Malamku berbulir embun...
Dingin merengkuh tubuhku diantara ilalang
Aku berdiam diantara bayangan hingga kutertegun menatap rembulan
Sunyiku tiba tiba terbakar hentakkan rasaku hingga igauanku kegadis berambut panjang
Duhai malamku yang bertabur bintang sampai kan salamku pada gadis impianku
Katakan padanya kutunggu kehadirannya dibebatuan dingin yang membisu
Rinduku bak pungguk yang menanti hadirnya rembulan
Kirannya gadis ku berambut panjang akan datang saat kuundang
Kutitipkan selembar lontar bertuliskan gurindam
Agar pujaanku hatinya berurai dengan rindu yang tak tertahankan
Malamku berbulir embun...
Dingin mengigit hingga terasa bagai bertabur rindu yang mengelisahkan hati dan rasaku
Kemana gadisku hingga tak sabar kupeluk dalam dekapku
Sungguh cinta membuatku gundah namun kegembiraanku bagai tak terkata
Lama kumenunggu...hingga kau datang kepadaku dengan senyum rindu yang mengembang..
Malamku tak lagi berbutir embun....
Perlahan kehangatan menyentak rongga nafasku
Wangi rambutmu yang terurai kunikmati dalam genderang hatiku
Kiranya penantianku tak lagi seperti burung hantu...
Karena kerinduanku bersamamu malam ini terangkai dengan nyanyian hati kita
Duhai kekasih hati...untaian kata tak cukup selesaikan kerinduan ini
mendekatlah padaku ijinkan kubisikkan sesuatu agar hatimu penuh dengan cinta putihku...
Sayangku...
Maukah kau menjadi pengantinku...
Mendengarkan ikrar suci di antara malaikat kebaikan disurau didesa kita
Menikmati malam pertama yang halal bagi kita
Menghadiahkan kepadaku buah cinta yang luar biasa indah
Malamku tak lagi berbulir embun
Kehangatan tiba tiba mengalir diantara pembuluh darahku
Gadis berambut panjang kekasihku
Mengangguk lunglai dalam dekapanku...
Matanya berbinar bak bintang kejora
Tersenyum menusuk jantungku
Kiranya kekasihku menerima lamaranku malam itu........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar