Entri Populer

Minggu, 05 Desember 2010

MUNAJAT DIKERUHNYA HATI

Jumat yang suci dikala sunyi
Berurai doa dikegundahan hati
Sunyi tak bersuara hingga lenggang dikesendirian yang tunduk
Bila air mata menetes bukan sedih untuk sesuatu yang pergi
melainkan sesuatu yang tertinggal dan sunyi
Jemari terus saja bertasbih berharap pencerahan datang memenuhi ruang hati
Jika kesempatan datang sekali ini maka aku sujud dalam tangis yang lapang

Jumat yang bening dikala sendiri
Berurai doa yang berbisik kedalam relung hati
Sudahkah rasa iklas berserah diri dalam satu masa yang datang memenuhi hati
Bila air mata menetes hingga sunyi tersa nikmat melambungkan raga bagai terbang mengangkasa
Sudahkah khusuk menjadi tamu agung dikala jumat yang suci
Seperti suara lantuman ayat ayat suci jiwaku terbang bagai tak terkendali
Demikian nikmat bermunajat dikeruhnya hati hingga tak mampu berhenti
Karena kenikmatan ini tak pernah kutemui

Jumat yang bersih manakala hati berserah diri
Berharap sebuah petunjuk dihadirkan dalam sebuah mimpi
Demikianlah saat sujud hati terpenuhi kenikmatan yang tak tak berukur
Hingga mata hati melihat dengan benar mana kebaikan mana kemungkaran
Siapa yang berbisik mengajarkan doa yang dititipkan semalam
Hati tetap bergetar hingga air mata tak sanggup kutahan
Nikmat yang tak pernah habis yng tak pernah kugenggam
Demikian munajat dikeruhnya hati kudapatkan sebuah pencerahan yg tak kuduga  ia datang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar