Entri Populer

Sabtu, 18 Juni 2011

KEGAGALAN KEDUA ANAKKU

Kegagalan kedua anak laki lakiku membuat aku sedikit tertekan,segala upaya yg aku lakukan belum membuahkan hasil.Tes pscolog menyarankan untuk terapi dengan intensip sudah kulakukan selama 6 bulan ini namun belakangan waktu,anakku merasa kelelahan dengan lokasi terapi yg cukup jauh.karena tempat tinggalku berada di daerah atas, sementara terapi harus dilakukan seminggu dua kali di semarang.

Penanganan anakku yg diklesia memang harus butuh ekstra, mungkin aku harus berfikir ulang bagai mana aku harus menghadapi kelanjutan pendidikkan anakku secara formal ..aku terus brosing diinternet, bagai mana menghadapi masalahku dalam mendidik putra keduaku.Berbeda dengan dua anakku yang lain yg cukup cerdas dalam menerima pelajaran ..pada hal ketiganya kuasuh tampa campur tangan orang lain, buatku pembantu hanya  mengurusi urusan pekerjaan dalam RT..selebihnya untuk makanpun aku yg menyiapkan kebutuhan anak anakku.


Rasa bersalah berkecamuk dalam hatiku, sekalipun sudah kusiapkan hatiku, menerima kenyataan pait bagi anakku yang nomor dua.tetap saja naluri ibu tak tega melihat putra terkasih menjadi murung dan larut dengan kegagalannya.Bagiku kegagalan anakku adalah kegagalanku mendidik mental dan kemampuan berfikirnya.
Ketika kutanyakan kepadanya..apakah mama yg lalai bagai mana mengajarkan kepadamu atau mama lalai menanyakan setiap pr dan kesulitanmu...dia hanya menjawab lirih...aku yang gak mau belajar mama...
Ketika aku bertanya...Apa yang harus mama tolong jika kakak tidak ingin menolong diri sendiri...Dia hanya menangis dipojokkan kamar diam tak menjawab ....aku hanya mampu memeluknya iba....kudekap dan menetes air mataku.


Aku telah menemukan jawaban untuk anakku...memindahkan sekolah ke sekolah dasar berbasis bilingual..sekolah alam yang ada didaerah ungaran...Tahun yang lalu sudah kudiskusikan dengan suamiku, tapi karena sekolah alam masih berstatus terakreditasi...belum tercatat sebagai sekolah dengan kurikulum diknas...suamiku tak menyetujui anakku pindah kesekolah itu. Pada hal aku setahun ini sudah mempelajari bagai mana orientasi dari sekolah alam dengan anak yang meghadapi masalah dalam hal tertentu dimana anakku cenderung kesulitan membaca dan menulis walau usianya sudah 10tahun, tapi daya analisa dan pemahaman konsep pembelajaran masih tergolong  setingkat anak seusia 6-7 tahun.

Setahun aku memcoba mempelajari bagai mana menghadapi masalah yg terjadi pada anak laki lakiku, termasuk sudah kupersiapkan mentalku jika anakku yg kedua, tidak akan sekolah seperti anak anakku yang lainnya, bukan karena ingin membedakan pendidikkan yg akan kuberikan, tapi menyangkut pertanggung jawabku mendidik dengan kesadaran bahwa pilihan buat kakak adalah yang terbaik untuknya pada akhirnya.
Sistem belajar dengan home scholing juga pilihan alternatif, namun kecenderungan anakku bersoaialisasi masih nampak normal maka aku berniat menyekolahkan nya kesekolah alternatif dengan sekolah yang tidak terikat dengan keharusan berseragam, membawa setumpuk buku, dan pr yang membuat dia akan merasa jenuh dan bosan...sekolah alam akan mengajaknya berfikir dengan logika...tampa dibebani dengan teori teori yang cenderung membuat anak disleksia menjadi stress dan malas belajar.

Hari ini...anak laki lakiku...tidak naik kelas...sekalipun hatiku hancur...tapi aku harus lebih kuat dan lebih tegar darinya. Aku tidak peduli apa kata orang, aku takpeduli penilaian org kepadaku...aku hanya ingin berusaha kembali membangkitkan semangat anakku, walau aku dan anakku harus memulai dari awal kembali...perlu kerja keras ...aku harus bisa....membantu anakku menjadi yg dia inginkan.
Anakku bukan anakbodoh...dia memiliki kemampuan luar biasa, merakit mainan seperti tamia itu hal yg sangat mudah untuknya, sekali waktu pernah merakit sepeda BMX milik temannya yang sudah tidak terpakai...dari kerangka sepeda, tampa rantai dan stang, ia merakit siang itu dengan telitinya,...ia lakukan sendiri digarasi rumah..aku sendiri yang membelikan onderdil yg dibutuhkan ban, rantai,gir, dan rem....kubiarkan dia asik dgn sepedanya...rongsokan walau dia memiliki sepeda yang baik tapi keinginan untuk merakit sepeda tidak bisa kucegah.Seminggu dia kerjakan...dan aku terkejut ketika pulang belanja sepeda BMX yg tadinya hanya rongsokkan sudah dia pakai dengan gembiranya,Bodysepeda diasemprot pilok warnah hijau muda...kontras sekali buat tubuh kurus tingginya...


Anakku baru berusia 10 tahun sejak usia 9 tahun dia sudah mahir mengendarai motor trail 100cc...dia sangat menguasai kendaraan yg dirakit khusus untuknya. Aku sendiri pernah khawatir melihatnya latian motor crose..dijalanan yg berlumpur...tapi dia dengan gembira mengendarai motor A100..yang sudah dimodifikasi...dia berkeinginan masuk club di sala tiga, tapi menginggat pendidikkannya belum optimal aku tidak mengijinkan dia masuk club...


Hari ini aku tengah berfikir keras untuk memantapkan sekolah  ditahun ajaran baru untuknya...perjalananku masih panjang menemaninya untuk mendapatkan pendidikkan yang layak.Kegagalan anakku adalah kegagalanku, dan aku berpantang untuk menyerah...jika masih diberikan kesempatan untukku memilihkan sekolah yang tepat buat anakku,,aku tak akan merasa malu jika aku harus menyekolahkan anakku meskipun berkumpul dengan anak anak autis sekalipun.Terkadang orang tua merasa gensi bila anaknya memiliki kekurangan yang nampak tak lajim....tapi siapapun tak menginginkan jika sang buah hati tertinggal dari yg lainnya. Biarlah kuambil hikmah dari semua ini...untuklebih tegar menjadi seorang ibu....tak akan kubandingkan anak ku dengan saudaranya, karena Allah telah memberikan kecerdasan yang belum mampu kugali bagai mana ia menjdi dirinya...kekuatan semangatku hanya dengan membaca artikel dan buku serta brosing  di internet dan terus mencari tau bagai mana aku menhadapi anak laki lakiku..
Ada keyakinan kuat bauatku bahwa anakku pasti bisa berubah jauh lebih baik.


KEUNTUNGAN MENJADI DISLEKSIA

apa yang dapat diperbuat oleh penderita disleksia dan orang lain tidak ?

Kekuatan dari Creative Thinkers (pemikir yang kreatif)
Banyak penderita Disleksia mampu dan bisa sangat sukses setelah mempelajari beberapa strategi mengatasi. Inilah sebabnya kita lebih suka menyebut mereka, lebih tepat, dan pemikir yang kreatif.


apa saja kekuatan mereka:
1. Ketekunan,
2. Konsentrasi
3. Persepsi
4. Imajinasi,
5. Kreativitas
6. Mengarahkan dan ambisi,
7. Penasaran,
8. Berpikir dalam gambar, bukan kata-kata,
9. Penalaran yang superior
10. Mampu melihat sesuatu secara berbeda dari orang lain,
11. Menyukai kompleksitas,
12. Mengolahan beberapa stimulus pikiran,
13. Cepat menguasai konsep-konsep baru, dan
14. Tidak mengikuti orang pada umumnya (orang bnyak).


Beberapa orang sukses yang mengaku menderita disleksia:

Tokoh-tokoh dunia penderita Disleksia:

Tom Cruise - Aktor
Jay Leno - Pembawa acara (Tonight Show)
Thomas Edison - Penemu
Albert Einstein - Penemu
Winston Churchill - Perdana Menteri Inggris pada Perang Dunia II
George Bush - Mantan Presiden AS
George Patton - US General, WWII
George Burns - Aktor Komedi
Whoopi Goldberg - Aktris
Danny Glover - Aktor
Cher - Aktris, Penyanyi
Liz Taylor - Aktris

Harapanku yang terdalam aku harus sanggup menerangi jalan untuknya untuk menjadi dirinya bukan menjadi yang lainnya.Karena tak akan kubeda bedakan ketiganya. karena keberuntungan Allah yang menentukan, tak ada sesuatu hal yang mustahil untuk menjadi  yang terbaik. setidaknya hari ini aku belajar bersama anakku bagai mana bangkit dari kegagalan. " mereka yang maju umumnya telah membakar jembatan yang menyebrangkannya, sehingga tidak ada jalan untuk pulang atau untuk mundur,yang ada hanyalah jalan untuk maju dan terus maju......dimataku setiap titik adalah kesempatan.dan Tidak ada satu hal pun yang bersifat final,kecuali  Illahi.....love u litle boy.

1 komentar:

  1. crita yg luar biasa seorang ibu memperjuangkan anakny meski bnyk rintangan namun ttp ikhlas.
    mengingatkan akan ibuku yg jauh..
    terimakasih ibu..
    semoga Tuhan selalu menaungi dalam setiap langkahmu,ibu..
    *Peluk Rindu untukmu Ibu..

    BalasHapus