oleh Kusumaning Palupi pada 27 Desember 2010 jam 11:05
Selagi kita asik diam
Adakah angin terdengar lembut olehmu
Suara yang lama senyap
Semalam kembali ramah menyapaku
Hadir manakala lahir benih benih lembut manis
Jiwa tampa sadar telah dipersatukan
Lihatlah musim cinta di desember yang gerimis
Seolah bersemi di sungai dan ladang ladang
Sinar yang menembus kabut
Dari balik hujan semesta alam
Kupejamkan mata siluit dirimu di dalam rangkaian otakku
Ach sudalah...saatnya kurebahkan tubuhku
Untuk terlelap tampa terusik fikiranku
Demikianlah musim cinta menebar keseluruh hati hati yang lainnya
Bahkan musim panca roba tak juga mengusik hati hati lembut manis
Kemudian aku tertidur dalam nyanyian semusim
Sementara yang lainnya sibuk berdiskusi tentang rasa yang gamang...

Adakah angin terdengar lembut olehmu
Suara yang lama senyap
Semalam kembali ramah menyapaku
Hadir manakala lahir benih benih lembut manis
Jiwa tampa sadar telah dipersatukan
Lihatlah musim cinta di desember yang gerimis
Seolah bersemi di sungai dan ladang ladang
Sinar yang menembus kabut
Dari balik hujan semesta alam
Kupejamkan mata siluit dirimu di dalam rangkaian otakku
Ach sudalah...saatnya kurebahkan tubuhku
Untuk terlelap tampa terusik fikiranku
Demikianlah musim cinta menebar keseluruh hati hati yang lainnya
Bahkan musim panca roba tak juga mengusik hati hati lembut manis
Kemudian aku tertidur dalam nyanyian semusim
Sementara yang lainnya sibuk berdiskusi tentang rasa yang gamang...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar