Selendang warna biru...kuselempangkan dibahuku...
Bukan selimuti tubuh untuk dingin yang menusuk tulangku...
Terbersit sebuah nyanyian yang sempat singgah ditelingaku...
Lembut perlahan menetes air mataku...
Kubiarkan semua lepas satu persatu...agar kudapati kejujuran yg terlahir dari hatimu...
Selendang warna biru....kini tak ingin kupakai....
karena dingin tak lagi berpengaruh dengan tubuhku.....
tak mengapa dingin menusuk tulangku....hingga satu persatu kuurai dalam ilusiku...
Demikian...sesaat aku terlena...dalam nuansa yg melambungkan asa...
Aku terlelap saat otak dan dadaku sesak....
Saat lelap kumelihat bayanganku dalam tidurku...
Tersenyum dalam sebuah ruang gelap dan tiba tiba sinar dari sebuah bayangan jelas terlihat.....
Diantara gelap yang kemudian terang aku berjabat tangan ...dengan bayangan yg bersinar...
Siapakah bayangan terang...diantara gelap disebuah ruang...
wanginya harum seperti dupa pengantin yang tebarkan ratusan kembang...
Aku terbangun saat disepertiga malam...wanginya tetap tertinggal....
Hingga harumnya sampai diselendang biru yg selalu kukenakan....
Mimpiku menuntunku temukan kejujuran...
Hingga keesokkan malam...... jawaban itu kudapatkan...
Sungguh kuhargai kejujuran yg terlalu lama terkuakkan...
tapi itulah intusiku yang menjelaskan...
sebelum mimpiku membawa bayangan itu datang..
Jauh sebelum aku mengenal bayangan yg bersinar....terang...

Bukan selimuti tubuh untuk dingin yang menusuk tulangku...
Terbersit sebuah nyanyian yang sempat singgah ditelingaku...
Lembut perlahan menetes air mataku...
Kubiarkan semua lepas satu persatu...agar kudapati kejujuran yg terlahir dari hatimu...
Selendang warna biru....kini tak ingin kupakai....
karena dingin tak lagi berpengaruh dengan tubuhku.....
tak mengapa dingin menusuk tulangku....hingga satu persatu kuurai dalam ilusiku...
Demikian...sesaat aku terlena...dalam nuansa yg melambungkan asa...
Aku terlelap saat otak dan dadaku sesak....
Saat lelap kumelihat bayanganku dalam tidurku...
Tersenyum dalam sebuah ruang gelap dan tiba tiba sinar dari sebuah bayangan jelas terlihat.....
Diantara gelap yang kemudian terang aku berjabat tangan ...dengan bayangan yg bersinar...
Siapakah bayangan terang...diantara gelap disebuah ruang...
wanginya harum seperti dupa pengantin yang tebarkan ratusan kembang...
Aku terbangun saat disepertiga malam...wanginya tetap tertinggal....
Hingga harumnya sampai diselendang biru yg selalu kukenakan....
Mimpiku menuntunku temukan kejujuran...
Hingga keesokkan malam...... jawaban itu kudapatkan...
Sungguh kuhargai kejujuran yg terlalu lama terkuakkan...
tapi itulah intusiku yang menjelaskan...
sebelum mimpiku membawa bayangan itu datang..
Jauh sebelum aku mengenal bayangan yg bersinar....terang...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar