Entri Populer

Selasa, 28 Desember 2010

BUKAN ITU

Jika rembulan separuh tak lagi bersinar bagai dahulu
Bukan karena awan hitam terselubung
Melainkan sisi lain diantara kabut yang berlalu
Sinar redup yang tergambar dari pantulan sinar yang membias sendu
Bukan karena nuasa abu abu tersirat diantara gelap  pandanganku
Namun air mata yang mengantung yang tak juga jatuh diatara kelopak mataku
Hingga yang kurasakan lengang tak bergaung

Jika sempat kau baca surat untuk hatiku
Maka tertulis disitu satu persatu tentang rasaku
Dalam tulisan yang cuma hatiku yang tau
Bahwa dalam hidup adalah sesuatu yang harus diperjelas
Bukan berbagi aib melainkan berbagi sesak
Bukan berbagi kebohongan melainkan bicara  tentang kejujuran

Jika hatiku merasa muak
Bukan karena mencaci hati hati yang tersesat
Melainkan suara hatiku yang berteriak menghujat kebohongan yang terlihat jelas
Jangan pernah menipu rasa sekalipun kau pandai berdusta
Hatiku bicara diantara kebenaran yang demikian nyata
Bukan agar terlihat baik
Bukan pula ingin dikatakan baik

Jika sudut yang terdalam bergegas mencari jawab diatara tanya
Maka hatikupun berkata " Sudahlah hatimu tak cukup ruang untuk berdusta"
Bilakah semua usai dalam sekejab seperti sinar rembulan yang kemudian lenyap
Lalu tergantikan dengan langit gelap tampa batas
Kemudian lambat laun bermunculan bin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar