Entri Populer

Senin, 23 Mei 2011

KISAH MAWAR DIPINGIR DANAU


oleh Bilqis Kusuma pada 09 Mei 2011 jam 2:25


Kisahmu tentang sekumpulan mawar dipingiran danau
Menghiasi sampul hatimu diantara bilur bilur pilumu
Bukan sekedar dongeng tentang kisah 1001 malam
Namun tentang singasana yang sempat terabaikan

Cerita mawar tak pernah usai
Sekalipun kelopak berguguran
Duri duri hanya nampakkan kegarangan
Namun mawar berduri tak ubahnya hanya sebuah kiasan
Karena mawar pelambang Cinta dan keagungan

Kisahmu diantara danau kecil di tengah hutan
Berumput liar juga belukar
Dimanakah sang penghui danau
Sunyi tak ada riak
Tenang bagai tak bergejolak

Kisahmu rapuh bagai kelopak bunga mawar
Berguguran menyentuh air danau
Namun keindahanmu pelengkap sunyi
Kuncupmu adalah Penghias keindahannya
Harapan sang Danau di sebuah  hutan

Sederhana saja
Teruslah bermekaran
Sekalipun berulang kelopakmu harus berguguran


HANYA DISANA

oleh Bilqis Kusuma pada 09 Mei 2011 jam 2:40

Tertuliskan sebait syair diatas meja
Dalam sehelai kertas catatan kecil
Hanya sederhana
Cukup jelas untuk dicerna

Duhai kekasih
Biarkan malam kudekap erat
Biarkan kurebahkan sesaat
Mengukir cinta yang tak sempat kujawab
Pada kesetiaanku yg tak mudah kugugurkan

Jika sempat kau baca
Maka berangkatlah kita ke suatu tempat
Keinginanku hanya satu
Disanalah akan kujawab
Sebuah keinginan yang ingin kau dengar

Disanalah aku ingin berikrar
Tentang rasa yg harus kita daur ulang
Tentang kisah yang harus kita putihkan
Dengar hatiku telah tetapkan
Disanalah segala sesuatunya akan kau gengam abadi...
Hanya disana..

SELESAI SUDAH IMAJINASI

oleh Bilqis Kusuma pada 09 Mei 2011 jam 3:07


Jika saja waktu bisa kembali
Maka tak akan  temukan noktah merah diantara surga
Tentang balada pendusta cinta atau tentang balada cinta putih
Semisal kubiarkan segalanya seperti yg kau ingin
Maka kubiarkan diri bagai berenang dalam bara api
Sungguh aku mengabdikan diri tampa perlu kau meminta lebih
Cukuplah semua usai hingga kita selesai berimajinasi


Telah kusempurnakan nurani tak berhati
Maka ijinkan kutinggalkan serpihan perih yang menyesakkan
Biarkan kuakhiri kisah semisal yg memeuhi ruang hati
Jangan pernah bertanya masih tersisa atau ada yang tertinggal
Tapi tanyakan kemana kita akan berlayar mengelingi bumi
Karena setelah ini kusiapkan perjalanan menuju medan bakti
Agar Sempurnahlah janji sehidup semati
Dalam sumpah yang disaksikan malaikat suci


Waktu tak akan kembali
Mampukah kita lalui hingga waktu sama sama pergi abadi
Kemudian kita saling menanti di pintu terakhir
Disuatu masa dimana kita akan bertemu kembali
Dimana hanya ada kesucian
Hanya ada kesempurnaan
Selesai sudah imajinasi yang perih
Selesai