Pagi itu aku bergegas keluar rumah....meskipun langit gelap...udara dingin menyusup kekulitaku 'tetap kumelangkahkan kaki untuk joging di setiap sabtu pagi..... sekalipun dengan stelan treningku.yang tebal... tetap saja dingin menusuk tulangku....hmm...jalan raya masih senyap...jalanan beraspal masih terselimuti embun sekalipun tidak hujan ,jalanan basah karenanya...
Aku mencoba melewati jalan raya menuju ke Alun alun...sekarang barulah kulihat banyak orang yg juga berjoging di jalan yg melingkar...hmm cukup ramai juga...batinku setelah tadi aku melewati jalan yg sepi dari tempat tinggalku.....aku pun mulai jalan perlahan memutari alun alun mini yg ada didekat pendopo bupati...cukup sepuluh putaran membuat keringat terus mengucur....matahari pagi sudah memerah pertanda fajar mulai tertinggal...
Aku melanjutkan jalanku ke pasar pagi.... sekalian belanja untuk siang nanti...memasuki gerbang pasar aku menemui nenek tua yang membawa setumpuk kangkung dalam keranjang yang di sunggi....akupun mendekat ..kupikir...siang nanti akan nikmat jika kumasakkan tumis kangkung dan ikan gurami goreng tempe dan sambal terasi...hmm..terbayang makan siang yg menggugah selera kusapa sang nenek...'" Berapa nek satu ikat kataku pada sinenek yg masih sibuk menata dagangannya..". Dua ribu mas..seikatnya....katanya pelan....akupun menawar denga memilih milih sayauran dua ribu dua ikat ya nek .."kataku tampa memperdulikan wajah tua nenek yg baru memulai dagangannya pagi itu...sang nenek tampa banyak kata menerima uang yg kuserahkan sambil mengipas ngipas uang dua ribu kearah tumpukkan kangkung yang dikeranjang.
Akupun meninggalkan nenek tua dan melanjutkan belanjaku ketenggah pasar...akupun membeli tempe...ikan gurami dan bumbu yang kuperlukan...setelah selesai keperluan belanjaku untuk siang nanti , akupun bergegas pulang...untuk menyiapkan makan pagi ...untuk seragam anak anak, juga suami sudah kusiapkan sebelum aku jalan pagi.
Akupun akhirnya menghentikan mikrolet yang menuju arah tempat tinggalku....ditenggah perjalanan, seperti biasa kernet meminta ongkos mikiolet...akupun mencari cari dompetku yg tadi kukantongi di traning celanaku.....aku sempat panik....karena dompetku raib dari kantung celana...aku kebinggungan sehingga kernet angkot bertanya padaku..." Ada apa Bu...". katanya memperhatikanku...akupun gelagapan menjawab pertanyaanya..." maaf mas...dompet saya kok gak ada...tadi perasaan masih saya kantongi di saku celana tapi kok gak ada ya...akupun membongkar tas belanjaanku....semua kuaduk aduk tapi tak kutemukan dompetku , aku ingat masih tersisa seratus ribu dan beberapa ribuan...dalam dompetku setelah usai menawar ikan gurami yg akhirnya gak bisa kurang itu...aku terus mengingat ingat sampai tak terasa tempat tinggalku sudah dekat...untung aku sudah sering naik mikrolet itu jadi dengan wajah memerah menahan malu akupun minta maaf pada sopir dan kernet mikrolet....merekapun maklum dgn musibah yg kualami itu....hanya saja aku cukup menahan malu karena penumpang yg cukup sesak pagi itu memandang kearahku...
Sesampai dirumah...akupun duduk sejenak...setelah mencuci tangan dan kakiku....aku berfikir...kemana dompetku tadi kusimpan...tertinggal dimana fikirku tak iklas...hmm...seraya mengerjakan tugas pagiku...menyiapkan makan pagi...terfikir kembali pagiku yang kikir...hmmm..aku memetik hikmah dari pagiku yang kikir....bagai mana tidak...aku telah berlaku sesuka hatiku pada seorang nenek tua yang mengelar dagangan dipagi buta....bukankah dia tengah bekerja keras dipagi buta...dengan dagangan kangkung yg dia petik disore kemarin...kenapa aku tak iba ketika dagangan yg dijajakannya hanya kuhargai seribu rupiah tampa memberikan kesempatan sang nenek tetap bersikukuh dengan harga dagangannya...".hmmm...mungkin karena pembeli pertama yang menawar dagangannya....seperti kata sinenek saat pagi ku yg kikir....dia mengibas ngibaskan uang ribuan yang lecek kedagangannya...'" LARIS MANIS-LARIS MANIS...hmm kenapa hatiku tak tersentuh dengan keiklasan si nenek tua yg begitu suka cita menerima rezeki dipagi buta tidak seperti harapannya.
Pastilah si nenek sudah menghitung untung yg akan diperolehnya...tapi aku dipagi yang kikir membuka harga murah untuk rezeki pagi yang awal untuk nenek membuka pintu rezekinya.
Aku mendesah...pelan...terasak sesak menyempitkan nafasku...hari ini aku berlaku tidak adil untuk sang nenek...sekarang pantaslah aku kehilangan dompetku karena kekikiranku dipagi buta itu...
Akupun berjanji akan kugantikan rezeki untuk yang lain di sabtu mendatang agar terbayarkan kekikiranku kepada sang nenek...kelak dikemudian hari...
Demikian waktu tak berasa akhirnya sabtu pagi kembali datang...Sebelum berangkat sudah kusiapkan seragam anak anak dan seragam kantor suami...aku hanya menyiapkan kopi dan teh buat minum paginya, kebetulan masih ada bronis sisa kemarin kusiapkan dimeja...aku mulai mengenakan sepatu dan meregangkan otot untuk memulai jogingku pagi ini...
Akupun memulai langkah kan kakiku...sampai akhirnya menuju alun alun didepan pendopo bupati
Aku mulai memutari alun alun mini dengan langkah yg pasti....setelah tiga putaran...aku melintasi penjual gorengan..aku mendengar suara anaknya yg merengek " Bu...kapan SPPKU di bayar...udah ditagih nich sama BP3..."" aku tak sengaja mendengarkan pembicaraan penjual gorengan....si ibu menjawab halus..". Yach...nantilah nak...jualan ibu dari kemarin sepi ... dua hari hujan gimana mau dapet uang..udah bilang saja sama gurumu minggu depan ibu carikan pinjaman...ini buat modal kemarin aja belum kembali...". si anak terlihat menangis menyeka air matanya.
Aku jadi tertarik menguping , dgn tetap jalan ditempat . disisi penjual gorengan...... perlahan aku berlalu meninggalkan ibu dan anak yang tengak resah di pagi buta.
Akupun melanjutkan berkeliling alun alun...sampai sepuluh putaran...lalu aku mendekat penjual gorengan...." Bu minta bakwan jagungnya 10 kataku...kepadanya..si ibu bergegas membungkus pesananku...aku masih memperhatikan sianak yg masih duduk dengan mata menerawang kosong...
Sesaat hatiku tersentuh.....
Si ibu menyerahkan bungkusan bakwan...lalu kuambil uang seratus ribu yg masih kaku dan baru...berapa bu kataku''' Lima ribu bu katanya...pakai uang kecil aja bu belum kelarisan katanya halus..
Aku tetap menyodorkan uang seratus ribu...meninggalkan uang kepada si ibu...aku hanya bilang ambil kembalianya bu...kataku seraya berlalu...akupun melangkah tampa beban...aku iklas pagi ini karena pagiku yang kikir bisa kutebus hari ini....aku tidak ingin menegok ibu dan anak yg kutinggal terbengong bengong...aku tak akan kembali menoleh....karena hal itu akan menumbuhkan rasa sombongku kepada ketidak beruntungan mereka...cukuplah rasa iba itu hanya terbetik dalam hati kecilku.....cukup.
Tak seberapa lama aku sampailah di lampu merah diperempatan jalan....sepertinya jalanan masih sepi...aku mencoba menyebrang jalan yg sudah mulai lalu lalang beberapa kendaraan dan mobil....
Aku sudah yakin jalan sudah aman untu menyebrang.....akupun melangkah ketengah...tapi tiba tiba aku terbanting kesisi jalan....aku sempat mendengar suara ban berdecit keras menyentuh aspal yg dingin...
juga teriakkan beberapa pengguna jalan yg lari mendekat.....aku seperti berputar tapi aku masih sempat melihat sekelilingku....orang orang berlari menghampiriku...dan memapahku kesisi jalan ...
Subhanawllah...'" Kudengar suara laki laki bersuara kras tergetar...alhamdullilah...ibu ndak kenapa kenapa...saya melihat ibu tertabrak mobil dengan keras....mobil yg menabrak ibu langsung tancap gas.....tapi ibu tidak terluka apa apa.!!!!..laki laki setegah tua bertanya berulang.......dan suara bisik bisik yg lain...juga terdengar takjub dengan kejadian di pagi buta...yang menimpaku.
Hanya luka disiku dan dikeningku yang tak berarti yg sempat membuatku terhuyung jatuh menyetuh aspal...suatu rahmat Allah swt...pagi ini aku dalam keadaan baik...atas karunianya pula pagi ini diberikan kesempatan menikmati hari.......sesaat aku tertegun....
Pagi ini aku menyaksikkan kedasyatan sedekah....sedekah tampa pamrih adalah hal yg paling berkah di saat yg terpilih...pagi ini aku dihadiahkan pelajaran yang berharga....bahwa untuk memberikan sesuatu dengan iklas dan pada orang yg tepat...tampa pernah menghitung berkah dan kembalian yg kita terima maka semua itu luar biasa dasyatnya....aku menyaksikan pagi yang kikir maka tak menunggu waktu kemalangan yang sama tertukar...begitupun ketika kubayar kekikiranku tampa berharap imbalannya......tuhan memberikan kesempatan kehidupan untukku ..
Sungguh aku merasa malu....dengan nenek tua yg begitu iklas menerima rezeki dipagi buta dengan uang yg terjelek yang aku punya....di pagi buta sabtu yang lalu.
Akupun mengucapkan Alhamdulillah....karena Allah tidak murka dengan kekikiranku dipagi buta itu...
Sungguh aku menawar nawar harga....hanya untuk memuaskan keinginanku...hukum dagang yg tak seharusnya...kuterapkan buat nenek renta penjual kangkung...pada hal jika aku belanja di swalayan...harga berapapun aku tak pernah peduli.kan......Hmm terima kasih nenek penjual kangkung kau ajarkan kepadaku untuk menghargai kerjakeras seseorang...apalagi wanita kuat dan penuh semangat sepertimu..diusia senjamu kau tetap bersemangat melanjutkan hidup......ada hal yg kupetik yang mengajarkan kepadaku.....iklas adalah sesuatu yg mulia....dan tak pernah merugi.

Aku mencoba melewati jalan raya menuju ke Alun alun...sekarang barulah kulihat banyak orang yg juga berjoging di jalan yg melingkar...hmm cukup ramai juga...batinku setelah tadi aku melewati jalan yg sepi dari tempat tinggalku.....aku pun mulai jalan perlahan memutari alun alun mini yg ada didekat pendopo bupati...cukup sepuluh putaran membuat keringat terus mengucur....matahari pagi sudah memerah pertanda fajar mulai tertinggal...
Aku melanjutkan jalanku ke pasar pagi.... sekalian belanja untuk siang nanti...memasuki gerbang pasar aku menemui nenek tua yang membawa setumpuk kangkung dalam keranjang yang di sunggi....akupun mendekat ..kupikir...siang nanti akan nikmat jika kumasakkan tumis kangkung dan ikan gurami goreng tempe dan sambal terasi...hmm..terbayang makan siang yg menggugah selera kusapa sang nenek...'" Berapa nek satu ikat kataku pada sinenek yg masih sibuk menata dagangannya..". Dua ribu mas..seikatnya....katanya pelan....akupun menawar denga memilih milih sayauran dua ribu dua ikat ya nek .."kataku tampa memperdulikan wajah tua nenek yg baru memulai dagangannya pagi itu...sang nenek tampa banyak kata menerima uang yg kuserahkan sambil mengipas ngipas uang dua ribu kearah tumpukkan kangkung yang dikeranjang.
Akupun meninggalkan nenek tua dan melanjutkan belanjaku ketenggah pasar...akupun membeli tempe...ikan gurami dan bumbu yang kuperlukan...setelah selesai keperluan belanjaku untuk siang nanti , akupun bergegas pulang...untuk menyiapkan makan pagi ...untuk seragam anak anak, juga suami sudah kusiapkan sebelum aku jalan pagi.
Akupun akhirnya menghentikan mikrolet yang menuju arah tempat tinggalku....ditenggah perjalanan, seperti biasa kernet meminta ongkos mikiolet...akupun mencari cari dompetku yg tadi kukantongi di traning celanaku.....aku sempat panik....karena dompetku raib dari kantung celana...aku kebinggungan sehingga kernet angkot bertanya padaku..." Ada apa Bu...". katanya memperhatikanku...akupun gelagapan menjawab pertanyaanya..." maaf mas...dompet saya kok gak ada...tadi perasaan masih saya kantongi di saku celana tapi kok gak ada ya...akupun membongkar tas belanjaanku....semua kuaduk aduk tapi tak kutemukan dompetku , aku ingat masih tersisa seratus ribu dan beberapa ribuan...dalam dompetku setelah usai menawar ikan gurami yg akhirnya gak bisa kurang itu...aku terus mengingat ingat sampai tak terasa tempat tinggalku sudah dekat...untung aku sudah sering naik mikrolet itu jadi dengan wajah memerah menahan malu akupun minta maaf pada sopir dan kernet mikrolet....merekapun maklum dgn musibah yg kualami itu....hanya saja aku cukup menahan malu karena penumpang yg cukup sesak pagi itu memandang kearahku...
Sesampai dirumah...akupun duduk sejenak...setelah mencuci tangan dan kakiku....aku berfikir...kemana dompetku tadi kusimpan...tertinggal dimana fikirku tak iklas...hmm...seraya mengerjakan tugas pagiku...menyiapkan makan pagi...terfikir kembali pagiku yang kikir...hmmm..aku memetik hikmah dari pagiku yang kikir....bagai mana tidak...aku telah berlaku sesuka hatiku pada seorang nenek tua yang mengelar dagangan dipagi buta....bukankah dia tengah bekerja keras dipagi buta...dengan dagangan kangkung yg dia petik disore kemarin...kenapa aku tak iba ketika dagangan yg dijajakannya hanya kuhargai seribu rupiah tampa memberikan kesempatan sang nenek tetap bersikukuh dengan harga dagangannya...".hmmm...mungkin karena pembeli pertama yang menawar dagangannya....seperti kata sinenek saat pagi ku yg kikir....dia mengibas ngibaskan uang ribuan yang lecek kedagangannya...'" LARIS MANIS-LARIS MANIS...hmm kenapa hatiku tak tersentuh dengan keiklasan si nenek tua yg begitu suka cita menerima rezeki dipagi buta tidak seperti harapannya.
Pastilah si nenek sudah menghitung untung yg akan diperolehnya...tapi aku dipagi yang kikir membuka harga murah untuk rezeki pagi yang awal untuk nenek membuka pintu rezekinya.
Aku mendesah...pelan...terasak sesak menyempitkan nafasku...hari ini aku berlaku tidak adil untuk sang nenek...sekarang pantaslah aku kehilangan dompetku karena kekikiranku dipagi buta itu...
Akupun berjanji akan kugantikan rezeki untuk yang lain di sabtu mendatang agar terbayarkan kekikiranku kepada sang nenek...kelak dikemudian hari...
Demikian waktu tak berasa akhirnya sabtu pagi kembali datang...Sebelum berangkat sudah kusiapkan seragam anak anak dan seragam kantor suami...aku hanya menyiapkan kopi dan teh buat minum paginya, kebetulan masih ada bronis sisa kemarin kusiapkan dimeja...aku mulai mengenakan sepatu dan meregangkan otot untuk memulai jogingku pagi ini...
Akupun memulai langkah kan kakiku...sampai akhirnya menuju alun alun didepan pendopo bupati
Aku mulai memutari alun alun mini dengan langkah yg pasti....setelah tiga putaran...aku melintasi penjual gorengan..aku mendengar suara anaknya yg merengek " Bu...kapan SPPKU di bayar...udah ditagih nich sama BP3..."" aku tak sengaja mendengarkan pembicaraan penjual gorengan....si ibu menjawab halus..". Yach...nantilah nak...jualan ibu dari kemarin sepi ... dua hari hujan gimana mau dapet uang..udah bilang saja sama gurumu minggu depan ibu carikan pinjaman...ini buat modal kemarin aja belum kembali...". si anak terlihat menangis menyeka air matanya.
Aku jadi tertarik menguping , dgn tetap jalan ditempat . disisi penjual gorengan...... perlahan aku berlalu meninggalkan ibu dan anak yang tengak resah di pagi buta.
Akupun melanjutkan berkeliling alun alun...sampai sepuluh putaran...lalu aku mendekat penjual gorengan...." Bu minta bakwan jagungnya 10 kataku...kepadanya..si ibu bergegas membungkus pesananku...aku masih memperhatikan sianak yg masih duduk dengan mata menerawang kosong...
Sesaat hatiku tersentuh.....
Si ibu menyerahkan bungkusan bakwan...lalu kuambil uang seratus ribu yg masih kaku dan baru...berapa bu kataku''' Lima ribu bu katanya...pakai uang kecil aja bu belum kelarisan katanya halus..
Aku tetap menyodorkan uang seratus ribu...meninggalkan uang kepada si ibu...aku hanya bilang ambil kembalianya bu...kataku seraya berlalu...akupun melangkah tampa beban...aku iklas pagi ini karena pagiku yang kikir bisa kutebus hari ini....aku tidak ingin menegok ibu dan anak yg kutinggal terbengong bengong...aku tak akan kembali menoleh....karena hal itu akan menumbuhkan rasa sombongku kepada ketidak beruntungan mereka...cukuplah rasa iba itu hanya terbetik dalam hati kecilku.....cukup.
Tak seberapa lama aku sampailah di lampu merah diperempatan jalan....sepertinya jalanan masih sepi...aku mencoba menyebrang jalan yg sudah mulai lalu lalang beberapa kendaraan dan mobil....
Aku sudah yakin jalan sudah aman untu menyebrang.....akupun melangkah ketengah...tapi tiba tiba aku terbanting kesisi jalan....aku sempat mendengar suara ban berdecit keras menyentuh aspal yg dingin...
juga teriakkan beberapa pengguna jalan yg lari mendekat.....aku seperti berputar tapi aku masih sempat melihat sekelilingku....orang orang berlari menghampiriku...dan memapahku kesisi jalan ...
Subhanawllah...'" Kudengar suara laki laki bersuara kras tergetar...alhamdullilah...ibu ndak kenapa kenapa...saya melihat ibu tertabrak mobil dengan keras....mobil yg menabrak ibu langsung tancap gas.....tapi ibu tidak terluka apa apa.!!!!..laki laki setegah tua bertanya berulang.......dan suara bisik bisik yg lain...juga terdengar takjub dengan kejadian di pagi buta...yang menimpaku.
Hanya luka disiku dan dikeningku yang tak berarti yg sempat membuatku terhuyung jatuh menyetuh aspal...suatu rahmat Allah swt...pagi ini aku dalam keadaan baik...atas karunianya pula pagi ini diberikan kesempatan menikmati hari.......sesaat aku tertegun....
Pagi ini aku menyaksikkan kedasyatan sedekah....sedekah tampa pamrih adalah hal yg paling berkah di saat yg terpilih...pagi ini aku dihadiahkan pelajaran yang berharga....bahwa untuk memberikan sesuatu dengan iklas dan pada orang yg tepat...tampa pernah menghitung berkah dan kembalian yg kita terima maka semua itu luar biasa dasyatnya....aku menyaksikan pagi yang kikir maka tak menunggu waktu kemalangan yang sama tertukar...begitupun ketika kubayar kekikiranku tampa berharap imbalannya......tuhan memberikan kesempatan kehidupan untukku ..
Sungguh aku merasa malu....dengan nenek tua yg begitu iklas menerima rezeki dipagi buta dengan uang yg terjelek yang aku punya....di pagi buta sabtu yang lalu.
Akupun mengucapkan Alhamdulillah....karena Allah tidak murka dengan kekikiranku dipagi buta itu...
Sungguh aku menawar nawar harga....hanya untuk memuaskan keinginanku...hukum dagang yg tak seharusnya...kuterapkan buat nenek renta penjual kangkung...pada hal jika aku belanja di swalayan...harga berapapun aku tak pernah peduli.kan......Hmm terima kasih nenek penjual kangkung kau ajarkan kepadaku untuk menghargai kerjakeras seseorang...apalagi wanita kuat dan penuh semangat sepertimu..diusia senjamu kau tetap bersemangat melanjutkan hidup......ada hal yg kupetik yang mengajarkan kepadaku.....iklas adalah sesuatu yg mulia....dan tak pernah merugi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar