Entri Populer

Senin, 23 Mei 2011

KISAH MAWAR DIPINGIR DANAU


oleh Bilqis Kusuma pada 09 Mei 2011 jam 2:25


Kisahmu tentang sekumpulan mawar dipingiran danau
Menghiasi sampul hatimu diantara bilur bilur pilumu
Bukan sekedar dongeng tentang kisah 1001 malam
Namun tentang singasana yang sempat terabaikan

Cerita mawar tak pernah usai
Sekalipun kelopak berguguran
Duri duri hanya nampakkan kegarangan
Namun mawar berduri tak ubahnya hanya sebuah kiasan
Karena mawar pelambang Cinta dan keagungan

Kisahmu diantara danau kecil di tengah hutan
Berumput liar juga belukar
Dimanakah sang penghui danau
Sunyi tak ada riak
Tenang bagai tak bergejolak

Kisahmu rapuh bagai kelopak bunga mawar
Berguguran menyentuh air danau
Namun keindahanmu pelengkap sunyi
Kuncupmu adalah Penghias keindahannya
Harapan sang Danau di sebuah  hutan

Sederhana saja
Teruslah bermekaran
Sekalipun berulang kelopakmu harus berguguran


HANYA DISANA

oleh Bilqis Kusuma pada 09 Mei 2011 jam 2:40

Tertuliskan sebait syair diatas meja
Dalam sehelai kertas catatan kecil
Hanya sederhana
Cukup jelas untuk dicerna

Duhai kekasih
Biarkan malam kudekap erat
Biarkan kurebahkan sesaat
Mengukir cinta yang tak sempat kujawab
Pada kesetiaanku yg tak mudah kugugurkan

Jika sempat kau baca
Maka berangkatlah kita ke suatu tempat
Keinginanku hanya satu
Disanalah akan kujawab
Sebuah keinginan yang ingin kau dengar

Disanalah aku ingin berikrar
Tentang rasa yg harus kita daur ulang
Tentang kisah yang harus kita putihkan
Dengar hatiku telah tetapkan
Disanalah segala sesuatunya akan kau gengam abadi...
Hanya disana..

SELESAI SUDAH IMAJINASI

oleh Bilqis Kusuma pada 09 Mei 2011 jam 3:07


Jika saja waktu bisa kembali
Maka tak akan  temukan noktah merah diantara surga
Tentang balada pendusta cinta atau tentang balada cinta putih
Semisal kubiarkan segalanya seperti yg kau ingin
Maka kubiarkan diri bagai berenang dalam bara api
Sungguh aku mengabdikan diri tampa perlu kau meminta lebih
Cukuplah semua usai hingga kita selesai berimajinasi


Telah kusempurnakan nurani tak berhati
Maka ijinkan kutinggalkan serpihan perih yang menyesakkan
Biarkan kuakhiri kisah semisal yg memeuhi ruang hati
Jangan pernah bertanya masih tersisa atau ada yang tertinggal
Tapi tanyakan kemana kita akan berlayar mengelingi bumi
Karena setelah ini kusiapkan perjalanan menuju medan bakti
Agar Sempurnahlah janji sehidup semati
Dalam sumpah yang disaksikan malaikat suci


Waktu tak akan kembali
Mampukah kita lalui hingga waktu sama sama pergi abadi
Kemudian kita saling menanti di pintu terakhir
Disuatu masa dimana kita akan bertemu kembali
Dimana hanya ada kesucian
Hanya ada kesempurnaan
Selesai sudah imajinasi yang perih
Selesai



SURGA YANG TERPUTUS

oleh Bilqis Kusuma pada 09 Mei 2011 jam 8:19


Ada apa kiranya....kau bersembunyi di kelambu peraduan
Ranjang pengantin kau biarkan diam
Menyepi disunyi yang tak bertuan
Lalu halusinasi menjadi hantu kegelapan
Menciutkan kisi hati yang kehilangan pengantin pejatan

Bunga melati dipelaminan telah pula kering
Harum semerbak nya tak lagi pancarkan aura perawan
Hanya segengam bunga kenanga yg kau cium dalam pembaringan
Dengan doa yg kau untai disunyinya malam

Tangismu pecah ketika malam pengantin usai
Pengantinmu ternyata harus berpulang
Tak akan kembali menikmati madu duniawi yag kau sajikan
Untuk Menelusuri rimbamu dengan kenikmatan sang surga
Melintasi gunung diatara keranuman yang menawan
Mengaliri sungai sungai bening beraroma cinta

Semua telah usai ketika malam pertama telah terhalalkan
Namun petaka merengut sebelum kenikmatan halal berlanjut tua
Maka kau hanya meratapi malam indah dengan air mata tak putus hingga demikian lama
Separuh jiwamu mengawan melepas kan atribut cinta usai halalkan surga duniamu
Surga duniamu mengajak kau menjadi betina tanguh.
Untuk kembali merangkai melati agar dikalungkan dimahkotamu



Catatan buat seorang sahabat...
Ketika segalanya menjadi garis kehidupan
Maka demikian kau harus menjadi kuat...berat namun itulah TAKDIR


HUJAN MENDERAS

oleh Bilqis Kusuma pada 15 Mei 2011 jam 2:33


Mana kata kata yg mudah kujaring
Beri satu kalimat saja agar lega hatiku
Mana abjad abjad yg tercecer
Lama sekali kutemukan untuk sebuah kata

Sudah kubiarkan diam tak bersuara
Tapi tetap saja ada sebuah kata yg belum juga kujumpa
Diantara ranting ranting
Diantara daun daun kering
Bahkan diatara hutan pala
Serta rerumputan hijau

Tak juga kutemui kalimat ajaib yang bisa melegakan rasa
Lalu kabut turun pelan pelan
Kemudian mendung tipis mengantung
Ach....akhirnya hujanpun turun
ternyata hujan deras yg kucari

Tetesnya terasa sampai kehati
Jatuh bergulir bagai air yg mengalir
Leganya menangis diantara hujan yg menderas
Demikian kata yang kucari diatara hujan yg demikian lebatnya

MIKRAJ HATI

oleh Bilqis Kusuma pada 15 Mei 2011 jam 3:18



Mikraj hati hingga ke awan
Bagai melampaui mendung
Kucari teduhnya kampung hatiku
Disuatu senja di antara gerimis

Berjalan menikmati sunyi
Lalu suara angin menyapa hatiku
Membisikkan tentang sepi diatara kabut menyapu pandanganku
Langit cerah berkabut mendung

Dimana sekumpulan seriti menari melibas gerimis lembut
Pandanganku tertuju pada hamparan hutan pala
Serta  kuncup dedaunan muda merah darah
Seperti hiasan belantara ...nampak cantik luar biasa

Mikraj hati ditempat sunyiku
Bagai mengilhami membisikkan bening hati
lalu bercermin dalam diamku
Untuk kutemukan jawaban nuraniku

Hati selalu berkata
Samudra panca indra
Adalah kebeningan jiwa
Dimana tak bercampur emosi juga Egoku
Demikian aku selalu diam ditempat aku bisa membaca hatiku
Lalu aku merindukan kampung hati..
dimana aku ingin berkumpul
Lalu kembali dengan ketenangnya hati

AKU TAK PEDULI

oleh Bilqis Kusuma pada 15 Mei 2011 jam 3:37



Aku tak peduli
duhai engkau yang membakar hatiku
aku tak peduli tentang amarah yang lama kubiarkan membuncah rasaku

Satu yang harus kau tau
Aku tak peduli
karena aku tak ingin peduli lagi

Buatku yang terpenting
Bagaimana aku harus berjalan
Tampa berkeluh kesah kepadamu
Biar aku dengan duniaku dan berjalan sebagaimana seharusnya

Jika saja kau tau
Bahwa kau yang mengubah hidupku
Jangan pernah bertanya
Karena tak akan kujawab sepatah katapun
kemarahanku sudah mereda jangan kau buat aku meradang

Aku tak peduli
Apapun yang kau mau
Aku takpeduli
Jangan pernah kau mencoba batas kesabaranku
Karena tak akan kutoleh walau kau berjalan disebelahku

CERITA DALAM CATATAN RAHASIA

oleh Bilqis Kusuma pada 15 Mei 2011 jam 4:46


Kutulis sebuah kisah dalam catatan rahasia
Cerita pena diujung musim
Tentang kisah cinta bahkan legenda mistis
Dalam tulisan fiksi juga realistis
Hampir separuh waktuku kuhabiskan diam
Asik dengan cerita yang mengalir bagai air
Dalam sekumpulan kisah yang ingin kujadikan sebuah buku

Banyak cerita tersimpan dalam dokumen rahasia
Tentang perjalanan nyata bahkan tentang khayalan
kadang kisah tentang mereka yg sengaja diceritakan kepadaku
Untuk dijadikan imajinasi dalam kesakawan menulisku
lalu menginspirasikan  tulisanku dalam bait bait syair
Atau sekedar catatan pincang dalam episode semusim


Cerita pena diujung musim belum juga berakhir
Keinginan sederhanaku adalah mempertanggung jawabkan tulisanku
Pada kesempatan tertentu nantinya
Butuh waktu untukku yakin tentang sesuatu yg katanya takmungkin
Buatku cerita yg kusembunyikan dalam cacatan rahasiaku
Adalah sesuatu yang ingin kupersembahkan bagi orang orang terkasih
Bukan untuk pencapaian sebuah materi melainkan sebuah bukti
bahwa menulis adalah sebuah kecintaanku
Dimana kebahagiaan berekspresi terlalu berharga untukku
Banyak hal yg sanggup diberikan dengan rangkaian kata kata
Sekalipun aku tanpa sadar mengurai spontanitas semata


Semusim hampir habis sebagai mana beberapa kisah usai kutulis
Ntah kapan kujadiakan sebuah hadiah bagi orang orang terkasih
Biarlah waktu yang menuntun hingga sebuah kisah kupersembahkan kepadamu
Bahkan kisah lainnya dalam episode cerita bersambung
Tentang sekumpulan asa yang kuciptakan dengan Cinta , air mata, bahkan kasihku
Bahkan tentang kisah kisah sahabat dalam ruang yg kau percayakan kepadaku..
Karena kisah hanya hidup dan berjiwa dengan kejujuran


PERJALANAN KE SENDANG SUROLOYO


Oleh Bilqis Kusuma pada 17 Mei 2011 jam 19:56

16- maret- 2011
Aku rencananya akan  kemah di pegunungan Ungaran daerah ngipik, lokasi Perkebunan, kopi,teh dan hutan pala  milik pertamina. siang yg cerah juga udara yang sejuk akan sangat menyenangkan diatas sana, tapi ternyata sore hari tidak mendukung mendung mengantung pekat dilangit, sepertinya hujan deras akan turun.
Jam 5 sore hujan turun dengan derasnya, acara kemahku gagal total, akupun mengurungkan niatku kemah akupun mengungsi disebuah mushola dekat sendang amanah...
Jam 7 malam langit sudah kembali cerah, aku putuskan kembali pulang kerumah...aku lupa membawa kamera , jadi kuputuskan untuk pulang.

Aku punya kesenangan sendiri, ketika suasana hatiku lagi tak menentu aku selalu ingin berada ditempat sunyi, bahkan kesenanganku diatas gunung kadang sangat memberikan ketentraman hatiku.
Aku  minta ijin suamiku untuk kembali kegunung Suroloyo, Selasa Pon 17 mei 2011, mulanya suamiku tak memberikan ijin, tapi akhirnya akupun diberikan ijin untuk naik kepuncak suroloyo, mungkin suamiku khawatir karena medan keatas puncak sangat berat dan sulit, Dalam rumah tangga pasti ada konflik didalamnya, demikian pula dalam kehidupan rumah tanggaku.
Tapi bagiku masalah apapun itu adalah hal yg bisa , dan pasti ada pemecahannya.
Aku selalu menganggap setiap persoalan pasti akan ada jalan keluar, Untuk itu dengan kejenuhan yang ada, selain menyepi dan intropeksi diri, aku ingin mengabaikan  kegundahan hatiku untuk  mendaki gunung Suroloyo....Surowani, loyo mati....hanya yang berani mati dan tekat yg kuat yang sanggup mencapai puncak suroloyo hingga menuju Sendang 7 dimana disana tempat mandi para Dewa dan sang Bidadari...dan tempat pertapaan yg berada ribuan kilo diatas gunung Ungaran...

Bersama Mbah Jaitun juru kunci makam raden Ceguk dan nyi Suko, seorang cikal bakal penyebar agama islam tanah ungaran..Keinginanku hanya satu berjalan ketempat yg tinggi dan sunyi meluapkan kejenuhan dan kekesalan hatiku...menyusuri tanah perbukitan setapak kami mulai pendakian jam 09:00 siang, dengan bekal air putih 1 liter, permen dan Rokok..kami melalui jalan mendaki...sepanjang perjalanan banyak wejangan dari mbah jaitun kepadaku, bahwa dalam hidup harus lebih banyak sabar, iklas dan bersyukur...
Kesederhanaan mbah jaitun dalam memberi wejangan sangat menyentuh hatiku...
Mbah Jaitun yang berusia 70 tahun sungguh sangat luar biasa, satmina tubuhnya kuacungkan jempol...aku yang berusia 40 tahun belum apa apa dibandingakan kekuatan fisik mbah jaitun..
Belum ada wanita yang naik keatas Puncak Gunung Suroloyo, kadang Laki lakipun tidak akan sanggup naik hingga kepancuran 7...sudah terlalu sering mbah jaitun mengantar pengunjung naik keatas puncak, tapi kebanyakkan mereka gagal naik dan memutuskan turun.



Bersama mbah Jaitun, melintasi medan yang sangat berat berbeda ketika masih muda ketika  aku naik ke lawu, merapi dan merbabu...disini  aku dan mbah jaitun harus melewati jalan yang penuh belukar dan berduri...kadang melalui jalan setapak yg sering dilintasi mereka yg mendaki...kadang jalanan kembali dipenuhi ranting dan kayu kayu berserakkan bahkan rerumputan yg tinggi...semakin naik keatas semakin banyak kendala yg kuhadapi...tapi semua itu kuabaikan, aku selalu membawa tasbih dalam perjalanan setiap langkahku naik keatas puncak adalah wirid panjangku, berdoa memohon kekuatan, ketentraman, kesabaran untuk sanggup sampai kepuncak sana...walau kadang aku harus berhenti berulang kali untuk mengatur nafasku yg tersengal..


Semakin naik semakin tebal kabut, bau kabut kali ini lain dari biasa agak sedikit menyengat dan berbau...namun semua itu kutepiskan jauh jauh, seiring pemandangan yg luar biasa indah dan suara burung dan hewan hutan yang begitu memukau hatiku...sungguh aku yakin keberadaanku disini juga atas kehendak Allah swt,  maka yang kufikirkan hanya doa doa yang kupanjatkan, apa yang kulalui adalah cerminan perjalanan kehidupanku. maka apapun yg kuhadapi aku hanya menjalani sekuat hatiku.


Banyak hal yang kutemui diatas sini, semua luar biasa untukku, semua adalah kuasa Allah untuk setiap apapun yg kulihat dengan mata kepalaku.Dengan bimbingan mbah Jaitun aku yakin aku pasti sanggup naik keatas puncak..3 jam perjalanan cukup membuatku lelah, sengaja kuabadikan perjalanan keatas agar bisa kujadikan kenang kenangan bagaimana aku berusaha melalui setiap rintangn yg ada, mendengar suara gamelan jawa sayup sayup diantara kabut membuat berdiri bulu kudukku pada hal aku berada di ribuan kilo dari perkampungan ngaglik,  aku semakin kencang mengenggam tasbih menyebut nama Allah atas segala kekuasaanNya.Apapun yang terlihat dan yang kudengar adalah tipuan hatiku..dimana semua itu hanya untuk melemahkan tekadku sampai keatas sana.



Jadi teringat beberapa orang yg meragukan kemampuanku naik ke sendang Suroloyo, dibawah tadi beberapa orang mengatakan demikian padaku."Nggak mungkin sampai bu, naik kesana nggak sembarang orang bisa dan kuat, paling sampai makam nyi suko sudah gak sanggup untuk terus naik.." kata kata yg semakin menguatkan tekadku...ada apa diatas sana, sehingga banyak yg tak sanggup melalui rintangan yg ada.
Dan benar saja aku mengalami hal yg sangat melelahkan hati dan fikiranku, apa lagi puluhan lintah menempel dikakiku...mulanya aku teriak jijik dengan hewan kecil hitam yg mulai kenyang mengidsap darahku..tapi sudahlah aku juga tak merasakan sakit kenapa kufikirkan..aku tetep berjalan mengikuti langkah bah Jaitun yg terus saja mengunakan aritnya menebangi ranting juga rumputan berduri...kali ini kami ambil jalan pintas hingga harus bersusah payah membuka jalan kedepan...


Jam menunjukkan 13;25
Aku dan mbah Jaitun istirahat sebentar , perlakuan mbah sangat mengesankan, karena dia selalu memotong dedaunan untuk alas dudukku setiap kali berhenti istirahat...selalui diberikan wejangan dan kata kata yg sangat menentramkan hatiku, setiap orang pasti punya cara sendiri untuk mengobati kesedihan hati, kegundahan hati, demikian aku berda jauh diatas sini untuk mengobati kegundahanku, benar adanya ketentraman hati hanya diri yg sanggup mencari...maka aku memang tengah mencari kententraman hatiku sekalipun aku harus berjalan menuruti suara hatiku...yach aku menemukan ketenangan yg luar biasa, ketenangan dimana aku menikmati setiap yg ada..


Tak terasa langit mulai redup mendung mengantung tapi hujan tak juga turun, suasana sore yg mendung terus saja tak membuat tekatku mundur, perjalanan yg luar biasa exstrem dan liar, aku menikmati sore diatas gunung...sesekali aku sempat melihat rusa dari kejauhan, sungguh pemandangan yg indah, suara lutung terdengar nyaring berteriak melengking di atas pepohonan pinus...Alhamdulillah jam 13:30 aku sampai di tempat yg tertinggi d Gunung Suroloyo, i Sendang bidadari, dimana disana ada 7 pancuran air dengan lumut hijau disekitarnya.
Herannya disekitar situ tak ada rumput liar seperti sebelumnya aku melewati hutan ...semua dinding sendang ditumbuhi lumut...mungkin cahaya matahari tak sampai ketanahnya hingga udara menjadi lembab, sangat cocok bagi tumbuh lumut..hanya tanah dimana kupijak bersih dari rerumputan...hanya tanah dan daun kering yg membusuk..



Aku mencuci kaki dan mukaku dengan air sendang....sejuk sampai kehati, memang aura yg ada lebih tenang dan berbeda dari sendang nyi suko...disini lebih senyap...tak ada suara burung atau hewan hutan ...sunyi yg demikian nikmat...di sekitar sendang, ada sebuah pohon besar, dimana dibawahnya ada goa kecil, mungkin tempat orang orang yg pernah tapa disini, mbah Jaitun menawarkan apa aku mau nyepi disini, aku tertawa, mendengar pertanyaan mbah jaitun,"Nggak lah mbah, aku hanya ingin duduk diam dan menikmati suasana hutan...jika aku memohon sesuatu disini, semua hanya untuk keridoan Allah, berdoa ditempat sunyi dan paling tertinggi mungkin itu caraku untuk menghilangkan kesedihanku..
Kata si Mbah kalau nyepi disini 7 hari, maka sendang yg terlihat bukan sendang seperti ini, melainkan sendang bidadari yg memiliki khasiat yg luar biasa...dari setiap air yg mengalir...
"Ach...nggak lah mbah...aku gak ingin cari yg seperti itu...jika ada berkah yg kuinginkan semua karena berkah sang Kuasa...karena aku percaya aku bisa sampai kesini juga atas rahmat dan hidayahnya...Insyak Allah ada berkahNya ..mbah.."

(foto sendang bidadari yg tiba tiba tertutup kabut)
(Foto sendang bidadari yg mulai reda kabut)

Tak terasa 3 jam aku duduk diatas Gunung Suroloyo, menikmati sunyi sebagai obat gundah hati...demikian aku melewati 6 jam naik keatas Gunung dengan kegembiraan yg luar biasa, diusia 40 tahun aku sanggup naik keatas gunung yg tidak semua orang sanggup mencapai ketempat ini, memang kenekatanku untuk ingin tau tentang Legenda Gunung Suroloyo dan Mata air di Sendang Bidadari membuat aku ingin tau lebih banyak...dan aku senang aku bertemu dengan wanita cantik dengan kemben batik yg kuliat diantara kabut yg pekat...Subhanallah Cantinya...kecantikkanya menebar aura ketenangan yang luar biasa....


Setelah asik berjibaku dengan hati, juga berdiam dalam sunyi yang berkabut...akhirnya aku dan mbah jaitun turun , butuh waktu satu jam untuk aku dan Simbah menuruni hutan Pinus dan belantara belukar...Sungguh perjalanan yang luar biasa untukkku..jam 17:45 aku sampai di bawah disendang amanah...hingga sampai kerumah, dan tidurpun suasana hutan dan sendang bidadari tak sanggup lepas begitu saja dari ingatanku...terimaksih mbah Jaitun untuk semua wejangan dan kebersamaan kita diatas gunung...

MENANGISLAH ENGKAU

Karena Tangismu menjadi hamparan lumut keras membatu

MATI

Melukis mendung di air mengalir
Membaca kabut diantara terik
Merangkai hiasan di tanah basah
Mendongeng kisah pada bisu yg mencekam


lunglai tak beraga
Letih tak berjiwa
patah tak bergerak
buta tak  bermata


oleh Bilqis Kusuma pada 18 Mei 2011 jam 5:25

kemudian
terpaku menatap langit
diam tak beranjak
tak tersisa
hingga benar benar lenyap


kaku
membatu
diam selamanya
kering dalam tanah
abadi dalam gelap

LELANGIT MATAMU


oleh Bilqis Kusuma pada 19 Mei 2011 jam 8:54
Ruang sunyimu telah tertutup
perlahan cakrawala membuka pintu realitamu
Menatap kaki langit mengapai lelangit
mengibas perih diantara bebatuan laramu
berdiri  engkau diantara pijakkan bumi kokoh
Kau kembali membusungkan keangkuan
Menepis cinta mati berkalang perih

Dinding sunyi tak lagi bergetar
Kala hembusan angin memilin sebagian pemikiran kusutmu
Mengabaikan perih menjadi lelucon topeng bidadari
Menebarkan harum bunga melati
Wangi hingga mencapai lelangit
Mengantarkan sebagian jiwamu  luluh diantara pelangi
Kemudian Engkau sisakan senyum


Ruang sunyimu telah terkunci
Dalam ikrar tua di hamparan bumi berarogan kebencian yg mustahil
Lelangit Matamu tak sanggup mendendam
Cintamu adalah impian dunia hati
Maka kau nikmati rahasiamu dalam kisah topeng sang bidadari
Hanya ada senyum  mengawan yg kau teriakan hingga mencapai langit
Bukan tangis yang semalam kau bisikkan pada bumi
Tapi janjimu yang kau selipkan lewat harum sang melati




DONGENG MALAM PADA HATI

oleh Bilqis Kusuma pada 19 Mei 2011 jam 9:30

Duhai hati
Mari kudongengkan tentang rembulan merah
Kukidungkan tentang bintang berpijar terang
Kemudian akan kubacakan pesan langit pada alam
Mana senyum teriklasmu
Titipkan padaku
Maka senyummu akan abadi melampui angkasa


Duhai hati
Mendekatlah pada sunyi yang tenang
Maka akan  kau temui suara kebenaran yg akan menuntun terang hatimu
Dialah suara hatimu mengajak engkau berdiskusi tentang kealfaanmu
Menuturkan tentang apapun tampa perlu kau sembunyikan
Terjaga segala rahasiamu dalam kantung ajaib nuranimu
Melelehlah pada malam tenang dengan bebijian tasbihmu
Satukan hatimu dalam pejaman matamu

Duhai hati
Ketika malam membukakan pintu untukmu
Maka datanglah kepadaku
Menikmati sunyi bercinta dengan Robmu
Kusediakan tubuhku untuk memeluk engkau
berdua bersama sang Kekasih
Agar kau nikmati setiap detik kau bercinta
Meninggikan pujianmu kepada sang kekasih
Merendahkan keiklasan hati pada lukamu yg tersembunyi

Duhai hati
Dongeng malam akan kau puaskan dengan guliran air mata
Kemudian bersujudlah dalam dalam
Nikmati hembusan angin membelai lembut
akan kau dengar pesan sang alam ketika esok kau terbangun
Pada pagi ketika ayam jantan berkokok lantang
menyambut senyum teriklasmu



BINTANG TERINDAHMU ADA DALAM GENGGAMANMU

oleh Bilqis Kusuma pada 20 Mei 2011 jam 8:46


Bukan pada bumi suara lirih
Bukan pada langit jiwa letih
Bukan pula pada pekat gelap kau berkisah
Cukupkan nyanyian hati berhenti bergaung
Dinding hati telah  sesak tak beruang
Realita sudah cukup terpasung


Perlahan  angin memilin pemikiran kasad
Kemudian nuranimu mulai bertanya tanya
Malam menyaksikkan bintang berpijar
Cahaya rembulan kisahkan sinar keperakkan
Cukuplah jangan kau putar hati menjadi tak berarah
Biarkan biduk meninggalkan jejak
Namun haluan adalah jalan yg berada di depan


Biarkan nyanyian malam dendangkan syair syair tenang
aroma melati yang kau tebarkan kelangit
Adalah janji tak terbantahkan
Demikian engkau tengah bejibaku
Antara dinding hati juga pemikiran kasad mata
Maka tataplah langit diatas sana
Terlalu banyak bintang indah yg bertaburan
Namun bintang terindahmu
Adalah bintang dalam genggamanmu



BERKUDA DENGAN KERETA RAGA


oleh Bilqis Kusuma pada 20 Mei 2011 jam 9:20

Bagai kereta kencana
kau berkuda dengan kereta raga
Kau demikian angun berpakaian sang dewi kayangan
Bermahkota perhiasan duniawi bertahta kegelisahan

Matamu menatap lurus kedepan
Langkah tak berpijak pada bumi yang gelisah
Hatimu kokoh berpegangan
Namun jiwamu menari diantara tumpukkan kemarahan

Kereta kencana  melaju diantara resah
Bertarung diantara kekuatan yang tersisa
Kau terus melaju kencang tak peduli raga telah lelah dengan perjalanan
Pertarunganmu belum juga usai
Melalui rintangan jiwa yg penuh ranjau

Matamu tetep tak berpaling
Langkahmu nyaris tak sanggup dihentikan
Kemudian kau lucutkan pakaian kayangan
Kau buang segala perhiasan duniawi bertatah kegelisahan
Kemudian kau sempat berharap kereta raga sampai pada tujuan
Ketentraman abadi
Kebahagiaan sejati
Kehakikian hidup

Biarlah

Kau yang hadir dikesunyianku
Membisikkan nyanyian cinta semusim di penghujung tahun
Taukah engkau bahwa syairmu mencairkan hatiku
Seperti kidung diantara kisi kisi hatiku
Yang kini merekah diantara gerimis rinduku

Kau yang hadirkan melodi cinta
Menebar rasa indah rata keseluruh jiwaku
Satu persatu hatiku bagai kau sirami kasihmu yang menyentuh
Hingga kurindu bersandar dalam pelukkanmu

Biarlah kunikmati rasaku yang melangit
Menari diantara anganku tentang hadirmu malam ini
Jangan menjauh karena aku inginkan dirimu mendekapku dengan cintamu
Karena semusim belum cukup kumerajut hasratku menikmati senyummu
Biarlah aku sabar menunggu saat kau hadir dalam kesempatan waktu

CINTA PURBA KITA

Duhai 
Ketika kita tak sanggup mengingkari
Tentang rasa yg tersimpan dilaci hati
Aku hanya sanggup terdiam
cinta yang menua dalam genggaman
Tak jua menguap kenegri langit

Bukan kututupi
Rahasia rasa yang tak jua pergi
Demikian engkau cinta purba yang abadi
Melintas bagai pelangi disenja hari

Duhai
Kita telah pula  mengerti
Cinta ini tak mungkin saling kita bagi
Telah kita lalui lintasan waktu tampa kata
Tampa senyum tampa canda

Namun ketika angin mengugurkan daun kering
Kita berjumpa selintas diantara cahaya
Mata hati tak sanggup berdusta
Cinta purba meneteskan air mata legenda
Kaupun masih dengan senyum purbamu
Dengan binar terkesima kau berucap
merpatiku.....
kau tak pernah lepas dalam ruang hatiku...


17- April-2011

Minggu, 22 Mei 2011

LELAKI TAK BERWAJAH

Sederet malam telah usai kulalui
Tampa beban hingga aku asik berdiskusi
Tentang emosi jiwa dalam cakrawala sunyi menyesak hati


Pelan ku meraba bumi mencari lelaki tak berwajah didunia imajinasi
Meratap iba dalam nuansa rinduku yang mati suri
Dimanakah engkau sang lelaki
Hatiku meradang tersiksa mencari sejatinya engkau yang tersembunyi


Kutanya pada malam tentang engkau yg tak jua tampakkan wajah
Namun kata katamu bagaikan sederet melodi yang menentramkan jiwa
Datanglah kepadaku duhai engkau
Mendekap sunyiku dengan indahnya kalimat ajaibmu


Sampai kapan kau biarkan kumerindu
Tampa kutau siapakah engkau sang lelaki tak berwajah
Dengan esensi kejujuran yang mengila ketika bicara apa adanya
Tentang hidup,dan realita yang nyata adanya
Aku merindukan diskusi tentang nurani yang lelah




Datanglah ...malam telah tercipta...
Disini aku berkisah tentang engkau yang tak juga pernah ada
Hanya untaian kata semisal dalam syair sunyi tak bertuan
Kau hanya lelaki tak juga berwajah




17 April 2011 jam : 18:43