Malam tak pernah usai menyanyikan kidung hingga kehatiku
Hingga aku tertegun dengan sebaris kata yang membuatku tertunduk
Ada rasa yang bergemuruh memintal kesunyianku
mana kala sesat kunikmati sebaris kata yang demikian indah
Kau hadir sesaat untukku
Setelah sekian waktu tak kudengar kata ajaibmu
Malamku begitu ramai
Karena kata ajaibmu melambungkan kenangan sekian waktu
Ada kebahagiaan tak terkendali
tapi ada juga haru ...perih...yang menyeruak dari relungku
Kau bagai angin disunyiku
Membelai hati hingga tangisku tak terbendung
Kau hadir sesaat untukku bisikkan kata ajaib yang lama tak kusentuh
Apa yang ingin kau berikan
Cinta kita telah lama berlalu
Sekalipun kau ada dilubuk hatiku bukankah sebaiknya kau tak lagi menyapa relungku
Bukan karena kumembencimu...bukan karena kau tak memilikku
Melainkan sesuatu yang memang tak pernah menjauh...
Sekalipun kehidupan kita tak sama seperti yang dulu..
Kau hadir tidak sekedar menyapaku, tetapi kau mulai menginggatkan masa lalu
Kau hadir sesaat untukku haruskah kau ganggu hatiku
Haruskah kau katakan padaku bahwa kau masih mencintaiku
Haruskah kukatakan hal yang sama yang akan menengelamkan hatiku
Hingga air mata kembali jatuh satu persatu
Sudahlah....kau hadir hanya sesat
Lupakan cinta yang akan menghancur kan hati kita
Biarlah sesaat pesan tampa suara berakhir di malam yang gelap
Karena cukuplah buat kita bahwa kehidupan kita tak lagi sama
Kau bagian dalam alur cerita hidupku
Berhentilah jangan pernah mendekat lebih jauh
Jaga hatimu hati kita untuk sesuatu yang tak lagi pantas kita sentuh
Cukuplah kau hadir sesaat dengan kata ajaibmu
Hingga sampai kapanpun tak kuijinkan kau hadir sekalipun sesaat untukku
Mengertilah...bahwa kata ajaib itu tak seharusnya kau lahirkan dalam ucapanmu
Cukuplah air mataku menerimamu sebagai tamu terakhir di hatiku...
Lupakan cerita kita ...
Jika kau tak pandai menjaga kata
Lupakan sesuatu yang indah tentang kita...
Mengertilah air mataku jawaban untuk pertanyaanmu....
Jangan kau katakan apapun...diamlah...selamanya...
Karena tak kuijinkan telingaku mendengar kata kata yang tidak akan membuat kita menjadi lebih baik....
Percayalah...
Hingga aku tertegun dengan sebaris kata yang membuatku tertunduk
Ada rasa yang bergemuruh memintal kesunyianku
mana kala sesat kunikmati sebaris kata yang demikian indah
Kau hadir sesaat untukku
Setelah sekian waktu tak kudengar kata ajaibmu
Malamku begitu ramai
Karena kata ajaibmu melambungkan kenangan sekian waktu
Ada kebahagiaan tak terkendali
tapi ada juga haru ...perih...yang menyeruak dari relungku
Kau bagai angin disunyiku
Membelai hati hingga tangisku tak terbendung
Kau hadir sesaat untukku bisikkan kata ajaib yang lama tak kusentuh
Apa yang ingin kau berikan
Cinta kita telah lama berlalu
Sekalipun kau ada dilubuk hatiku bukankah sebaiknya kau tak lagi menyapa relungku
Bukan karena kumembencimu...bukan karena kau tak memilikku
Melainkan sesuatu yang memang tak pernah menjauh...
Sekalipun kehidupan kita tak sama seperti yang dulu..
Kau hadir tidak sekedar menyapaku, tetapi kau mulai menginggatkan masa lalu
Kau hadir sesaat untukku haruskah kau ganggu hatiku
Haruskah kau katakan padaku bahwa kau masih mencintaiku
Haruskah kukatakan hal yang sama yang akan menengelamkan hatiku
Hingga air mata kembali jatuh satu persatu
Sudahlah....kau hadir hanya sesat
Lupakan cinta yang akan menghancur kan hati kita
Biarlah sesaat pesan tampa suara berakhir di malam yang gelap
Karena cukuplah buat kita bahwa kehidupan kita tak lagi sama
Kau bagian dalam alur cerita hidupku
Berhentilah jangan pernah mendekat lebih jauh
Jaga hatimu hati kita untuk sesuatu yang tak lagi pantas kita sentuh
Cukuplah kau hadir sesaat dengan kata ajaibmu
Hingga sampai kapanpun tak kuijinkan kau hadir sekalipun sesaat untukku
Mengertilah...bahwa kata ajaib itu tak seharusnya kau lahirkan dalam ucapanmu
Cukuplah air mataku menerimamu sebagai tamu terakhir di hatiku...
Lupakan cerita kita ...
Jika kau tak pandai menjaga kata
Lupakan sesuatu yang indah tentang kita...
Mengertilah air mataku jawaban untuk pertanyaanmu....
Jangan kau katakan apapun...diamlah...selamanya...
Karena tak kuijinkan telingaku mendengar kata kata yang tidak akan membuat kita menjadi lebih baik....
Percayalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar