Entri Populer

Sabtu, 18 September 2010

WEJANGAN SEORANG MUSYAFIR

Siang itu aku dan buah hatiku pergi kesuatu tempat dimana disana adalah tempat faforite ku...
Mumpung cuaca cerah...aku mengajak anak anak ke puncak gunung didekat daerah tempat tinggalku...
Dengan mengendarai kendaraan bermotor...kami memulai perjalanan kesuatu tempat. Aku sangat suka dengan suasana gunung dimana disana aku merasa tenang dan damai...aku menularkan kesenanganku kepada anak anak....agar mereka juga mencintai alam dengan baik...tidak cuma itu sepanjang perjalanan aku bisa mengajak mereka berkomunikasi dari hati kehati...

Disepanjang perjalanan anak anak selalu berceloteh riang...awal pertama kali aku mengenalkan tempat itu anak anak protes...karena mereka takut dengan suasana yang sepi dan singgup...tapi aku katakan pada mereka bahwa kita tidak perlu takut dengan hal hal yang cuma membodohi kalian...mana ada hantu disiang bolong...belajarlah menikmati alam dengan rasa maka kalian akan merasa nyaman dengan suasana sunyi dan tenang...tidakkah kalian merasakan bahwa suara suara yg kalian dengar sangat eksotis...suara jangkrik suara gareng pung...yg melengking riuh...itu adalah hal yg sangat luar biasa indah.

Dalam kesempatan yg ada..aku mengajarkan mereka secara tidak langsung bahwa masyarakat disini sangat jauh dari kesederhanaan...setiap berjumpa dengan petani kopi..cengkeh dan pala...aku selalu menyapa mereka...anak ku bertanya...mama...kenapa mama setiap ketemu orang selalu menyapanya...apa mama mengenal mereka..." kata salah satu dari anakku bertanya...
hmm...sayang kata orang jawa kita harus sumeh...harus ramah...kitakan pendatang ...kita harus menghormati mereka..apalagi mereka lebih tua dari kita...bukankah tidak ada ruginya menyapa terlebih dahulu...dan bersedekah senyum...untuk bisa diterima dilingkungannya kita harus pandai pandai menempatkan diri...kita...kataku sambil terus mengendarai kendaraan naik keatas...sekali waktu kami berhenti menegur petani yagn tengah memetik pala.....kami turun dari kendaraan dan ikut memungguti pala pala yg berjatuihan dirumput...kubiarkan anak anak senang memungguti pala dan memasukkan dikarung yg disediakan petani pala...sambil sekali kali anak anak menjawab pertanyaan para petaninya.setelah cukup senang mereka memungguti pala aku mengajak mereka meneruskan perjalanan naik keatas...anak anak tersenyum riang dan mengucapkan salam kepada petani tua tadi..." terimakasi mbah...kata anak anakku...seraya naik keatas kendaraan...petanipun menjawab  dengan senyum...iya le...nduk..ati ati yo....

Anakku yang kecil bertanya..".mah kok mbahnya gak pakek sandal apa ndak ketusuk duri nanti ma..."sayang mereka udah terbiasa tidak mengunakan sandal mereka ..tapi mereka sehat sehat lho...tapi kalia boleh kok ndak pakek sandal tapi kalau kakinya tertusuk duri gak boleh rewel..hhhh " kataku pada si kecil.
Yachh...banyak hal yg mereka lihat sepanjang perjalanan...kadang melintas seekor elang yg terbang berputar putar diangkasa...putriku yg tertua sangat menikmati itu dia mengeluarkan trustel nikon coolpix L10nya dan mengabadikan elang yg terbang melintas...kadang ayam hutan lewat dgn cepatnya...melintasi jalanan aspal yg sepi...bahkan ular terlihat melewti rumput rumput disekitar perkebunan...hmm aku senang mengajak mereka untuk menikmati alam dgn hati.

Ketika melewati sebuah rumah kami mampir sejenak..ada seorang ibu tua membopong kayu bakar dipunggungnya..." Nuwun bu nderek langkung...kataku menyapa si ibu..."ohh njeh,..bade tindak pundi mas..katanya ramah kepadaku...mbade tindak ngipek bu...ninggali ungaran saking nduwur..kataku padanya..
Aku dan anak anak turun dari kendaraan dan duduk dibangku kayu dipinggir jalan...aku menjabat tangan si ibu  tua yg hendak  menurunkan kayu dr punggungnya..." saking pundi to mbah kok angsal kayu katah...seraya membantu ibu tua menurunkan kayu di pojok rumah..." oalah mas...niki mau saking nduwur...mumpung panas ngolek ngolek kayu obong kagem ngeliwet...kata si ibu tua seraya menyeka keringatnya..hmm pikirku...susah amat masak nasi harus cari kayu dulu kehutan...
Anakku sempat berbisik..." mahh...rumahnya kok pada bolong kayunya....lantainya juga gak ada kramiknya...apa ndak kotor ya mam..."katanya polos...untung hanya berbisik....aku hanya senyum dan jariku kudekatkan kebibirnya...rupanya dia paham kalau tidak boleh bertanya lebih banyak...

Akhirnya kamipun pamit dengan si ibu tua tadi..." njeh sampun mbah...nuwun dalem nunut leren sedilit yo mbah...anak anak pun ikut pamit dan memberi salam pada si ibu tua tadi..."njeh atos atos yo mas...katanya pada ku. Mas adalah panggilan untuk menghormati seseorang...semacam kasta yg lebih diatas mereka..itu kata orang jawa.
Setiap kali anak anak bertanya...saat itu aku merasa telah mengajarkan kepada mereka...pertanyaan sikecil dan kakaknya..baru kujawab sambil mengajak mereka terus naik keatas..." tau ndak kalian...bahwa kita udah bersyukur tinggal ditempat yg lebih baik dari si mbah tadi...kita tidak kedinginan..lantai kita walau tidak mewah tapi sudah cukup bersih...makanya kalian bisa liat gimana susahnya simbah tadi...mau masak harus cari dulu kayu bakar...
Banyaklah belajar mensyukuri apa yang sudah mama dan papa berikan...paling tidak mama dan papa mencoba memberikan yg ter baik buat kalian...hayoo...siapa yg kemarin nggak maem masakkan mama...pada hal mama udah masak...itu berati kalian gak menghargai apa yg sudah mama berikan...walau mama tidak harus cari kayu  bakar...cuma telpon kalau gas habis diambil dan diantar....tapi mamakan udah masakin kalian kan..kataku menyidir salah satu mereka yg tadi sempat bergumam..." kasian ya mam....


Yach....hari ini langit diatas cerah...secerah kami yg menikmati sejuknya suasana dipuncak gunung ungaran...
Sesampai diatas kubiarkan anak anak berlari lari riang terutama putriku yg tertua dia suka dengan kegiatan jurnalistik dan suka iseng foto foto apa yang menurutnya bagus...kadang cuma seekor kupu kupu yg hinggap dirumput...atau langit senja yg merah...bahkan kadang saat mamanya marah juga di foto...hhhhh...anak anak kadang membuatku tertawa...tapi kadang ulah mereka juga kadang membuat emosiku naik....yach itulah anak anak...hari ini sengaja aku mengajak mereka karena aku ingin kami bisa menjadi teman dan juga menjadi ibu yg baik untuknya...waktu melewati jalan setapak di kebun kopi...mereka menghawatirkan kalau kalau terpeleset dan jatuh ketebing yg disisi kanan...aku katakan pada mereka duduklah tenang...percaya pasti mama bisa menguasai kendaraan dgn baik....hmmm ketika selesai melewati jalan setapak yg licin krn sisa hujan...mereka tersenyum dan kasih tepukkan buatku...wihh mama hebat dech...aku jadi senang disanjung anak anak...hmmm...makasih kataku...cuma anak ku yg tertua yg nyeletuk...mulai dech mama lebay...hahaaha..


Aku duduk disebuah warung kecil yg kebetulan ada yg buka...aku pesan coffe mix dan menikmati pemandangan dari tempat dudukku...sejauh mata memandang hanya hamparan awan dan pohon pohon yg begitu luar biasa indah...rupanya  ada seorang laki laki setengah tua...dengan mengenakan baju serba hitam...
Tidak butuh waktu lama aku berbicang dengan beliau...rupanya beliau seorang musyafir dari kota solo...beliau sudah 3 bulan bermeditasi di dekat mushola sebelah sendang amanah...memang ditempat ini banyak yg percaya dengan hal hal yg magis...konon banyak pengede daerah jawa yg datang untuk mandi disendang amanah...dan nyekar kemakan raden...Abdullah...murid dari KH Hasan munadi...dan masih ada satu makam lagi dipuncak gunung yg aku belum pernah kesana.. mereka datang kebanyakkan.untuk meminta berkah atau sekedar nyekar..


Aku tanya kebeliau ada keperluan apa hingga lama menetap diatas gunung ungaran....namanya Pak Puji...
Beliau bercerita banyak hal kepadaku...Beliau dulu hidup lumrah seperti orang yg berkeluarga lainnya...dia pernah menikah dan mempunyai seorang anak...pernikahan mereka tidak dilandasi oleh cinta.karena sebenarnya pak puji mencintai adik iparnya...tapi karena mereka dijodohkan maka merekapun menikah...6 tn menjalani kehidupan rumah tangga,..ternyata mereka tidak mempunyai kecocokkan...karena pak puji lebih suka degan kesunyian sementara sang istri lebih suka jalan ke moll...pak puji memiliki usaha sendiri...usahanya lumayan baik...tapi karena pak puji merasa tidak tentram dan bahagia...maka pak pujipun mencoba konsultasi dgn berbagai kyai untuk minta petunjuk dengan kegelisahan hatinya...

Singkat cerita beliau akhirnya seperti mendapat bisikkan untuk meninggalkan segalanya...meninggalkan anak dan istri juga harta yg dia punya...sebagian harta diinfakkan kepada pakir miskin selebihkanya diserahkan kepada istrinya...pak puji mulai menjalankan apa yg dia percaya...melepas segala yg dia punya untuk mencari keselamatan ...ketenangan dan kemakrifatan...hmmm..dalam hati aku hanya bergumam...apa ada jaman sekarang org hidup menyepi tidak butuh apa apa...yg mana diluar sana banyak hal yg diburu setiap orang...
Pak puji tiba tiba bilang benar buk...harta itu bagi orang orang sangat dibutuhkan tapi apakah menjamin mereka bahagia dgn apa yg mereka dapat...mereka kebanyakkan gelisah dan tidak pandai mengunakan hartanya...saya meninggalkan semua untuk mencari apa yg saya butuhkan dalam hidup saya...makanya 2 thn pertama saya mulai hidup dgn baju yg saya pakai berjalan sesuai hati yg saya ingin...saya makan dari apa yg saya temui di jalan saya minum dgn apa yg diberikan oleh tuhan bisa jadi saya minum air hujan...atau apa saja yg penting saya tidak minta kalaupun ada yg memberi itulah pertolongan allah...

Dua tahun pak puji menjalankan semua itu untuk mencari apa yg dia cari dalam hidup ini...dia mengatakan padaku hidup ini yg terpenting iklas sabar dan tidak berprasangka buruk...dan tidak meninggalkan sholat 5 waktu....hmm bener juga batinku...tapi tidak segampang itu...kan..
Seperti bisa membaca fikiranku...pak puji tersenyum kepadaku....memang sulit bu...tapi itu harus tertanam dihati kita...makanya saya menjalankan ini lama...selama 8 tahun saya berpindah pindah sampai kegunung pengalengan, gunung lawu dan berbagai tempat lainnya...yg saya dengar semua sama...untuk bisa hidup tentram tenang damai semua itu harus ada dalam hati kita....kita tidak bisa mencari ketenagan dimanapun...ketenangan itu hanya ada didalam hati kita masing masing....ibu percaya....dia bertanya padaku...akupun hanya tersenyum...

Aku kepuncak gunung ungaran juga mencari ketenangan...tapi kenapa harus mendengarkan cerita pak puji yg notabennya seorang musyafir yg bermeditasi di sini...hmmm apa maksudnya..
Ibu tau sebelum ibu datang saya sudah dapat bisikkan bahwa akan ada tamu bertemu saya...
Biasanya saya tidak pernah berada  disini dan berpakaian rapi seperti ini...ternyata saya akan bertemu ibu..katanya lagi..hmmm ada lagi pikirku...
Yach...ibu boleh percaya atau tidak tapi saya tidak ingin membuat ibu yakin dengan ucapan saya...ibu tau apa yg ada disekitar ini semua ada tulisan...ada pesan yg disampaikan...ibu bisa rasakan dari angin...tanah..api dan air...ke empat unsur ini adalah pesan kehidupan...." hlah angel banget menterjemahkan kata kata pak puji...
Saya melihat ibu punya sesuatu yg lain dari orang umum lainnya...kalau ibu tidak paham apa yg saya katakan seperti biasa orang orang yg datang kesini kalau bertemu saya dan bicara dgn saya kalau tidak tidur ..mereka pasti pergi menjauh dari saya...tapi saya tau ibu paham dgn apa yg saya sampaikan walau semua masih tersirat.

Aku sendiri tidak mengerti mengapa harus mendengarkan kata kata pak puji...laki laki setengah tua yang pandangan matanya dingin tampa ekpresi apa apa...yach..aku hanya mendengarkan kata katanya saja...
Ibu untuk mencari jati diri dan ketenangan hati ibu tidak perlu ngelakoni apa yg sudah saya jalani...tapi ibu boleh coba...berendam di air duduk sila...dengan air seatas dada tampa mengenakan apa apa...kalau ibu mau beli tanah yg sumber airnya bagus buatlah kolam khusus buat ibu dan buat pondok kecil buat ibu bermeditasi..
dalam meditasi ibu selalu berzikir dengan menyebut nama Allah...setelah itu ibu tutup dengan Alfateha...
insyak allah jika ibu jalankan sholat 5 waktu dan apa yg saya pesankan ibu bisa melihat hasil dari apa yg ada pada diri ibu...

Aku sempat berfikir ada apa dgn pak puji...beliau menebak nebak apa yg ada dalam fikiranku...terus apa untungnya aku..aku tidak sedang mencari ilmu...aku hanya ingin mengajak anak anak untuk bisa menikmati alam dgn hati .tapi kata kata pak puji ada juga yg baik.
Pak puji juga katakan ibu tidak harus berfikir dgn akal karena itu akan bertentangan dgn hati...dan itu akan selalu saja menjadi pertanyaan yg terus saja ibu ulang dan terus diulang...apa yg saya katakan suatu saat pasti ibu jalani...ibu percaya ratu adil...atau satrio paningit...walah...opo maning iki...blas aku ndak mudeng..."batinku.
Ach,,,tau dengar pak !! tapi ndak faham..siapa beliau beliau itu...sekilas aku melihat senyum pak puji yg dingin tampa ekpresi apapun.

Jaman sekarang seorang sufi yng sudah mencapai makrifat tidak dilihat secara lahiriah dengan memakai sorban...seorang yg berpenampilan gelandanganpun...bisa jadi seorang suffi...
didunia modern seperti ini seorang pengusaha...pejabat...jendral ada yg sudah mencapai kemarifatan itu...
insyak allah ibu bisa buktikan jika ibu sudah menemukan jati diri serta kepercayaan bahwa allah itu ada..sekalipun ibu mengakui bahwa ibu beragama islam...." aduh..apa lagi yg dibicarakan pak puji ini,,..
gak bisa masuk dikepalaku...tapi anehnya aku terus saja duduk mendengarkan kata katanya.


Dan yang terpenting ibu...jika dihati ibu mengatakan sesuatu hal maka ibu wajib melaksanakannya...jangan sampai ibu ingkari karena ibu akan menerima akibat yang sudah ibu ingkari...
jangan ibu fikirkan kata kata saya tapi rasakan saja....saya liat ibu punya naluri yg kuat membaca fikiran orang...tapi maaf jangan ibu percaya bahwa nantinya ibu akan menjadi seorang paranormal...
hhhh...ada lagi fikirku...bicara apa pak puji ini...batinku.
Coba saya liat cincin ibu....maaf katanya meraih tanganku...memang aku sedang memakai cincin yg kebetulan ada batunya warna hitam...ohhh ya boleh tapi ini cincin biasa pak gak special....". akupun melepaskan cincin yg kupakai dan menyerahkan pada pak puji...

Dia mengamati cincinku dan tersenyum memandangku....ibu masih keturunan yogya dan banten."..katanya.
lho...aku sempat bengong terperanjat dengan penglihatan mata batin pak puji...aku mengiyakan..hmm ya benaer...kataku..."Ibu percaya kalau ibu memiliki hal yg kuat dalam membaca fikiran seseorang...dan ibu bisa mencapai sesuatu yg kini tenggah ibu rintis..."katanya menatapku...hmmm gak tau pak...saya gak ngerti kataku sambil menginggat inggat apa sebenarnya yg ingin kucari...
Karena langit mulai mendung...aku akhirnya pamit dengan pak puji...ketika aku bersalaman dengan beliau...beliau mengenggam tanganku erat dan mengatakan..." kita akan ketemu lagi di Jogja..".
aku cuma tersenyum...tidak menanggapi pertanyaan pak puji aku mohon pamit dan mengucapkan salam kepada beliau...

Aku memanggil anak anak yg riang bermain dengan seekor anak kambing yg diikat disebuah pohon milik yg punya warung.aku ajak mereka pulang karena mendung sudah nampak mengantung...merekapun mengucapkan salam...dan kami melanjutkan perjalan pulang.
Hmm...aku menemukan banyak hal untuk kurenungkan tapi setidaknya...perjalananku kepuncak gunung membuat anak anak senang.dan akupun menemukan sesuatu pembelajaran dari seorang bapak puji yang membagi pengalaman hidupnya.walaupun dia mencari sesuatu yg sulit bagi orang orang di jaman modern...
yang masih banyak tuntutan...dan memiliki keinginan duniawi...semata.






@ Catatan buat seorang musyafir...aku bisa mencerna sebagian dari apa apa yg beliau sampaikan semoga aku bisa memilah milah kata bijak yang kuterima.











.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar