oleh Mawar Kikan / Bilqis kusuma pada 17 Juni 2011 jam 6:44
Perjalanan itu membawa anganmu terbang kecakrawalaku
Menelusuri belukar hati diantara kabut hitam pekatku
Adakah mimpi kosong yang hendak kau tawarkan kepadaku
Duhai..
Engkau imajinasi Suffiku
Perjalanan Kekampung mu
Dengan rindu pelukkan sang ibu
Kau berdongeng tentang Cinta
Menuturkan masa lalu yang serupa
Dalam jejak yang berbeda
Duhai...
Engkau telah ada diruangku
Perjalanan menuju hati dalam rentang waktu tak berdetik
Kau katakan dengan lugas ada pesan hati yang tak inginkau tipu
Entah putih entah pula hitam legam demikian pesan harus terucapkan
Sedangkan aku telah pula tau sejak kau berada dikelopak mata dan hatiku
Perjalanan itu adalah perjalanan ruh
Antara kau dan aku
Bukan Hasrat bersetubuh yang menisbikan keindahan ruh
Melainkan penyatuan ruh suci yang bersujud tunduk
Menikmati rahmat cinta tanpa harus tersentuh raga
Perjalan itu membawa ruh suci menuju langit
Gerhana bulan mengunci kisah persatuan dua Ruh asing
Ikrarkan sepotong rasa yang tak ingin kita tinggalkan
Dalam janji disebuah perjalan Menuju kampung hati
Hal yang terindah kau katakan
Aku telah hantarkanmu kecakrawala cinta nan luas
Dengar aku bahagia
Cukuplah itu sebagai pertanda yg menjadikannya perjalan menuju hati
Hingga suatu ketika sang suffi hadir di singa sana hati tampa dusta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar