi Raharjo pada 16 Februari 2010 jam 20:34
Pernahkah kamu melihat sisi kehidupanmu yg berbeda...aneh diluar nalar kita..beberapa kali kulihat laki laki berjubah putih dan besorban...selalu mengikuti aku dibeberapa tempat rumah tinggalku.Saat aku masih kuliah suatu malam saat selesai sholat malam...tiba2 dijendela yg berjeruji besi, tiba tiba sesosok laki2 berjubah putih menatapku tampa ekpresi dan suara. hingga aku sujud seraya istifar hingga ajan subuh tiba.Setelah aku menikah hal itu terjadi lagi saat hamil tua.malam itu aku akan kebelakang tengah malam aku melihat laki2 bersorban itu setelah sekian lama tak kutemukan. hal yg aneh...menurutku krn disekitarku tak ada jalan menuju mesjid apa lagi semua kolam ikan
lama kuacuhkan sampai lahir putri pertamaku..selang beberapa thn pindah kesuatu tempat...diambarawa..tradisi jawa tetap kuikuti dgn mencari hari baik tumpeng dan uberampainya begitu jg pengajiannya...sewaktu didapur hal aneh kembali kutemui..aku melihat laki2 berjubah putih melewati pagar berduri hilang ditembok kamar mandi disamping dapurku...aku memangil suamiku yg lagi duduk di ruang makan.kuceritakan kl aku melihat laki2 berjubah itu melintas dipagar berduri disamping dapur tempat tinggalku.
seperti biasa suami mengabaikan ceritaku...setahun setengah menjelang kelahiran anak kedua juga seminggu hr terakhir dirumah itu..kembali hal aneh kualami kali ini suami dibelakangku.saat hendak masuk kamar mandi...tiba tiba aku terdorong dr dlm kamar mandi...sekelebat secepat kilat bayangan putih mendorong tubuh buncitku..untung suami dibelakangku dan menangkap tubuhku yg terdorong kuat.suamiku menganggap aku ceroboh tidak berhati2...pada hal aku yakin ada yg mendorongku...
setelah pindah ke muntilan aku takut hal yg sama akan terjadi apalagi ditempat tinggalku ini bersebelahan makam romo sanjoyo pendeta digereja dekat situ.4thn semua baik2 saja.pada hal saat mengurus caterin di sana aku sudah start kerja jam 3 malam bersama ibu2 yg lain yg membantuku menyiapkan konsumsi buat pelatihan petani ikan di asrama disamping rumah dinas tempat tinggalku.walau asrama bisa dikatakan bangunan tua.alhamdulilah aku tak mengalami kendala justru pernah peserta pelatihan melihat hal aneh di asrama.
Beberapa hr menjelang pindah ada anak2 dr luar kota yg praktek kesurupan.entah keberanian dr mana aku ikut suami keasrama sudah ramai org tp anak itu blm ada yg nolong.aku minta segelas air putih dan kubacakan alfateha dan annas kusuruh teman2nya meminumkan air di gelas yg kudoakan tadi.ntah ide itu tiba2 saja mengerakkan hatiku untuk melakukannya.aneh saja menurutku.tp alhamdulilah pelajar yg lagi magang itu sadar.
Malam sehari menjelang kepindahan...aku berdiri di belakang rumah kebetulan suami tidak jauh drku.tiba2 disampingku wangi bunga melati begitu harum hingga merinding bulu kuduk ku. cepat2 aku ucapkan salam...Assalamualakum...aku pangil suamiku setengah teriak..suamiku langsung mendekat.kukatakan sj bhw disamping kananku wangi pada hal di kanan depan belakangku tidak sewangi ini.aku merasa seperti ada yg berdiri disamping kananku.suamiku ternyata mencium wangi yg sama dgn cepat ditarik tanganku masuk kerumah.
Besok hr kepindahanku kali ini bukan rumah dinas tp kontrak disebuah desa.entah mengapa aku tertarik dgn rumah didesa sedan itu,mungkin krn besar dan murah...udah 2hr sebelumnya dibersihkan karena cr hari buat pindah.Aku bertemu teman dia cerita padaku kenapa cr rumah disitu .angker..yg punya piara buto ijolah..ah menurutku keirian org desa itu saja melihat keberhasilan org desa yg sukses.tp memang rumah itu kosong.sebelum dibersihkan memang ada anak laki2 yg punya rumah yg tinggal disitu.aku jg sempat bertemu..
tapi meninggal 7hr sebelum kepindahanku.Tiba2 menjelang kepindahan aku agak ragu...mau percaya terlanjur kubayar..sempat perang batin...hingga akhirnya aku konsultasi dgn pengurus pesantren al iman dibelakan komplek rumah dinas....ustadku bilang betul adanya disetiap rumah ada penghuni jin dan sebagainya..tp dgn sholat dan senantiasa dibacakan alquran maka rumah menjadi terang dan malaikat akan singah dirumah yg selalu berkumandang ayat2 suci.Maka disarankanlah aku membaca surat Albaqoroh untuk memohon perlindungan.
Terbukti ketika aku pindah selesai pengajian sehabis magrib aku mulai mengaji...ditengah2 tiba tiba aku merasakan bayangan tinggi besar memelukku drbelakangku...berulang2 aku istifar ASTAFIRLAH HAL AZIM...kurasakan begitu kencang cengkraman itu...hingga aku sujud mendekap qur,anku
Sungguh aku tak pernah merasakan langsung seperti itu..mertuaku yg jg datang jg lagi zikir diruang tamu merasa aneh melihatku mengaji tapi membungkukkan badan.sempat menyuruhku istirahat kalau capek.Tapi aku harus selesaikan bacaanku.. selesai jus albaqoroh yg kubaca..memang aku merasa
lebih tenang dan auranya tidak seperti saat masuk pertama kali.Tiap hr kustel cd murotal agar rumah ini betul betul bersih.2 tahun kedepan aku pindah menempati rumah baruku di sala 3.Tetap tak ada beda? aneh...

ANDAI AKU BISA BETAPA AKU INGIN

Andai aku bisa merangkai kata yg aku ingin...andai aku sangup muntahkan rasa yg mengantung..andai semua itu dapat kuceritakan maka legalah hati dan asaku...
Tapi semua tak kan mungkin sangup kusampaikan tak akan pernah...hati begitu sesak hingga menutup rongga nafasku...Andaikan aku mampu betapa ingin kumuntahkan kesetiap dinding ragaku...
Andaikan pintu itu untukku hingga tak akan keluar dari dalamnya....atau sekedar menengok ada siapa didalamnya....andaikan aku sanggup berlalu dari kejenuhanku maka akan kutinggalkan hatiku pada tempat yg terjaga dari setiap kegundahanku
Andaikan semua dapat ku lakukan menandai hati dgn kebaikan...menoreh yakin bahwa aku sanggup...atau sekedar janji untuk tetap diam membisu tampa kata dan isarat apapun...andaikan aku sanggup untuk tetap dgn pikiran baikku...
Seperti diamku senja ini.....tetap dalam diamku..

BERBAGILAH PADAKU oleh Palupi Raharjo pada 19 Februari 2010 jam 13:23

Maukah kau berbagi padaku...tentang apa yg kau sembunyikan dihatimu...katakan saja karena aku malaikat kebaikanmu...tak perlu sembunyi karena aku butuh kejujuranmu...dengan begitu kau terjaga dari hal yg buruk...
Maukah kau datang padaku disetiap gundah yg hanya kau tau...tak usah ragu karena aku selalu ada di pundak kananmu...tetap saja berjalan seperti yg telah kau lakukan...jangan dengarkan suara yg lain yg akan memenuhi catatan kealfaanmu..
Maukah kau yakin hanya satu pintu tempatmu tertuju dimana tak akan lebih berharga disuatu masa suami anak harta dan handai tolan kecuali kepada qalbum salim.... hati yg selamat...janji itu tak akan ingkar karena pintu itulah yg kelak harus kau tuju...


Saat diammu diserambi masjid istiqomah sesungguhnya kau jujur sampaikan hatimu...tampak jelas dikedua pasang bola matamu..genangan air mata yg hanya kau saja yg tau...ada apa dgn mu
Saat bibirmu rapat tampa kata... hatimu tetap dgn zikir yg tak terputus.... maka saat itulah hatimu bercerita kepada sebuah pintu besar di hadapanmu...begitu besar hingga dunia ini begitu kecilnya.
Saat tasbih tergengam erat...seolah mencengkram asamu yg terkait...makaa saat itulah jiwamu bersamanya yg membisikan kekuatan yg luar biasa dasyatnya melebihi guntur yg mengelegar ataupun gempa bumi

Maukah kau berbagi padaku tentang indahnya hidup yg harus dijalani sebaik baiknya...hingga sampai pada waktunya kau nikmati hidup yg abadi dgn keindahan yg tak kau temukan dimuka bumi ini...
Maukah kau tetap berdiam sesaat... menepiskan kemarahan yg justru merendahkan nuranimu...diamlah dulu dgn tetap berfikir baik dgn kehendak tuanku yg agung...hingga redalah kemarahanmu dgn kemuliaan ahlakmu..
Maukah kau yakin pada batas pandangmu yg terbatas...bahwa kau tak sendiri berjalan...karena setiap langkahmu...setiap helaan nafasmu...setiap gerak jari...bahkan setiap detak jantungmu kau tak pernah sendiri....ada mata besar yg tak kan luput drmu
Sekalipun kau demikian pandai tak mungkin kau mampu sembunyikan darinya...yakinlah bahwa gundahmu tak berharga apapun...karena itu sekedar sentilan kecil yg justru akan membuatmu kuat dan tegar...karena jika dia kehendaki maka hal yg dasyat dr sunami tentulah sangup dia perintahkan .

Maka berbaik sangkalah pada tiap debu yg mengenai matamu dgn demikian kau temukan kebaikan debu yg mengenai bola matamu...
diamlah dulu...dgn kelembutan hatimu...maka tak ada yg berat membebani hatimu bukankah sejauh ini kau ada karena kehendaknya..

BANGUNKAN AKU NANTI MALAM


oleh Palupi Raharjo pada 03 Maret 2010 jam 14:20
Tiba tiba sesak menutupi rongga dadaku..terasa sakit hingga jantung hatiku mau pecah..ada apa kiranya..hanya membaca sebaris kata membuat dadaku berhenti berdetak... Inikah rasanya mati...atau baru 0.5% kurasakan...sesaat jiwa meninggalkan raga...semua gelap tak kudengar apa apa..bangunkan aku nanti malam..aku mendengar suara itu seperti dekat dgn pori2ku..dingin teramat sangat hingga keujung kaki membuatku tak sadar untuk pertama kali dlm hidupku. bangunkan aku malam ini..hingga dini hari td..aku terbangun

PELANGI DI ATAS KEPALAKU

Senjaku tertinggal diujung waktu..pelangi tampak indah melintang diatas kepalaku...warna warni terbias di kemuning rona senja..sementara aku berdecak kagum akan keindahannya..kemana sisa hujan yg turun..hanya bekas tanah kering beraroma tanah basah..langit senja yg nelangsa terpeluk mesra oleh pelangi diatas kepalaku..tetap lah indah walau... sekali waktu aku bertemu.hujan gerimis tak pucatkan langit senja ini...hm indahnya pelangi ..hujan yg tak hadirkan badai perlahan torehkan warna warninya...

LENTERA DI KAKI BUKIT


oleh Palupi Raharjo pada 09 Maret 2010 jam 10:41
sampan di telaga warna bagai hiasan tak beranjak walau dayung kian renta semak ranting ketika aku datang tak bergerak sekalipun angin menyapa.Siapa yg memiliki sampan hingga pudar terpanggang surya.Telaga warna menginggatkan aku indahnya satu malam.Ketika malam pekatkan alam,sinar perak sang rembulan pijarkan sinar lembut menyapa hati,kiranya malam tak selamanya menakutkan kutengok kaki bukit temaran dengan sinar lentera ada apa kiranya sekelompok santri dgn obor bambu

PANTAI SEKUCING YG TENANG

Siang yg terik tak kurasakan panas....berteduh di bawah pepohonan di tepian.... pantai sekucing membuatku terasa tenang....
Bau asin yg menyengat tak juga membuatku gerah dan terganggu...aroma laut yg membuatku rindu akan indahnya biru samudra..laut utara
Sejauh mata memandang hanya hamparan laut lepas dan gelombang...serta hamparan pasir hitam pekat...yg membuat hatiku tenang dan damai...
Sekaliwaktu tampak perahu tongkang nelayan.... menyandarkan tali perahu di dermaga ataupun kembali melaut melalang buana ketengah samudra...
Pemandangan yg sederhana namun menorehkan nuansa indah yg tak terkira...begitu tenang nahkoda mendayung ketengah...bertumpu harap pada luasnya laut lepas...

Kunikmati siangku dipantai sekucing dgn langit cerah tampa mendung...terpaan angin yg menerpa wajahku terasa asin dan dingin hingga menyentuh kerelung hatiku
Tawa riang pengunjung tak membuatku beranjak dr bangku bambu yg menopang tubuhku...aku tetap diam menikmati laut yg bergelombang lembut...hmmm
Sekali waktu kutelusuri langkahku melewati pantai yg basah....terasa lembut buih menyentuh tapak kakiku....kupunguti kerang kecil beraneka rupa...membuatku semakin kagum betapa kayanya Tuhan ciptakan keindahan...
Deburan ombak bergemuruh terasa hingga kedada mengantarkan rasa rindu yg tak terkatakan oleh kata...hmmm aku hanya bergumam tak mampu ungkapkan rasa yg tersimpan
Celoteh anak anak kubiarkan dgn keasikannya dgn bercengkrama di gelombang yg tenang.... kupandangi laut menemaninya bergembira...gelombang mengayun ayun bagaikan bercanda..
Sungguh kunikmati diamku dgn suka cita....Adakah laut yg tenang tau ada apa dgn hatiku...duduk diam tampa kata...hanya menatap jauh kelaut yg tak berbatas...
Sekiranya angin mampu membaca hati maka akan tersampaikan rasa yg tersembunyi...mengirimkan isarat hati pada rindu yg tak juga kembali di penantian yg tak berakhir...
Sakit yg kurasakan terbayar dgn datang ke pantai yg tenang...obat yg begitu berkhasiat untuk ku... berdiam menikmati teduhnya luasnya laut

Tak terasa waktu berlalu...langit beranjak teduh....senja datang kepadaku...menebarkan lagit merah memilin lembut hingga kebatinku...hmm kiranya senja pun menemaniku menikmati pantai sekucing yg ramah padaku..
Angin lautpun mengusik kehangatanku hingga aku menutupi tubuhku dgn switer biru muda yg kuikat dipinggangku...
Seperti perjalanan hidup.... ada suka ada duka...ada terang ada gelap...semua tak abadi selalu berubah bersama bergantinya sang waktu...
Kutinggal kan catatan hati di pasir pantai yg hitam pekat...catatan yg selalu kutitipkan sekalipun gelombang ditepian tak sisakan sebaris catatan
Aku senang tinggalkan pesan agar laut tetap memberikan keteduhan...agar gelombang senantiasa memberiku kekuatan...begitu juga luasnya laut selalu memberikan kindahan di hatiku...
Kini senja mengaburkan pandanganku....penantianku harus kutinggalkan....hanya lentera kecil yg nampak terapung dikejauhan...timbul tengelam bagai diayun gelombang...lentera perahu tongkang telah menyala
Pijar lentera perlahan lenyap bagai titik terang yg tak jelas bewarna....perlahan lambat laun bagai debu terang bertebaran di tegah gelombang
Indahnya senja di pantai sekucing hingga aku lupa bahwa malam telah datang...langit berubah warna tak lagi biru melainkan pekat....hmmm kekaguman tak juga terputus alam tetap menghiburku karena rembulan merah hadir bersama bintangku...

SAMUDRA AIR MATAMU

Sesaat waktu terhenti...Ketika hatimu mengeras dan sempit jalanmu...
Hilanglah kesabaranmu....dan pantaslah engkau meratapi kehilafanmu....
Hingga tak membiarkan dirimu.... punya hati yg sehat.... ia memperburuk jiwamu...
Terbakar dan air mata jatuh....kau gantungkan keselamatanmu kepadaNya.. .

Kau rasa dosamu begitu besar....namun ketika kau sandarkan maafMu kepada Tuhan
Ternyata maafNya lebih besar adanya...kalau bukan karena kebaikanNya bagaimana kau terselamatkan..
Setiap kau katakan hatimu sembuh....hatimu kembali terluka karena dosa dosamu....kemana engkau akan berlindung
Kemana engkau akan pergi...berapa lama engkau akan bersedih...kemudian berapa lama engkau akan menyesal...jika neraka jahim dirimu disiksa.

Dirimu berharap kepada Tuhan. semoga Dia memperindah harapanmu padaNya
Sebab tiada amal yg engkau harapkan utk mendekatkan diri selain kecintaan kepada Allah,
Dirimu diam sedang pelupuk matamu menumpahkan air mata...hatimu galau takut siksaanNya
sampai kapan engkau akan habiskan hari dgn menunda amal baik dan tobat...berapa banyak telinga yg peka namun tidak peka ancaman...
Hati diberikan rasa tapi tak dipergunakan sebagaiman mestinya....

ADA SEBUAH ANGAN

Ada sebuah angan yg terbagi manakala kupandangi cakrawala menghalau pandangku antara batas nyata dan alam bawah sadarku...
Nuansa abu abu jelas tak memberikan jawab untuk ku...tak cukup jelaskan asa yg membumbung jauh ke langit biru...yg ada diam membisu menusuk jantungku....
Asaku bermain ditengah resah dan gelisah tentang sesuatu yg kujelaskan.... namun tak membagikan gundah bagi siapapun....yg ada hanya nestapa di penantian....
Kelopak bunga mentari perlahan gugur bagai keletihan yg panjang...diantara senyap yg mencekam gugurkan kerinduan yg tak bertuan
Jeritku tak bersuara mencekat nafas hingga sesak membelenggu...kau kah yg menyesak kan hingga nafasku terhenti hingga mataku terpejam bersama air mata...

Ada sebuah angan yg terpendam tak akan kubagi lagi walau kuingin... cukuplah waktu kubiarkan bergulir kupeluk erat dalam dekap yg tak terengkuh walau engkau ingin...
Kata bagiku hanya ungkapan kosong yg kau biarkan aku menebak dan menganggap semua adalah keinginan yg sama...tapi tak jelas arah dan tujuan karena arah yg kita tempuh berbeda arah mata anginnya....kau ketimur aku keutara...
Demikianlah kau ukir hatiku dgn tinta asamu kedalam kesakitan yg tak juga kuanggap selesai....seberapa lama lagi pahatan yg tertinggal tetap membekas dan tak terhapuskan
Setiap nafas yg kuhembuskan selalu saja tinggalkan jelaga rindu yg melekat di udara yg tak lepas akan angan angan yg tak pupus....kini kau paksa aku melepas sayap sayapku hingga aku terkulai lesu...
Jeritku parau untuk yg kesekian kalinya....hingga kau paksa aku membisu seribu kata....agar berhenti dgn serta merta....agar kututup angan kosong untuk kesekian kalinya...

Sungguh abu abu itu kupahami dgn jelas...kuterima tampa mengurangi disetiap pengertian yg seharusnya....selalu begitu untuk memilih kebaikan...
Tapi tak penting untuk hati yg terabaikan....luka yg tetap tertinggal...tak perlu dirisaukan hingga pengalan yg terlewati tengelam satu persatu dgn kejujuran yg tak kusepakati
Dua talenta hati yg tak dapat kupilih tapi juga tak dapat ku abaikan.... satu persatu perlahan kusemai duri yg tak dapat ku halau
Merajang melodi menjadi dawai yg hilang disemusim yg kulewati di bulan ketiga...tampa syair dalam kidung cinta yg telah usang...
Haruskah kusesali atau kuperbaiki setiap kisi hati yg tak berbingkai eloknya terang bulan dipenghujung musim...atau kembali melampaui masa seperti banjir bandang di menoreh yg sisakan lumpur duka yg berkepanjangan

Ada yg tertinggal sekalipun tak kudapatkan gengaman atau pelukan untuk tetap kuingat setengah abad ilusi kupendam dalam peluk untuk kulupakan
Sungguhkah....walau aku tak yakin aku bisa...
( AJARILAH KAMI BAHASA CINTAMU AGAR KAMI SELALU DEKAT DENGANMU.....inilah dirimu..selalu...)

TAK AKAN KUBIARKAN LAGI

TAK AKAN KUBIARKAN LAGI

oleh Palupi Raharjo pada 14 April 2010 jam 3:14
Ada keinginan yg kuat ketika langkahku yakin memilih jalan itu...tak ada keraguan sekalipun tak ingin berangan angan..
Ada sesuatu yg mengebu manakala hati tak lagi berasa dan berwarna...keyakinan itu tertanam walau tak bisa kuungkapkan...
Biarkan saja semua berjalan dgn tertata dan terjawal karna seharusnya aku menerapi hati dgn hal yg kujalani saat ini...
Jangan sekali melemahkan sekalipun aku memandang tempat yg sama dimana aku pernah ada bersama angan2 yg dulu...
Kukesampingkan keharuan yg melemahkan nurani karena aku tak ingin berfikir mundur ketahun dibelakangku....

Jeda hati kubiarkan sibuk hingga tak sempat aku mengingat ingat ada apa ditempat kududuk dgn keinginan kuatku
Biarkan saja mereka menganggap apa yg kulakukan adalah hal yg sia sia...tapi buatku terapi hati ditempat aku pernah berbagi sunguh membuatku yakin bahwa di tempat ini hrs kukembalikan
Ntahlah apa aku tengah bertarung dgn suara hati....yg jelas aku tak ingin lemah menghadapinya kali ini...aku harus bisa melalui perjalanan ilmu tampa terbebani...hingga mampu kuraih gejolak yg memerangi hati..
Tunggu aku dilembah ilmu yg mengikis hati...sisa tenaga dan fikiranku tak ingin kusia siakan lagi...karna ini kesempatanku untuk membuktikan bahwa tak selemah itu aku diberi kesempatan hidup dan di rahmati cinta.
Jelaga hati telah mengumpal tak kuberi kesempatan lagi mencair...hingga pada waktunya aku terlahir dgn hati yg bening dan luka ini mengering....bersama waktu yg dulu kulalui tampa belas kasih
Terpuruk dilembah mengaramkan harapan...melemahkan nurani...hingga kusia siakan masa yg terkuras merugi
Kali ini tak akan kubiarkan semua merampasnya dr kehidupanku...

DIAM DGN KERAMAIAN

Aku baik baik saja....tak ada yg berkurang dari diriku
Aku hanya ingin... diam... karena seharusnya demikian...
Aku tak ingin tinggalkan apapun karena itu menyakitkan...
Biarlah aku bercengkrama dgn tanyaku...tampa perlu kukatakan lagi...
Ada apa dgn hati bicara tp tak semirip suara hati....tak sama persis dgn rasa...
Berhenti saja kataku...hanya sebuah penyangah hati dan jeruji rasa yg tak ingin kemana mana...

Saat diam ternyata tak sepi....terlalu ramai hati berdialog...terlalu banyak diskusi
Mana yg terpilih kukuh dgn toleransi atau lemah karena rasa yg terusik....mestinya diam itu tak bersuara ataupun berbisik
Tapi berisiknya hati menjadikan aku diam tapi terbang....melanglang ke negri antah brata yg hanya ada di cerita dongeng.... seperti halnya naik kuda sembrani yg punya sayap putih.
Terbang duduk diam dilengkungnya pelangi....seraya memandang kepingan kepingan rasa yg tertinggal di sebuah serambi atau di sebuah perjalanan yg kuanggap indah...
Maafkan aku hanya berucap yg sesungguhnya....tapi semua tak pernah mengubah apa pun....biarkan tetap ada karena aku
tetap sama....terjaga aku dengan semestinya dalam lingkar cincin hati selamanya.

SUNGGUH KAU TANTANG AKU

Waktu terus berjalan melintasi segenap inginku
Terkadang terasa bias terkadang jelas terlihat
Kesempatan kupeluk dalam dekapku hingga terasa digenggamanku
Jiwaku terhenyak dari kesia siaan yg tak terpikirkan sebelumnya


Tak ada kata terlambat untuk memulai
Tak ada kata mundur sebelum berperang
Tak ada gentar ketika tak ada musuh didepan
Tak ada takut untuk membuktikan kebenaran

Jendela hati bagai tersibak membuka diri mengapai harap
Cakrawala tak lagi suram menuntunku untuk merubah jalan kedepan
Tak ingin kuingat jalan mundur runtuhkan keyakinan
Tak lagi kubisikkan nelangsa hati yg terkulai

Seruling itu memanggil menuntunku berjalan kemuka
Kidung sunyi dilembah hijau membimbingku mencari nada yg dulu sempat hilang
Tinggal sejengkal jalan itu terlihat jelas... bahkan terlalu mudah menemukannya ketika mata hati terbuka

Telah kalian mulai genderang perang yg membuatku meradang
Hanya saja genderang itu justru menghidupkan kematian pada kemauanku yg kubiarkan tengelam
Sungguh kubayar penghinaan itu sebagai tantangan untuk ku
Sungguh kubeli penghinaan itu dengan harga yg seharusnya

Tak ada kesempatan ke dua... maka aku tak gentar

KETIKA MENCARI ILMU

Langkahnya tak segesit dulu...tapi semangatnya masih sama seperti 17 thn yg lalu...
Sengaja Dia kembali merajut waktu disisa usianya dgn setumpuk buku dan catatan catatan ilmu...ia bukan siapa siapa... tak ada ambisi untuk sebuah persaingan
Ia hanya mencari keteduhan hati dalam tunduk nya pada teori teori yg lama di tinggalkan...bergelut dgn kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai ibu dan sebagai istri....
Jika pada kesempatan yg ada...setidaknya ilmu membuat kesedihannya terlupakan...kegundahan terpola dgn indah dan tersalurkan pada sesuatu yg bermakna....setidaknya ilmu menjadikan ia lebih berguna.
Lama ia impikan kembali... kesempatan itu datang....ketika ia berangkat ketiga buah hatinya bertanya ....mama kalau udah selesai sekolah mama mau jadi apa? hmmm... pertanyaan sederhana dr anak2nya tapi sungguh menjadikan ia lebih yakin....
Mbak...kakak...juga adek...mama hanya ingin kembali hidup...mama hanya ingin mencari ilmu yg lama tengelam.... kewajiban mama menjaga mbak...kakak...dan adik.... mama tidak menyesal belajar hanya untuk menjaga anak2 mama......kata wanita itu pada anak anaknya.

Ia jadi bertanya tanya apakah menimba ilmu hanya bagi mereka yg berkarier...atau bagi mereka yg beruang....hmmm aku hanya seorang ibu rumah tangga mengumpulkan uang sisa belanja yg kukumpulkan untuk sebuah cita cita....
Ada dua pilihan.... memulai usaha.atau menambah ilmu ...ketika ia pertimbangkan ia pilih hal yg kedua ...tak ada janji buat suami dan anak anak nya .....tapi setidaknya ia mengajarkan mereka tidak pernah pesimis dgn sebuah pilihan....
Baginya keputusan yg dipilih memacunya dgn kuat dan yakin... karena ijin dr orang orang yg mengasihinya ..
Langkahnya mantap tak hiraukan pertanyaan yg hanya melemahkan....sekalipun gelap dan dingin ia lewati sendiri..
Keyakinannya hanya satu meraih ilmu yg tertunda sesingkat singkatnya...dan menjadikan ladang amal dan ibadahnya pada saatnya nanti...
Cukuplah ia bahagia akhirnya memotifasi suami untuk mengasah kembali fikiran yg lama tengelam....dia tersenyum ketika suaminya akhirnya bilang..." .liat mama bersemangat papa jadi ingin melanjukan S2....
Yach....Mari tak usah menarjetkan untuk apa...yg penting kita kerjakan dgn hati yg bahagia....tak apa ia hanya sebagai ibu rumah tangga toch ilmu tak pernah sia sia..kebahagiaan kedamaian
dan ketentraman hati senantiasa berawal dari ilmu pengetahuan...sebaik baiknya ilmu adalalah cahaya bagi nurani... kehidupan bagi ruh..dan bahan bakar bagi tabiat.....insyak allah manfaaf....

MALAMKU KETIKA BERHIJRAH

Malam kulalui diam tampa kata
Tengelam aku pada nurani yg berontak mencari jalanku
Ketika malamku sunyi menghantar aku pada ketenangan yg dalam
Sejenak aku rebahkan kegundahan yg menyesakkan hingga kuterbangun dr kesunyian


Mata air keyakinan bagai mengalir keseluruh pembuluh darah...menghentak dan menghujam jiwa dan raga
Aku menemukan terang diantara gelap memancar dari kebimbangan yang meluluh lantakkan asa yg gundah
Malam ketika aku bangun...mencari yakin dalam kepatuhan yg kujadikan kebenaran diatas segalanya
Maka tak kuragukan bahwa berhijab adalah sebuah pangilan mencapai hidayah yg dibisikkan lembut


Mata hati yg melihat dan menerima bahwa ketika malam aku berhijrah kupanjatkan rasa syukur akan pangilannya untuk ku tunduk dan patuh
Air mata mengalir menetes pada hamparan sejadah beludru merah bata...memunajat kepada kekasih digelap malam untuk tetapkan hati akan sebuah pilihan
Jika ini sebuah pertanda hendaklah kuterima dgn iklas dan istiqomah...terimakasih kekasih malam ini menerima undangan cintamu

SUNGGUH KAU TANTANG AKU

Waktu terus berjalan melintasi segenap inginku
Terkadang terasa bias terkadang jelas terlihat
Kesempatan kupeluk dalam dekapku hingga terasa digenggamanku
Jiwaku terhenyak dari kesia siaan yg tak terpikirkan sebelumnya


Tak ada kata terlambat untuk memulai
Tak ada kata mundur sebelum berperang
Tak ada gentar ketika tak ada musuh didepan
Tak ada takut untuk membuktikan kebenaran

Jendela hati bagai tersibak membuka diri mengapai harap
Cakrawala tak lagi suram menuntunku untuk merubah jalan kedepan
Tak ingin kuingat jalan mundur runtuhkan keyakinan
Tak lagi kubisikkan nelangsa hati yg terkulai

Seruling itu memanggil menuntunku berjalan kemuka
Kidung sunyi dilembah hijau membimbingku mencari nada yg dulu sempat hilang
Tinggal sejengkal jalan itu terlihat jelas... bahkan terlalu mudah menemukannya ketika mata hati terbuka

Telah kalian mulai genderang perang yg membuatku meradang
Hanya saja genderang itu justru menghidupkan kematian pada kemauanku yg kubiarkan tengelam
Sungguh kubayar penghinaan itu sebagai tantangan untuk ku
Sungguh kubeli penghinaan itu dengan harga yg seharusnya

Tak ada kesempatan ke dua... maka aku tak gentar

BIARKAN

Tau kah engkau batas pandang itu tak lebih seperti ajal datang
Tau kah engkau bahwa hilang disekian masa adalah akhir dari segalanya
Tau kah engkau hitam dan putih hanya sebuah warna
Tau kah engkau kembali undangkan malaikat kematian
Nyanyikan pujian yg kutemukan di kegelapan malam

Kini ku diam nyaris untuk slamanya
Kini ku tertidur nyaris untuk kembali kepadanya
Kini gelap tak terasa...bau wewangian tak seperti bunga kemboja
kini kubiarkan warna putih menemani bagai kafan yg membalut raga

Biarkan ku terpejam bagai mimpi bermain bersama bintang
Biarkan ku nikmati indah pelangi disenja tadi
Biarkanlah sampai ku lupa
Sepengal tetaplah indah

HILANG

HILANG

oleh Palupi Raharjo pada 03 Juni 2010 jam 4:02
KAU TAK AKAN PERNAH HADIR UNTUK KU WALAU HANYA SEDETIKPUN....
KAU MIMPIKU YANG TAK PERNAH PERGI DALAM KEHIDUPANKU...
KINI KU UNDANG DIRIMU AGAR KAU TAU BAHWA DEMIKIANLAH HIDUP YG DITITIPKAN KEPADAKU..
TAMPA PERNAH KUMENGERTI BAGAI MANA DIA HADIR KEDALAM HIDUPKU...
JIKA MASIH SEMPAT INGIN KUTENGOK KEDALAM RELUNGMU...DEMIKIANKAH WAKTU MENUBAH SEGALANYA

DALAM DETIK YG TERLEWATI...KEBISUAN MENGOYAK HIASAN KRISTAL BENING
TERLIHAT KUSAM MENGELILINGI JIWA JIWA YG TERABAIKAN
PADA WAKTU YG DITENTUKAN KEBISUAN ITU KIAN LENGANG...
KAU....AKHIRNYA MENGHILANG....SELAMANYA.

KEMANA REMBULAN YG HANGATKAN MIMPIKU

KEMANA REMBULAN YG HANGATKAN MIMPIKU

oleh Palupi Raharjo pada 15 Juni 2010 jam 17:52
Sunyi perlahan hadir menyentuh dinding hatiku
Menyusup perlahan menyelimuti kegundahanku
Diam ku tak lagi tenang...hingga lambat tapi pasti melemahkan hidupku
Kemana rembulan yg hangatkan mimpiku...menyinari malamku dgn bias temaran
Kemana Kidung malam tebarkan nada nada yg kuatkan harapan...
Seperti kunang~kunang memberikan terang saat malam menyembunyikan lentera


Kini kuberbisik parau...mendekap erat rindu yg kubuang...
Jauh dalam ngarai hati nan luas...kubiarkan tengelam dalam pusaran keujung palung asa...
Menyembunyikannya hingga tak teraba rasa...tak tersentuh hati ataupun angan...
Kini rembulan itu menghilang....tengelam bersama waktu....kini kulepas saja angan dibawah sadarku...
Karena begitulah yang seharusnya...

BUTUH WAKTU

Aku tengah persiapkan ranjang pengantin buat ibu...
Aku tengah merangkai ronce melati dgn cinta...untuk sanggulmu...
Aku merencanakan bulan madu buat ibu disebuah pondok di bukit itu...

Aku menjadi perantara walau tak tau bagai mana kata ku ucapkan...
Aku hanya menjalankan kewajibanku sebagai sulung...
Selalu saja begitu dulu hingga kini...
Tetapi pernikan itu tak pernah terjadi....

Ayah....jika segala urusan mu selesai aku menagih janji untuk kalian kembali
Datanglah kepada ibu menjadikan semua kembali seperti 40 thn yg terlewati....
Dengan wajah tegak Ayah katakan dgn tegas....butuh waktu untuk berfikir.......
Berapa waktu yang Ayah punya...bukankah kita tak pernah tau berapa waktu kita di beri umur....

Aku tak ingin berdebat kata...aku hanya sampaikan yg seharusnya....
Sudah lebih baik silaturahmi yg terjalin...meskipun mereka bukan lagi muhrim....
Lalu...bagaimana aku menolong mereka.....
Ahh...sudah lah biarkan allah berikan ketentuan...
Bukankah Jodoh...umur...kelahiran... adalah kendakNya

Dadaku sesak sesaat ketika sebuah kalimat tegas dr seorang ayah
" Biarlah kami menjadi saudara...agar tidak ada yg tersakiti lagi....
Mataku perih...tapi tak menetes air mata....terasa kering mulutku tampa bahasa
Malam terasa sekejap meleburkan harapanku....

Cukup lah berbincang kita...siapa yg memiliki hati...biarka Dia yg memutar balikan...
Aku percaya dan sangat yakin kalian akan menjadi pengantin sekalipun berlinangan air mataku menunggu waktu...
Malam kubiarkan sunyi ketika akhirnya air mataku bergulir perlahan membasahi hingga ke hati....

Saudaraku...kusampaikan apa yg menjadi harapan kita...
Jika saat yg kita tunggu belum tiba...jangan kita berburuk sangka
Aku melihat suara hati Ayah...dia menolak suara hatinya...merasa malu di usia senja...
hingga mengulur ulur waktu dalam kebaikan....seperti sebuah penyesalah bukankah kita lihat mereka lebih baik dari sebelum nya...

Bersyukurlah...saudaraku...
Jika aku tak punya waktu...maka hutangku sudah kubayar tunai...


buat...wempi...iin...fajar dan guntur....
tetaplah menjadi saudara...dalam senang dan susah...
Mimpi kita belum berakhir...

SEBUAH CINTA DARI SUAMIKU

SEBUAH CINTA DARI SUAMIKU

oleh Palupi Raharjo pada 22 Juli 2010 jam 19:30
Wajah tampanmu yg tak lagi muda memandangku dalam...seakan menelanku bulat~bulat tampa ampun
Kita memang tak muda cukup matang untuk dikatakan dewasa...tapi kumelihat cintamu kian bertambah
Matamu yg hitam memandang penuh cinta begitu mesra menyapa hatiku...hingga menetes air mataku...

Katakan padaku seberapa besar cintamu suamiku...hingga kasihmu kurasa erat mendekap ragaku
Bisik kan satu kata agar kupercaya bahwa hatimu seluas samudra seteduh langit biru teduhkan keyakinanku
Bukankah kukatakan padamu jauh sebelum kau terima aku menjadi bagian hidupmu... ada pengalan lain yg terlanjur lekat di hatiku

Kupandang lekat~lekat setiap jengkal wajahmu...belai lembut hidungmu menyentuh pipiku
Memilin lembut pori~poriku hingga kurasa sesak kan hatiku...sungguh aku melambung menikmati sentuhanmu...
Suamiku....apa yg kau cari di sesak relungku...kuberikan hakmu tampa kurang sehelaipun...namun hatiku hanya separuh..sejak pertama kita bertemu...

Jangan kau tatap mataku karena kutak sanggup membalas itu...
Ketika kau rengkuh bahuku...dekap erat aku di pelukmu...kau katakan bahwa kau membutuhkan aku..mendampingi setiap langkahmu
Tak penting pengalan yg tak hilang direlungku...yg kau mau bahwa cintaku tak kan kupalingkan...kembali kepada siapapun...tak ingin kau kehilangan hatiku yg separuh...
Aku bagai terbang.... jatuh cinta di usia senja...mencintai dgn bahagia...adakah ini sungguh
Sebuah cinta dari suamiku...kukalungkan di hatiku...maafkan aku sayang kumengira tak perlu cinta begitu besar jika akhirnya kelak kutemukan luka

Karena aku tak menginginkan luka menjadi bagian hidupku
Maka kukorbankan rasaku...tapi ketika kau katakan takut kehilangan cintaku
Aku merasa kau berikan cinta yg aku mau...kau berikan aku sebuah cinta untuk sungguh kupertahankan seumur hidupku...

Suamiku kau layak menerima cintaku...sebagaimana kujaga kehormatanmu...
Tak ingin kuberikan separuh....karena hatiku seharusnyalah kupersembahkan utuh...
Sebuah cinta dari suamiku...saat kau bisik kan..." aku ingin belajar menjadi imammu yg baik...dan anak2ku...."
Terimakasih tuhan karenamu kumenjaga iman islamku...walau sempat kukehilangan sebagian hatiku.

Rabu, 15 September 2010

BERURAI KATA TAMPA MAKNA

KALA HATI KUSUT MASAI MEMULAI CERITA...KAU DATANG BAGAI ANGIN YANG HEMBUSKAN TENANG...
TERANG BAGAI PIJAR YANG HANTARKAN HATI TERBUAI BAK AYUNAN YANG MENINA BOBOKKAN ASA...
SERUNAI BENANG BERULIR MENGALUNG ASA...MEMINTAL HATI DIKEGELAPAN MALAM..
DUHAI BIDUK CINTA...KEMANA LANGKAH TUNTUNKAN RAGA...

CELOTEH BINTANG DI KEGELAPAN...BERTAUT EMBUN JATUH PELAN PELAN....
SIAPAKAH TUAK YANG MENUAI LELAH...BERJALAN TERHUYUNG HUYUNG TAK TENTU ARAH...
TIBA DIPENGHUJUNG HATI MEMILIH ASA DAN RUPA ...TERHENYAK DALAM IGAUAN SESAAT...
CINTA BERTABUR KATA...MENOREH LELAH TAK BERMAKANA...NAMUN TETAP SAJA DIAM....TAK BERANJAK...

JAUH KATA BERCINTA DALAM ANGAN KOSONG...BERTEBARAN DALAM HATI NAMUN TAK JUA LEPAS DAN PERGI...
SIAPAKAH YANG TERPERANGKAP...HINGGA TAK MAMPU BERGERAK...TIDAK JUGA MENDEKAT....
JIKA KATA TAK LAGI BERMAKNA APA APA...MAKA PULANGLAH HATI DALAM REALITA....
CUKUP LAH KATA BERURAI DAN TAK TERBATAS JANGAN LAH LAGI HATI TERLEPAS........

SYAIR TAMPA KATA TERURAI DALAM GELAP...
HINGGA KUBIARKAN PANDANGANKU JAUH MENATAP.....
PERGILAH...SERUNAI BENANG PENGALUNG ASA...
TIDURLAH HINGGGA TAK TERUCAP...SATU KATA SAJA...KARENA SEMUA TAK BERMAKNA....

CURHAT SEORANG KAWAN

Sebuah cerita dr seorang kawan baru ,yang kukenal hanya beberapa waktu,, sempat kucuri sepengal cerita tentangnya yang juga aku ikut didalamnya. Namanya AQILA...seorang gadis muda yang kuanggap baik...karena hanya sesaat kumengenalnya aku yakin bahwa dia seorang gadis baik. AKU merasa bertanggung jawab untuk menguatkan hatinya...karena itu aku senang mendengarkan keluh kesahnya,
Saat bercerita satu persatu kutemukan hal yang sungguh ingin aku luruskkan, walau sebenarnya akupun tak sama persis paham apa yang sesungguhnya terjadi.

AQILA gadis yang jatuh cinta dgn seorang pria dewasa, yang mengisi hatinya hingga bertahun tahun lamanya...ntah mengapa aku tiba tiba datang dan mengusik hatinya....hingga akhirnya dia ceritakan bahwa laki laki dewasa itu telah mengabaikannya...
Kejujurannya sungguh membuatku luluh...bahwa laki laki dewasa itu hanya memperalatnya untuk bersandiwara dalam angan angan nya.
Laki laki yang dicinta mendua bahkan mungkin mengobral cinta....hmmm aku katakan mengapa kau begitu setia hingga harus menunggu lama,

KUKATAKAN padanya sudah berhenti saja... jangan biarkan hatimu terus dipermainkan... tapi AQILA tak merasa yakin apakah bisa melupakan kekasih  yang notabennya cuma keong racun...hmmm seperti lagu yg digandrungi masyarakat metropolis yg juga sudah me
nular di pelosok pelosok kampung.Sulit memang memahami hati yang sedang jatuh cinta...sesulit memahami cinta itu sendiri.
Aku hanya menginggatkan...bahwa wanita yang baik akan menemukan pasangan yang baik...sekalipun laki laki dewasa kekasihnya menduakan bahkan mengabaikannya  tidaklah perlu membeci apa lagi merasa dendam...biarkan saja... kita hanya menginggatkan selebihnya dia yang menentukan jalan kehidupannya...

Tidak butuh waktu lama dia berduka,,..hingga apa yangkukatakan padanya...mengubah hatinya untuk tertawa...kesedihan itu sirna... mana kala seorang pria muda seusianya  datang tidak saj berkenalan tapi memintanya untuk menjadi istri nya...ALLAHUAKBAR...ternyata jika tuhan menghendaki tidak butuh waktu lama untuk memberi kebahagiaan bagi umatnya....singkat cerita menjekang hari raya mendatang laki laki muda akan meminangnya...dan mereka tak perlu berpacaran terlalu lama unjuk mencapai sebuah ikatan yang diredoi allah swt ...

AKU hanya berdoa selama massa tak aruf mereka dicerahkan hatinya...dibukakan aura keindahan..dalam menjalani masa tak'aruf yang akan mengantar mereka sebagai pengantin yang dapat menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah....



AMIN.

PINANGAN DALAM MIMPI

DATANG KEPADAKU SEBUAH PINANGAN DALAM MIMPI DIALAM BAWAH SADAR
SEBUAH ROMBONGAN DENGAN BERKERETA KUDA DENGAN DELAPAN PENGIRINGNYA
BERJEJER GADIS GADIS CANTIKI  DENGAN SEGENGAM RANGKAIAN BUNGA ANYELIR BERWARNA MERAH DARAH
TERGELAR PERMADANI HIJAU BERTABUR KELOPAK MAWAR..SEBAGAI ALAS UNTUK AKU BERJALAN...


SEPERTI IRINGAN PENGANTIN HANTARAN TUJUH NAPAN DI SUNGI SEBAGAI MAHAR...
TUJUH GUCI BERISIKAN SANDANG PANGAN MEMINANGKU SEBAGAI TUNANGAN...
BERIRING TETUA DENGAN SERAGAM ADAT MENGUNAKAN SONGKET EMAS MENGUNAKAN IKAT..
BERSAUT PANTUN DI BERANDA RUMAH PANGGUNG...TEMPAT AKU DUDUK BERSILA...

PARA TETAMU DUDUK DI TIKAR PANDAN..TERTAWA RIANG MENYAMBUT CALON BESAN
SETELAH SEMALAM AKU MENGENAKAN PACAR UNTUK MENGHIAS KUKU DAN MENGAMBAR TANGAN...
RASANYA AKU GIRANG BUKAN KEPALANG SIAPAKAH TAMU YANG DATANG MELAMAR...
KARENA AKU TAK MENGENAL SIAPA PRIA YANG DATANG MELAMAR...

BUKAN KEKASIH ATAUPUN TEMAN...AKU HANYA TAU BAHWA AKAN ADA TAMU DATANG
AKU DIPERSIAPKAN DENGAN HATI  YANG TAK KARUAN...TAPI AKU TERIMA SEBAGAI PILIHAN
SEMAKIN DEKAT SEMAKIN TERDEGAR TETAMU NAIK KEATAS RUMAH DENGAN MELEPAS SANDAL
MENCUCI KAKI DITERAS DENGAN AIR YANG DISIAPKAN DISEBUAH BAGAN..


SAAT TETUA ADAT MEMANGGILKU DUDUK MENDEKAT ....BETAPA AKU BERGETAR HEBAT ...
WALIMAH DIPERSIAPKAN UNTUK MENGANTARKU DUDUK DIPELAMINAN..
KIRANYA YANG KULIHAT SEORANG LAKI LAKI ANAK KETUA ADAT YANG DI JODOHKAN SEJAK AKU DALAM KANDUNGAN
BETAPA AKU BAHAGIA BAKAL BERSUAMIKAN ANAK KETUA ADAT YANG TAAT DENGAN ISLAM YANG KUAT....


TAPI KETIKA AKU BERANJAK KIAN MENDEKAT....AKU TERJAGA DARI MIMPIKU SESAAT...
TERNYATA AKU BELUM MENJALANKAN SHOLAT...HINGGA TIDUR SAAT AZAN LEWAT...
RUPANYA AKU HANYA TERTIDUR ....MENERIMA PINANGAN YANG TAK PERNAH DATANG...

RINDUKU

Rindu itu tidak juga mencair...
Dalam ucapan maupun dalam hati
yang kurasa satu persatu mulai pergi....

mungkin kerinduan seorang musafir..atau seorang sufi
rindu itu terbalut...nyaris tak berwujud..
perlahan redup tertelan kabut...

Dalam anganmu rindu itu mungkin tak perlu...
hingga rindupun membeku...
bagai bongkahan batu...rindupun tak mungkin hidup...

SEBUAH HADIS YANG INDAH

'" KETAHUILAH...SESUNGGUHNYA KEHIDUPAN DUNIA ITU BAGAIKAN SEBUAH PERMAINAN
DAN SEPERTI SENDA GURAU SERING KALI MEMPERLAMBANGKAN KENIKMATAN..
KAMU SENANTIASA AKAN SALING MEMBANGGAKAN DIRI DAN BERLOMBA LOMBA MENGUMPULKAN
SEBANYAK BANYAKNYA HARTA...DAN MEMBANGGAKAN KETURUNAN TIADA HABISNYA,,,,

PERUMPAMAAN KEHIDUPAN DUNIA ADALAH SEPERTI SAWAH MENGUNING YANG MENAKJUBKAN
BAGI ORANG ORANG YANG TERPEDAYA..TAMPILAN LAHIR...
KEMUDIAN SAWAH ITU LALU MENGERING DAN HILANG TERTIUP ANGIN
SEMUA MATA TERBELALAK BEGITU CEPATNYA PERUBAHAN TERJADI...

DAN DINEGRI AKHIRAT HANYA ADA DUA PILIHAN
SIKSANYA ATAU AMPUNANYA,,,,,DAN TIDAKLAH SEKALI KALI ENGKAU JUMPAI KECUALI KENIKMATAN YANG SEMU

I"KTIKAF

I"KTIKAF

oleh Palupi Raharjo pada 03 September 2010 jam 20:56
Ya Rob.....
Dalam keheningan yang teduh...
Kumohon ridhomu...untuk ber'IKTIKAF.....
Berikan kekuatan dan keiklasan ...
Agar aku dapat melaluinya...


Ya Rob...
Ringankan Langkahku...
Ringankan hatiku....
Untuk menyempurnakan ibadahku...


Tak ada kekuatanku selain engkau yg menuntun hatiku...
Tak ada dayaku selain kekuasaanMu'.....
Tak ada yang kucinta melebihi kecintaanku kepadaMu..
Maka berikan kekuatan hamba untuk meninggalkan waktu waktuku...


Ya Rob...
Sepuluh hari dihari akhir romadhon
Perkenankan aku hadir dalam undanganMu...
Berikan sedikit sisa berkahMu kepadaku.....
.

Ya Rob....
Dalam sisa waktu yang ada...
Aku beriktikaf karenaMu...
Untuk berzikir...tafakur..bertasbih...menyebut asmaMu...

''''''''''YA  ALLAH SESUNGGUHNYA KAU PEMAAF....MAKA MAAFKANLAH AKU'''''''''
  AMPUNI SETIAP LALAIKU...BAIK YANG NAMPAK MAUPUN TERSEMBUNYI DIHATIKU............



4 SEPTEMBER 2010

SINAR ITU KURINDUKAN

Malam dimana lagit gelap..sepi dan dingin...
Terbata bata aku bangun dengan harap harap ada rahmat yang dititipkan kepadaku..
Kubasuh wajah lelahku...dengan air yang mengalir dari pancuran ...
Dingin menyusup hingga relung hatiku...

Malam dimana separuh waktu kuhabiskan diam...
Aku mengelar sejadah lusuh mengharap ampunanMu...
Kubiarkan segala rasaku hadir dihadapanMU...
Menitikkan air mata gundahku yang ingin Kau hapuskan...

Hanya beberapa saat aku menghadap...terasa nikmat hingga tak sadar sujudku begitu hikmat...
Apa yang lalai dihatiku....hingga tangisku pecah dikegelapan...
Apa yang kusembunyikan...hingga aku merasa telanjang...
Apa yang kuinginkan....sehingga aku berharap ada pencerahan...

Malam kian larut...ketika usai sujud aku tertegun menatap langit yang gelap.....
Tiba tiba  aku melihat sinar yang begitu Dasyat...mengetarkan hati juga fikiranku...
Subhanallah...aku terjatuh hingga merinding seluruh tubuhku...
Langit begitu cerah membentuk sebuah lingkaran putih keperak perakkan...hingga sinarnya lurus kebumi...

Ya Rob...sinar ini begitu berbeda dari purnama sebelumnya...
tampa bulan yang terlihat...tapi sinar itu begitu terang....
Ya Rob...mengapa hatiku begitu damai memandang sinar tampa bulan didalamnya...
mungkinkah...sinar yang kau bagikan adalah rahmat....
atau kesembuhanku diantara doaku...

Ya Rob...apakah itu sinar yang kau janjikan disetiap insan yg bertaqarrub kepadaMU...
Sungguh keberuntungan bagiku jika kau berikan sisa waktu untuk mendapat rahmatMu...
Basah air mataku...seakan tak percaya bahwa sinar itu yg kutunggu ...sinar dimana hatiku merasa damai...tenang...
Sungguh...nikmat yang baru pertama kali kurasakan...hingga tak mampu kuberanjak dan bergerak......
betapa aku malu betapa lalainya aku...
tapi sinarMu begitu baik menyapa hatiku...

Ya Rob...aku percaya atas segala kehendakMu...
Maka aku yakin dengan rahmat yg kau berikan kepadaKu..
Bahwa apa yg kau kehendaki atas diriku semata mata atas izinMu...
Maka bukakanlah ampunan untuku...luruskan imam islamku...untuk selalu menjaga lisanku..dan hatiku....






" Saat malam aku bertahajud...
pernahkah kalian temukan itu...sebuah sinar dilangit gelap.....
begitu indah...dan luar biasa ....SUBHANALLAH...SANGAT INDAH....

MENGENGAM REMBULAN

MENGENGAM REMBULAN

oleh Palupi Raharjo pada 14 September 2010 jam 18:50
Taukah engkau...bahwa hati ini rapuh bagai abu....
Mana kala tertiup angin...abu bertaburan menyerupai debu...
Taukah engkau....bahwasannya aku bagai angin....
Menyentuh setiap dinding...dedaaunan...hingga kelangit langit...tapi tak tersentuh...

Ketika...semua begitu gamang...menyelinap disetiap angan...
Ketika ....kata tak lagi sebagai ungkapan....semua bagai...tanah kering..
Ketika ....tanya mengaung disebuang lubang..yang dalam ...bagai sebuah sumur..
Maka...diam adalah hal yg sesungguhnya....

Mana yang terpilih dari setiap pilihan...
Mana yang dimiliki dari setiap keinginan....
Tak jugakah kau beranjak dari kegaduhan hati...
Tak bergermingkah...ketika suara hati memekik tak terkendali...

Mana kala langit mulai gelap'''
Perlahan resah bersandar dari rasa jengah...
Bagai keriangan mengengam rembulan...begitu indah ketika semua pada tempatnya..
Genggaman tak terlepas seakan mendekap rembulan begitu dekat...

Sementara langit pucat memudar...karena rembulan dalam genggaman...
Haruskah kugenggam erat...jika ditangan bulan tak memberi keindahan...
Jauh...kutatap langit gelap...betapa aku merusak indahnya malam...
Maka kulepas rembulan yang datang dalam genggaman...

Biarlah kau tetap indah dalam ingatan...
Selamanya tetaplah indah..
tak pernah pudar selamanya......
Aku mengenggam sisa rembulan...kurasakan  tenang...tak berkesudahan....





SEBUAH HADIS YANG INDAH oleh Palupi Raharjo pada 29 Agustus 2010 jam 18:12


'" KETAHUILAH...SESUNGGUHNYA KEHIDUPAN DUNIA ITU BAGAIKAN SEBUAH PERMAINAN
DAN SEPERTI SENDA GURAU SERING KALI MEMPERLAMBANGKAN KENIKMATAN..
KAMU SENANTIASA AKAN SALING MEMBANGGAKAN DIRI DAN BERLOMBA LOMBA MENGUMPULKAN
SEBANYAK BANYAKNYA HARTA...DAN MEMBANGGAKAN KETURUNAN TIADA HABISNYA,,,,

PERUMPAMAAN KEHIDUPAN DUNIA ADALAH SEPERTI SAWAH MENGUNING YANG MENAKJUBKAN
BAGI ORANG ORANG YANG TERPEDAYA..TAMPILAN LAHIR...
KEMUDIAN SAWAH ITU LALU MENGERING DAN HILANG TERTIUP ANGIN
SEMUA MATA TERBELALAK BEGITU CEPATNYA PERUBAHAN TERJADI...

DAN DINEGRI AKHIRAT HANYA ADA DUA PILIHAN
SIKSANYA ATAU AMPUNANYA,,,,,DAN TIDAKLAH SEKALI KALI ENGKAU JUMPAI KECUALI KENIKMATAN YANG SEMU...SE

BELAJARLAH DARI AIR

Aku mengagumi air....mengalir tenang tak beriak...
Aku mencintai air....karena air adalah kehidupan abadi..
Aku merindukan air....karena keberadaannya menentramkan hati...

Betapa air adalah sesuatu yg terpenting dalam kehidupan...
andai kita berfikir seperti air...jernih....tenang ...dan pasti...
andai kita bicara seperti air...gemericik...menentramkan hati...

Ingin kupelajari...kehidupan air...
agar hatiku senantiasa bertasbih seperti air....
Sekalipun...air bila tak terkendali maka luapannya tak sanggup terbendung lagi

Air ketenangan yg abadi...
demikianlah aku memandang air...tenang...menentramkan hati...

CINTA ITU MASIH ADA ...

Dalam kesempatan yg panjang...
Batas penantian itu demikian indah...
Tak pernah lelah hati setia...
Tak pernah lelah bibir berdoa...
Tak pernah usai cinta terbuang,...

Dalam kesendirian yang panjang......
Menghitung waktu yang hilang.....
Tak pernah luka menjadi dendam....
Tak ada sumpah serapah yang terlontar....
Diam mu begitu mulia.....

Pengorbanan cinta yang begitu agung dan sempurna..
Betapa cinta itui tetap tersimpan..sekalipun usia meranjak senja...
Duhai cinta yang begitu setia...demikian indah terjaga rupanya...
air mata ku menjadi saksi...disetiap air matamu  yang terurai...jauh sebelum senyummu begitu indah...

Cinta itu begitu sakral kau jaga dihati...
Tak terganti walau perih dan pedih menyayat hati...
Cinta itu akhirnya kembali....walau butuh waktu panjang dan berduri...
Air mataku jadi saksi...jauh sebelum cinta itu kini menjadi indah...






Buat bundaku yg luar biasa...
14 092010

APA YG KAU CARI PALUPI

Hidup layaknya panggung sandiwara...maka bermainlah dengan sempurna...
Ketika mulai layar terkembang...bersiaplah menjadi lakon yang kau mainkan...
Tampa sutradara ataupun skenario yang mengangkat sebuah drama...

Apa yang kau cari palupi...
Mirip sebuah judul drama lama di tahun 50an...
Maka jangan pernah bertanya jika kau belum menemukan panggungnya...

Jalan itu tetap sama diperuntukan bagi siapa saja
Jika kau pilih jalan yg rumit dan sulit maka demikianlah jalan yg kau pilih
Tapi pelajari sebelum berjalan...karna perjalan tidak semudah yg kau fikirkan...

Apa yang ada adalah sebuah pilihan...
Dalam setiap langkah adalah sebuah kepastian
Jangan pernah mengira hidup ini adalah coba coba...
Karena hidup bukan sebuah perjudian...

Apa yang kau cari palupi...
Ketika setiap kesempatan adalah hal yang harus dijalankan
Setiap keputusan adalah mutlak tampa penyesalan...
Jika keyakinan itu kuat tetaplah menjadi sebuah kekuatan...

Terlalu lama menghitung kesempatan...
Jadilahkan hidup sebagai cermin di kemudian...
berkaca dgn apa yg ada disekitarmu...
itu sebuah pilihan.....

KAPAN PANGILAN ITU DATANG

Waktu begitu singkat terlampaui...
Manakala hati tertaut akan sebuah pangilan illahi...
Betapa kurindukan duduk dan sujud di hadapanmu..ya Rob...

Panggilan itu sudah mendekat...sanggat dekat hingga berurai air mataku...
Kapan saatnya giliranku...sementara begitu banyak hal yang memenuhi hati...
ALLAHUMMA LABAIKK...LABAIK KALLA SYARIKALAKA LABAIK....INNALHAMDAH
WALNIKMATALAKKA    LASARILAKA...

Ya rob....aku ingin memenuhi panggilanmu....
bertawab di baitullah....
bertakbir menghadap tiang ka'bah yg terdapat hajar aswad...
berjalan keatas bukit shaffa dan marwah menunaikan sa'i....memandang baitullah...

Betapa dada ini bergemuruh....menanti panggilan yg belum jua datang...
Betapa kurindukan berdoa di hari arafah...
hingga membaca takbir dan tahlil di masjidil haram...hingga fajar menyingsing...

Sungguh rahasiamu begitu kuat...
betapapun kusiapkan undanganmu...
tetaplah pangilanmu yang utama...

kapan pangilan itu datang...
hingga air mata ini terus saja berurai...

KAPAN UNDANGANMU DATANG

Waktu terasa begitu lamban berputar...
Berapa lama kutunggu panggilanMu...
Air mata terus berurai...berharap giliranku datang...

Sudah kupersiapkan undanganMU...
Bergetar hatiku saat Talbiah berkumandang....
Diantara tamu tamumu yang menjadi undangan...

Kapan saatnya tawaf  di baitullah...bertakbir pada setiap datang ke rukun aswad
Menatap tiang ka'bah yang terdapat hajar aswad...
Berdoa antara rukun yamani dan hajar aswad...

Betapa kurindukan pangilanMU...
Sanggat kuat sekalipun hatiku sesak dengan penuh...
Seperti apakah bukit shafa dan marwah...
sehingga aku ingin bersa'i naik kepuncaknya memandang baitullah
dan berdoa diantara shafa dan marwah

Kupersiapkan undanganMU
hingga tak sabar kutunggu pangilanMu..
Kurindukan saat berdoa,bertakbir dan tahlil ketika di Masy'aril haram....

KEBOHONGAN DIATARA KEBOHONGAN LAINYA

KATA BEGITU MANIS TERUCAP...INDAH HINGGA MELENAKAN HASRAT
KATA UMPAMA MADU...MANIS HINGGA TAK BERASA PAIT WALAU SEMUA TIPU DAYA
KATA TAK LELAH BERUCAP...MERANGKAI DUSTA YANG TAK TERMAAF
KATA TAK PUTUS PUTUSNYA MENGELABUI HASRAT

KEBOHONGAN DIANTARA KEBOHONGAN...
TAK KAH NURANI TERKETUK MANAKALA MENUTUPI DUSTA YG TAK NAMPAK
TERLALU PANDAIKAH HINGGA DUSTAA ITU TETAP MENJADI ALAT PEMIKAT
BETAPA NAIF DUSTA MENJADI SAHABAT


KEBOHONGAN DIANTARA KEBOHONGAN LAINNYA
HARUSKAH JADI MAHKOTA YANG SOMBONGKAN RAGA
ADA APA DENGAN DUSTA HINGGA TAK TERFIKIRKAN BERAPA BANYAK YANG TERLUKA
ADA APA DENGAN TIPUDAYA HINGGA ABAIKAN SUARA HATI YG MENGINGGATKAN...

BERHENTILAH DARI KEBOHONGAN DAN KEBOHONGAN LAINNYA
BUKANKAH APA YG TERSEMBUNYIKAN SEMUA AKAN NAMPAK NYATA PADA AKHIRNYA
TINGGAL MENUNGGU WAKTU KETIKA KEBENARAN ITU DATANG...
BIARLAH DIAM MEMBUKTIKAN SEGALANYA

HINGGA KEBOHONGAN DAN KEBOHONGAN LAINNYATAK TERSISA
HINGGA YANG ADA HANYA KEJUJURAN DAN KEBENARAN
HINGGA TAK LAGI KEBOHONGAN DIANTARA KEBOHONGAN MENJADI UCAPAN YG MELENAKAN...
TUNGGULAH WAKTU HINGGA USANG ...BARU TERSA KEBOHONGAN DIATARA KEBOHONGAN JUSTRU MENJERUMUSKAN