Bilakah malam telah usai untukku
Hingga tersadar dari diammu
Seharusnya tak kau biarkan aku tampamu
Hingga sempat kukehilangan kepercayaan itu
Bilakah kau mengerti bahwa luka itu tergores dihatiku
Meskipun aku tetap sama seperti dulu
namun tak ingin kutengelam lebih jauh
Harusnya semua yg tertoreh tak terjadi dalam diamku
Seharusnya kau ada saat kutersesat karenamu
lalu masih adakah kesempatan untuk berbenah langkah
Agar hidup lebih bermakna tidak hanya sekedar hidup
Bilakah dapat merubah apa yg terlewati bagai pelangi indah tak tersentuh
Atau hanya pelangi disebuah kanvas lusuh yg bisa tersentuh
Kemudian tak indah lagi karena pudar lambat laun setelah waktu berlalu
kau tau bahwa keindahan itu milik kita
Harusnya semua terjaga dalam genggamanmu
lalu perlahan kesepakatan itu kita ikrarkan
Seperti janji pengantin dalam ikrar yang kita sepakati kemarin malam
Bilakah malam menjadi saksi
Bahwa satu masa dimana kita saling berbagi
Antara pilihan yang sama sama bukan pilihan
lalu kemudian semua bagai terlupakan
Hingga kita yakin bahwa dalam sebuah masa ada baik dan buruk
Ada suka ada pula duka
Lalu adakah jalan terbaik setiap sesal yang kita sepakati
obati luka yg terlanjur tercipta
Perlahan lagit malam kurasakan dingin
kubiarkan diamku dengan perjanjian yang tak tertulis
hanya sebuah kegalauan yang ingin kutepis
Bahwa tak ingin melukai setiap perjalanan yang sudah tertulis dalam hidup
Sungguh demikian aku tetap dalam genggamanmu.
Sampai kapan pun demikian itu pilihanku
Tak akan kuubah lagi hingga ajal menjemput

Hingga tersadar dari diammu
Seharusnya tak kau biarkan aku tampamu
Hingga sempat kukehilangan kepercayaan itu
Bilakah kau mengerti bahwa luka itu tergores dihatiku
Meskipun aku tetap sama seperti dulu
namun tak ingin kutengelam lebih jauh
Harusnya semua yg tertoreh tak terjadi dalam diamku
Seharusnya kau ada saat kutersesat karenamu
lalu masih adakah kesempatan untuk berbenah langkah
Agar hidup lebih bermakna tidak hanya sekedar hidup
Bilakah dapat merubah apa yg terlewati bagai pelangi indah tak tersentuh
Atau hanya pelangi disebuah kanvas lusuh yg bisa tersentuh
Kemudian tak indah lagi karena pudar lambat laun setelah waktu berlalu
kau tau bahwa keindahan itu milik kita
Harusnya semua terjaga dalam genggamanmu
lalu perlahan kesepakatan itu kita ikrarkan
Seperti janji pengantin dalam ikrar yang kita sepakati kemarin malam
Bilakah malam menjadi saksi
Bahwa satu masa dimana kita saling berbagi
Antara pilihan yang sama sama bukan pilihan
lalu kemudian semua bagai terlupakan
Hingga kita yakin bahwa dalam sebuah masa ada baik dan buruk
Ada suka ada pula duka
Lalu adakah jalan terbaik setiap sesal yang kita sepakati
obati luka yg terlanjur tercipta
Perlahan lagit malam kurasakan dingin
kubiarkan diamku dengan perjanjian yang tak tertulis
hanya sebuah kegalauan yang ingin kutepis
Bahwa tak ingin melukai setiap perjalanan yang sudah tertulis dalam hidup
Sungguh demikian aku tetap dalam genggamanmu.
Sampai kapan pun demikian itu pilihanku
Tak akan kuubah lagi hingga ajal menjemput

Tidak ada komentar:
Posting Komentar