Entri Populer

Senin, 01 November 2010

BAGAI PETIR YANG BERULANG

oleh Palupi Raharjo pada 27 Oktober 2010 jam 17:03
Nusantaraku menangis....Nusantaraku berduka...
Laut tak lagi tenang...gelombang tak lagi ramah untuk berselancar...
Gunung tak lagi indah terlindung hijau merata....
Angin tak lagi berhembus berdesaw....menyapa pucuk dedaunan...
Semua hancur...
Semua porak pornda...
Semua berubah arang...

Nusantaraku menangis....Nusantaraku berduka...
Laut tak lagi biru tenang...gelombang tak lagi menyapa bibir pantai..
Melainkan menyapa hingga ketengah daratan...
Gunung tak lagi janjikan kesejukkan...yang ada larva pijar membakar hutan...
Meratakan perkebunan dan kampung halaman...
Anginpun engan menyapa lembut hingga berputar kencang menerbangkan setiap yang berdiri kokoh hingga kelangit hitam pekat...

Bagai petir yang bersautan...
Alam tak lagi ramah tinggalkan pesan....setiapjengkal bumi nusantara terkoyak ...tercabik cabik
Setiap keindahan bumi nusantara tercabut satu persatu merata...
Nusabtaraku menangis...nusantaraku berduka...
Apa lagi yg harus dipersiapkan untuk dapat membaca pesan
Jika keimanan dan kemunafikkan terus berperang...hingga  ...alam murka
Apa lagi yg harus diperdebatkan...
Jika tak pernah berkaca dengan setiap kerusakkan yang diciptakan...

Nusantaraku menangis...Nusantaraku berduka...
Cukup air mata memilukan dipagi buta...cukup derita merata digelap gulita
Bagai petir yang berulang...janganlah lagi langit murka  menurunkan bintang dan bebatuan...
Jika alam tak lagi ramah sampaikan pertanda...apakah azab sudah mendekat kedunia ...
Seperti petir mengumpulkan balatentara...
Apakah cukup hanya sebagai pergunjingan yg merata...tetapi tak membuat kita membenahi iman dan taqwa...


Bagai petir yang berulang...
Haruskah bumi tempat berpijak membelah tanah...
Hingga datang hewan yg dijanjikan pertanda berakhirnya perputaran massa
Lalu berakhir sebuah zaman dan kita merugi di akhir kehidupan....







@ Aku kehilangan catatan hingga 3 kali berulang...
semoga Allah mengampuni kelancanganku...
hingga aku dapat menyimpan sebuah catatan...untuk hatiku.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar