Entri Populer

Kamis, 16 September 2010

TANGIS BUNDA DIMALAM TAKBIRAN

seorang gadis remaja menangis disudut ruang hatinya teriris pedih melihat bundanya menangis.tak berapa lama didekati sibunda seraya bertanya"ada apa bunda...".kataku.sang bunda segerd menghapus air matanya.masih tersisa disudut matanya "tidak..bunda tak menangis hanya tadi kelilipan debu dipasar.bunda mencoba menutupi kesedihannya sekalipun memang barusan dr pasar.Aku terus mengamati bunda yg memang baru pulang dari pasar yg tengah mempersiapkan lebaran yg tinggal beberapa hari lagi,tapi aku tidak melihat apa apa yg dibeli.Ada apa dgn bunda,kenapa bunda menangis..aku ingat bunda belanja diantar pakdeku,aku tinggalkan bundaku yg sudah masuk mengunci kamarnya.Kulangkahkan kakiku kerumah pakde yg tidak jauh dari rumahku..sesampai didepan rumah kulihat pakde yg baru saja memasukkan kendaraan keteras rumah pakde menoleh kearahku dan menyapaku..."nin..masuk dari mana...? tanya pakde.aku masuk kerumah pakde dan duduk diruang tamu..".dari rumah de...".tadi bunda kepasar ya de..kok nggak belanja..".kataku sambil memperhatikan pakdeku.Aku melihat perubahan pada wajah pakde..dan kemudian duduk disebelahku...".tadi kepasar bundamu ketemu abimu dgn ummimu...".ummi yg dimaksud istri muda abi..sesaat jantungku berdegub menahan marah..tapi aku ingin tau apa yg terjadi..".terus pakde.kataku ingin tau..." yach gimana ndak panas bundamu melihat ummi dan abimu belanja dgn banyak bawaan,sementara bundamu belanja aja bingung mau belanja apa saja uang yg dibawa cm 300rb.pada hal kau dan adik adikmu belum dibelikan baju.belum lagi kebutuhan buat lebaran.."Air mataku jatuh dgn deras.aku tak hiraukan lagi cerita pakde.aku minta pamit segera pulang nemui bunda.Aku tau bunda sangat bersedih..aku ingin menghibur bunda...sesampai dirumah bunda sudah tak lagi menangis ada senyum yg pahit ketika menyapaku.."dari mana nin..nich bantuin bunda bersihkan kacang.."di baskom plastik aku lihat satu kilo kacang tanah yg sudah direndam air hangat.aku duduk dekat bunda seraya mencuri2 pandang kearahnya."nin tahun ini nggak pakek baju baru ya."bunda mengajak aku bicara..suaranya berat menahan perih..biar adi dan dedi yg dibelikan ya.."akupun berusaha menjawab dgn tegar.."iyalah bun..yg penting adik2 aja..nina pakek baju yg lama masih bagus bun.."kataku tegar.Aku melihat bunda menangis dan berpura pura bangkit dan berlalu..ketika kembali lagi membawa tas kresek yg berisikan baju adik2ku.."adi...dedy..sini..kedua adikku tengah bermain di halaman depan.Adi dan Dedy segera mendekat.ada apa bunda.."ini baju lebarannya satu satu ya."sambil membersihkan kacang aku melihat adik2ku mencoba kaos murah yg dibeli bunda...yach bunda memang sudah lama menderita..sejak abi mempunyai istri baru..bunda wanita kuat dgn ke 3 anaknya bunda tak pernah bersedih didepan kami.walau api masih pulang walau jarang sekali..bunda selalu bilang abi sedang dinas luar..Adi dan Dedi teriak riang sambil lari2.." baju baru..baju baru..".Aku hanya menatap kepolosan adik adikku.dulu waktu abi ada kami past4 diajak ketoko JM untuk berbelanja baju lebaran..dua tiga stell pasti dibelikan belum lagi sepatu dan sandal.hmm aku cuma mengingat lebaran 4thn yg lalu.sejak itu semakin hari kami hidup dalam keprihatinan.ach aku mendesah tak terasa selesai sudah aku membantu bunda mengoreng kacang dan membuat kue satu..didaerahku lebaran pasti menyediakan kue.kue.walau tidak sebanyak dulu 5 toples cukuplah membuat kami sama dgn tetangga yg lain.Sehari menjelang lebaran bundapun sibuk membuat ketupat yg tadi kamibuat selongsongannya bersama tetangga lainnya.15bj cukuplah buat kami ber4.Untung bunda punya 2 ekor ayam piaraan jd kami bisa buat opor ayam.selesai masak rendang sayur kacang...tak terasa waktu buka terakhirpun tiba..dgn masakkan yg kami masak tadi kami berbuka...alhamdulillah kami tamat berpuasa termasuk adi yg 8thn dan dedi yg baru 6thn.Selesai berbuka aku membereskan meja..Bunda melanjutkan sholat magrib.Aku membersihkan rumah untuk mempersiapkan idulfitri...Aku hendak kebelakang kudengar pintu depan ada yg mengetuk.."Asalamualaikum...aku mendengar suara abi..aku berlari senang ketika mendengar suaranya sudah lama abi ndak pulang".waalaikum salam abi..kataku seraya membuka pintu...,aku salaman dan mencium tangan abi.."bunda mana suara abi meninggi...tidak menunjukan rasa kangen seperti harapanku..."lagi sholat abi duduklah dulu rani buatkan kopi ya bi".akupun kebelakang membuatkan kopi abi..tak lama aku membawakan kopi buat abi..aku mendengar suara ribut dikamar bunda...tak lama pintu dibuka..aku menyaksikan pertengkaran abi dan bunda..."Abi ceraikan bunda..menikahlah abi dgn perempuan tak tau diri itu...".Abi nampak juga marah dan bicara keras..bunda udah buat malu abi ribut dipasar jadi tontonan orang..abi malu tau ndak.."aku tetap menyaksikkan pertengkaran bunda..tampa dapat berbuat apa2.untung adik2ku tengah dimasjid.bi..bunda yg sakit bunda bw uang 300rb buat belanja lebaran tapi abi borong belanja segitu banyak dgn perempuan itu.abi nggak sadar apa anak anak butuh abi!..teriak bunda..."Ach dasar...ayah memukul bahu bunda..aku yg sedari diam segera mendorong abi..tenaga kecijku ternyata sanggup membuat abi jatuh.."jangan pukul bunda abi jahat...abi jahat..teriak ku histeris..bunda memelukku erat..dan menyuruh abi keluar...pergi abi..pergi..bunda tidak mau adi dan dodi melihat abi memberikan contoh tak terpuji..."bunda megusap kepalaku dan memelukku dgn erat..aku merasakan sakit hati bunda.Abi beranjak keluar dan membanting pintu..Brakk suara pintu menghantam hatiku....Bunda dan aku menangis di iringi suara takbir yg bergema di hati kami...kini aku tau mengapa bundaku selalu menangis saat sendiri...kini aku tau kenapa kami harus menghadapi keprihatinan..kini kami mengerti kenapa masa kecil kami tidak sama dgn teman2n...17thn tlah terlewati beban bunda berangsur berkurang...dodi sibungsu kini menjadi polisi dgn pangkat letnan dua dan sekarang kuliah hukum smester VII Adi Ir pertanian dan bekerja di Kalimantan sebagai office meneger.Sementara aku hanya ibu rumah tangga yg lulusan D3.aku hanya usaha sampingan mengirim batik dan MLM dua buah product.alhamdulillah suamiku cukup dgn jabatannya sebagai pimpinan disebuah insntansi.Doa bunda sungguh luar biasa.ketabahan bunda membuat kami kagum.Hormat dan kasih kami tidak sebanding dgn air matanya.Selalu mengajarkan kasih dan indahnya berbagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar