Perlahan...senja telah kembali...hingga malam pun dantang menyapa hati..
Kubiarkan angin menyapa menyentuh dingin hingga kehati....
Pelan namun berasa hinga berurai rasa yang mengantung.....
Sebening embun yang menetes seperti itulah hati terasa sejuk...
Kau telah kembali...memeluk erat gundahnya hati...
Perlahan...senja telah merapat...hingga rembulan bersinar temani gelap.....
Kubiarkan satu persatu dedaunan berguguran diujung senja...
Pelan namun pasti janjikan rindu yang dipintal dengan kasih....
Sebening embun yang menetes seperti itu bahagia saat kuterima pesanmu...
Kau telah kembali...mencium dengan sebuah doa...
Mana ikatan bungga yg akan kau bawa...
Aku menunggu hingga senja berakhir sore ini....
Mana untaian kata yang akan kau tulis....
Aku menunggu hingga sunyi menjadi riang bersama kidung binatang malam...
Sebening Embun yang menetes...kurasakan kehadiranmu begitu dekat....
Sekalipun malam belum berakhir...tanah kering basah dengan selimut embun...
Mana pelangi senja tadi...sekalipun rembulan mengantikan keindahan malam...
Tetap saja semua indah...lembut menyapa wajah.....pelan pelan angin mencium....
Disini...rindu telah terjurai...bersama mimpi yang telah ramaikan tidurku....
Disini....cinta telah kukatakan....agar tak kau tanyakan setiap pesan yg kau tuliskan...
Disini....doa kubisikkan...agar hati kita tetap damai dan tenag.....
Kini...tak penting akhirnya....yang jelas... embun yang menetes...tetap selalu ada...
@@@@@@
101010
Setiap kata adalah doa...
demikian hal yg tersirat sebuah makna...
tak penting sampai kebatas kota...
hanya sebuah pesan saat sebuah tanya terjawabkan...
maka saat itu,,,,pelan pelan kau menuai hikmah...

Kubiarkan angin menyapa menyentuh dingin hingga kehati....
Pelan namun berasa hinga berurai rasa yang mengantung.....
Sebening embun yang menetes seperti itulah hati terasa sejuk...
Kau telah kembali...memeluk erat gundahnya hati...
Perlahan...senja telah merapat...hingga rembulan bersinar temani gelap.....
Kubiarkan satu persatu dedaunan berguguran diujung senja...
Pelan namun pasti janjikan rindu yang dipintal dengan kasih....
Sebening embun yang menetes seperti itu bahagia saat kuterima pesanmu...
Kau telah kembali...mencium dengan sebuah doa...
Mana ikatan bungga yg akan kau bawa...
Aku menunggu hingga senja berakhir sore ini....
Mana untaian kata yang akan kau tulis....
Aku menunggu hingga sunyi menjadi riang bersama kidung binatang malam...
Sebening Embun yang menetes...kurasakan kehadiranmu begitu dekat....
Sekalipun malam belum berakhir...tanah kering basah dengan selimut embun...
Mana pelangi senja tadi...sekalipun rembulan mengantikan keindahan malam...
Tetap saja semua indah...lembut menyapa wajah.....pelan pelan angin mencium....
Disini...rindu telah terjurai...bersama mimpi yang telah ramaikan tidurku....
Disini....cinta telah kukatakan....agar tak kau tanyakan setiap pesan yg kau tuliskan...
Disini....doa kubisikkan...agar hati kita tetap damai dan tenag.....
Kini...tak penting akhirnya....yang jelas... embun yang menetes...tetap selalu ada...
@@@@@@
101010
Setiap kata adalah doa...
demikian hal yg tersirat sebuah makna...
tak penting sampai kebatas kota...
hanya sebuah pesan saat sebuah tanya terjawabkan...
maka saat itu,,,,pelan pelan kau menuai hikmah...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar