Entri Populer

Minggu, 05 Desember 2010

KUBIARKAN DIAMKU

Apa yang difikirkan tentang bayang bayang yang tak hilang
Apa yang diangankan jika tak nampak gambaran diatara pilihan
Jauh diantara batas yang di harap bagai sekilas lintas dalam impian
Jika suara sumbang yang kudengar hanya sebuah nyanyian yang tak bersyair
Maka kubiarkan angan kosong bermain dalam sebuah mimpi yang kuukir
Pada sebuah kenang yang tak juga kubagi untuk kunikmati

Lalu kubermain diantara keduanya
Hingga kunikmati bait bait yang kuatur sedemikian rupa
Jika pada batas sunyi kubiarkan diamku untuk berkeluh kesah
Lantas  kutemui jejak langkah yang nyaris tak beranjak
Demikian itukah gundah bagai melucuti setiap sesak yang tak jelas
Jauh diantara batas yang diharap bagai sekilas lintas dalam impian

Bagaimana kuucapkan jika kata tak lagi bebas kututurkan
Seolah memenuhi dinding hati yang engan berteriak
Sungguh aku tersesat dalam ucapan yang lugas
Namun lambat laun menjadi sebuah kesedihan yang nampak jelas
Berhentilah menghujat lengang tampa kata
Berhentilah berteriak namun tak terdengar ketelinga
Demikian kau tak mampu berbuat apapun
Sekalipun lidahmu tak lagi bisa mengecap nikmat...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar