Entri Populer

Selasa, 21 Juni 2011

OPERA DALAM SYAIR KUPU KUPU

 
oleh Mawar Kikan / Bilqis Kusuma pada 14 Juni 2011 jam 22:40


Seekor kupu kupu berdongeng
Kepada kupu kupu lainya
tentang indahnya taman mawar
Bahkan Bercerita tentang Angin...
juga tentang sang lak laki mimpi
lalu menciptakan syair yang dibaca lantang ditaman berduri
mewakili rasa sang angin


Engkau
Menatap dalam setiap kalimat sumbang
Menelanjangi setiap jengkal syair pincang
merambat waktu pada titik lesumu
menyapa angin yang tak juga mengeliat manja padamu

Siapa engkau wahai...
Menatap lekuk angin tak berkedip
Meraba angin yang tak sanggup kau baca tegas
merayap jengah  mencandai kegamangan
Mencela angin dengan rasa puas
Ketika menyapa engkau di pagi yg gerah
memaksa untuk  merasakan hal yang sama

Siapa Engkau
Suaramu tegas bagai badai
Menancap asa pada angin yg gusar
Sungguh kau menyapa hati
Namun angin terlalu angkuh untuk kau cumbui

Duhai engkau
Kata katamu bak aliran syair yg sakau dengan lantuman
Meratakan  nuansa hening hingga sampai pusaran hasrat
Mendekap hangat bait bait sunyi memalung kearah mata angin

Kemudian kau diam
Tak lagi berkata kata bak sang penyair
Suaramupun sudah tak lagi nanar bagai elang
Kau kelelahan menantang angin
Kau terdiam tertampar angin
Lalu kau palingkan wajah bagai engan menyapa

Duhai engkau
Terkadang angin hanya lalu lalang menyapa mu
Mungkin hanya semilir  desir menyentuh rambutmu
atau desah letih yang sempat kau tangkap dari lenguh sang angin
Entahlah hanya sempat kutangkap pesannya(Kupu kupu)

Ada rasa yang singgah menampar hatinya
Mungkin sekumpulan rindu tentang engkau mendekap angin
Bahkan tentang keabsurdtan yg kau baca tentang musim yang terbagi
Kau tetap ada didalam nya jangan pernah menguap tak bersisa
Jangan pernah pergi walau kau tak pernah ada
Menjadikan cinta mu bagai cinta platonis bagi sang angin
Terjaga rapi disingah sana hati
Tak tersentuh
Bahkan kau tak tau dimana angin...


Seekor kupu kupu terbang tinggi...mencari sang angin
Menyampaikan pesannya sudah diikrarkan ditaman mawar berduri
Kepada Sang laki laki mimpi

· · Bagikan · Hapus

PERJALANAN HATI


oleh Mawar Kikan / Bilqis kusuma pada 17 Juni 2011 jam 6:44

Perjalanan itu membawa anganmu terbang kecakrawalaku
Menelusuri belukar hati diantara kabut hitam pekatku
Adakah mimpi kosong yang hendak kau tawarkan kepadaku
Duhai..
Engkau imajinasi Suffiku

Perjalanan Kekampung mu
Dengan rindu pelukkan sang ibu
Kau berdongeng tentang Cinta
Menuturkan masa lalu yang serupa
Dalam jejak yang berbeda
Duhai...
Engkau telah ada diruangku

Perjalanan menuju hati dalam rentang waktu tak berdetik
Kau katakan dengan lugas ada pesan hati yang tak inginkau tipu
Entah putih entah pula hitam legam demikian pesan harus terucapkan
Sedangkan aku telah pula tau sejak kau berada dikelopak mata dan hatiku

Perjalanan itu adalah perjalanan ruh
Antara kau dan aku
Bukan Hasrat bersetubuh yang menisbikan keindahan ruh
Melainkan penyatuan ruh suci yang bersujud tunduk
Menikmati rahmat cinta tanpa harus tersentuh raga

Perjalan itu membawa ruh suci menuju langit
Gerhana bulan mengunci kisah persatuan dua Ruh asing
Ikrarkan sepotong rasa yang tak ingin kita tinggalkan
Dalam janji disebuah perjalan Menuju kampung hati

Hal yang terindah kau katakan
Aku telah hantarkanmu kecakrawala cinta nan luas
Dengar aku bahagia
Cukuplah itu sebagai pertanda  yg menjadikannya  perjalan menuju hati
Hingga suatu ketika sang suffi hadir di singa sana hati tampa dusta


KABUT TAK SANGGUP MENGABURKAN CINTA

oleh Mawar Kikan pada 20 Juni 2011 jam 5:11

Aku tak adil mencemburuimu
Seharusnya tak demikian dengan yang halal untukmu
Maaf aku bicara pada hatiku
Kemudian kusampaikan pada angin yang mengulung rasaku

Jika tersampaikan itu karena kutak sanggup menyimpan rahasiaku
Kuharap kau tak mendengar agar kau tak menoleh sedikitpun kepadaku
Biarkan segalanya pada tempat yang seharusnya
Tidak juga kuminta sebagian rahasia hati yang kau simpan kepadaku

Aku tak adil mengintip engkau dari lubang rahasia
Memandang sekilas saja tentang kidung asmaranti yang telah sampai di laci hati
Bukan…bukan aku tak menangis
Tapi tangisku cukuplah aksara berurai lirik dalam bait bait pincangku

Kau ada memang untuk sebuah alasan
Keabadian yang membuat engkau tertancap dalam lorong lorong hati
Tentang awal dan ketakutan akan akhir
Demikian ia tumbuh dan mekar tampa bantuan sang musim

Aku tak adil menghakimimu sebagai yang tak dipercaya
Karena dia ada sebelum aku ada…
Karena kita menyepakati tentang cinta yang tak menyentuh raga
Namun telah  terpasung seluruh hati dan rasa
Pada janji yang kita gantungkan pada langit

Dengar jika kabut dihutan belantara sanggup menyembunyikan
 Bunga dan kupu kupu dari pandangan mata
Tapi sang kabut tidak akan sanggup mengaburkan cinta dari hati kita.

Panas diladang kering biarlah hanya musim tentang padi yang menguning
Bukan tentang terik yang begitu gerah mana kala aku hanya diam tampa sapa
Cukupkan aku bahagia dengan secawan cinta yang kuteguk
 Dan kunikmati tampa harus aku menjadi mabuk  lupa akal dan kolbum salim.

PETIKAN SETANGKAI SYAIR UNTUKKU

Oleh Mawar Kikan / Bilqis Kusuma  pada 20 juni 2011

Juni di akhir penghujung
Canda sang balada dari negri langit
Turun hantarkan seikat syair untuk kucium
Pada kelopak kelopak kata
Pada putik putik rasa
Lalu menebarkan wewangian hati

Ditaman mana syair dipetik
Indahnya bagai bunga seroja dari arsy
Aku inginkan satu tangkai syair
yang kau kirimkan dari negri hati
Tanpa utusan kau hadiahkan kepadaku
Pilihkan syair yang terbaik untuk kusimpan
Ingin kutuliskan pada pita emas pengikat
Bahwa syair itu milikku

Kemudian kau  harus melupakan syair itu pernah kau tulis
Namun tinta yg tertahta tak akan kering dari jangkauan rasamu
Ingat syair itu adalah syair tentang nafasku

SAHABAT DALAM CAKRAWALA IMAJINASI TALENTA

oleh Mawar Kikan /Bilqis kusuma pada 20 Juni 2011 jam 7:53
 
Malam beranjak pekat dalam ruang sunyi
Aku meraba asa..ketika nyaris nafas ku terhenti
Ketika sunyi demikian sekarat
Aku mengelana kenegri asing
Ada resah mengantung diantara dinding membisu
Bebauan aroma obat menjalar kesetiap nadi
Ach...ruang tak lagi menyekat raga
Peraduan bagai tirani pikiran yang sakit
Aku tak beranjak
aku tetap membungkam nurani menjerit
Lalu kukumpulkan naluriku
Menyapa demensi sunyi kepada kawan dinegriasing
Aku tak disini seharusnya
Tapi aku tak ingin terpasung
Dan aku menyapa mu dengan instink
Kubalut dengan nurani tampa prasangka
Agar kau hadir sebagai sahabat hati diantara kalut yang terbalut
Dengar kau ada dalam imajinasi beraura positif
Lalu kita berdiskusi kesegala penjuru
Melihat arah mata angin
Juga menghitung malam yang semakin tua
Dengar adalah bintang yang berpijar
Aku percaya disingasana yang terbaik kita bercengkrama
Jendela kita terbuka selebar bola dunia
Karena engkau sahabat dalam imajinasi talenta
Jangan pergi sebelum matahari menerangi perputaran bumi
Disini kau dan aku telah menjadi sahabat hati

Minggu, 19 Juni 2011

THEOGONIA TENTANG KITA

Bagai Theogonia tentang kelahiran para dewa
Aku tersenyum dengan sederet abjad abjad buta
Mengiring sebagian jiwaku terbang kelangit
Melintasi cakrawala asa hingga merapat kedinding hati
Duhai dimana engkau sanggup kudekap dalam  imajinasi tak terbatas


Aku manggilmu dalam bisikkan angin semilir rindu
Mendulang sekumpulan debu asaku
Untuk kujadikan susunan bebatuan hasrat suci
Yang kusimpan diam diam
Membumbungkan galaksi rasa
Kepada antariksa jiwa yang lama terkapar tak beraga

Kemilau batinku bagai pualam  terangi lelangit luas
Mimpiku baru saja kumulai dengan terompet cinta sang anumerta rasa
Perlahan kujaring abjad abjad buta menjadi sekumpulan syair bianglala
Indah merona tebarkan  haru serta selipkan putik bahagia
Diujung sisa rasa yang kupunya

Engkaukah yang terpilih
Dari sekian ruang yang terjaga dalam teralis tak berwujud
Dengar hari ini adalah janji atas nama rahim bunda

Kalam Sang  Aprodit  sampaikan bait bait  indah
Tentang utusan langit yag diutus  menuju gunung olimpus
Ach.... aku mengalaxi kenegri antariksa dilangit tak berujung
Menyepakati  janji disebuah detik tak bermenit 
Ketika anumerta rasa kembali beranjak pulang kedunia meditasi
Dewi hades di dunia bawah hati telah mencairkan jelaga rasa
Sanggupkah kusungi rasa yang membuncah menuju pelangi

Sungguh tak akan sanggup kumenata runtuhan langit
Jika janji ini hanya kidung dinegri tanpa nama
Demikian kupasrahkan kepada hermes utusan dewa zeus
Untuk menjaga theogonia tentang kita.
Mengabadikan sekilas saja cerita dewa langit
Yang bermenung di negri tampa ruang

Sabtu, 18 Juni 2011

KEGAGALAN KEDUA ANAKKU

Kegagalan kedua anak laki lakiku membuat aku sedikit tertekan,segala upaya yg aku lakukan belum membuahkan hasil.Tes pscolog menyarankan untuk terapi dengan intensip sudah kulakukan selama 6 bulan ini namun belakangan waktu,anakku merasa kelelahan dengan lokasi terapi yg cukup jauh.karena tempat tinggalku berada di daerah atas, sementara terapi harus dilakukan seminggu dua kali di semarang.

Penanganan anakku yg diklesia memang harus butuh ekstra, mungkin aku harus berfikir ulang bagai mana aku harus menghadapi kelanjutan pendidikkan anakku secara formal ..aku terus brosing diinternet, bagai mana menghadapi masalahku dalam mendidik putra keduaku.Berbeda dengan dua anakku yang lain yg cukup cerdas dalam menerima pelajaran ..pada hal ketiganya kuasuh tampa campur tangan orang lain, buatku pembantu hanya  mengurusi urusan pekerjaan dalam RT..selebihnya untuk makanpun aku yg menyiapkan kebutuhan anak anakku.


Rasa bersalah berkecamuk dalam hatiku, sekalipun sudah kusiapkan hatiku, menerima kenyataan pait bagi anakku yang nomor dua.tetap saja naluri ibu tak tega melihat putra terkasih menjadi murung dan larut dengan kegagalannya.Bagiku kegagalan anakku adalah kegagalanku mendidik mental dan kemampuan berfikirnya.
Ketika kutanyakan kepadanya..apakah mama yg lalai bagai mana mengajarkan kepadamu atau mama lalai menanyakan setiap pr dan kesulitanmu...dia hanya menjawab lirih...aku yang gak mau belajar mama...
Ketika aku bertanya...Apa yang harus mama tolong jika kakak tidak ingin menolong diri sendiri...Dia hanya menangis dipojokkan kamar diam tak menjawab ....aku hanya mampu memeluknya iba....kudekap dan menetes air mataku.


Aku telah menemukan jawaban untuk anakku...memindahkan sekolah ke sekolah dasar berbasis bilingual..sekolah alam yang ada didaerah ungaran...Tahun yang lalu sudah kudiskusikan dengan suamiku, tapi karena sekolah alam masih berstatus terakreditasi...belum tercatat sebagai sekolah dengan kurikulum diknas...suamiku tak menyetujui anakku pindah kesekolah itu. Pada hal aku setahun ini sudah mempelajari bagai mana orientasi dari sekolah alam dengan anak yang meghadapi masalah dalam hal tertentu dimana anakku cenderung kesulitan membaca dan menulis walau usianya sudah 10tahun, tapi daya analisa dan pemahaman konsep pembelajaran masih tergolong  setingkat anak seusia 6-7 tahun.

Setahun aku memcoba mempelajari bagai mana menghadapi masalah yg terjadi pada anak laki lakiku, termasuk sudah kupersiapkan mentalku jika anakku yg kedua, tidak akan sekolah seperti anak anakku yang lainnya, bukan karena ingin membedakan pendidikkan yg akan kuberikan, tapi menyangkut pertanggung jawabku mendidik dengan kesadaran bahwa pilihan buat kakak adalah yang terbaik untuknya pada akhirnya.
Sistem belajar dengan home scholing juga pilihan alternatif, namun kecenderungan anakku bersoaialisasi masih nampak normal maka aku berniat menyekolahkan nya kesekolah alternatif dengan sekolah yang tidak terikat dengan keharusan berseragam, membawa setumpuk buku, dan pr yang membuat dia akan merasa jenuh dan bosan...sekolah alam akan mengajaknya berfikir dengan logika...tampa dibebani dengan teori teori yang cenderung membuat anak disleksia menjadi stress dan malas belajar.

Hari ini...anak laki lakiku...tidak naik kelas...sekalipun hatiku hancur...tapi aku harus lebih kuat dan lebih tegar darinya. Aku tidak peduli apa kata orang, aku takpeduli penilaian org kepadaku...aku hanya ingin berusaha kembali membangkitkan semangat anakku, walau aku dan anakku harus memulai dari awal kembali...perlu kerja keras ...aku harus bisa....membantu anakku menjadi yg dia inginkan.
Anakku bukan anakbodoh...dia memiliki kemampuan luar biasa, merakit mainan seperti tamia itu hal yg sangat mudah untuknya, sekali waktu pernah merakit sepeda BMX milik temannya yang sudah tidak terpakai...dari kerangka sepeda, tampa rantai dan stang, ia merakit siang itu dengan telitinya,...ia lakukan sendiri digarasi rumah..aku sendiri yang membelikan onderdil yg dibutuhkan ban, rantai,gir, dan rem....kubiarkan dia asik dgn sepedanya...rongsokan walau dia memiliki sepeda yang baik tapi keinginan untuk merakit sepeda tidak bisa kucegah.Seminggu dia kerjakan...dan aku terkejut ketika pulang belanja sepeda BMX yg tadinya hanya rongsokkan sudah dia pakai dengan gembiranya,Bodysepeda diasemprot pilok warnah hijau muda...kontras sekali buat tubuh kurus tingginya...


Anakku baru berusia 10 tahun sejak usia 9 tahun dia sudah mahir mengendarai motor trail 100cc...dia sangat menguasai kendaraan yg dirakit khusus untuknya. Aku sendiri pernah khawatir melihatnya latian motor crose..dijalanan yg berlumpur...tapi dia dengan gembira mengendarai motor A100..yang sudah dimodifikasi...dia berkeinginan masuk club di sala tiga, tapi menginggat pendidikkannya belum optimal aku tidak mengijinkan dia masuk club...


Hari ini aku tengah berfikir keras untuk memantapkan sekolah  ditahun ajaran baru untuknya...perjalananku masih panjang menemaninya untuk mendapatkan pendidikkan yang layak.Kegagalan anakku adalah kegagalanku, dan aku berpantang untuk menyerah...jika masih diberikan kesempatan untukku memilihkan sekolah yang tepat buat anakku,,aku tak akan merasa malu jika aku harus menyekolahkan anakku meskipun berkumpul dengan anak anak autis sekalipun.Terkadang orang tua merasa gensi bila anaknya memiliki kekurangan yang nampak tak lajim....tapi siapapun tak menginginkan jika sang buah hati tertinggal dari yg lainnya. Biarlah kuambil hikmah dari semua ini...untuklebih tegar menjadi seorang ibu....tak akan kubandingkan anak ku dengan saudaranya, karena Allah telah memberikan kecerdasan yang belum mampu kugali bagai mana ia menjdi dirinya...kekuatan semangatku hanya dengan membaca artikel dan buku serta brosing  di internet dan terus mencari tau bagai mana aku menhadapi anak laki lakiku..
Ada keyakinan kuat bauatku bahwa anakku pasti bisa berubah jauh lebih baik.


KEUNTUNGAN MENJADI DISLEKSIA

apa yang dapat diperbuat oleh penderita disleksia dan orang lain tidak ?

Kekuatan dari Creative Thinkers (pemikir yang kreatif)
Banyak penderita Disleksia mampu dan bisa sangat sukses setelah mempelajari beberapa strategi mengatasi. Inilah sebabnya kita lebih suka menyebut mereka, lebih tepat, dan pemikir yang kreatif.


apa saja kekuatan mereka:
1. Ketekunan,
2. Konsentrasi
3. Persepsi
4. Imajinasi,
5. Kreativitas
6. Mengarahkan dan ambisi,
7. Penasaran,
8. Berpikir dalam gambar, bukan kata-kata,
9. Penalaran yang superior
10. Mampu melihat sesuatu secara berbeda dari orang lain,
11. Menyukai kompleksitas,
12. Mengolahan beberapa stimulus pikiran,
13. Cepat menguasai konsep-konsep baru, dan
14. Tidak mengikuti orang pada umumnya (orang bnyak).


Beberapa orang sukses yang mengaku menderita disleksia:

Tokoh-tokoh dunia penderita Disleksia:

Tom Cruise - Aktor
Jay Leno - Pembawa acara (Tonight Show)
Thomas Edison - Penemu
Albert Einstein - Penemu
Winston Churchill - Perdana Menteri Inggris pada Perang Dunia II
George Bush - Mantan Presiden AS
George Patton - US General, WWII
George Burns - Aktor Komedi
Whoopi Goldberg - Aktris
Danny Glover - Aktor
Cher - Aktris, Penyanyi
Liz Taylor - Aktris

Harapanku yang terdalam aku harus sanggup menerangi jalan untuknya untuk menjadi dirinya bukan menjadi yang lainnya.Karena tak akan kubeda bedakan ketiganya. karena keberuntungan Allah yang menentukan, tak ada sesuatu hal yang mustahil untuk menjadi  yang terbaik. setidaknya hari ini aku belajar bersama anakku bagai mana bangkit dari kegagalan. " mereka yang maju umumnya telah membakar jembatan yang menyebrangkannya, sehingga tidak ada jalan untuk pulang atau untuk mundur,yang ada hanyalah jalan untuk maju dan terus maju......dimataku setiap titik adalah kesempatan.dan Tidak ada satu hal pun yang bersifat final,kecuali  Illahi.....love u litle boy.

Senin, 23 Mei 2011

KISAH MAWAR DIPINGIR DANAU


oleh Bilqis Kusuma pada 09 Mei 2011 jam 2:25


Kisahmu tentang sekumpulan mawar dipingiran danau
Menghiasi sampul hatimu diantara bilur bilur pilumu
Bukan sekedar dongeng tentang kisah 1001 malam
Namun tentang singasana yang sempat terabaikan

Cerita mawar tak pernah usai
Sekalipun kelopak berguguran
Duri duri hanya nampakkan kegarangan
Namun mawar berduri tak ubahnya hanya sebuah kiasan
Karena mawar pelambang Cinta dan keagungan

Kisahmu diantara danau kecil di tengah hutan
Berumput liar juga belukar
Dimanakah sang penghui danau
Sunyi tak ada riak
Tenang bagai tak bergejolak

Kisahmu rapuh bagai kelopak bunga mawar
Berguguran menyentuh air danau
Namun keindahanmu pelengkap sunyi
Kuncupmu adalah Penghias keindahannya
Harapan sang Danau di sebuah  hutan

Sederhana saja
Teruslah bermekaran
Sekalipun berulang kelopakmu harus berguguran


HANYA DISANA

oleh Bilqis Kusuma pada 09 Mei 2011 jam 2:40

Tertuliskan sebait syair diatas meja
Dalam sehelai kertas catatan kecil
Hanya sederhana
Cukup jelas untuk dicerna

Duhai kekasih
Biarkan malam kudekap erat
Biarkan kurebahkan sesaat
Mengukir cinta yang tak sempat kujawab
Pada kesetiaanku yg tak mudah kugugurkan

Jika sempat kau baca
Maka berangkatlah kita ke suatu tempat
Keinginanku hanya satu
Disanalah akan kujawab
Sebuah keinginan yang ingin kau dengar

Disanalah aku ingin berikrar
Tentang rasa yg harus kita daur ulang
Tentang kisah yang harus kita putihkan
Dengar hatiku telah tetapkan
Disanalah segala sesuatunya akan kau gengam abadi...
Hanya disana..

SELESAI SUDAH IMAJINASI

oleh Bilqis Kusuma pada 09 Mei 2011 jam 3:07


Jika saja waktu bisa kembali
Maka tak akan  temukan noktah merah diantara surga
Tentang balada pendusta cinta atau tentang balada cinta putih
Semisal kubiarkan segalanya seperti yg kau ingin
Maka kubiarkan diri bagai berenang dalam bara api
Sungguh aku mengabdikan diri tampa perlu kau meminta lebih
Cukuplah semua usai hingga kita selesai berimajinasi


Telah kusempurnakan nurani tak berhati
Maka ijinkan kutinggalkan serpihan perih yang menyesakkan
Biarkan kuakhiri kisah semisal yg memeuhi ruang hati
Jangan pernah bertanya masih tersisa atau ada yang tertinggal
Tapi tanyakan kemana kita akan berlayar mengelingi bumi
Karena setelah ini kusiapkan perjalanan menuju medan bakti
Agar Sempurnahlah janji sehidup semati
Dalam sumpah yang disaksikan malaikat suci


Waktu tak akan kembali
Mampukah kita lalui hingga waktu sama sama pergi abadi
Kemudian kita saling menanti di pintu terakhir
Disuatu masa dimana kita akan bertemu kembali
Dimana hanya ada kesucian
Hanya ada kesempurnaan
Selesai sudah imajinasi yang perih
Selesai



SURGA YANG TERPUTUS

oleh Bilqis Kusuma pada 09 Mei 2011 jam 8:19


Ada apa kiranya....kau bersembunyi di kelambu peraduan
Ranjang pengantin kau biarkan diam
Menyepi disunyi yang tak bertuan
Lalu halusinasi menjadi hantu kegelapan
Menciutkan kisi hati yang kehilangan pengantin pejatan

Bunga melati dipelaminan telah pula kering
Harum semerbak nya tak lagi pancarkan aura perawan
Hanya segengam bunga kenanga yg kau cium dalam pembaringan
Dengan doa yg kau untai disunyinya malam

Tangismu pecah ketika malam pengantin usai
Pengantinmu ternyata harus berpulang
Tak akan kembali menikmati madu duniawi yag kau sajikan
Untuk Menelusuri rimbamu dengan kenikmatan sang surga
Melintasi gunung diatara keranuman yang menawan
Mengaliri sungai sungai bening beraroma cinta

Semua telah usai ketika malam pertama telah terhalalkan
Namun petaka merengut sebelum kenikmatan halal berlanjut tua
Maka kau hanya meratapi malam indah dengan air mata tak putus hingga demikian lama
Separuh jiwamu mengawan melepas kan atribut cinta usai halalkan surga duniamu
Surga duniamu mengajak kau menjadi betina tanguh.
Untuk kembali merangkai melati agar dikalungkan dimahkotamu



Catatan buat seorang sahabat...
Ketika segalanya menjadi garis kehidupan
Maka demikian kau harus menjadi kuat...berat namun itulah TAKDIR


HUJAN MENDERAS

oleh Bilqis Kusuma pada 15 Mei 2011 jam 2:33


Mana kata kata yg mudah kujaring
Beri satu kalimat saja agar lega hatiku
Mana abjad abjad yg tercecer
Lama sekali kutemukan untuk sebuah kata

Sudah kubiarkan diam tak bersuara
Tapi tetap saja ada sebuah kata yg belum juga kujumpa
Diantara ranting ranting
Diantara daun daun kering
Bahkan diatara hutan pala
Serta rerumputan hijau

Tak juga kutemui kalimat ajaib yang bisa melegakan rasa
Lalu kabut turun pelan pelan
Kemudian mendung tipis mengantung
Ach....akhirnya hujanpun turun
ternyata hujan deras yg kucari

Tetesnya terasa sampai kehati
Jatuh bergulir bagai air yg mengalir
Leganya menangis diantara hujan yg menderas
Demikian kata yang kucari diatara hujan yg demikian lebatnya

MIKRAJ HATI

oleh Bilqis Kusuma pada 15 Mei 2011 jam 3:18



Mikraj hati hingga ke awan
Bagai melampaui mendung
Kucari teduhnya kampung hatiku
Disuatu senja di antara gerimis

Berjalan menikmati sunyi
Lalu suara angin menyapa hatiku
Membisikkan tentang sepi diatara kabut menyapu pandanganku
Langit cerah berkabut mendung

Dimana sekumpulan seriti menari melibas gerimis lembut
Pandanganku tertuju pada hamparan hutan pala
Serta  kuncup dedaunan muda merah darah
Seperti hiasan belantara ...nampak cantik luar biasa

Mikraj hati ditempat sunyiku
Bagai mengilhami membisikkan bening hati
lalu bercermin dalam diamku
Untuk kutemukan jawaban nuraniku

Hati selalu berkata
Samudra panca indra
Adalah kebeningan jiwa
Dimana tak bercampur emosi juga Egoku
Demikian aku selalu diam ditempat aku bisa membaca hatiku
Lalu aku merindukan kampung hati..
dimana aku ingin berkumpul
Lalu kembali dengan ketenangnya hati

AKU TAK PEDULI

oleh Bilqis Kusuma pada 15 Mei 2011 jam 3:37



Aku tak peduli
duhai engkau yang membakar hatiku
aku tak peduli tentang amarah yang lama kubiarkan membuncah rasaku

Satu yang harus kau tau
Aku tak peduli
karena aku tak ingin peduli lagi

Buatku yang terpenting
Bagaimana aku harus berjalan
Tampa berkeluh kesah kepadamu
Biar aku dengan duniaku dan berjalan sebagaimana seharusnya

Jika saja kau tau
Bahwa kau yang mengubah hidupku
Jangan pernah bertanya
Karena tak akan kujawab sepatah katapun
kemarahanku sudah mereda jangan kau buat aku meradang

Aku tak peduli
Apapun yang kau mau
Aku takpeduli
Jangan pernah kau mencoba batas kesabaranku
Karena tak akan kutoleh walau kau berjalan disebelahku

CERITA DALAM CATATAN RAHASIA

oleh Bilqis Kusuma pada 15 Mei 2011 jam 4:46


Kutulis sebuah kisah dalam catatan rahasia
Cerita pena diujung musim
Tentang kisah cinta bahkan legenda mistis
Dalam tulisan fiksi juga realistis
Hampir separuh waktuku kuhabiskan diam
Asik dengan cerita yang mengalir bagai air
Dalam sekumpulan kisah yang ingin kujadikan sebuah buku

Banyak cerita tersimpan dalam dokumen rahasia
Tentang perjalanan nyata bahkan tentang khayalan
kadang kisah tentang mereka yg sengaja diceritakan kepadaku
Untuk dijadikan imajinasi dalam kesakawan menulisku
lalu menginspirasikan  tulisanku dalam bait bait syair
Atau sekedar catatan pincang dalam episode semusim


Cerita pena diujung musim belum juga berakhir
Keinginan sederhanaku adalah mempertanggung jawabkan tulisanku
Pada kesempatan tertentu nantinya
Butuh waktu untukku yakin tentang sesuatu yg katanya takmungkin
Buatku cerita yg kusembunyikan dalam cacatan rahasiaku
Adalah sesuatu yang ingin kupersembahkan bagi orang orang terkasih
Bukan untuk pencapaian sebuah materi melainkan sebuah bukti
bahwa menulis adalah sebuah kecintaanku
Dimana kebahagiaan berekspresi terlalu berharga untukku
Banyak hal yg sanggup diberikan dengan rangkaian kata kata
Sekalipun aku tanpa sadar mengurai spontanitas semata


Semusim hampir habis sebagai mana beberapa kisah usai kutulis
Ntah kapan kujadiakan sebuah hadiah bagi orang orang terkasih
Biarlah waktu yang menuntun hingga sebuah kisah kupersembahkan kepadamu
Bahkan kisah lainnya dalam episode cerita bersambung
Tentang sekumpulan asa yang kuciptakan dengan Cinta , air mata, bahkan kasihku
Bahkan tentang kisah kisah sahabat dalam ruang yg kau percayakan kepadaku..
Karena kisah hanya hidup dan berjiwa dengan kejujuran


PERJALANAN KE SENDANG SUROLOYO


Oleh Bilqis Kusuma pada 17 Mei 2011 jam 19:56

16- maret- 2011
Aku rencananya akan  kemah di pegunungan Ungaran daerah ngipik, lokasi Perkebunan, kopi,teh dan hutan pala  milik pertamina. siang yg cerah juga udara yang sejuk akan sangat menyenangkan diatas sana, tapi ternyata sore hari tidak mendukung mendung mengantung pekat dilangit, sepertinya hujan deras akan turun.
Jam 5 sore hujan turun dengan derasnya, acara kemahku gagal total, akupun mengurungkan niatku kemah akupun mengungsi disebuah mushola dekat sendang amanah...
Jam 7 malam langit sudah kembali cerah, aku putuskan kembali pulang kerumah...aku lupa membawa kamera , jadi kuputuskan untuk pulang.

Aku punya kesenangan sendiri, ketika suasana hatiku lagi tak menentu aku selalu ingin berada ditempat sunyi, bahkan kesenanganku diatas gunung kadang sangat memberikan ketentraman hatiku.
Aku  minta ijin suamiku untuk kembali kegunung Suroloyo, Selasa Pon 17 mei 2011, mulanya suamiku tak memberikan ijin, tapi akhirnya akupun diberikan ijin untuk naik kepuncak suroloyo, mungkin suamiku khawatir karena medan keatas puncak sangat berat dan sulit, Dalam rumah tangga pasti ada konflik didalamnya, demikian pula dalam kehidupan rumah tanggaku.
Tapi bagiku masalah apapun itu adalah hal yg bisa , dan pasti ada pemecahannya.
Aku selalu menganggap setiap persoalan pasti akan ada jalan keluar, Untuk itu dengan kejenuhan yang ada, selain menyepi dan intropeksi diri, aku ingin mengabaikan  kegundahan hatiku untuk  mendaki gunung Suroloyo....Surowani, loyo mati....hanya yang berani mati dan tekat yg kuat yang sanggup mencapai puncak suroloyo hingga menuju Sendang 7 dimana disana tempat mandi para Dewa dan sang Bidadari...dan tempat pertapaan yg berada ribuan kilo diatas gunung Ungaran...

Bersama Mbah Jaitun juru kunci makam raden Ceguk dan nyi Suko, seorang cikal bakal penyebar agama islam tanah ungaran..Keinginanku hanya satu berjalan ketempat yg tinggi dan sunyi meluapkan kejenuhan dan kekesalan hatiku...menyusuri tanah perbukitan setapak kami mulai pendakian jam 09:00 siang, dengan bekal air putih 1 liter, permen dan Rokok..kami melalui jalan mendaki...sepanjang perjalanan banyak wejangan dari mbah jaitun kepadaku, bahwa dalam hidup harus lebih banyak sabar, iklas dan bersyukur...
Kesederhanaan mbah jaitun dalam memberi wejangan sangat menyentuh hatiku...
Mbah Jaitun yang berusia 70 tahun sungguh sangat luar biasa, satmina tubuhnya kuacungkan jempol...aku yang berusia 40 tahun belum apa apa dibandingakan kekuatan fisik mbah jaitun..
Belum ada wanita yang naik keatas Puncak Gunung Suroloyo, kadang Laki lakipun tidak akan sanggup naik hingga kepancuran 7...sudah terlalu sering mbah jaitun mengantar pengunjung naik keatas puncak, tapi kebanyakkan mereka gagal naik dan memutuskan turun.



Bersama mbah Jaitun, melintasi medan yang sangat berat berbeda ketika masih muda ketika  aku naik ke lawu, merapi dan merbabu...disini  aku dan mbah jaitun harus melewati jalan yang penuh belukar dan berduri...kadang melalui jalan setapak yg sering dilintasi mereka yg mendaki...kadang jalanan kembali dipenuhi ranting dan kayu kayu berserakkan bahkan rerumputan yg tinggi...semakin naik keatas semakin banyak kendala yg kuhadapi...tapi semua itu kuabaikan, aku selalu membawa tasbih dalam perjalanan setiap langkahku naik keatas puncak adalah wirid panjangku, berdoa memohon kekuatan, ketentraman, kesabaran untuk sanggup sampai kepuncak sana...walau kadang aku harus berhenti berulang kali untuk mengatur nafasku yg tersengal..


Semakin naik semakin tebal kabut, bau kabut kali ini lain dari biasa agak sedikit menyengat dan berbau...namun semua itu kutepiskan jauh jauh, seiring pemandangan yg luar biasa indah dan suara burung dan hewan hutan yang begitu memukau hatiku...sungguh aku yakin keberadaanku disini juga atas kehendak Allah swt,  maka yang kufikirkan hanya doa doa yang kupanjatkan, apa yang kulalui adalah cerminan perjalanan kehidupanku. maka apapun yg kuhadapi aku hanya menjalani sekuat hatiku.


Banyak hal yang kutemui diatas sini, semua luar biasa untukku, semua adalah kuasa Allah untuk setiap apapun yg kulihat dengan mata kepalaku.Dengan bimbingan mbah Jaitun aku yakin aku pasti sanggup naik keatas puncak..3 jam perjalanan cukup membuatku lelah, sengaja kuabadikan perjalanan keatas agar bisa kujadikan kenang kenangan bagaimana aku berusaha melalui setiap rintangn yg ada, mendengar suara gamelan jawa sayup sayup diantara kabut membuat berdiri bulu kudukku pada hal aku berada di ribuan kilo dari perkampungan ngaglik,  aku semakin kencang mengenggam tasbih menyebut nama Allah atas segala kekuasaanNya.Apapun yang terlihat dan yang kudengar adalah tipuan hatiku..dimana semua itu hanya untuk melemahkan tekadku sampai keatas sana.



Jadi teringat beberapa orang yg meragukan kemampuanku naik ke sendang Suroloyo, dibawah tadi beberapa orang mengatakan demikian padaku."Nggak mungkin sampai bu, naik kesana nggak sembarang orang bisa dan kuat, paling sampai makam nyi suko sudah gak sanggup untuk terus naik.." kata kata yg semakin menguatkan tekadku...ada apa diatas sana, sehingga banyak yg tak sanggup melalui rintangan yg ada.
Dan benar saja aku mengalami hal yg sangat melelahkan hati dan fikiranku, apa lagi puluhan lintah menempel dikakiku...mulanya aku teriak jijik dengan hewan kecil hitam yg mulai kenyang mengidsap darahku..tapi sudahlah aku juga tak merasakan sakit kenapa kufikirkan..aku tetep berjalan mengikuti langkah bah Jaitun yg terus saja mengunakan aritnya menebangi ranting juga rumputan berduri...kali ini kami ambil jalan pintas hingga harus bersusah payah membuka jalan kedepan...


Jam menunjukkan 13;25
Aku dan mbah Jaitun istirahat sebentar , perlakuan mbah sangat mengesankan, karena dia selalu memotong dedaunan untuk alas dudukku setiap kali berhenti istirahat...selalui diberikan wejangan dan kata kata yg sangat menentramkan hatiku, setiap orang pasti punya cara sendiri untuk mengobati kesedihan hati, kegundahan hati, demikian aku berda jauh diatas sini untuk mengobati kegundahanku, benar adanya ketentraman hati hanya diri yg sanggup mencari...maka aku memang tengah mencari kententraman hatiku sekalipun aku harus berjalan menuruti suara hatiku...yach aku menemukan ketenangan yg luar biasa, ketenangan dimana aku menikmati setiap yg ada..


Tak terasa langit mulai redup mendung mengantung tapi hujan tak juga turun, suasana sore yg mendung terus saja tak membuat tekatku mundur, perjalanan yg luar biasa exstrem dan liar, aku menikmati sore diatas gunung...sesekali aku sempat melihat rusa dari kejauhan, sungguh pemandangan yg indah, suara lutung terdengar nyaring berteriak melengking di atas pepohonan pinus...Alhamdulillah jam 13:30 aku sampai di tempat yg tertinggi d Gunung Suroloyo, i Sendang bidadari, dimana disana ada 7 pancuran air dengan lumut hijau disekitarnya.
Herannya disekitar situ tak ada rumput liar seperti sebelumnya aku melewati hutan ...semua dinding sendang ditumbuhi lumut...mungkin cahaya matahari tak sampai ketanahnya hingga udara menjadi lembab, sangat cocok bagi tumbuh lumut..hanya tanah dimana kupijak bersih dari rerumputan...hanya tanah dan daun kering yg membusuk..



Aku mencuci kaki dan mukaku dengan air sendang....sejuk sampai kehati, memang aura yg ada lebih tenang dan berbeda dari sendang nyi suko...disini lebih senyap...tak ada suara burung atau hewan hutan ...sunyi yg demikian nikmat...di sekitar sendang, ada sebuah pohon besar, dimana dibawahnya ada goa kecil, mungkin tempat orang orang yg pernah tapa disini, mbah Jaitun menawarkan apa aku mau nyepi disini, aku tertawa, mendengar pertanyaan mbah jaitun,"Nggak lah mbah, aku hanya ingin duduk diam dan menikmati suasana hutan...jika aku memohon sesuatu disini, semua hanya untuk keridoan Allah, berdoa ditempat sunyi dan paling tertinggi mungkin itu caraku untuk menghilangkan kesedihanku..
Kata si Mbah kalau nyepi disini 7 hari, maka sendang yg terlihat bukan sendang seperti ini, melainkan sendang bidadari yg memiliki khasiat yg luar biasa...dari setiap air yg mengalir...
"Ach...nggak lah mbah...aku gak ingin cari yg seperti itu...jika ada berkah yg kuinginkan semua karena berkah sang Kuasa...karena aku percaya aku bisa sampai kesini juga atas rahmat dan hidayahnya...Insyak Allah ada berkahNya ..mbah.."

(foto sendang bidadari yg tiba tiba tertutup kabut)
(Foto sendang bidadari yg mulai reda kabut)

Tak terasa 3 jam aku duduk diatas Gunung Suroloyo, menikmati sunyi sebagai obat gundah hati...demikian aku melewati 6 jam naik keatas Gunung dengan kegembiraan yg luar biasa, diusia 40 tahun aku sanggup naik keatas gunung yg tidak semua orang sanggup mencapai ketempat ini, memang kenekatanku untuk ingin tau tentang Legenda Gunung Suroloyo dan Mata air di Sendang Bidadari membuat aku ingin tau lebih banyak...dan aku senang aku bertemu dengan wanita cantik dengan kemben batik yg kuliat diantara kabut yg pekat...Subhanallah Cantinya...kecantikkanya menebar aura ketenangan yang luar biasa....


Setelah asik berjibaku dengan hati, juga berdiam dalam sunyi yang berkabut...akhirnya aku dan mbah jaitun turun , butuh waktu satu jam untuk aku dan Simbah menuruni hutan Pinus dan belantara belukar...Sungguh perjalanan yang luar biasa untukkku..jam 17:45 aku sampai di bawah disendang amanah...hingga sampai kerumah, dan tidurpun suasana hutan dan sendang bidadari tak sanggup lepas begitu saja dari ingatanku...terimaksih mbah Jaitun untuk semua wejangan dan kebersamaan kita diatas gunung...

MENANGISLAH ENGKAU

Karena Tangismu menjadi hamparan lumut keras membatu

MATI

Melukis mendung di air mengalir
Membaca kabut diantara terik
Merangkai hiasan di tanah basah
Mendongeng kisah pada bisu yg mencekam


lunglai tak beraga
Letih tak berjiwa
patah tak bergerak
buta tak  bermata


oleh Bilqis Kusuma pada 18 Mei 2011 jam 5:25

kemudian
terpaku menatap langit
diam tak beranjak
tak tersisa
hingga benar benar lenyap


kaku
membatu
diam selamanya
kering dalam tanah
abadi dalam gelap

LELANGIT MATAMU


oleh Bilqis Kusuma pada 19 Mei 2011 jam 8:54
Ruang sunyimu telah tertutup
perlahan cakrawala membuka pintu realitamu
Menatap kaki langit mengapai lelangit
mengibas perih diantara bebatuan laramu
berdiri  engkau diantara pijakkan bumi kokoh
Kau kembali membusungkan keangkuan
Menepis cinta mati berkalang perih

Dinding sunyi tak lagi bergetar
Kala hembusan angin memilin sebagian pemikiran kusutmu
Mengabaikan perih menjadi lelucon topeng bidadari
Menebarkan harum bunga melati
Wangi hingga mencapai lelangit
Mengantarkan sebagian jiwamu  luluh diantara pelangi
Kemudian Engkau sisakan senyum


Ruang sunyimu telah terkunci
Dalam ikrar tua di hamparan bumi berarogan kebencian yg mustahil
Lelangit Matamu tak sanggup mendendam
Cintamu adalah impian dunia hati
Maka kau nikmati rahasiamu dalam kisah topeng sang bidadari
Hanya ada senyum  mengawan yg kau teriakan hingga mencapai langit
Bukan tangis yang semalam kau bisikkan pada bumi
Tapi janjimu yang kau selipkan lewat harum sang melati




DONGENG MALAM PADA HATI

oleh Bilqis Kusuma pada 19 Mei 2011 jam 9:30

Duhai hati
Mari kudongengkan tentang rembulan merah
Kukidungkan tentang bintang berpijar terang
Kemudian akan kubacakan pesan langit pada alam
Mana senyum teriklasmu
Titipkan padaku
Maka senyummu akan abadi melampui angkasa


Duhai hati
Mendekatlah pada sunyi yang tenang
Maka akan  kau temui suara kebenaran yg akan menuntun terang hatimu
Dialah suara hatimu mengajak engkau berdiskusi tentang kealfaanmu
Menuturkan tentang apapun tampa perlu kau sembunyikan
Terjaga segala rahasiamu dalam kantung ajaib nuranimu
Melelehlah pada malam tenang dengan bebijian tasbihmu
Satukan hatimu dalam pejaman matamu

Duhai hati
Ketika malam membukakan pintu untukmu
Maka datanglah kepadaku
Menikmati sunyi bercinta dengan Robmu
Kusediakan tubuhku untuk memeluk engkau
berdua bersama sang Kekasih
Agar kau nikmati setiap detik kau bercinta
Meninggikan pujianmu kepada sang kekasih
Merendahkan keiklasan hati pada lukamu yg tersembunyi

Duhai hati
Dongeng malam akan kau puaskan dengan guliran air mata
Kemudian bersujudlah dalam dalam
Nikmati hembusan angin membelai lembut
akan kau dengar pesan sang alam ketika esok kau terbangun
Pada pagi ketika ayam jantan berkokok lantang
menyambut senyum teriklasmu



BINTANG TERINDAHMU ADA DALAM GENGGAMANMU

oleh Bilqis Kusuma pada 20 Mei 2011 jam 8:46


Bukan pada bumi suara lirih
Bukan pada langit jiwa letih
Bukan pula pada pekat gelap kau berkisah
Cukupkan nyanyian hati berhenti bergaung
Dinding hati telah  sesak tak beruang
Realita sudah cukup terpasung


Perlahan  angin memilin pemikiran kasad
Kemudian nuranimu mulai bertanya tanya
Malam menyaksikkan bintang berpijar
Cahaya rembulan kisahkan sinar keperakkan
Cukuplah jangan kau putar hati menjadi tak berarah
Biarkan biduk meninggalkan jejak
Namun haluan adalah jalan yg berada di depan


Biarkan nyanyian malam dendangkan syair syair tenang
aroma melati yang kau tebarkan kelangit
Adalah janji tak terbantahkan
Demikian engkau tengah bejibaku
Antara dinding hati juga pemikiran kasad mata
Maka tataplah langit diatas sana
Terlalu banyak bintang indah yg bertaburan
Namun bintang terindahmu
Adalah bintang dalam genggamanmu



BERKUDA DENGAN KERETA RAGA


oleh Bilqis Kusuma pada 20 Mei 2011 jam 9:20

Bagai kereta kencana
kau berkuda dengan kereta raga
Kau demikian angun berpakaian sang dewi kayangan
Bermahkota perhiasan duniawi bertahta kegelisahan

Matamu menatap lurus kedepan
Langkah tak berpijak pada bumi yang gelisah
Hatimu kokoh berpegangan
Namun jiwamu menari diantara tumpukkan kemarahan

Kereta kencana  melaju diantara resah
Bertarung diantara kekuatan yang tersisa
Kau terus melaju kencang tak peduli raga telah lelah dengan perjalanan
Pertarunganmu belum juga usai
Melalui rintangan jiwa yg penuh ranjau

Matamu tetep tak berpaling
Langkahmu nyaris tak sanggup dihentikan
Kemudian kau lucutkan pakaian kayangan
Kau buang segala perhiasan duniawi bertatah kegelisahan
Kemudian kau sempat berharap kereta raga sampai pada tujuan
Ketentraman abadi
Kebahagiaan sejati
Kehakikian hidup

Biarlah

Kau yang hadir dikesunyianku
Membisikkan nyanyian cinta semusim di penghujung tahun
Taukah engkau bahwa syairmu mencairkan hatiku
Seperti kidung diantara kisi kisi hatiku
Yang kini merekah diantara gerimis rinduku

Kau yang hadirkan melodi cinta
Menebar rasa indah rata keseluruh jiwaku
Satu persatu hatiku bagai kau sirami kasihmu yang menyentuh
Hingga kurindu bersandar dalam pelukkanmu

Biarlah kunikmati rasaku yang melangit
Menari diantara anganku tentang hadirmu malam ini
Jangan menjauh karena aku inginkan dirimu mendekapku dengan cintamu
Karena semusim belum cukup kumerajut hasratku menikmati senyummu
Biarlah aku sabar menunggu saat kau hadir dalam kesempatan waktu

CINTA PURBA KITA

Duhai 
Ketika kita tak sanggup mengingkari
Tentang rasa yg tersimpan dilaci hati
Aku hanya sanggup terdiam
cinta yang menua dalam genggaman
Tak jua menguap kenegri langit

Bukan kututupi
Rahasia rasa yang tak jua pergi
Demikian engkau cinta purba yang abadi
Melintas bagai pelangi disenja hari

Duhai
Kita telah pula  mengerti
Cinta ini tak mungkin saling kita bagi
Telah kita lalui lintasan waktu tampa kata
Tampa senyum tampa canda

Namun ketika angin mengugurkan daun kering
Kita berjumpa selintas diantara cahaya
Mata hati tak sanggup berdusta
Cinta purba meneteskan air mata legenda
Kaupun masih dengan senyum purbamu
Dengan binar terkesima kau berucap
merpatiku.....
kau tak pernah lepas dalam ruang hatiku...


17- April-2011

Minggu, 22 Mei 2011

LELAKI TAK BERWAJAH

Sederet malam telah usai kulalui
Tampa beban hingga aku asik berdiskusi
Tentang emosi jiwa dalam cakrawala sunyi menyesak hati


Pelan ku meraba bumi mencari lelaki tak berwajah didunia imajinasi
Meratap iba dalam nuansa rinduku yang mati suri
Dimanakah engkau sang lelaki
Hatiku meradang tersiksa mencari sejatinya engkau yang tersembunyi


Kutanya pada malam tentang engkau yg tak jua tampakkan wajah
Namun kata katamu bagaikan sederet melodi yang menentramkan jiwa
Datanglah kepadaku duhai engkau
Mendekap sunyiku dengan indahnya kalimat ajaibmu


Sampai kapan kau biarkan kumerindu
Tampa kutau siapakah engkau sang lelaki tak berwajah
Dengan esensi kejujuran yang mengila ketika bicara apa adanya
Tentang hidup,dan realita yang nyata adanya
Aku merindukan diskusi tentang nurani yang lelah




Datanglah ...malam telah tercipta...
Disini aku berkisah tentang engkau yang tak juga pernah ada
Hanya untaian kata semisal dalam syair sunyi tak bertuan
Kau hanya lelaki tak juga berwajah




17 April 2011 jam : 18:43

Senin, 04 April 2011

KAU DIDALAM SYAIRKU

Kau adalah kata kata yg kupinjam dr semisal rindu yg kupunggut dr tetesan hujan...Mengalir lembut diantara nyanyian angin yg sengaja kugenggam agar engkau tau...bahwa kumenunggu kau hadir dengan setangkai mawar hitam yg nantinya kau selipkan dikain kafan cintaku...Kau syair diruang kosong yg tersembunyi diantara bait bait yang kehilangan abjad...dengar aku mencintaimu tampa syarat Rinduku adalah bulir bulir air mata beku yg tak memuai dlm musim kemarau panjang....Kau adalah ruh dalam syair pincangku

SIMPONI GULALI MELANKOLIS

Duhai rembulan diujung kota diatas cakrawala berurai gemintang ...
Sampaikan nyanyian telisik rinduku pada kekasih berupa sang dewa krisna

Syimponi cintaku mengema diangkasa...manis bagai gulali madu sang dewi pujanga ..menebar aroma
sang maha cinta diantara surga bagi jiwa jiwa yg tengah bercinta...

Kidung suci bagai suara bidadari yg memanggil...mendekap erat hingga birahi menari diperapian bagi sang dewa krisna...
Pemujaan belum berakhir ketika syimponi mulai meninggi bagai candu cinta yg terkias ...

METEOR TAK BERPIJAR

Melesat sekelebat rasa bagai bebatuan diatara gugusan bintang.jika yg lain memilih bintang yg bersinar maka terpiih diantara ribuan lainnya.
sekalipun hanya sang meteor tampa cahaya.namun rasaku kutitipkan kepadamu.
Bersamamu kuikrarkan kegelapan itu tak ada bedanya karena meteorku adalah cinta yg menerangi hatiku...menerangi langkah dan juga mimpiku.sekalipun kau meteor tampa cahaya gemerlap.kini terjaga dalam rahim ajaibku
Hingga kulahirkan cinta sejati yg dititiskan lewat meteor tampa cahaya

MELINTASI MENDUNG DIANTARA ZIKIR KERING

Galaw di kesendirianku senja ini
Tak biasa kuhitung tetes hujan bagai engan tak berhenti.ramai bisikkan mengaung ditelinga kanan dan kiri seperti pertanda waktu akan berhenti

Mendung selalu saja datang ketika banyak rencana tengah kupersiapkan
Bukan takut badai datang melainkan hujan air mata turun diantara diam tak berkesudahan.

Mendung diantara zikir kering kukalungkan diantara sederet kain putih yg membisu tampa sulam...
Hanya satu keinginanku menuntaskan rencanaku hingga zikirku seperti sulaman indah

PELANTUM SUNYI

Kau legenda
ketika seabad lalu kutulis dalam kitabku
Bukan tentang sesuatu yang memikatku
dengan titik kilas cerita bisu
Melainkan sebuah jejak yang kau tapakkan dihatiku
Membekas diantara kisi hati dilorong lorong sunyiku
Bagai sang perindu tembangkan syair peluh diatara lelahmu

Kau kubiarkan bermain diantara riuh nya sang gelisah
Membuyarkan imajinasi liarku diantara bait bait sumbang
Mengertilah bahwa sesungguhnya aku bukan mimpi indahmu
Aku hanya pelantum sunyi yang terjaga rapat hatiku
Sekalipun kau singah bertutur tentang legenda tak bernyawa

Jika kubiarkan kau berada diantara lorong sunyiku
Karena ku ingin merengkuh sayap sayap retakmu
Mengajak kau berdiri tegak agar menjadi dewa bagi hatimu
Menjadi  sang penguasa dinegri antabratamu
Bukan menjadi pecundang di istanamu

Dengar aku pelantum sunyi
Setiap nyanyian zikirku kukalungkan sebagai doa bagimu
Agar kau layak sebagai mana seharusnya kau menjadi seorang raja
Karena aku hanya sebagai kotak ajaib mu yang menyimpan ceritamu

SANG PENGUASA EMPERAN JALAN

Buyar lamunanku
pada carut marut pemikiran tak berakal
Bukan tampa hati jika aku mulai memaki hitam legam kemunafikanmu
Berkaca pada tingkah laku yang tak bernurani
Kau paksa tirani yang kau jadikan singasanamu

Duhai engkau..
Layakkah kau berada di mimbar agungmu
Namun tingkah lakumu bagai musang berbulu tikus
yang tersampaikan hanya mimpi tak jelas
Menjadi pengembala bagi manusia manusia berakal
Nyatanya yg kau bagikan hanya telur busuk

Kau terus saja berkotek tentang pemerataan yang merakyat
Namun yang kuterima beras tegik yang tak layak
Seharusnya Sang penguasa Emperan adalah para gelandangan
Bukan engkau wahai sang gila hormat...
Bukan engkau wahai sang kutu loncat...
Ach...aku hanya marah pada jatah beras sang nenek tetangga disebelah rumah
Ternyata hanya sekantong  beras tengik dan krikil rucah

DIARY BIRU DALAM LEMARI JATIKU

Malam sudah larut nampaknya
Aku hanya menghitung bintang dari sisi jendela kaca
Kusapa angin agar dia menemani malamku ketika kubersenda guraw dengan tulisan
Ada sesuatu yg kurang mana kala belum kunina bobokan sang malam
Dengan cerita penaku dibuku harian warna biru

Satu persatu cerita harianku kuurai dalam kata semisal
Hanya sekedar jejak hidupku untuk hadiah bagi anak anakku
Kelak suatu saat nanti...
Mungkin sebagai kenangan yg kuabadikan lewat goresan pincang
Sengaja kukemas dalam banyak kanfas..agar tak nampak usang

Malam bagiku adalah taman bermainku
Dimana imaginasiku leluasa berfaktamorgana
Tak kuhiraukan dingin yg merayap...
Kenikmatanyapun sama dengan berimaginasi
Seperti candu...hingga lupa kapan saatnya tangan terhenti...

Diary biru dalam lemari jatiku
Adalah sekumpulan kisah yang kutulis dalam buku buku
Kutulis dengan Tinta hitam pekat agar tegas tulisan tersurat
Terkadang ada pula yang luntur termakan waktu
sekalipun aku punya deary terbuka Dalam Blog sederhanaku..
Hanya sekedar tulisan jika mungkin berkenan bagi yg selintas memandang..


Malam terus saja bergulir..
Embun pun sudah pula menyapa kaca jendela kamarrku
Saatnya kututup Deary Biruku
Untuk Merebahkan lelahku yang tak pernah kurasakan
Selamat malam Tempat bermain...imaginasi yang tak pernah berakhir...
Senantiasa Hidup sekalipun malam sudah berakhir


TABIB AJAIB DALAM JEDA WAKTU

Satu ruang kubiarkan terisi kalimat ajaib...sengaja kusediakan untuk terapi hati agar tak terlanjur membatu ...wahai hati jikalau kau bercermin maka kau tak ubahnya bagai kubangan lumpur yg tak berair
Sungguh kau tak pandai bersyukur dengan nikmat yang tak habis....Duhai pemilik pengendali diri...sesungguhnya kau tak buta akal dan hati seketika kau terjaga dlm kesedihan berbalut jelaga...sungguh hati tak berdusta tabib terbaik adalah suara panggilan nurani.Biarkan jeda waktu bercengkrama dgn kalimat ajaib

PAKAIANKU

Apalah arti pakaianku jika hati dan jiwaku hanya sekumpulan batu
Mengapa Selalu menipu antara yang nyata dan maya
Bukankah Tak satupun yang sanggup menipu bagi sang Pencipta jiwa
Sekalipun begitu pandai kita didunia
Sungguh Pakaianku bagai seluit transparan yang menelanjangi setiap rongga nafasku

Pakaian bukankah hanya pembungkus tubuh
Tubuh yang memiliki jiwa dan juga malu
Tubuh yang memiliki rasa dan juga amarah
Lalu apalah artinya pakaian untukku jika kutak tau apa yg harus kututupi

Sungguh...aku kehilangan pakaianku
Mana kala kuingin menutupi rasa malu dan juga kemarahanku
Bukan...bukan sekedar untuk menutupi tubuhku melainkan menutupi seluruh auratku
Sungguh...hati ini bagai batu..terus saja membatu hingga kutak tau warnanya hatiku

Pakaianku terus saja ku pandangi...
Jika mungkin berubah menjadi pakaian kematianku
Lalu kemudian aku sungguh  faham apa arti pakaian dalam kehidupanku
Seperti juga engkau wahai saudarariku...sungguh aku ingin seperti engkau
Menemukan pakaian sejatimu sebagai wanita muslim sesungguhnya..

Apa yang memberatkanku...
Antara baktiku atau keiklasan yang semu
Sungguh aku tengah bertarung dengan pilihanku
Antara Cinta...Amarah..Pesakitanku...juga kesemuan yang menjengahkan naluriku
Sesungguhnya pilihanku telah diujung akal pikiranku....