oleh Bilqis Kusuma pada 14 Maret 2011 jam 2:06
Aku menghitung waktu yang berputar lelah
Diantara kerumaunan masa yang mengukir sejarah
Diantara sobekkan sobekan cerita yang tak beralur
Aku hanya menghitung tapi tak mengingat berapa yg kukumpulkan
Ketika satu persatu kumpulan waktu menjadi sebuah catatan
Antara ada dan tiada tak ubahnya bagai pembatas amarah
Mana yang harus kutoleh setiap detik yang kujaga dalam genggaman
Atau sedikit detik yang sempat kudekap dalam lamunan
Ach..aku bermain main dengan sang waktu
Tidakkah hari terus saja berlalu
Melewati malam dan siang tak ubahnya bagai musyafir
Dinding dinding telah belumut nyaris tak nampak dinding batu
Kemana dinding batu berdiri
wajahnya tak lagi abu abu
Kini berubah berlumut
bagai termakan sang waktu
Demikian waktu mengubah hatiku
Ketika semua bagai tak terbendung
seberapa banyak mendung mengantung dihatiku
Hingga lelahku sampailah ke sebuah tujuan
Dimana aku hanya angan yang membatu

Diantara kerumaunan masa yang mengukir sejarah
Diantara sobekkan sobekan cerita yang tak beralur
Aku hanya menghitung tapi tak mengingat berapa yg kukumpulkan
Ketika satu persatu kumpulan waktu menjadi sebuah catatan
Antara ada dan tiada tak ubahnya bagai pembatas amarah
Mana yang harus kutoleh setiap detik yang kujaga dalam genggaman
Atau sedikit detik yang sempat kudekap dalam lamunan
Ach..aku bermain main dengan sang waktu
Tidakkah hari terus saja berlalu
Melewati malam dan siang tak ubahnya bagai musyafir
Dinding dinding telah belumut nyaris tak nampak dinding batu
Kemana dinding batu berdiri
wajahnya tak lagi abu abu
Kini berubah berlumut
bagai termakan sang waktu
Demikian waktu mengubah hatiku
Ketika semua bagai tak terbendung
seberapa banyak mendung mengantung dihatiku
Hingga lelahku sampailah ke sebuah tujuan
Dimana aku hanya angan yang membatu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar