Lalu tak kurasakan kubiarkan semua berlalu dengan kesia siaan...
Duhai masa dimana aku harus berkaca dari setiap kelalaian yang kucipta..
Lelah kuberhitung berapa banyak dosa yang kuurai..
Air mata perlahan berderai menetes bulir bulir kristal penyesalan..
Duhai hati yang terkoyak mendekap sesal yang bergejolak...
Lalu perlahan air mata berurai...

Desah nafasku tak lagi lantang...perlahan kutelan getir yang tak jelas'
Namun kutemukan damai yang begitu nikmat ketika air mata mengalir tak terbatas
Aku hanya berucap...dalam hening tampa kata...dalam diam yang tenang
Hingga kubiarkan hati terus berzikir menyebut namaMU ya rob...
Aku bagai terdampar disebuah pulau tak bertuan...
Yang kudengar hanya suaraku yang bergema disetiap tapakku
Dimana yang lain .....kuterdampar seorang diri...
Hingga kutertegun ternyata aku berada dalam diriku sendiri..
Wahai waktu yang membawaku berkelana dalam hatiku...
Biarkan aku berlama lama didalam hatiku..
Ingin kutengok seberapa miskinnya hatiku...hingga aku malu ...
Tabir adat telah terkoyak bahkan dengan beraninya kukenakan mahkota kewalian...
Tapi ketika air mataku jatuh...aku merasa ada yang dekat dalam hatiku..
Maka itu cukup bagiku percaya walau aku tak harus kusaksikan berjumpaMu
cukuplah kau ada dekat sedekat kulit ariku.
Air mataku terus mengalir ...merindukan diriMu..
Wahai kekasihku, aku datang kepadaMU...
Jangan biarkan aku menjadi ghibah dan namimah...
hingga kelak aku menjadi penghuni neraka yg pertama..
Cukuplah petaka ingatkan kepadaku hingga aku berada dalam hatiku...

Wahai pencipta hati dan air mataku
Aku tak akan mencela takdir dan berbuat ghibah
terhadap apa yg ditetapkan yang kau titahkan kepada siapapun
Karena engkau yang perkasa karena engkau semua yg hidup tetap hidup
berikan kedamaian itu kepada alamku yg lain ya Rob..
Hingga air mataku jatuh dalam hatiku...karena apa yg kau kehendaki atas diriku maka akupun akan hacur binasa bagai debu yang kau tiupkan merata disetiap jejak ku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar