Entri Populer

Kamis, 16 September 2010

BUTUH WAKTU

Aku tengah persiapkan ranjang pengantin buat ibu...
Aku tengah merangkai ronce melati dgn cinta...untuk sanggulmu...
Aku merencanakan bulan madu buat ibu disebuah pondok di bukit itu...

Aku menjadi perantara walau tak tau bagai mana kata ku ucapkan...
Aku hanya menjalankan kewajibanku sebagai sulung...
Selalu saja begitu dulu hingga kini...
Tetapi pernikan itu tak pernah terjadi....

Ayah....jika segala urusan mu selesai aku menagih janji untuk kalian kembali
Datanglah kepada ibu menjadikan semua kembali seperti 40 thn yg terlewati....
Dengan wajah tegak Ayah katakan dgn tegas....butuh waktu untuk berfikir.......
Berapa waktu yang Ayah punya...bukankah kita tak pernah tau berapa waktu kita di beri umur....

Aku tak ingin berdebat kata...aku hanya sampaikan yg seharusnya....
Sudah lebih baik silaturahmi yg terjalin...meskipun mereka bukan lagi muhrim....
Lalu...bagaimana aku menolong mereka.....
Ahh...sudah lah biarkan allah berikan ketentuan...
Bukankah Jodoh...umur...kelahiran... adalah kendakNya

Dadaku sesak sesaat ketika sebuah kalimat tegas dr seorang ayah
" Biarlah kami menjadi saudara...agar tidak ada yg tersakiti lagi....
Mataku perih...tapi tak menetes air mata....terasa kering mulutku tampa bahasa
Malam terasa sekejap meleburkan harapanku....

Cukup lah berbincang kita...siapa yg memiliki hati...biarka Dia yg memutar balikan...
Aku percaya dan sangat yakin kalian akan menjadi pengantin sekalipun berlinangan air mataku menunggu waktu...
Malam kubiarkan sunyi ketika akhirnya air mataku bergulir perlahan membasahi hingga ke hati....

Saudaraku...kusampaikan apa yg menjadi harapan kita...
Jika saat yg kita tunggu belum tiba...jangan kita berburuk sangka
Aku melihat suara hati Ayah...dia menolak suara hatinya...merasa malu di usia senja...
hingga mengulur ulur waktu dalam kebaikan....seperti sebuah penyesalah bukankah kita lihat mereka lebih baik dari sebelum nya...

Bersyukurlah...saudaraku...
Jika aku tak punya waktu...maka hutangku sudah kubayar tunai...


buat...wempi...iin...fajar dan guntur....
tetaplah menjadi saudara...dalam senang dan susah...
Mimpi kita belum berakhir...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar