Aku meraba asa..ketika nyaris nafas ku terhenti
Ketika sunyi demikian sekarat
Aku mengelana kenegri asing
Ada resah mengantung diantara dinding membisu
Bebauan aroma obat menjalar kesetiap nadi
Ach...ruang tak lagi menyekat raga
Peraduan bagai tirani pikiran yang sakit
Aku tak beranjak
aku tetap membungkam nurani menjerit
Lalu kukumpulkan naluriku
Menyapa demensi sunyi kepada kawan dinegriasing
Aku tak disini seharusnya
Tapi aku tak ingin terpasung
Dan aku menyapa mu dengan instink
Kubalut dengan nurani tampa prasangka
Agar kau hadir sebagai sahabat hati diantara kalut yang terbalut
Dengar kau ada dalam imajinasi beraura positif
Lalu kita berdiskusi kesegala penjuru
Melihat arah mata angin
Juga menghitung malam yang semakin tua
Dengar adalah bintang yang berpijar
Aku percaya disingasana yang terbaik kita bercengkrama
Jendela kita terbuka selebar bola dunia
Karena engkau sahabat dalam imajinasi talenta
Jangan pergi sebelum matahari menerangi perputaran bumi
Disini kau dan aku telah menjadi sahabat hati

Ketika sunyi demikian sekarat
Aku mengelana kenegri asing
Ada resah mengantung diantara dinding membisu
Bebauan aroma obat menjalar kesetiap nadi
Ach...ruang tak lagi menyekat raga
Peraduan bagai tirani pikiran yang sakit
Aku tak beranjak
aku tetap membungkam nurani menjerit
Lalu kukumpulkan naluriku
Menyapa demensi sunyi kepada kawan dinegriasing
Aku tak disini seharusnya
Tapi aku tak ingin terpasung
Dan aku menyapa mu dengan instink
Kubalut dengan nurani tampa prasangka
Agar kau hadir sebagai sahabat hati diantara kalut yang terbalut
Dengar kau ada dalam imajinasi beraura positif
Lalu kita berdiskusi kesegala penjuru
Melihat arah mata angin
Juga menghitung malam yang semakin tua
Dengar adalah bintang yang berpijar
Aku percaya disingasana yang terbaik kita bercengkrama
Jendela kita terbuka selebar bola dunia
Karena engkau sahabat dalam imajinasi talenta
Jangan pergi sebelum matahari menerangi perputaran bumi
Disini kau dan aku telah menjadi sahabat hati

Tidak ada komentar:
Posting Komentar