Kematian bagai diujung subuh
Digelap pekat basah dan dingin
Pencabut nyawa bersiap memutuskan silatuhrahmiku
Menarik ruhku pada saat aku lupakan sesuatu
Mana peringatan untukku
Ketika aku lalai dalam keharusanku
ketika aku asik berkubang dengan kemunafikkanku
Kematian tak ubahnya seperti angin
Datang menyapa jika ia ingin
Bahkan ketika terik panas maupun hujan gerimis
kematian pasti datang melamarku tampa kompromi apapun
Mana undangan untukku
ketika sakratul maut mencoba meniupkan sangsakala ditelingaku
Ketika nafas tak mampu melalui saluran nafas berhargaku
Maka ketika itu tuli mata hatiku
Tak ada yang bisa ditawar
manakala ajab menungguku
Lalu kemana aku akan kembali
dengan iman dan takwa yang miskin
Sesungguhnya jiwaku telah berbisik
untuk ingat kapan waktuku kembali
Lalu perlahan air mata jatuh menetes
dengan penyesalan yg berakhir dengan mati suri
Sebagian jiwaku terbang manakala duduk diam
dalam tafakurku disepertiga malam menjelang dini hari
Ketika usai perjalanan ruhku
aku bersujud syukur ternyata aku belumlah mati
Aku masih ada menunggu giliranku tiba
Hanya waktu yang akan mengundang
Kapan saatku datang
Lalu jelas sekarang apa yang harus kulakukan
seperti menunggu kematian
aku adalah nyawa pilihan yang akhirnya akan kembali pulang

Digelap pekat basah dan dingin
Pencabut nyawa bersiap memutuskan silatuhrahmiku
Menarik ruhku pada saat aku lupakan sesuatu
Mana peringatan untukku
Ketika aku lalai dalam keharusanku
ketika aku asik berkubang dengan kemunafikkanku
Kematian tak ubahnya seperti angin
Datang menyapa jika ia ingin
Bahkan ketika terik panas maupun hujan gerimis
kematian pasti datang melamarku tampa kompromi apapun
Mana undangan untukku
ketika sakratul maut mencoba meniupkan sangsakala ditelingaku
Ketika nafas tak mampu melalui saluran nafas berhargaku
Maka ketika itu tuli mata hatiku
Tak ada yang bisa ditawar
manakala ajab menungguku
Lalu kemana aku akan kembali
dengan iman dan takwa yang miskin
Sesungguhnya jiwaku telah berbisik
untuk ingat kapan waktuku kembali
Lalu perlahan air mata jatuh menetes
dengan penyesalan yg berakhir dengan mati suri
Sebagian jiwaku terbang manakala duduk diam
dalam tafakurku disepertiga malam menjelang dini hari
Ketika usai perjalanan ruhku
aku bersujud syukur ternyata aku belumlah mati
Aku masih ada menunggu giliranku tiba
Hanya waktu yang akan mengundang
Kapan saatku datang
Lalu jelas sekarang apa yang harus kulakukan
seperti menunggu kematian
aku adalah nyawa pilihan yang akhirnya akan kembali pulang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar