Kau legenda
ketika seabad lalu kutulis dalam kitabku
Bukan tentang sesuatu yang memikatku
dengan titik kilas cerita bisu
Melainkan sebuah jejak yang kau tapakkan dihatiku
Membekas diantara kisi hati dilorong lorong sunyiku
Bagai sang perindu tembangkan syair peluh diatara lelahmu
Kau kubiarkan bermain diantara riuh nya sang gelisah
Membuyarkan imajinasi liarku diantara bait bait sumbang
Mengertilah bahwa sesungguhnya aku bukan mimpi indahmu
Aku hanya pelantum sunyi yang terjaga rapat hatiku
Sekalipun kau singah bertutur tentang legenda tak bernyawa
Jika kubiarkan kau berada diantara lorong sunyiku
Karena ku ingin merengkuh sayap sayap retakmu
Mengajak kau berdiri tegak agar menjadi dewa bagi hatimu
Menjadi sang penguasa dinegri antabratamu
Bukan menjadi pecundang di istanamu
Dengar aku pelantum sunyi
Setiap nyanyian zikirku kukalungkan sebagai doa bagimu
Agar kau layak sebagai mana seharusnya kau menjadi seorang raja
Karena aku hanya sebagai kotak ajaib mu yang menyimpan ceritamu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar