oleh Palupi Raharjo pada 09 Maret 2010 jam 10:41
sampan di telaga warna bagai hiasan tak beranjak walau dayung kian renta semak ranting ketika aku datang tak bergerak sekalipun angin menyapa.Siapa yg memiliki sampan hingga pudar terpanggang surya.Telaga warna menginggatkan aku indahnya satu malam.Ketika malam pekatkan alam,sinar perak sang rembulan pijarkan sinar lembut menyapa hati,kiranya malam tak selamanya menakutkan kutengok kaki bukit temaran dengan sinar lentera ada apa kiranya sekelompok santri dgn obor bambu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar