Sekedar menengok dari guratan masa kecilku
Aku gadis tomboy dengan rambut sebahu yang tak pernah berpita unggu
Bahkan aku tak peduli dengan penampilanku dengan celana pendek dan kaos dalam ku
Segerombol laki laki yang belum akilbalik adalah kawananku
Yang setiap hari berkumpul didepan musola kecil disamping rumahku
Teman kecilku dalam duniaku yang penuh canda
Terkadang kami sibuk menghitung hitung buah salam atau buah kersen yang kuambil di kebun tetangga
Aku sang komandan...huhh...teman priaku tak sanggup mencapai ranting dan memetik buah buahnya
Dengan bahagiannya kusebar hasil curian dikebun tetangga sambil kukaitkan kaki diantara rantingnya
Haii...tangkap buah buahannya....hmmm
Kenangan masa kecil yang terindah sangat membekas dan luar biasa indah
Bahkan kenangan pohon cemara terkadang membuatku tersenyum
Bagai mana tidak setiap usai jam makan siang aku harus tidur siang, sungguh bosan dengan rutinitas anak rumahan.
Sementara segerombol teman priaku yang belum akil balik teriak teriak memangilku
untuk bermain layangan.
Hmm...aku harus berfikir bagai mana caranya keluar rumah tampa ketahuan ayah
Ahayyyy....aku harus naik genting lalu melewati rumah tetangga
Karena asik bermain jam mengaji kami lupakan
tak ayal aku dan beberapa temen laki lakiku yang asik bermain layang layang, dihukum dibelakang rumah
Terdengar dari dinding bersebelahan kami dihukum dengan cara yang sama...
orang tua yang tak mengerti indahnya masa kanak kanak.. pikir ku saat itu

Masih teringat dikepalaku, saat bersepeda mengelilingi komplek di tempat tinggalku
Kemana anak wanita , semua tak ada yang menjadi temanku...
aku bahagia berada diantara teman pria yang disekelilingku, bersama mereka aku merasa bagai seorang ratu kecil..ahay...tak ada yang berani mengangguku
Kecuali satu anak laki laki yang bertubuh gendut...hmm bukan cuma aku , anak laki laki lainpun gak ada yang berani berbuat ulah dengannya.
Namanya Komar anak pelatih batminton di komplekku.
Anak anak komplek sejak sd sudah dilatih diklub badminton, jam mengaji di mesjid nurul yakin selalu ramai dengan santri kecilnya, termasuk diriku.
Setiap waktu hafalan ayat ayat pendek, beberapa anak kadang bermain diluar krn takut mendapat pukulan pengaris kayu yg disiapkan dimeja...karena tidak siap menghafal
Usai mengaji, menunggu magrib aku dan temen temen mulai dengan berbagai permainan, ada saja setiap musimnya, kadang main kelereng, petak umpet, balapan sepeda, layang layang bahkan perang perangan.waktu bermain tak pernah habis selalu saja ada permainan yang mengasikkan..
Bahkan suatu malam saat asik bermain sepeda , ayahku marah dan mencari cariku,karena jam belajar sangat ketat dari ayah.
Beberapa temen menyampaikan padaku bahwa ayahku mencariku dengan alat pukul yang biasa di hadiahkan buat kenakalanku.
Ayah sempat melihatku dan mengejarku...aku lari sekuat tenaga dan naik kepohon cemara yang cukup tinggi , ayah hanya teriak teriak dibawah menyuruhku turun....
aku tak bergerming, aku tetap diam diatas pohon karena khawatir ayah akan menyusul keatas ,aku naik ranting yang tertinggi.
Malam itu aku terayun ayun diatas pohon..serasa terbang...indah sekali diatas pohon melihat bintang dan bulan ...hmm...semua orang di komplek keluar meneriakkan agar aku turun, bahkan tetanggaku ada yang mencoba naik. tapi tak mampu meraihku di ranting yang tinggi.
Ahay...kenakalanku luar biasa, membuat heboh dikomplek perumahanku, akhirnya turun juga aku dan menyelinap masuk kedalam rumah.huh...apes ternyata ayahku pura pura tidur akhirnya kuterima jeweran dari ayah...seperti biasa aku dihukum menghitung perkalian 1 sampai 10.
Buatku kemarahan ayah merupakan cara mendidikku walau disiapkan juga pemukul dari buluh bambu yang setiamemukul pantatku, walau pukulannya tidak keras tapi aku takut jika bambu itu dikeluarkan ayah sebagai senjata terakhirnya.
Teman bermainku, engkus, fery, apri, heri, firman, eko dan supril mereka adalah teman masa kecilku, setiap berangkat kesekolah kami selalu bersama, dengan berjalan kaki kami bercanda dengan riangnya.Hal yang terindah adalah saat pulang sekolah dimana banyak rencana bermain sudah dipersiapkan, bermain dan terus saja bermain, namun meranjak SD kelas 5 kami sudah mulai belajar bersama, setiap PR kami kerjakan berkelompok. aku senang belajar dengan Supril dan Eko. dan satu temen sekolah bernama amir kekompakkan dimasa kecil kadang membuat cemburu temen temen wanita, tapi aku memang lebih suka bergaul dengan temen laki laki karena dengan mereka aku bisa adu ketangkasan yang luar biasa menyenangkan.
Masa itu teramat manis, bahkan aku bisa mengingatnya dengan detail, sengaja aku ingin mengenang masa kecil bersama sahabat sahabatku, dengan menulis beberapa saja kenangan itu .
Setelah SMA kami berpencar satu sama lain, jarang kami berkirim kabar, karena kesibukan masing masing. Hingga aku mengenal fB maka disini kutemukan kembali kenangan masa kecilku, sungguh kenangan yang luar biasa hebat sekalipun kenakalan kenakalan kami , kadang mengemaskan orang tua kami.Supril yang kuliah di UGM, eko kuliah di UNS solo, amir yang entah kuliah dimana, begitu pula temenku yang lain aku tak tau dimana rimbanya, sedangkan aku yang diterima di UNJAB jambi fak hukum, akhirnya memutuskan untuk ke semarang kuliah di AKPARI.
Perjalanan yang penuh warna, telah membawa segala kenangan lambat laun pudar, namun ketika kembali teman masa kecil bertegur sapa maka keindahan yang terlupakan 30 tahun akhirnya hadir dengan penuh, walau harus diingat ingat saat saat lucu kala waktu bermain serasa tak ingin berakhir.
Teman kecilku ,taukah bahwa kenangan indah itu penyemangat kehidupanku, karena kebahagiaan yang paling murni dan tulus adalah pertemanan yang tiada pamrih apapun.
Jika kau ingat kenakalanku, aku akan tertawa dengan suka cita...sungguh aku senang kita diberi kesempatan bertegur sapa, sukses untuk kalian temanku.

Aku gadis tomboy dengan rambut sebahu yang tak pernah berpita unggu
Bahkan aku tak peduli dengan penampilanku dengan celana pendek dan kaos dalam ku
Segerombol laki laki yang belum akilbalik adalah kawananku
Yang setiap hari berkumpul didepan musola kecil disamping rumahku
Teman kecilku dalam duniaku yang penuh canda
Terkadang kami sibuk menghitung hitung buah salam atau buah kersen yang kuambil di kebun tetangga
Aku sang komandan...huhh...teman priaku tak sanggup mencapai ranting dan memetik buah buahnya
Dengan bahagiannya kusebar hasil curian dikebun tetangga sambil kukaitkan kaki diantara rantingnya
Haii...tangkap buah buahannya....hmmm
Kenangan masa kecil yang terindah sangat membekas dan luar biasa indah
Bahkan kenangan pohon cemara terkadang membuatku tersenyum
Bagai mana tidak setiap usai jam makan siang aku harus tidur siang, sungguh bosan dengan rutinitas anak rumahan.
Sementara segerombol teman priaku yang belum akil balik teriak teriak memangilku
untuk bermain layangan.
Hmm...aku harus berfikir bagai mana caranya keluar rumah tampa ketahuan ayah
Ahayyyy....aku harus naik genting lalu melewati rumah tetangga
Karena asik bermain jam mengaji kami lupakan
tak ayal aku dan beberapa temen laki lakiku yang asik bermain layang layang, dihukum dibelakang rumah
Terdengar dari dinding bersebelahan kami dihukum dengan cara yang sama...
orang tua yang tak mengerti indahnya masa kanak kanak.. pikir ku saat itu

Masih teringat dikepalaku, saat bersepeda mengelilingi komplek di tempat tinggalku
Kemana anak wanita , semua tak ada yang menjadi temanku...
aku bahagia berada diantara teman pria yang disekelilingku, bersama mereka aku merasa bagai seorang ratu kecil..ahay...tak ada yang berani mengangguku
Kecuali satu anak laki laki yang bertubuh gendut...hmm bukan cuma aku , anak laki laki lainpun gak ada yang berani berbuat ulah dengannya.
Namanya Komar anak pelatih batminton di komplekku.
Anak anak komplek sejak sd sudah dilatih diklub badminton, jam mengaji di mesjid nurul yakin selalu ramai dengan santri kecilnya, termasuk diriku.
Setiap waktu hafalan ayat ayat pendek, beberapa anak kadang bermain diluar krn takut mendapat pukulan pengaris kayu yg disiapkan dimeja...karena tidak siap menghafal
Usai mengaji, menunggu magrib aku dan temen temen mulai dengan berbagai permainan, ada saja setiap musimnya, kadang main kelereng, petak umpet, balapan sepeda, layang layang bahkan perang perangan.waktu bermain tak pernah habis selalu saja ada permainan yang mengasikkan..
Bahkan suatu malam saat asik bermain sepeda , ayahku marah dan mencari cariku,karena jam belajar sangat ketat dari ayah.
Beberapa temen menyampaikan padaku bahwa ayahku mencariku dengan alat pukul yang biasa di hadiahkan buat kenakalanku.
Ayah sempat melihatku dan mengejarku...aku lari sekuat tenaga dan naik kepohon cemara yang cukup tinggi , ayah hanya teriak teriak dibawah menyuruhku turun....
aku tak bergerming, aku tetap diam diatas pohon karena khawatir ayah akan menyusul keatas ,aku naik ranting yang tertinggi.
Malam itu aku terayun ayun diatas pohon..serasa terbang...indah sekali diatas pohon melihat bintang dan bulan ...hmm...semua orang di komplek keluar meneriakkan agar aku turun, bahkan tetanggaku ada yang mencoba naik. tapi tak mampu meraihku di ranting yang tinggi.
Ahay...kenakalanku luar biasa, membuat heboh dikomplek perumahanku, akhirnya turun juga aku dan menyelinap masuk kedalam rumah.huh...apes ternyata ayahku pura pura tidur akhirnya kuterima jeweran dari ayah...seperti biasa aku dihukum menghitung perkalian 1 sampai 10.
Buatku kemarahan ayah merupakan cara mendidikku walau disiapkan juga pemukul dari buluh bambu yang setiamemukul pantatku, walau pukulannya tidak keras tapi aku takut jika bambu itu dikeluarkan ayah sebagai senjata terakhirnya.
Teman bermainku, engkus, fery, apri, heri, firman, eko dan supril mereka adalah teman masa kecilku, setiap berangkat kesekolah kami selalu bersama, dengan berjalan kaki kami bercanda dengan riangnya.Hal yang terindah adalah saat pulang sekolah dimana banyak rencana bermain sudah dipersiapkan, bermain dan terus saja bermain, namun meranjak SD kelas 5 kami sudah mulai belajar bersama, setiap PR kami kerjakan berkelompok. aku senang belajar dengan Supril dan Eko. dan satu temen sekolah bernama amir kekompakkan dimasa kecil kadang membuat cemburu temen temen wanita, tapi aku memang lebih suka bergaul dengan temen laki laki karena dengan mereka aku bisa adu ketangkasan yang luar biasa menyenangkan.
Masa itu teramat manis, bahkan aku bisa mengingatnya dengan detail, sengaja aku ingin mengenang masa kecil bersama sahabat sahabatku, dengan menulis beberapa saja kenangan itu .
Setelah SMA kami berpencar satu sama lain, jarang kami berkirim kabar, karena kesibukan masing masing. Hingga aku mengenal fB maka disini kutemukan kembali kenangan masa kecilku, sungguh kenangan yang luar biasa hebat sekalipun kenakalan kenakalan kami , kadang mengemaskan orang tua kami.Supril yang kuliah di UGM, eko kuliah di UNS solo, amir yang entah kuliah dimana, begitu pula temenku yang lain aku tak tau dimana rimbanya, sedangkan aku yang diterima di UNJAB jambi fak hukum, akhirnya memutuskan untuk ke semarang kuliah di AKPARI.
Perjalanan yang penuh warna, telah membawa segala kenangan lambat laun pudar, namun ketika kembali teman masa kecil bertegur sapa maka keindahan yang terlupakan 30 tahun akhirnya hadir dengan penuh, walau harus diingat ingat saat saat lucu kala waktu bermain serasa tak ingin berakhir.
Teman kecilku ,taukah bahwa kenangan indah itu penyemangat kehidupanku, karena kebahagiaan yang paling murni dan tulus adalah pertemanan yang tiada pamrih apapun.
Jika kau ingat kenakalanku, aku akan tertawa dengan suka cita...sungguh aku senang kita diberi kesempatan bertegur sapa, sukses untuk kalian temanku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar