Kemarin malam ada acara tunangan anaknya saudara dari suami
Rumahnya tergolong besar dengan ruang yg luas dan halaman yang sangat luas
Saat acara berlangsung, usai menjadi pembawa acara yang tidak begitu resmi
Untuk menyambut calon besan dan pengantin, aku dan anakku yang nomer dua duduk di samping garasi
Mataku sempat menatap sekelebat bayangan putih disamping garasi, kupikir sorot lampu kendaraan yang lalu lalang didepan jalan, tapi setelah kuperhatikan nampak bayangan putih itu semakin jelas..
Hmm...hal yang bukan aneh dan ganjil jika akhirnya yg kulihat wajah nenek tua dengan pakaian kebaya..
Dan bau harum bungga tiba tiba tercium selintas..
Aku menarik tangan anak laki lakiku, agar dia tak sempat menengok apa yg kulihat..
Aku sendiri sebenarnya penakut, tapi karenaa terlalu sering melihat hal aneh aneh jadi aku tidak terlalu memikirkannya.
Aku masuk dari ruang garasi, yang penuh dengan mebel yang sebagian tak lagi terpakai, juga tumpukkan barang dipojok gudang bagian dalam..
Renno anakku menarik tanganku, mam...kok serem ya...perasaan ada yg ngeliatin terus..."dia mencengram pergelangan tanganku.
" Apa sih..gak ada apa apa...ayuk makan dulu..". aku berusaha mengalihkan pikiran beningnya agar tak terpengaruh
dengan hal hal yg diluar nalar.
" Udah makan dulu, mau sate, capcay apa bakso..." aku dan reno sudah ada diruang prasmanan di ruang makan.
" Malesw ahh mam...sudah kenyang, ngantuk ....
" Maem dikit aja dulu...nanti perutnya sakit...kataku mencoba membujuknya.
" Nggak mau ahh mam...maem Macroni schutel aja ya...,katanya mengelanyut dipelukkanku.
"ya udah, mama ambilkan. kita makan didepan aja ya....,akupun mengambilkandua iris macroni schutel dan saos tomat dan sambal,..aku hanya makan bakmie goreng dan capcay...
"yuk...nich pegang ya..,aku terus melangkah keluar lewat garasi disamping rumah.., reno teriakk...Mammmmmmmmmm
tungguin toh,...ini loh...kayak ada yang ngeliatin terus..." dia mencengkram pergelangan tanganku.
Udahhh...nggak ada apa apa..! tapi diam diam aku melirik kearah kamar kamar yang ada diruang belakang, memang rumah tanteku singup dan sangat lembab...apa lagi banyak ruang kosong dan lorong buat sirkulasi udara tidak buat nyaman..
Ayukkk...gak apa apa..anak laki kok takut...." dalam hati sebenarnya aku merasakan suasana yg tak mengenakkan ini..
Diteras aku dan reno duduk, sementara suamiku minta diambilkan makan, akupun beranjak dr teras masuk kedalam untuk mengambil makan buat suamiku.
"Mama...itu apaan sih...' Renno mulai peka lagi...
"Apaan..kataku pura pura nggak ngeh...
"Itu lho mam diteras depan papiliun...dekat pohon rambutan...'Reno cuma menunduk tampa mau memandang kearah teras..
" Udah...dimakan...selak ngantuk nanti.." pada hal disitu ada suamiku, dan saudara dari tanteku, dan anakku yang besar...
"Ada apa ren.." shanaz menimpali
"Emangnya liat apa Reno..." kali ini tanteku yg nanya..
" Itu ada orang diteras...ada 3 orang..." reno mencitakan apa yang dilihat..
" Udah dimakan aja...mama ambil maem buat papa.., hlah..bukan apa apa mbak...kataku sambil berlalu menuju ruang makan melewati garasi samping..
Jujur aku merinding, ternyata anakku sudah mulai bisa melihat hal hal yg selama ini sering menganggu fikiranku.
Sejak kecil Renno memang sudah bisa merasakan hal demikian.
Sejak kecil kalau melewati tempat yang kurang menyenangkan pasti badannya selalu panas.
Kata orang jawa Sawanan...kalau sudah gitu aku repot mencari Tombo...obat jawa buat menurunkan panas anak..
Gak masuk akal memang, meskipun sudah kedokter panas badannya gak akan turun sebelum dipijat bayi...lalu diberi kan macam macam sayarat buat dimandikan....aku sebenarnya gak begitu paham tapi biasanya tetangga yg menyarankan untuk dipijat dan dicarikan syarat..Tapi..kali ini dia merasakan ada yg lain ditempat ini, dia melihat sesuatu yg juga aku lihat.
Aku kembali membawakan makan malam buat suamiku, duduk disamping anak anak...sambil bercanda diteras tanteku.
Reno kembali mengelayut dipelukkanku., sambil berbisik.." Mama liat nggak ada orang disitu...katanya berbisik pelan..
" Iya...mamaa liat, tapi gak apa apa....baca aja alfateha...bisakan..." aku juga berbisik..agar yang lain tidak mendengar
" Kan mama juga liat kok ada 3 orang diteras itu..." Reno teriak kencang, hingga yang ada diteras kembali bertanya..
" Liat apa sih ren...kata tanteku dan Mas anok..barengan..
" Itu ada anak kecil..bajunya kayak bercahaya..., ada nenek nenek pakek kebaya, sama perempuan rambutnya kriting agak panjang..katanya dengan Lugu...
" Mana ren...kata suamiku.
" itu duduk di teras..yang perempuan dibawah pohon rambutan, iya kan mam..." reno menatap kearahku meminta aku mengiyakan..
" Heheh...iya kataku pelan...,ada mbak di teras depan...kataku pelan.
"Tuh kan gak percaya..." reno tersenyum., tapi kali ini dia tidak ketakutan.heran...aku..
Untung Tamu dari pihak besan semua duduk diruang tamu, jadi omongan anakku gak didengar, tamu.
Kepalaku tiba tiba pusing, terasa berat, seperti biasa aura yg seperti ini kadang buat kepalaku seperti berputar juga mual...akhirnya aku hanya membaca surat Albaqoroh...semampuku...agar gak terpengaruh suasana yg tidak mengenakkan buatku..
setelah tamu dari besan pulang,aku mengajak suamiku untuk segera pulang, karena aku gak bisa lama lama berada dirumah tanteku...
Hanya ingin berbagi, bukan bermaksud menjerumuskan pemahaman yang ada tentang dunia lain..
Aku hanya berfikir kenapa hal demikian bisa terjadi..
Buatku, hal seperti ini sangat menganggu, walau apa yg terlihat tidak menganggu
Aku pernah mencoba rukyah...tapi tetap saja sama...
Bahkan lebih tajam dr sebelumnya..
Kenapa dari ketiga anak anakku Reno yang lebih peka...itu mulai terlihat dari usia balita...
Catatn buat anakku RENOVITO PATRA ANGGANA...

Rumahnya tergolong besar dengan ruang yg luas dan halaman yang sangat luas
Saat acara berlangsung, usai menjadi pembawa acara yang tidak begitu resmi
Untuk menyambut calon besan dan pengantin, aku dan anakku yang nomer dua duduk di samping garasi
Mataku sempat menatap sekelebat bayangan putih disamping garasi, kupikir sorot lampu kendaraan yang lalu lalang didepan jalan, tapi setelah kuperhatikan nampak bayangan putih itu semakin jelas..
Hmm...hal yang bukan aneh dan ganjil jika akhirnya yg kulihat wajah nenek tua dengan pakaian kebaya..
Dan bau harum bungga tiba tiba tercium selintas..
Aku menarik tangan anak laki lakiku, agar dia tak sempat menengok apa yg kulihat..
Aku sendiri sebenarnya penakut, tapi karenaa terlalu sering melihat hal aneh aneh jadi aku tidak terlalu memikirkannya.
Aku masuk dari ruang garasi, yang penuh dengan mebel yang sebagian tak lagi terpakai, juga tumpukkan barang dipojok gudang bagian dalam..
Renno anakku menarik tanganku, mam...kok serem ya...perasaan ada yg ngeliatin terus..."dia mencengram pergelangan tanganku.
" Apa sih..gak ada apa apa...ayuk makan dulu..". aku berusaha mengalihkan pikiran beningnya agar tak terpengaruh
dengan hal hal yg diluar nalar.
" Udah makan dulu, mau sate, capcay apa bakso..." aku dan reno sudah ada diruang prasmanan di ruang makan.
" Malesw ahh mam...sudah kenyang, ngantuk ....
" Maem dikit aja dulu...nanti perutnya sakit...kataku mencoba membujuknya.
" Nggak mau ahh mam...maem Macroni schutel aja ya...,katanya mengelanyut dipelukkanku.
"ya udah, mama ambilkan. kita makan didepan aja ya....,akupun mengambilkandua iris macroni schutel dan saos tomat dan sambal,..aku hanya makan bakmie goreng dan capcay...
"yuk...nich pegang ya..,aku terus melangkah keluar lewat garasi disamping rumah.., reno teriakk...Mammmmmmmmmm
tungguin toh,...ini loh...kayak ada yang ngeliatin terus..." dia mencengkram pergelangan tanganku.
Udahhh...nggak ada apa apa..! tapi diam diam aku melirik kearah kamar kamar yang ada diruang belakang, memang rumah tanteku singup dan sangat lembab...apa lagi banyak ruang kosong dan lorong buat sirkulasi udara tidak buat nyaman..
Ayukkk...gak apa apa..anak laki kok takut...." dalam hati sebenarnya aku merasakan suasana yg tak mengenakkan ini..
Diteras aku dan reno duduk, sementara suamiku minta diambilkan makan, akupun beranjak dr teras masuk kedalam untuk mengambil makan buat suamiku.
"Mama...itu apaan sih...' Renno mulai peka lagi...
"Apaan..kataku pura pura nggak ngeh...
"Itu lho mam diteras depan papiliun...dekat pohon rambutan...'Reno cuma menunduk tampa mau memandang kearah teras..
" Udah...dimakan...selak ngantuk nanti.." pada hal disitu ada suamiku, dan saudara dari tanteku, dan anakku yang besar...
"Ada apa ren.." shanaz menimpali
"Emangnya liat apa Reno..." kali ini tanteku yg nanya..
" Itu ada orang diteras...ada 3 orang..." reno mencitakan apa yang dilihat..
" Udah dimakan aja...mama ambil maem buat papa.., hlah..bukan apa apa mbak...kataku sambil berlalu menuju ruang makan melewati garasi samping..
Jujur aku merinding, ternyata anakku sudah mulai bisa melihat hal hal yg selama ini sering menganggu fikiranku.
Sejak kecil Renno memang sudah bisa merasakan hal demikian.
Sejak kecil kalau melewati tempat yang kurang menyenangkan pasti badannya selalu panas.
Kata orang jawa Sawanan...kalau sudah gitu aku repot mencari Tombo...obat jawa buat menurunkan panas anak..
Gak masuk akal memang, meskipun sudah kedokter panas badannya gak akan turun sebelum dipijat bayi...lalu diberi kan macam macam sayarat buat dimandikan....aku sebenarnya gak begitu paham tapi biasanya tetangga yg menyarankan untuk dipijat dan dicarikan syarat..Tapi..kali ini dia merasakan ada yg lain ditempat ini, dia melihat sesuatu yg juga aku lihat.
Aku kembali membawakan makan malam buat suamiku, duduk disamping anak anak...sambil bercanda diteras tanteku.
Reno kembali mengelayut dipelukkanku., sambil berbisik.." Mama liat nggak ada orang disitu...katanya berbisik pelan..
" Iya...mamaa liat, tapi gak apa apa....baca aja alfateha...bisakan..." aku juga berbisik..agar yang lain tidak mendengar
" Kan mama juga liat kok ada 3 orang diteras itu..." Reno teriak kencang, hingga yang ada diteras kembali bertanya..
" Liat apa sih ren...kata tanteku dan Mas anok..barengan..
" Itu ada anak kecil..bajunya kayak bercahaya..., ada nenek nenek pakek kebaya, sama perempuan rambutnya kriting agak panjang..katanya dengan Lugu...
" Mana ren...kata suamiku.
" itu duduk di teras..yang perempuan dibawah pohon rambutan, iya kan mam..." reno menatap kearahku meminta aku mengiyakan..
" Heheh...iya kataku pelan...,ada mbak di teras depan...kataku pelan.
"Tuh kan gak percaya..." reno tersenyum., tapi kali ini dia tidak ketakutan.heran...aku..
Untung Tamu dari pihak besan semua duduk diruang tamu, jadi omongan anakku gak didengar, tamu.
Kepalaku tiba tiba pusing, terasa berat, seperti biasa aura yg seperti ini kadang buat kepalaku seperti berputar juga mual...akhirnya aku hanya membaca surat Albaqoroh...semampuku...agar gak terpengaruh suasana yg tidak mengenakkan buatku..
setelah tamu dari besan pulang,aku mengajak suamiku untuk segera pulang, karena aku gak bisa lama lama berada dirumah tanteku...
Hanya ingin berbagi, bukan bermaksud menjerumuskan pemahaman yang ada tentang dunia lain..
Aku hanya berfikir kenapa hal demikian bisa terjadi..
Buatku, hal seperti ini sangat menganggu, walau apa yg terlihat tidak menganggu
Aku pernah mencoba rukyah...tapi tetap saja sama...
Bahkan lebih tajam dr sebelumnya..
Kenapa dari ketiga anak anakku Reno yang lebih peka...itu mulai terlihat dari usia balita...
Catatn buat anakku RENOVITO PATRA ANGGANA...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar