Entri Populer

Senin, 04 April 2011

SANG PENGUASA EMPERAN JALAN

Buyar lamunanku
pada carut marut pemikiran tak berakal
Bukan tampa hati jika aku mulai memaki hitam legam kemunafikanmu
Berkaca pada tingkah laku yang tak bernurani
Kau paksa tirani yang kau jadikan singasanamu

Duhai engkau..
Layakkah kau berada di mimbar agungmu
Namun tingkah lakumu bagai musang berbulu tikus
yang tersampaikan hanya mimpi tak jelas
Menjadi pengembala bagi manusia manusia berakal
Nyatanya yg kau bagikan hanya telur busuk

Kau terus saja berkotek tentang pemerataan yang merakyat
Namun yang kuterima beras tegik yang tak layak
Seharusnya Sang penguasa Emperan adalah para gelandangan
Bukan engkau wahai sang gila hormat...
Bukan engkau wahai sang kutu loncat...
Ach...aku hanya marah pada jatah beras sang nenek tetangga disebelah rumah
Ternyata hanya sekantong  beras tengik dan krikil rucah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar