oleh Palupi Raharjo pada 27 Oktober 2010 jam 11:22
Seperti bara kau kusimpan...ingin kugenggam namun panasnya tak kuasa kucengkram
Rinduku tercabik.....terkadang terkoyak untuk kusulam sebagai hiasan dalam kenangan
Tak bisakah kau menjauh saja hingga usai sebuah catatan yg mulai membias
Tak sisakan sudut ruang sekedar menghela nafas..
Agar rinduku terbang bersama sisa arang belukar yg terbakar...
Seperti mawar indah tersemai...namun duri perlahan mulai kau tebar
Ada sedikit pesan yang tertinggal namun tak membuatku percaya...
Malam itu..semua sudah usai...rindupun kubiarkan tersimpan...
Tak akan kukatan walau sekedar untaian catatan
Agar kau mengeri bahwa kau bagaikaan mawar hitam dalam gengaman...
Selamanya akan demikian...
Hingga kelopak demi kelopak berguguran jatuh diantara kisah
Malam telah usai cerita tak bersambung...
Mawar hitampun tak akan mewakilkan mawar merah..
Karena kau sekedar angan dipenghujung senjaku...

Rinduku tercabik.....terkadang terkoyak untuk kusulam sebagai hiasan dalam kenangan
Tak bisakah kau menjauh saja hingga usai sebuah catatan yg mulai membias
Tak sisakan sudut ruang sekedar menghela nafas..
Agar rinduku terbang bersama sisa arang belukar yg terbakar...
Seperti mawar indah tersemai...namun duri perlahan mulai kau tebar
Ada sedikit pesan yang tertinggal namun tak membuatku percaya...
Malam itu..semua sudah usai...rindupun kubiarkan tersimpan...
Tak akan kukatan walau sekedar untaian catatan
Agar kau mengeri bahwa kau bagaikaan mawar hitam dalam gengaman...
Selamanya akan demikian...
Hingga kelopak demi kelopak berguguran jatuh diantara kisah
Malam telah usai cerita tak bersambung...
Mawar hitampun tak akan mewakilkan mawar merah..
Karena kau sekedar angan dipenghujung senjaku...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar