Entri Populer

Kamis, 16 September 2010

SUNGGUH KAU TANTANG AKU

Waktu terus berjalan melintasi segenap inginku
Terkadang terasa bias terkadang jelas terlihat
Kesempatan kupeluk dalam dekapku hingga terasa digenggamanku
Jiwaku terhenyak dari kesia siaan yg tak terpikirkan sebelumnya


Tak ada kata terlambat untuk memulai
Tak ada kata mundur sebelum berperang
Tak ada gentar ketika tak ada musuh didepan
Tak ada takut untuk membuktikan kebenaran

Jendela hati bagai tersibak membuka diri mengapai harap
Cakrawala tak lagi suram menuntunku untuk merubah jalan kedepan
Tak ingin kuingat jalan mundur runtuhkan keyakinan
Tak lagi kubisikkan nelangsa hati yg terkulai

Seruling itu memanggil menuntunku berjalan kemuka
Kidung sunyi dilembah hijau membimbingku mencari nada yg dulu sempat hilang
Tinggal sejengkal jalan itu terlihat jelas... bahkan terlalu mudah menemukannya ketika mata hati terbuka

Telah kalian mulai genderang perang yg membuatku meradang
Hanya saja genderang itu justru menghidupkan kematian pada kemauanku yg kubiarkan tengelam
Sungguh kubayar penghinaan itu sebagai tantangan untuk ku
Sungguh kubeli penghinaan itu dengan harga yg seharusnya

Tak ada kesempatan ke dua... maka aku tak gentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar