Malam belum cukup tua..ketika sholawat di wiritkan bagai tetabuan sakral di sebuah suraw tua...Bertikar pandan juga bertirai kusam...harum tasbih berkayu cendana kianmerasuk pori pori yg duduk sila bersandingan mengenggam bebijian tasbih
bermunajad....dan ikhtikaf..Duhai hati bagai terkulai dengan ayat ayat...air mata bagai buraian bak embun kristal...terus saja bergulirseiring tasbih terus berdentum bersautan...mula mula perlahan lalu rancak bersautan..Sunyi yg bermula lengang histeris dengan tangis
Duhai...jika saja waktu milikku sendiri..Sungguh kuingin bercinta tanpa batasan dan waktu...sekalipun diam sungguh kenikmatan itu masih terus berasahingga nafasku tertinggal dizikir yg belum usai kulirihkan....Malam tak cukup tuntaskan melantumkan ayat ayat ajaib..mengugah nuraniku....hingga kematian kurasakan tak begitu jauh dari kulit ariku..
Sepertiga malam di tiga malam telah berlalu..sungguh sanggupkah melanjutkan sepertiga malam lainnyaDisisa waktu duniawiku dikenikmatan semu yg mengajakku bermain mainDengan sandiwara dunia...dimana kugali kuburanku..ahhh...malam menjadi tak biasa aku tengah menghitung hitungSeberapa kuat aku bertahan dr bisikkan yg mempengaruhi akal dan fikiran..Sungguh kerugian telah pula kuperhitungkan.....Sesungguhnya kelalaianku jelas mutlak kerugianku...
Jauh angan memandang pada batas ruang yg kusediakan..Pada bilik telisik hati yang tak henti berujar tentang sesuatu antara aku dan Engkau yg mengenggam jiwaku....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar