Entri Populer

Selasa, 28 Desember 2010

SUDAHLAH


oleh Kusumaning Palupi pada 27 Desember 2010 jam 11:05
Selagi kita asik diam
Adakah angin terdengar lembut olehmu
Suara yang lama senyap
Semalam kembali ramah menyapaku

Hadir manakala lahir benih benih lembut manis
Jiwa tampa sadar telah dipersatukan
Lihatlah musim cinta di desember yang gerimis
Seolah bersemi di sungai dan ladang ladang

Sinar yang menembus kabut
Dari balik hujan  semesta alam
Kupejamkan mata siluit dirimu di dalam rangkaian otakku
Ach sudalah...saatnya kurebahkan tubuhku
Untuk  terlelap tampa terusik fikiranku

Demikianlah musim cinta menebar keseluruh hati hati yang lainnya
Bahkan musim panca roba tak juga mengusik hati hati lembut manis
Kemudian aku tertidur dalam nyanyian semusim
Sementara yang lainnya sibuk berdiskusi tentang rasa yang gamang...



Seperti perjanjian sang pengantin

Bilakah malam telah usai untukku
Hingga tersadar dari diammu
Seharusnya tak kau biarkan aku tampamu
Hingga  sempat kukehilangan kepercayaan itu

Bilakah kau mengerti bahwa luka itu tergores dihatiku
Meskipun aku tetap sama seperti dulu
namun tak ingin kutengelam lebih jauh
Harusnya semua yg tertoreh tak terjadi dalam diamku
Seharusnya kau ada saat kutersesat karenamu
lalu masih adakah kesempatan untuk berbenah langkah

Agar hidup lebih bermakna  tidak hanya sekedar hidup
Bilakah dapat merubah apa yg terlewati bagai pelangi indah tak tersentuh
Atau  hanya pelangi disebuah kanvas lusuh yg bisa tersentuh
Kemudian tak indah lagi  karena pudar lambat laun setelah waktu berlalu
kau tau bahwa keindahan itu milik kita
Harusnya semua terjaga dalam genggamanmu
lalu perlahan kesepakatan itu kita ikrarkan
Seperti janji pengantin dalam ikrar yang kita sepakati kemarin malam

Bilakah malam menjadi saksi
Bahwa satu masa dimana kita saling berbagi
Antara pilihan yang sama sama bukan pilihan
lalu kemudian semua bagai terlupakan
Hingga kita yakin bahwa dalam sebuah masa ada baik dan buruk
Ada suka ada pula duka
Lalu adakah  jalan terbaik setiap sesal yang kita sepakati
obati luka yg terlanjur tercipta

Perlahan lagit malam kurasakan dingin
kubiarkan  diamku dengan perjanjian yang tak tertulis
hanya sebuah kegalauan yang ingin kutepis
Bahwa tak ingin melukai  setiap perjalanan yang sudah tertulis dalam hidup
Sungguh demikian aku tetap dalam genggamanmu.
Sampai kapan pun demikian itu pilihanku
Tak akan kuubah lagi hingga ajal menjemput

BUKAN ITU

Jika rembulan separuh tak lagi bersinar bagai dahulu
Bukan karena awan hitam terselubung
Melainkan sisi lain diantara kabut yang berlalu
Sinar redup yang tergambar dari pantulan sinar yang membias sendu
Bukan karena nuasa abu abu tersirat diantara gelap  pandanganku
Namun air mata yang mengantung yang tak juga jatuh diatara kelopak mataku
Hingga yang kurasakan lengang tak bergaung

Jika sempat kau baca surat untuk hatiku
Maka tertulis disitu satu persatu tentang rasaku
Dalam tulisan yang cuma hatiku yang tau
Bahwa dalam hidup adalah sesuatu yang harus diperjelas
Bukan berbagi aib melainkan berbagi sesak
Bukan berbagi kebohongan melainkan bicara  tentang kejujuran

Jika hatiku merasa muak
Bukan karena mencaci hati hati yang tersesat
Melainkan suara hatiku yang berteriak menghujat kebohongan yang terlihat jelas
Jangan pernah menipu rasa sekalipun kau pandai berdusta
Hatiku bicara diantara kebenaran yang demikian nyata
Bukan agar terlihat baik
Bukan pula ingin dikatakan baik

Jika sudut yang terdalam bergegas mencari jawab diatara tanya
Maka hatikupun berkata " Sudahlah hatimu tak cukup ruang untuk berdusta"
Bilakah semua usai dalam sekejab seperti sinar rembulan yang kemudian lenyap
Lalu tergantikan dengan langit gelap tampa batas
Kemudian lambat laun bermunculan bin

CERITA SEPARUH WAJAH

CERITA SEPARUH WAJAH

oleh Kusumaning Palupi pada 28 Desember 2010 jam 4:16
Sudahlah telah usai cerita separuh wajah kali ini
Bukan tentang rasa yang berubah arah
Bukan pula tentang rindu yang separuh
Mungkin sebuah galau yang sempat singgah
Hingga kudatang kepadamu berbagi cerita
Lalu kubiarkan mengendap secepat kilat lalu berlalu

Sudahlah telah berakhir sebuah benang benang merah
mengaliri pembuluh  darah hingga merata kesetiap sudut urat syarafku
Bukan karena adrenalinku yang tak terkontrol dengan sempurna
melainkan kutantang hatiku untuk berjibaku dengan kesadaranku
Mungkin sebuah halusinasi atau mungkin seperti kemarahanku
Hingga kuberada dalam sisi kegamanganmu
Lalu kubiarkan terhenti sejenak kemudian meninggalkan kau dengan rindumu

Maafkan bila waktu itu
Kubisikkan dan kukatakan
Aku butuhkan  engkau sebagai kekasih gelapku
Agar bisa berselingkuh dengan angan angan kosong
Agar bisa bersembunyi dari kemarahan yang terselubung

Sudalah telah usai  cerita separuh wajah
Bukan karena aku terbiasa
melainkan kesalahan yang disengaja
Karena tak demikian kita seharusnya
bersenda gurau diatara luka yang menganga
Sesungguhnya tak pernah ada cinta buat siapapun
demikian aku telah mati kan rasa..
lama sebelum kau mengenal separuh wajahku

Minggu, 05 Desember 2010

CINTAMU HANYA ANGAN KOSONG

Baru kusadari harapan itu tak jelas untuk kumiliki
Cintamu tak seindah pelangi yang hiasi senjaku hingga angan melambung tinggi
Baru kufahami bahwa kau semakin tak jelas untuk  mengikat  janji
Cintamu bak sebuah ilusi yang hanya hadir bagaikan sair puisi
Terlalu indah memang...bahkan terlalu membekas dihati
Namun apalah arti semua janji  jika kau hadirkan hanya lewat mimpi

Cintamu hanya angan kosong yang kau penuhi hatiku dengan imajinasi
Namun kini kusadari kau hanya sekedar tamu yang singgah dihati
Karena kau tak lagi ingin berbagi untuk ciptakan mimpi kedalam dunia fana ini
Mana yang akan kau beri ....janji sehidup semati atau janji yang kau ingkari
Bukankah kita telah mengikat sebuah janji yang ingin kita raih sebagai  cinta yang abadi yang senantiasa menghiasi rumah kita suatu saat nanti...
Namun janji adalah janji yang kemudian merampas mimpi

Baru kusadari kita tak lagi sama
Rasa yang ada padaku tak pernah berubah
Mengapa rasamu kini tak jelas kau bagi
Cintamu hanya angan kosong.... cukuplah buatku untuk memahami
Bahwa demikianlah takdir menentukan cinta yang tak kumiliki
Hingga aku menerima segala sesuatu yang mungkin terbaik untuk kita akhirnya
Cukuplah air mataku menetes...bukan karena perih tapi karena tuhan telah menentukan yang terbaik buat kita...

Cintamu hanya angan kosong
Kesedihan sesaatku cukuplah buatku kembali berdiri
Cinta tak selamanya  harus saling memiliki
Namun aku yakin batas perihku akan berakhir
Hingga cinta sejatiku akan hadir yang mengalungiku pelangi indah dan mentari harapan buatku...menyongsong esok hari nan indah...

Air mataku

Apa yang harus kukatakan...
Bibirku terasa  kelu untuk sekedar bergumam
Air mata perlahan jatuh berurai
Hingga asaku mengembara hingga tak tentu arah
hatiku resah...gundah ...hingga tak kuasa  meleleh segumpal resah

Aku hanya diam..memandang gelap tak berbintang
Kesunyian perlahan mengusik nelangsa di ruang sunyiku
Kemana cintaku...kemana rindu yang memenuhi ruang hatiku
Perlahan kurasakan lengang dan diam pelan pelan
Hatiku bagai tertinggal dalam kenangan yg kusimpan

Apa yang harus kukatakan...
Kau menghilang dan tak lagi tinggalkan pesan
Catatanmu hanya catatan usang tak ada lagi catatan kita untuk malam ini
Air mataku bergulir bak mata air mengalir diantara perih..
Kemana kah engkau kekasih ...hingga nelangsaku tak jua pergi

KAU HADIR SESAAT UNTUKKU

Malam tak pernah usai menyanyikan kidung hingga kehatiku
Hingga aku tertegun dengan sebaris  kata yang membuatku tertunduk
Ada rasa yang bergemuruh  memintal kesunyianku
mana kala  sesat kunikmati sebaris kata yang demikian indah
Kau hadir sesaat untukku
Setelah sekian waktu tak kudengar kata ajaibmu

Malamku begitu ramai
Karena kata ajaibmu melambungkan kenangan sekian waktu
Ada kebahagiaan tak terkendali
tapi ada juga haru ...perih...yang menyeruak dari relungku
Kau bagai angin disunyiku
Membelai hati hingga tangisku tak terbendung
Kau hadir sesaat untukku bisikkan kata ajaib yang lama tak kusentuh

Apa yang ingin kau berikan
Cinta kita telah lama berlalu
Sekalipun kau ada dilubuk hatiku bukankah sebaiknya kau tak lagi menyapa relungku
Bukan karena kumembencimu...bukan karena kau tak  memilikku
Melainkan sesuatu yang memang tak pernah menjauh...
Sekalipun kehidupan kita tak sama seperti yang dulu..

Kau hadir tidak sekedar menyapaku, tetapi kau mulai menginggatkan masa lalu
Kau hadir sesaat untukku haruskah kau ganggu hatiku
Haruskah kau katakan padaku bahwa kau masih mencintaiku
Haruskah kukatakan hal yang sama  yang akan menengelamkan hatiku
Hingga air mata kembali jatuh satu persatu
Sudahlah....kau hadir hanya sesat
Lupakan cinta yang akan menghancur kan hati kita
Biarlah sesaat pesan tampa suara berakhir di malam yang gelap
Karena  cukuplah buat kita bahwa kehidupan kita tak lagi sama

Kau bagian dalam alur cerita hidupku
Berhentilah jangan pernah mendekat lebih jauh
Jaga hatimu hati kita untuk sesuatu yang tak lagi pantas kita sentuh
Cukuplah kau hadir sesaat dengan kata ajaibmu
Hingga sampai kapanpun tak kuijinkan kau hadir sekalipun sesaat untukku
Mengertilah...bahwa kata ajaib itu tak seharusnya kau lahirkan dalam ucapanmu
Cukuplah air mataku menerimamu sebagai tamu terakhir di hatiku...
Lupakan cerita kita ...
Jika kau  tak pandai menjaga kata
Lupakan sesuatu yang indah tentang kita...
Mengertilah air mataku jawaban untuk  pertanyaanmu....
Jangan kau katakan apapun...diamlah...selamanya...
Karena tak kuijinkan telingaku mendengar kata kata yang tidak akan membuat kita menjadi  lebih baik....
Percayalah...

SENYUMMU MENUSUK JANTUNGKU MALAM ITU

Malamku berbulir embun...
Dingin merengkuh tubuhku diantara ilalang
Aku berdiam diantara bayangan hingga kutertegun menatap rembulan
Sunyiku tiba tiba terbakar hentakkan rasaku hingga igauanku  kegadis  berambut panjang
Duhai malamku yang bertabur bintang sampai kan salamku pada gadis impianku

Katakan padanya kutunggu kehadirannya dibebatuan dingin yang membisu
Rinduku bak pungguk yang menanti hadirnya rembulan
Kirannya gadis ku berambut panjang akan datang saat kuundang
Kutitipkan selembar lontar bertuliskan gurindam
Agar pujaanku hatinya berurai dengan rindu yang tak tertahankan


Malamku berbulir embun...
Dingin mengigit hingga terasa bagai bertabur  rindu yang mengelisahkan hati dan rasaku
Kemana gadisku hingga tak sabar kupeluk dalam dekapku
Sungguh cinta membuatku gundah namun kegembiraanku bagai tak terkata
Lama kumenunggu...hingga kau datang kepadaku dengan senyum rindu yang mengembang..

Malamku tak lagi berbutir embun....
Perlahan kehangatan menyentak rongga nafasku
Wangi rambutmu yang terurai kunikmati dalam genderang hatiku
Kiranya penantianku tak lagi seperti burung hantu...
Karena kerinduanku bersamamu malam ini terangkai dengan nyanyian hati kita
Duhai kekasih hati...untaian kata tak cukup selesaikan kerinduan ini
mendekatlah padaku ijinkan kubisikkan sesuatu agar hatimu penuh dengan cinta putihku...
Sayangku...
Maukah kau menjadi pengantinku...
Mendengarkan ikrar suci di antara malaikat kebaikan disurau didesa kita
Menikmati malam pertama  yang halal bagi kita
Menghadiahkan kepadaku buah cinta yang luar biasa indah


Malamku tak lagi berbulir embun
Kehangatan tiba tiba mengalir diantara pembuluh darahku
Gadis berambut panjang kekasihku
Mengangguk lunglai dalam dekapanku...
Matanya berbinar bak bintang kejora
Tersenyum menusuk jantungku
Kiranya kekasihku menerima lamaranku malam itu........

Biarlah

Kau yang hadir dikesunyianku
Membisikkan nyanyian cinta semusim di penghujung tahun
Taukah engkau bahwa syairmu mencairkan hatiku
Seperti kidung diantara kisi kisi hatiku
Yang kini merekah diantara gerimis rinduku

Kau yang hadirkan melodi cinta
Menebar rasa indah rata keseluruh jiwaku
Satu persatu hatiku bagai kau sirami kasihmu yang menyentuh
Hingga kurindu bersandar dalam pelukkanmu

Biarlah kunikmati rasaku yang melangit
Menari diantara anganku tentang hadirmu malam ini
Jangan menjauh karena aku inginkan dirimu mendekapku dengan cintamu
Karena semusim belum cukup kumerajut hasratku menikmati senyummu
Biarlah aku sabar menunggu saat kau hadir dalam kesempatan waktu

Nyanyian pengantin dibelukar perdu

Seperti rusa betina  yang menari dipadang rumput
Meliuk liuk diantara belukar perdu yang kering
duhai siapakah gerangan yang tengah mencuri perhatian
Hingga kau meliuk liuk mengundang hasrat pejantan
Agar mendekat dan memburumu dengan jalang

Matamu berkedip berbinar bagai kunang kunang bercahaya
sinarnya tajam dan liar
Hasrat cinta  seperti aura yang terbang hingga mengisyaratkan birahi betina
Wewangian bunga hutan seperti tetabuhan pengantin hutan
Hingga pejantan datang mendekat dan meloncat girang
Duhai rusa betina bertanduk elegan bagai mahkota yang menghias kepala
Langkahmu mulai tak beraturan hingga pejantan datang menghampiri dengan perkasa

Nyanyianpengantin di padang rumput diantara belukar perdu
Sepasang pengantin Rusa berpangutan dengan indah dan seirama
Dedaunan kering berguguran diakhir semusim
Bagai nuansa pengantin berdekorasi pepohonan rindang
Selesailah sebuah babak dari perjalanan rusa betina
dalam kehidupan liar yang berirama bersama rusa pejantannya
Demikianlah cinta sepasang rusa diantara ilalang liar

PERAHU MILIK KITA

oleh Kusumaning Palupi pada 27 November 2010 jam 1:29
Coba kau tenggok sebentar tentang perahu yang kau tambatkan disebuah danau
Pernah kau tau bahwa tali yang terkait nyaris terlepas karena tak juga kau toleh
Atau sengaja kau biarkan danau ditemani perahu kusam hingga terik membakar nyaris renta
Jika tak ingin kau toleh lepaskan saja tambang yang mengait
bukankah tak ingin kau naikki perahu renta yang tak lagi berupa perahu indah
Atau memang ingin kau kendarai untuk melalui luas samudra
Agar perahu renta hadapi badai yang dasyat  lalu tengelam bersama



Malam selalu saja berbisik tentang nyanyian semusim dikala langit tak berbatas
Jauh memandang tetap saja hamparan yang tak berujung
Jika rembulan masih tergantung bersama gemintang yang berurai
Lalu adakah badai akan memecahkan perahu renta tampa nahkoda
Tidak demikian kita bersepakat karena perahu renta adalah sebuah tanda mata
Bahkan sebuah perjanjian yang kita sepakati bersama


Atur langkah kita agar perjalanan menuju samudra manapun bukan sebuah kendala
Kau yang akan menjadi nahkoda  dan aku  yang menjadi layar terkembang
Atau kita ubah saja haluan agar semua tak nampak bagai ditengah lautan
Jangan menatap ku... karena aku sangat mampu menyembunyikan rasaku
Tapi jika kau tatap hatiku  dgn asamu maka akan luluh segenap  rasaku
Demikianlah kita mengendarai bersama perahu  yang renta menuju sebuah samudra
Tak penting badai dan gelombang karena bersama kita mampu menghadapinya



Dengar....suara peluit gaib memangil...
Bukan kah sebuah tanda bahwa bahaya ada dihadapan
Aku dan kau harus persiapkan  jejaring cinta harus kita kaitkan
kita harus berbenah untuk merubah perahu kusam menjadi kapal dengan layar indahku
Atau kita akan terlepas satu persatu sebelum kita hadapi   peperangan yg sesungguhnya
Dimana perahu kita yang akan menyelamatkan kita dari peluit gaib yang memillukan
Jika kita tak lagi berencana melakukan perjalanan yang membuat kita berperang melawan badai
Maka kita tak akan siap hadapi gelombang sekecil apapun itu...
Aku adalah layarmu yang selalu rindu berlayar dengan nahkodaku
Karena kurindukan merubah perahu menjadi sebuah kapal 
hingga layar ku melengkapi keeksotisan yang elegan



ca. 1990, Monaco --- Sailboat During Classic Week --- Image by Michel Setboun/Corbis


Ingat peluit gaib telah memanggil
Persiapkan hati kita hingga bagai seruling yang nyaring berirama lambada
Karena aku selalu ada menemani setiap tangga tangga kebangkitan
Tak pernah satu anak tangga kuabaikan dalam setiap membenahi perahu yang kian renta..
Yang kuinginkan menolehlah sejenak agar kau tau bahwa aku menunggu nahkodaku...

CATATAN MASA KECIL YANG INDAH

Sekedar menengok dari guratan masa kecilku
Aku gadis tomboy dengan rambut sebahu yang tak pernah berpita unggu
Bahkan aku tak peduli dengan penampilanku dengan celana pendek dan kaos dalam ku
Segerombol laki laki yang belum akilbalik adalah kawananku
Yang setiap hari berkumpul didepan musola kecil disamping rumahku
Teman kecilku dalam duniaku yang penuh canda
Terkadang kami sibuk menghitung hitung buah salam atau buah kersen yang kuambil di kebun tetangga
Aku sang  komandan...huhh...teman priaku tak sanggup mencapai ranting dan memetik buah buahnya
Dengan bahagiannya kusebar hasil  curian dikebun tetangga sambil kukaitkan kaki diantara rantingnya
Haii...tangkap buah buahannya....hmmm
Kenangan masa kecil yang terindah sangat membekas dan luar biasa indah
Bahkan  kenangan pohon cemara terkadang membuatku tersenyum
Bagai mana tidak setiap  usai jam makan siang aku harus tidur siang, sungguh bosan dengan rutinitas anak rumahan.
Sementara segerombol teman priaku yang belum akil balik teriak teriak memangilku
untuk bermain layangan.
Hmm...aku harus berfikir bagai mana caranya keluar rumah tampa ketahuan ayah
Ahayyyy....aku harus naik genting lalu melewati rumah tetangga
Karena asik bermain jam mengaji kami lupakan
tak ayal aku dan beberapa temen laki lakiku yang asik bermain layang layang, dihukum dibelakang rumah
Terdengar dari dinding bersebelahan kami dihukum dengan cara yang sama...
orang tua yang tak mengerti indahnya masa kanak kanak.. pikir ku saat itu
 


Masih teringat dikepalaku, saat bersepeda mengelilingi komplek di tempat tinggalku
Kemana anak wanita  , semua tak ada yang menjadi temanku...
aku bahagia berada diantara teman pria yang disekelilingku, bersama mereka aku merasa bagai seorang ratu kecil..ahay...tak ada yang berani mengangguku
Kecuali satu anak laki laki yang bertubuh gendut...hmm bukan cuma aku , anak laki laki lainpun gak ada yang berani berbuat ulah dengannya.
Namanya Komar anak pelatih batminton di komplekku.
Anak anak komplek sejak sd sudah dilatih diklub badminton, jam mengaji di mesjid nurul yakin selalu ramai dengan santri kecilnya, termasuk diriku.
Setiap waktu hafalan ayat ayat pendek,  beberapa anak kadang bermain diluar krn takut mendapat pukulan pengaris kayu yg disiapkan dimeja...karena tidak siap menghafal

Usai mengaji, menunggu magrib aku dan temen temen mulai dengan  berbagai permainan, ada saja setiap musimnya, kadang main kelereng, petak umpet, balapan sepeda, layang layang bahkan perang perangan.waktu bermain tak pernah habis selalu saja ada permainan yang mengasikkan..
Bahkan suatu malam saat asik bermain sepeda , ayahku marah dan mencari cariku,karena jam belajar sangat ketat dari ayah.
Beberapa temen menyampaikan padaku bahwa ayahku mencariku dengan alat pukul yang biasa di hadiahkan buat kenakalanku.
Ayah sempat melihatku dan mengejarku...aku lari sekuat tenaga dan naik kepohon cemara yang cukup tinggi , ayah hanya teriak teriak dibawah menyuruhku turun....
aku tak bergerming, aku tetap  diam diatas pohon karena khawatir  ayah akan menyusul keatas ,aku naik ranting yang tertinggi.
Malam itu aku terayun ayun diatas pohon..serasa terbang...indah sekali diatas pohon melihat bintang dan bulan ...hmm...semua orang di komplek keluar meneriakkan agar aku turun, bahkan tetanggaku ada yang mencoba naik. tapi tak mampu meraihku di ranting yang tinggi.


Ahay...kenakalanku luar biasa, membuat heboh dikomplek perumahanku, akhirnya turun juga aku dan menyelinap masuk kedalam rumah.huh...apes ternyata ayahku pura pura tidur akhirnya kuterima jeweran dari ayah...seperti biasa aku dihukum menghitung perkalian 1 sampai 10.
Buatku kemarahan ayah merupakan cara mendidikku walau disiapkan juga pemukul dari buluh bambu yang setiamemukul pantatku, walau pukulannya tidak keras tapi aku takut jika bambu itu dikeluarkan ayah sebagai senjata terakhirnya.
Teman bermainku,  engkus, fery, apri,  heri,  firman, eko dan supril mereka adalah teman masa kecilku, setiap berangkat kesekolah kami selalu bersama, dengan berjalan kaki kami bercanda dengan riangnya.Hal yang terindah adalah saat pulang sekolah dimana banyak rencana bermain sudah dipersiapkan, bermain dan terus saja bermain, namun meranjak SD kelas 5 kami sudah mulai belajar bersama, setiap PR kami kerjakan berkelompok. aku senang belajar dengan Supril dan Eko. dan satu temen sekolah bernama amir kekompakkan dimasa kecil kadang membuat cemburu temen temen wanita, tapi aku memang lebih suka bergaul dengan temen laki laki karena dengan mereka aku bisa adu ketangkasan yang luar biasa menyenangkan.


Masa itu teramat manis, bahkan aku bisa mengingatnya dengan detail, sengaja aku ingin mengenang masa kecil bersama sahabat sahabatku, dengan menulis beberapa saja kenangan itu .
Setelah SMA kami berpencar satu sama lain, jarang kami berkirim kabar, karena kesibukan masing masing. Hingga aku mengenal fB maka disini kutemukan kembali kenangan masa kecilku, sungguh kenangan yang luar biasa hebat sekalipun kenakalan kenakalan kami , kadang mengemaskan orang tua kami.Supril yang kuliah di UGM, eko kuliah di UNS solo, amir yang entah kuliah dimana, begitu pula temenku yang lain aku tak tau dimana rimbanya, sedangkan aku yang diterima  di UNJAB  jambi fak hukum, akhirnya memutuskan untuk ke semarang kuliah di AKPARI.
Perjalanan yang penuh warna, telah membawa segala kenangan lambat laun pudar, namun ketika kembali teman masa kecil bertegur sapa maka keindahan yang terlupakan  30 tahun akhirnya hadir dengan penuh, walau harus diingat ingat saat saat lucu kala waktu bermain serasa tak ingin berakhir.
Teman kecilku ,taukah bahwa kenangan indah itu penyemangat kehidupanku, karena kebahagiaan yang paling murni dan tulus adalah pertemanan yang tiada pamrih apapun.
Jika kau ingat kenakalanku, aku akan tertawa dengan suka cita...sungguh aku senang kita diberi kesempatan bertegur sapa, sukses untuk kalian temanku.


TIGA PULUH LIMA TAHUN YANG LALU

Kau teman kecil dalam sebuah cerita indah dimasa lampau
Waktu berjalan menguliti langkah kita
Sesaat masih tersisa tapak nafas di dunia masa kecil yang tak terhapus
Perlahan kita kembali bersua di jejaring dunia maya yang tetap jenaka
Celoteh kita bagai balita yang lupa akan usia
Keriangan tak serta merta terhapus dengan perjalanan usia
Kisah pertemanan yang cantik elegegan dan unik
Perpaduan kecomelan kita bercengkrama pada sebuah titik
Masih kah kalian sempatkan tersenyum tentang kelucuan yang yang tertinggal dijejak yang lampau
Sungguh tak mungkin kita ingkari kenakalan yang cerdik memonopoli setiap permainan
Bahkan dikesempatan yang minim kenangan sisi balik masa lampau tak mudah pudar...




Jika ingin kutengok kembali jejak tua yang kian tersisih
Bukan untuk membedakan sesuatu yang telah tertinggal dan saat kini
Bukan pula sekedar membandingkan segala sesuatu yang tertulis didalam kitab sang widhi
Kita adalah ruh dari jiwa jiwa yang sama ..dan dari pengalan pengalan yang lampau
Bukankah setiap yang kita ingat adalah sekelompok kawanan yang selalu riang dalam bermain
Ceritaku adalah sebuah kerinduan tentang teman kecil yang lama terlupakan
Saat kita saling bersapa, tetap saja kita tak pernah berbeda
Sungguh kenikmatan persahabatan yang luar biasa
Mana kala kita tetap saling mencela dari keriangan yang memang lahir dari rasa
Jika ada masa kita bersua dalam kesempatan yang dipilih
Maka kita tak ubahnya seperti kanak kanak di 35 tahun yang lalu..
Wajah wajah kita tak lagi seperti usia balita bahkan terlau penuh dengan kerut kerut usia
Namun senyum kita...hati kita adalah teman balita yang tak pernah merasa tua



Cerita tentang masa kecil tak akan pernah menjadi manula
Walau akhirnya usia kita akan mendekati usia senja
Bahkan kenangan masa kecil tetap terpatri di hati kita
Sama halnya kisah kisah tetua tentang cerita lamanya
Semoga kita selalu dalam kenangan manis
Selalu dilimpahkan kesehatan serta keleluasaan mencari berkah
Selalu dimudahkan rizki dan barokah...
Teman kecilku tak lama waktu kita berhitung
Kalian teman kecil yang special buatku.
andai kita bisa saling bertandang
Maka akan kuhidangan makanan terlezatku
Karena kalian tau aku gadis kecil diantara  teman pria kecilku
35 tahun yang lalu.


Nikmatnya bersama asap II

Apa yang  membuatmu kesal  mana kala kebingungan mencari sebungkus rokok
Kemarahan yang teramat sangat keasikkanmu merasa terusik
Bahkan sebuah korek pun sangat berteman akrap dengan sebungkus rokok
Tak boleh dipisah walau hanya beberapa menit
Kemarahan yang kacau membuatmu seperti tak terkendali
Namun ketika kau temukan teman setia mu
Lalu kemudian tenang dan menikmati seorang diri
begitu tenang hingga sunyi dan tak bersuara


Jika kau duduk diam seperti seorang autis yang tak bergerak
Tapi jemarimu terus saja menaari dengan pandangan nanar yang jauh
lalu apa yang diotaklmu hingga kau nikmati tampa henti bahkan tak ingin berhenti
Apa bisa kau jamin hidupmu mampu setahun...dua atau tiga tahun kedepan
Lalu...apakah cukup kau sembunyikan kebiasaan buruk agar tak nampak
lalu kau mengendap endap mencari tempat menyendiri untuk menikmati asap

Apa yang kau dapati dari asap yang meracuni
Bukankah hatimu tak menipu apa yang sesungguhnya terbaik untukmu
Belajarlah untuk meninggalkan kebiasaan buruk karena hatimu memerintahkan untuk berhenti
wajahmu menampakkan letih, separah itukah gelisah membuatmu tak peka dengan nurani
atau demikianlah kau bersembunyi dari kata kata hingga diam membuatmu melayang
Bahkan terlalu tenang dan tampa ekspresi
wajahmu  tak beraura kusam tampa cahaya
bukankah bertanda usia semakin terkuras
lalu cukupkah kau nikmati asap hingga selesai waktu yang kau sepakati

Nikmatnya bersama asap I


oleh Kusumaning Palupi pada 29 November 2010 jam 15:29
Apa sih nikmatnya asap
bukankah hal itu tak memberikan manfaat apa apa...
Apa sih rasanya asap
bukankah hanya kepulan putih pekat yang beraroma  cengkeh dan tembakau
Demikianlah jemarimu begitu  pandai bermain dengan sebatang rokok
Bahkan matamu terpejam bermain main asap diantara bibirmu yang terkatup tak begitu rapat
 
Sesungguhnya kau tau asap hanya meracuni dirimu
Lalu kenapa kau begitu nikmat bahkan terlalu asik bercengkrama bersama asap
Apa sih manfaatnya asap
Jika saat kau selipkan dibibirmu hanya hawa panas yg perlahan menyentuh lidahmu
Bahkan segelas kopi panas semakin membuatmu gila besama asap


Pahamkah tulisan yang tertera dalam kemasan asap  akan meracuni tubuhmu
Bahkan perlahan menjemput nyawamu
Asap menjadi temanmu yang setia
Bahkan waktu tidurmu berkurang hanya untuk bersama asap
Lalu kemudian menikmati sunyi dengan asap yang terburai
Demikian kau racuni tubuhmu dengan sadar dan penuh keasikkan


MUNAJAT DIKERUHNYA HATI

Jumat yang suci dikala sunyi
Berurai doa dikegundahan hati
Sunyi tak bersuara hingga lenggang dikesendirian yang tunduk
Bila air mata menetes bukan sedih untuk sesuatu yang pergi
melainkan sesuatu yang tertinggal dan sunyi
Jemari terus saja bertasbih berharap pencerahan datang memenuhi ruang hati
Jika kesempatan datang sekali ini maka aku sujud dalam tangis yang lapang

Jumat yang bening dikala sendiri
Berurai doa yang berbisik kedalam relung hati
Sudahkah rasa iklas berserah diri dalam satu masa yang datang memenuhi hati
Bila air mata menetes hingga sunyi tersa nikmat melambungkan raga bagai terbang mengangkasa
Sudahkah khusuk menjadi tamu agung dikala jumat yang suci
Seperti suara lantuman ayat ayat suci jiwaku terbang bagai tak terkendali
Demikian nikmat bermunajat dikeruhnya hati hingga tak mampu berhenti
Karena kenikmatan ini tak pernah kutemui

Jumat yang bersih manakala hati berserah diri
Berharap sebuah petunjuk dihadirkan dalam sebuah mimpi
Demikianlah saat sujud hati terpenuhi kenikmatan yang tak tak berukur
Hingga mata hati melihat dengan benar mana kebaikan mana kemungkaran
Siapa yang berbisik mengajarkan doa yang dititipkan semalam
Hati tetap bergetar hingga air mata tak sanggup kutahan
Nikmat yang tak pernah habis yng tak pernah kugenggam
Demikian munajat dikeruhnya hati kudapatkan sebuah pencerahan yg tak kuduga  ia datang

KUBIARKAN DIAMKU

Apa yang difikirkan tentang bayang bayang yang tak hilang
Apa yang diangankan jika tak nampak gambaran diatara pilihan
Jauh diantara batas yang di harap bagai sekilas lintas dalam impian
Jika suara sumbang yang kudengar hanya sebuah nyanyian yang tak bersyair
Maka kubiarkan angan kosong bermain dalam sebuah mimpi yang kuukir
Pada sebuah kenang yang tak juga kubagi untuk kunikmati

Lalu kubermain diantara keduanya
Hingga kunikmati bait bait yang kuatur sedemikian rupa
Jika pada batas sunyi kubiarkan diamku untuk berkeluh kesah
Lantas  kutemui jejak langkah yang nyaris tak beranjak
Demikian itukah gundah bagai melucuti setiap sesak yang tak jelas
Jauh diantara batas yang diharap bagai sekilas lintas dalam impian

Bagaimana kuucapkan jika kata tak lagi bebas kututurkan
Seolah memenuhi dinding hati yang engan berteriak
Sungguh aku tersesat dalam ucapan yang lugas
Namun lambat laun menjadi sebuah kesedihan yang nampak jelas
Berhentilah menghujat lengang tampa kata
Berhentilah berteriak namun tak terdengar ketelinga
Demikian kau tak mampu berbuat apapun
Sekalipun lidahmu tak lagi bisa mengecap nikmat...


Sabtu, 04 Desember 2010

BELUM TAU DIA

BELUM TAU DIA

oleh Palupi Raharjo pada 03 Desember 2010 jam 14:11
 Sore itu aku mengendarai mobilku menuju muntilan. Waktu bawa mobil kearah kopeng mobil yang kubawa  diserempet sebuah mobil L300 dari arah depan.
Sialan pikirku orang jalan sesuai arah jalan , malah mobil dr arah depan keluar marka jalan.
menyerempet mobil yang kukendarai, apa sih maunya bawa mobil ketawa ketiwi ndak liat arah jalan.
Aku berenti memeriksa mobilku, bagian kanan di pintu belakang  ada goresan yang cukup lumayan dalam.



Mobil L300 yang dibawa Laki laki itu juga berhenti, aku langsung menghampiri mobil L300 warna merah dengan penumpang yang penuh.
Aku mulai menghampirinya...si sopir langsung menyapaku maaf mbak ....katanya cengar cengir...
Aku mulai sebel dengan mukanya yang nggak ganteng tapi kebanyakkan nyengir, kayak kuda yang parkir di pasar sapi sala 3...
Selamat sore pak....kataku lantang....maaf bapak tau kesalahan bapak.....aku  melirik kearah dalam mobil yang semua kebanyakkan laki laki dan beberapa wanita, apa lagi didepan yang seharusnya jatah 3 orng dipaksa menjadi 4 orang...
Maaf ...mbak tadi  ndak sengaja... masih dengan cengar cengir...
Bapak tau kesalahan bapak selain tidak tertib lalu lintas melanggar marka jalan, bapak juga membahayakan penumpang dengan  membiarkan penumpang di depan melebihi kapasitas umum.
Aku mulai melakukan gertak sambelku kepada sopir celelek an itu


Boleh liat surat surat.......SIM dan STNK...kata ku kepedean....serasa  menjadi seorang polwan.
Bapak bisa selesaikan disini apa saya tunggu di polres sala 3 kataku mantap.....
Aku mulai serius mengertak sopir yang mulai berenti cengar cengir...begitu juga penumpang yg dibelakang....monggo silahkan SIM dan STNK biar saya bawa nbesok pagi kita proses di bawah kataku mantapppppppppp.
Waduh...maaf buk....kita buru buru mau kesolo...kalau bisa kita selesaikan disini saja...katanya mulai pucat....saat itu langit sudah mulai nampak senja, aku tetap berdiri disamping jendela sopir tadi...
Bapak bisa turun dulu kataku sambil mencocokkan napol yang ada di STNK...aku tiru tiru polisi yang pernah nilang aku di jogya ya gitu...kalau itu aku nggak salah apa apa...kebetulan saja waktu itu ada cegatan di rengrut untuk pemeriksaan kendaraan beroda 4.


Si sopir tadi mengeluarkan uang 300rb...diselipkan di sebuah kertas....
Aku dengan cueknya membuka kertas yang menutupi uang tersebut...hmmm kataku.....udah besok pagi aja saya tunggu dibawah saya harus kemuntilan gmana...
Ya ...jangan dong bu ya udah paling nyepetke ...( ngecatkan mobil )... harganya 500 rb bu...itukan ndak begitu dalem ok bu, katanya mengiba padaku, buat sangu jagong ke solo bu....katanya melas..
Hmmm...ya udah lain kali hati hati mengendarai mobil...itu yang duduk di depan pindah belakang aja...
menganggu panjenengan mengendarai mobil...makanya gak konsentrasi mengendara...pindah sana kataku mantap.
Dalam hati aku tertawa dengan sopir dan penumpangnya...mereka semua mbisu ndak cengegesan seperti saat aku turun dan menyapa mereka....enak aja...orang nabrak kok cuma bilang ndak sengaja...


Akhirnya sopir L300 naik kemobil nya...setelah mengembalikan Sim dan Stnk nya aku berpesan untuk hati hati dan juga meminta maaf telah menganggu perjalanannya...
Hahahahahaaa.....................kutipu dia....aku ngaku jadi polwan yang di polres kok ya percaya.
untung percaya dan menganti cat mobilku yang dekok bagian belakang..
coba kalau dia juga preman minta kartu keanggotaanku...bisa digebukin akyu....
Tapi aku kan meminta pertanggung jawaban dia, kalau sendiri aku pasti minta diganti dengan baik baik.. bahkan mungkin nyempetin kenalan dulu ...itupun kalau ganteng.....kalau jelek...achhh...gak sempet.........habis  belum belum mereka pada ketawa ketiwi...malah ada yg nyeletuk .........angkat ae cahhhhh....berani dia melecehkan saya...huhhhhh....belum tau mereka....
Mungkin aku pakek kaos  coklat susu  bertulisan  logo polisi dari  adikku yang  juga kesatuan polisi  dan celana jeans coklat
Rasain...emang enak nabrak mobilku,...jelek jelek  tetep juga mobil...huhhhhh....asik dapet malak sopir gendeng 500 ribu....lumayan ...huahahhahaaha...




@@@ Pengalaman pribadi malak sopir gendeng...
Jadi kalau ada yang ngaku polwan atau  polisi dengan pakaian preman jangan mudah percaya
 Apalagi wajahnya sama seperti saya...hahahahahah...
 maaf pak polisi saya cuma iseng...



CURHAT DENGAN HATIKU

Aku curhat dengan hatiku suatu ketika
Gimana sich rasanya selingkuh...rasanya jatuh cinta...rasanya kangen....
Apakah seindah itu pada akhirnya,...seperti melayang saat mendengar atau bersama selingkuhan
Apakah keindahannya sama seperti memandang pelangi...memandang bintang bahkan memandang rembulan...aku belum tau !!! belum pernah...!!! bahkan belum mencoba...!!!
Kata mereka...selingkuh itu indah, selingkuh itu nikmat seperti minum waine membuat mabuk melayang...heran...pada hal mabuk aja nggak ada enaknya....itu kata peminum yang nongkrong diperapatan jalan....kok kata mereka menyenangkan bahkan mengasikkan...dan penuh tantangan...
Hmmmm....heran..!!!!!


Aku curhat dengan hatiku suatu ketika...
Gmana kalau aku selingkuh saja....jatuh cinta dengan siapa yang bisa menaklukkan hatiku...
Waduh....terdengar pasrah bahkan nyaris seperti putus asa..atau justru terdengar menantang. kenyataan......lalu apakah aku bisa jatuh cinta ya,,???
Sepertinya ...gak mungkin ach.....????
Tapi ternyata aku mulai menghitung hitung usia...lho...sebentar lagi usiaku 40 tahun....sambil garuk garuk kepala aku diam sebentar...hmmm...katanya usia 40 adalah usia puber kedua...
Lha puber pertama aja aku nggak ingat...seperti apa ya..??? hmmm jadi pengen tau apa memang ada puber kedua...??
Pantes...wajahku yang nggak pernah jerawat...tiba tiba tumbuh jerawat dikening...tuch...kan tanda puber mulai terlihat...
Bahkan bukan itu saja...ada juga laki laki uzur yang main mata...ting...ting...cengar cengir....dengan rambut yang mulai putih......ihhhhhhhhh...amit amit....kalau puber harus nemuin yang kayak gini mah...ogah...
Bahkan iseng iseng berhadiah....di fb banyak juga yang menyapa dan bilang I LOVE U hun..... ciahhhhhhh...nach...yang ini agak lumayan....ada bahasa ingris ingrisannya....jadi kalau jadi selingkuhan lumayan walau bukan blasteran amerika udah bisa menyapa dengan bahasa belanda bahkan bahasa arabia....bener LHO.....SWERRR........kalau menyapa dia selalu bilang...Assalamualaikum umi.......



Saat suatu ketika aku curhat dengan hatiku...
Aku selalu saja bertanya tanya....kenapa aku merasa usia ku masih muda saja....pada hal 40 tahun usia mendekati kontrak kerja selesai....sudah didepan mata...keranda dan juga tempat pemakamam sudah menari nari didepan sana....malah diberitakan  ada  discon dengan hadiah seperangkat kain kafan dan karangan bunga..lengkap kotak takjiahnya. kalau nanti dipanggil kerahmatullah.....
hmmm kok nganeh nganehin....pengen jatuh cinta....pengen selingkuh...pengen ......
Bahkan banyak juga mereka yg gak doyan selingkuh bilang....owwwalah...udah bau tanah kok ya rak ngenah...kok gak eling duso mbek neroko...hmmm conflik dilema...menghadapi tetangga kerabat bahkan keluarga... MEMALUKAN...



Aku curhat dengan hatiku suatu ketika..
Seindah apakah jatuh cinta ...selingkuh di usia  yang tak lagi belia, yang  matang bukan karbitan seperti buah buahan mangga, pisang bahkan durian...
Banyak alasan kenapa  selingkuh....jatuh cinta lagi atau memang sudah doyan...atau cemderung cacat bawaan....cacat menurut orang orang yang gak doyan  perselingkuhan.
entahlah....aku masih sibuk curhat ketika banyak yang selingkuh....banyak yang berdebat ...bahkan banyak yang menghujat...achhhhhhhh...sutralah....aku baru curhat bagai mana kalau aku yang selingkuh...!!!
Apa kata dunia...apa kata anak anak....bahkan apa kata suamiku.........
Hmmm...aku jadi diam....sesaat...lalu mangut mangut seperti mendapat jawaban...



Kata bisikkan yang ditelinga kiriku....
Achhh....selingkuh  itu hebat...dasyat...bisa jadi awet muda
Udah...buruan...gak usah pikir kelamaan.....mumpung....
Dijamin berselingkuh bisa merubah masa depan...dan menyenangkan....

tapi

Kata bisikkan yang ditelingga kananku....
Sabar...sabar....jangan tergoda rayuan......siaga.....tameng...tameng iman ...
istifar....istifar......jangan khilaf atau kotorkan fikiran.......
Gak ada yang bisa menjamin kebahagiaan dunia dan akherat yang bisa membuka jalan perselingkuhan.....


Aku jadi mulai ragu  belajar tehnik berselingkuh. dengan baik dan benar juga dijamin aman.......
Apakah selingkuh itu perlu atau memang latah dengan situasi keluh kesah yang tak menjanjikan sesuatu apapun.
Aku jadi mulai ragu apakah selingkuh itu dosa pilihan yang difitrahkan bagi hati hati yang tak beriman
Atau selingkuh itu hujatan bagi jiwa jiwa kosong yang tak tau arah kembali pulang..
Atau selingkuh itui sekedar curhat kosong yang membelokkan kebenaran dari kepura puraan
Atau selingkuh itu terdesak oleh keadaan.....
Maksudnya keadaan  saat butuh cinta...butuh kasih....butuh pembimbing....butuh...


Achh...aku ingin curhat dengan hatiku
Bahwa tuhan mengasihiku untuk tidak  berselingkuh...
Karena hatiku terlalu jujur....
terlalu terbuka...
terlalu .....







Jumat, 03 Desember 2010

Maaf aku tak berani berbagi hati

Maaf aku tak berani berbagi hati

oleh Palupi Raharjo pada 02 Desember 2010 jam 16:37
Jika aku ingin membuat dirimu berubah bukan karena rasa iba padamu
Jika aku ingin berbagi rasa bukan aku ingin  kita berbagi hati
Jalan ini terlalu sempit untuk kita lalui bahkan tak mungkin kita berjalan seiring
Mengertilah batas itu jelas dan tak bisa kita bantah


Berhenti saja jangan biarkan rasa meracuni jiwa
Tak akan pernah kita sampai pada batas yang tak mungkin kita sepakati
Sebab kita akan terluka pada akhirnya
Nuansa bening yang memang menjadi bagian dari cerita
Cukuplah berenti diawal  kisah
Jangan pernah berjalan kearah lainnya
karena tak ada jalan menuju  manapun



Bukan kumenolak rasa  yang ada  namun demikianlah harus ditepiskan
Jangan ada kata apapun yang akan lemahkan angan
Cinta tak lagi buat ku
Karena cukuplah bagiku dalam duniaku yang ada
Maaf aku tak berani berbagi hati
Apapun warna itu aku tak ingin menengok kedalamnya
Cukuplah .......jangan pernah  mendekat

Mestinya kita batasi segala sesuatu yang akan membuat hati menjadi penuh
Hingga kita mengerti bahwa kita tak akan pernah sampai pada mimpi yang indah
Jangan bermain api  aku takut terbakar nanti
Hatiku tak seluas samudra terlalu sempit untuk sekedar berangan
Jika hanya sesat untuk apa cinta dipelihara
Cukuplah aku tak mungkin berbagi hati






@ Buat seorang kawan,...cinta itu hanya sesat keindahanan nya
    tak sebanding dengan luka akhirnya
    Cukuplah tak usah singgah kemana mana...
    Karena itu yang tak mungkin akhirnya....
    Dont cry to nigh

TERATAI YG SEGERA MATI

TERATAI YG SEGERA MATI

oleh Palupi Raharjo pada 03 Desember 2010 jam 7:17
Apa yang kau lihat diatara teratai yang tumbuh diair yang tenang
Apa yang kau cari diantara kelopak teratai yang mulai berguguran
Bukan sekedar lelah yang tertinggal
Melainkan buah yang akan menuai benih  bertaburan
Namun demikian teratai indah tetap berwana warni
Diantara merah dan putiih  juga warna unggu  yang menghiasi
Demikian teratai berkelopak renta berguguran diakhir musim



Embun yang menetes menyelimuti kelopak bunga
Tak juga membuat helai engan berguguran
Putik yang tertinggal  tak lagi tersentuh kupu berwarna jingga
Demikian kelopak raga meninggalkan putik bermahkota
Hingga teratai tak lagi indah berubah menjadi buah
Lalu kemudian menghitam menjadi benih yang bertebaran
Keindahan segera pudar terataipun mati meninggalkan tangkai
lalu keindahan itu tak lagi dikenang



Sudahlah nikmati keindahan bunga sesaat saja
Karena pada akhirnya Teratai tak lagi berwarna
kusut masai jatuh lunglay tak lagi indah\

MERAIH PELANGI DIANTARA TERIK

MERAIH PELANGI DIANTARA TERIK

oleh Palupi Raharjo pada 03 Desember 2010 jam 7:16
Sudahkah kau tengok  pelangi diterik yang panas
Seperti tarian yang meliuk di jalanan yang hitam
Panas yang teramat bagai pelangi halusinasi
Mana yang nyata mana yang faktamorgana
Seperti bara yang tak beranjak dari kisi hati tak bercahaya
Mana yang terlihat baik buruk yang bercampur dusta
Seperti kebohongan namun nampak seperti sebuah kejujuran
Bilakah hati bagai cermin yang berkaca pada angan kosong
Sempurnakah sebuah kemunafikkan yang berhias kerudung kebencian


Matamu nanar diantara teduh yang tak singgah
Berurai ucap ungkapkan amarah
Namun katamu tetap santun bagai syair buat sang malam
Mana yang ingin kau sampaikan manakala pelangi  seharusnya bukan hadir disaat siang
Bukankah ada jeda yang tak sempat kau teriakkan
Hingga pelangi hanya ilusi diterik yang panas
Sepanas hati yang memenuhi ronga nurani terbakar hingga melegamkan rasa
Cukuplah tak akan pernah ada pelangi disaat terik
Nurani menjadi buta karena tak  mampu kendalikan amarah

Buka lah ruang hati untuk sejenak bermeditasi
Pada satu kesempatan untuk merenung dibatas bimbang yg tak henti
Sunyikan sejenak untuk ruang kosong yang terisi  benci
Hingga kau raih pelangi disenja yang sepantasnya
Bukan meraih pelangi diantara terik
Sudahlah bertasbih saja di siang hari
Sebab akan dikirimkan kepadmu bisikan gaib diantara suara yang beradu
Seperti benturan cahaya
seperti  percikkan api ....
demikian sinar adalah sebuah tanda....

MUNAJAT DIKERUHNYA HATI oleh Palupi Raharjo pada 03 Desember 2010 jam 7:12

umat yang suci dikala sunyi
Berurai doa dikegundahan hati
Sunyi tak bersuara hingga lenggang dikesendirian yang tunduk
Bila air mata menetes bukan sedih untuk sesuatu yang pergi
melainkan sesuatu yang tertinggal dan sunyi
Jemari terus saja bertasbih berharap pencerahan datang memenuhi ruang hati
Jika kesempatan datang sekali ini maka aku sujud dalam tangis yang lapang

Jumat yang bening dikala sendiri
Berurai doa yang berbisik kedalam relung hati
Sudahkah rasa iklas berserah diri dalam satu masa yang datang memenuhi hati
Bila air mata menetes hingga sunyi tersa nikmat melambungkan raga bagai terbang mengangkasa
Sudahkah khusuk menjadi tamu agung dikala jumat yang suci
Seperti suara lantuman ayat ayat suci jiwaku terbang bagai tak terkendali
Demikian nikmat bermunajat dikeruhnya hati hingga tak mampu berhenti
Karena kenikmatan ini tak pernah kutemui

Jumat yang bersih manakala hati berserah diri
Berharap sebuah petunjuk dihadirkan dalam sebuah mimpi
Demikianlah saat sujud hati terpenuhi kenikmatan yang tak tak berukur
Hingga mata hati melihat dengan benar mana kebaikan mana kemungkaran
Siapa yang berbisik mengajarkan doa yang dititipkan semalam
Hati tetap bergetar hingga air mata tak sanggup kutahan
Nikmat yang tak pernah habis yng tak pernah kugenggam
Demikian munajat dikeruhnya hati kudapatkan sebuah pencerahan yg tak kuduga  ia datang

KUSIAPKAN KAIN KAFANKU

Tuhan...
Perlahan sesak ini menyakitkan bahkan seperti sayatan yang berjalan
Seperti sesuatu yang memenuhi rahim dan bagai bola bola yng mengelinding
Seperti mati suri tak bergerak namun melihat dunia lain
Seperti cahaya menyapa untuk tinggalkan pesan yang tertulis
Ada sesuatu yang miris tapi kubiarkan seperti tak hadir

Tuhan...
Sudah cukupkah kusiapkan perjalanan panjang saat giliranku datang
Sementara banyak urusan yang belum kuselesaikan
Jika waktunya masih panjang
Maka ijinkan aku persiapkan segala sesuatunya sampai saatnya tiba
Seperti cahaya menyapa saat  dikegelapan
Kusiapkan kain kafan yang kusimpan dikotak hitam
Bukan karena aku siap tapi demikianlah pada akhirnya

Tuhan ...
Jangan ambil nyawaku
Jika belum cukup aku layak menemuimu
Karena ingin kupersiapkan kain kafan yang kau kirim dari surgamu
Hingga layak kukembali dengan iman dan islamku
Kuatkan aku ya tuhan dalam kesempatan yang kau berikan
Bukan kumenawar kebaikanmu namun aku mengemis untuk berjumpa denganmu
Dengan syarat yang benar  dan kesanggupan ku bertarung
dengan malaikat maut yang akan kau kirim khusus untukku

Tuhan
Bukan keputus asaan melainkan kepasrahan dan ketundukkanku
Jika saatku tiba maka kuberserah kepada kehendakmu
Karena aku tau ketepatan waktu hanya milikmu
Aku hanya menyiapkan kain kafanku agar aku tak meninggalkan dirimu
Dalam kesempatan sempitku berjibaku dengan kehendakmu

Tuhan
Tak sebanding dengan khilapku
Mengharap kau pilih aku sebagai  penunggu surgamu
Hingga saatnya tiba aku iklas dengan takdirku...




BELUM TAU DIA

BELUM TAU DIA

oleh Palupi Raharjo pada 03 Desember 2010 jam 14:11
 Sore itu aku mengendarai mobilku menuju muntilan. Waktu bawa mobil kearah kopeng mobil yang kubawa  diserempet sebuah mobil L300 dari arah depan.
Sialan pikirku orang jalan sesuai arah jalan , malah mobil dr arah depan keluar marka jalan.
menyerempet mobil yang kukendarai, apa sih maunya bawa mobil ketawa ketiwi ndak liat arah jalan.
Aku berenti memeriksa mobilku, bagian kanan di pintu belakang  ada goresan yang cukup lumayan dalam.



Mobil L300 yang dibawa Laki laki itu juga berhenti, aku langsung menghampiri mobil L300 warna merah dengan penumpang yang penuh.
Aku mulai menghampirinya...si sopir langsung menyapaku maaf mbak ....katanya cengar cengir...
Aku mulai sebel dengan mukanya yang nggak ganteng tapi kebanyakkan nyengir, kayak kuda yang parkir di pasar sapi sala 3...
Selamat sore pak....kataku lantang....maaf bapak tau kesalahan bapak.....aku  melirik kearah dalam mobil yang semua kebanyakkan laki laki dan beberapa wanita, apa lagi didepan yang seharusnya jatah 3 orng dipaksa menjadi 4 orang...
Maaf ...mbak tadi  ndak sengaja... masih dengan cengar cengir...
Bapak tau kesalahan bapak selain tidak tertib lalu lintas melanggar marka jalan, bapak juga membahayakan penumpang dengan  membiarkan penumpang di depan melebihi kapasitas umum.
Aku mulai melakukan gertak sambelku kepada sopir celelek an itu


Boleh liat surat surat.......SIM dan STNK...kata ku kepedean....serasa  menjadi seorang polwan.
Bapak bisa selesaikan disini apa saya tunggu di polres sala 3 kataku mantap.....
Aku mulai serius mengertak sopir yang mulai berenti cengar cengir...begitu juga penumpang yg dibelakang....monggo silahkan SIM dan STNK biar saya bawa nbesok pagi kita proses di bawah kataku mantapppppppppp.
Waduh...maaf buk....kita buru buru mau kesolo...kalau bisa kita selesaikan disini saja...katanya mulai pucat....saat itu langit sudah mulai nampak senja, aku tetap berdiri disamping jendela sopir tadi...
Bapak bisa turun dulu kataku sambil mencocokkan napol yang ada di STNK...aku tiru tiru polisi yang pernah nilang aku di jogya ya gitu...kalau itu aku nggak salah apa apa...kebetulan saja waktu itu ada cegatan di rengrut untuk pemeriksaan kendaraan beroda 4.


Si sopir tadi mengeluarkan uang 300rb...diselipkan di sebuah kertas....
Aku dengan cueknya membuka kertas yang menutupi uang tersebut...hmmm kataku.....udah besok pagi aja saya tunggu dibawah saya harus kemuntilan gmana...
Ya ...jangan dong bu ya udah paling nyepetke ...( ngecatkan mobil )... harganya 500 rb bu...itukan ndak begitu dalem ok bu, katanya mengiba padaku, buat sangu jagong ke solo bu....katanya melas..
Hmmm...ya udah lain kali hati hati mengendarai mobil...itu yang duduk di depan pindah belakang aja...
menganggu panjenengan mengendarai mobil...makanya gak konsentrasi mengendara...pindah sana kataku mantap.
Dalam hati aku tertawa dengan sopir dan penumpangnya...mereka semua mbisu ndak cengegesan seperti saat aku turun dan menyapa mereka....enak aja...orang nabrak kok cuma bilang ndak sengaja...


Akhirnya sopir L300 naik kemobil nya...setelah mengembalikan Sim dan Stnk nya aku berpesan untuk hati hati dan juga meminta maaf telah menganggu perjalanannya...
Hahahahahaaa.....................kutipu dia....aku ngaku jadi polwan yang di polres kok ya percaya.
untung percaya dan menganti cat mobilku yang dekok bagian belakang..
coba kalau dia juga preman minta kartu keanggotaanku...bisa digebukin akyu....
Tapi aku kan meminta pertanggung jawaban dia, kalau sendiri aku pasti minta diganti dengan baik baik.. bahkan mungkin nyempetin kenalan dulu ...itupun kalau ganteng.....kalau jelek...achhh...gak sempet.........habis  belum belum mereka pada ketawa ketiwi...malah ada yg nyeletuk .........angkat ae cahhhhh....berani dia melecehkan saya...huhhhhh....belum tau mereka....
Mungkin aku pakek kaos  coklat susu  bertulisan  logo polisi dari  adikku yang  juga kesatuan polisi  dan celana jeans coklat
Rasain...emang enak nabrak mobilku,...jelek jelek  tetep juga mobil...huhhhhh....asik dapet malak sopir gendeng 500 ribu....lumayan ...huahahhahaaha...




@@@ Pengalaman pribadi malak sopir gendeng...
Jadi kalau ada yang ngaku polwan atau  polisi dengan pakaian preman jangan mudah percaya
 Apalagi wajahnya sama seperti saya...hahahahahah...
 maaf pak polisi saya cuma iseng...



Sabtu, 20 November 2010

MALAMMU BERURAI AIR MATA

Malam mu tiba tiba sunyi mana kala hati remuk redam dengan sepi
Ada sesutu yang mencabik hati hingga kau tak kuasa tersenyum sekalipun setipis kulit ari
Kau biarkan hatimu tengelam dalam sedih yang tak pernah kau fahami
Kau terus saja bertarung dengan ketetapan yang telah ditentukan untukmu
Malammu berurai air mata namun kau tetap berjalan seperti semula

Kau bagai tengelam dalam angan yang kau ciptakan
yang kemudian kandas ditengah perjalanan
Kau bertanya pada kekasih pujaan namun  jawaban yang kau dengar
bagai petir yang menyambar disaat hujan tak datang saat siang
Bagai terhempas dari keriangan yang terbingkai
Cintamu kandas tampa punya perasaan


Malammu berurai air mata namun kau tak kuasa
mengungkapkan rasa yg membuatmu berduka
Ada kehilangan yang demikian melelahkan
hingga tak satu kata mampu kau ucapkan
Tak  akan ada lagi janji sebuah pernikahan
yang disaksikan malaikan kebaikan di  sebuah masjid didepan rumahmu
Tak pernah ada Mahar apapun buat angan menciptakan keluarga sakinah yang kau impikan
Janji itu seketika lenyap mengugurkan segala harapan
Mimpimu pupus tak bagai angan yang sekejab menghilang


Kau tertegun dengan perjumpaan yang indah diawal impian
Kau tetapkan bahwa mimpi indah itu akan menjadi sebuah kenyataan
Namun kesabaranmu terbatas hingga kau abaikan bahwa demikianlah takdir yang ditetapkan
Hingga kau terima kenyataan mimpi itu telah usai...
Hingga kau sandarkan lelah hatimu menatap langit ternyata begitu luas tak berbatas
Hinga kau Rebahkan sejenak keletihan diantara danau air mata
yang menengelamkan impian indahmu
Demikianlah Malammu berurai air mata
Dan kukatakan padamu akan ada pendamping sejatimu
yang menunggu dengan kemuliaan hatimu









@ @   Catatan buat seorang teman
   Jika ini mewakilkan rasamu maka terimalah sebagai ungkapan rasamu....
    Selalu berbaik sangka dengan ketentuan takdir Allah karena janji Allah tak akan pernah ingkar
  "  Wanita yang baik akanmendapat kan pasangan yang terbaik  " yang mampu menjadi imam  
   dalam sebuah keluarga  yang shakinah ...mawadah..dan warohmah yang masing masing jika   kembali maka akan menjemputmu dipintu surga dan mengajakmu  ketaman firdaus yang tak kau temukan keindahanya dibelahan dunia manapun.

GUNUNG SUROLOYO

Mungkin banyak yang belum mengenal gunung suroloyo didaerah ungaran...
Aku hanya seorang pendatang yg kebetulan suka dengan alam, sungguh suatu yang luar biasa dapat menikmati alam dengan hati yang iklas...
Siang ini...aku merasa harus naik keatas gunung suroloyo...dimana disitu adalah gunung tertua di ungaran, itupun menurut mereka yang sering melakukan ritual yang kusendiri tak  pernah menjalaninya.
Buatku gunung adalah tempat yang menentramkan hati...dimana disekelingnya ditumbuhi hutan pala, kopi  bahkan pinus.

Luar biasa indah, mana kala bisa naik hingga kepuncak...menemukan 7 sumber mata air yang memiliki khasiat. ntahlah...masing masing mata air kuminum semua sumber berasa berbeda..
Butuh waktu 2 jam dari atas untuk naik kepuncak, setelah mandi disendang amanah dan sholat duhur
Aku bertemu 3 orang pria dari semarang dan demak, aku tidak mengenal mereka...tapi aku tertarik untuk mengikuti kelompok pria tersebut naik hingga kepuncak...
Aku berkenalan dengan mas beny, mas susilo dan mas andi...
Meskipun mereka masih muda tapi aku intres dengan mas andi yg memang pernah tinggal di gunung suroloyo 3 tahun...masih muda...tapi pemahamannya tentang agama...kukira cukup baik...buatku untuk belajar dan menerima ilmu tak harus memandang usia, aku hanya mengambil hikmah dari semua itu karena apa yang dikatakan mas andi cukup bisa kuterima akal dan fikiranku...

Sebelum naik puncak aku mandi di sendang amanah...setelah sholat dhuhur kami memulai perjalanan naik, perjalanan kepuncak sebenarnya tidak kurencanakan, spontan hanya keinginan tauanku tentang makam yang ada di atas gunung suroloyo.
Diperjalanan yang cukup berat medannya membuat mas susilo dan mas beny tidak mampu melanjutkan perjalanan, ntah mengapa mereka muntah muntah...mungkin karena perjalanan ke atas sangat curam dan menanjak, butuh stamina yg cukup,...akhirnya mereka kami tinggal setengah jam perjalanan ke makam pertama , makam Raden Abdullah atau Raden Ceguk dan makam isterinya, beliau adalah anak dari Nyai Suko...cikal bakal sesepuh penyebar agama islam di daerah ungaran.

Sesampai diatas makam, aku mulai berdoa...semampuku...aku kirimkan surat alfateha.. sebanyak yang kumampu...langit mulai senja...aku tetap ingin meneruskan perjalananku, karena mas andi sudah pernah tirakat selama 3 tahun dipuncak suroloyo. Mas Andi mengingatkanku...bahwa medan diatas sangat sulit dan menanjak. Entah keberanian dari mana aku tetap kekeh untuk naik, pada hal aku tidak mengenal siapa mas andi...aku yakin dan percaya mas andi yang akan membawaku kepuncak untuk jiaroh kemakam Nyai Suko...
Sebelum naik keatas aku sempat merasa pusing dan mual...ntah ada hal yg memang luar biasa kurasakan...sekelilingku panas dan membuat ku ingin muntah....seperti orang mabuk...aku merasa pusing dan berkunang kunang...aku minta istirahat sebentar...tapi subhanallah...aku seperti melihat seorang wanita dengan rambut yang panjang dengan kebaya kurung...langit masih cukup jelas untuk melihat sosok wanita yg kulihat dari kejauhan...aku  tidak berfikir apapun kecuali merasakan mual yang sangat...hingga akhirnya akupun muntah...walau tak kukeluarkan apapun...hanya air..yg kurasakan pait.


Mas andi menanyakan padaku apakah aku masih akan melanjutkan perjalanan ke atas puncak...aku diam sesaat melihat sekelilingku...aku yakin aku masih kuat dan sanggup naik keatas.
Mas andi bilang selama di sini 3 tahun dia ditemani seorang wanita yang mengenakan kebaya dengan berambut panjang...wanita itu bernama Roro Sedayu putri ke 11 Nawang wulan...aku tidak tau siapa yg dimaksud...yang jelas aku tadi seperti melihat sosok wanita yg dimaksud...walau sedikit merinding aku masih tetap diam dan tidak menceritakan wanita yg kulihat tadi....kamipun melanjutkan perjalanan ke atas...sesaat aku berhenti disebuah kolah kecil sebesar ember yg terbuat dari batu gunung tapi ada aliran sumber dari atas gunung, mas andi menyarankan aku untuk meminumnya, disitu ada pancuran dua buah yang dari sumber berbeda, aku  turutin saran mas andi, karena memang aku kehausan...aku cuci mukaku dengan air sumber yang mengalir..hmmm aku minum air sumber tampa pikir panjang....terasa segar  luar biasa...rasa haus dan lelah cukup terobati...

Mas Andi menanyakan aku sekali lagi apakah masih kuat naik keatas karena butuh waktu satu setengah jam sampai kemakam dan 7 sumber mata air.
Ntah yang kucari apa tapi aku penasaran dengan cerita masyarakat di ungaran khususnya di daerah nyatnyono. Mereka meyakini bahwa kyai hasan munadi yang juga salah satu murid dari Nyi suko., dimana makam kyai hasan munadi banyak dijiarahi oleh berbagai jemaah dari luar kota...aku sering melihat rombongan bis yang datang berjiarah pada musim musim tertentu.....itu yg mereka sampaikan kepadaku tapi aku sendiri belum tau banyak sejarah islam di ungaran...
Tapi yang akan kukunjungi kali ini makam Nyi SUMO... makam tertua diatas gunung suroloyo....
Ada sesuatu yang excaited...yang membuatku merasa yakin naik keatas...karena aku yakin dengan menyaksikan ungaran dari atas akan kutemukan keindahan yang sulit kuceritakan dengan kata kata.


Aku melanjutkan perjalanan naik keatas gunung suroloyo, sore tadi...melewati jalan setapak menanjak dan licin karena lumut....suasana lengang dan teduh terasa nyaman dan nikmat...walau tersengal sengal menapaki jalan yg menanjak...aku cukup puas menikmati hutan pinus yang lebat yang ditumbuhi pohon kopi dan ilalang ...sungguh luar biasa pengalaman yang sangat membuat hatiku lega. Setengah jam perjalanan aku minta berhenti, nafasku seolah mau lepas...sesak dan pusing, kembali aura yg tak jelas dan khas aku rasakan sesaat...bau tanah lembab dan bau tanaman hutan serta burung burung disekitar hutan seperti suara yg ingin menyambut kehadiranku...kabut perlahan datang pada hal tadi nampak terang....sekilas tapi itulah yang kulihat....kemudian kabut pelan pelan lenyap...aku ditawarin air pancuran mas andi...akupun menerima dengan senang hati...hmm segar memang sangat membantu ku untuk kembali berdiri dan melanjutkan perjalanan...

Sepanjang perjalanan, aku ngobrol dengan mas andi, ..apa yang dicari mas andi selama 3 tahun berdiam diatas gunung, dia dulu seorang pengangguran karena tidak punya kerjaan merasa malu kalau hanya duduk duduk dirumah, akhirnya dia sering kegunung hanya untuk menghabiskan waktu luangnya...dia pernah belajar disebuah pondok dijawa timur...disana dia belajar ilmu agama, panjang lebar dia cerita...cukup lah buatku tau bahwa dia tengah merenungi apa yang harus dia cari dalam menjalani hidup agar bermanfaat, ternyata dia menemukan jawabannya, Mas Andi menceritakan bahwa aku jangan mengenalnya terlalu dekat, kalau nanti sepulang dari gunung dan bertemu dijalan...ibu pura pura gak kenal saya aja katanya kepadaku,...aku heran kenapa harus pura pura tidak mengenal, bukankah mas andi begitu baik menemaniku sampai keatas puncak ...
" ya bu...karena saya temannya semua bajingan, dari pelacur, rampok, penjudi bahkan preman....katanya.
Ntah mengapa aku tidak punya pemikiran jelek tentang dia walau aku bisa baca dari penampilannya mas andi memang sedikit urakkan...
" kenapa begitu mas...apa mas andi juga termasuk salah satu dari profesi itu kecuali pelacur...bisa juga dong gigolo...hahhhahah...aku tampa basa basi bertanya padanya.
" astafirllah ...wach...ibu kok bilang gitu toh...ya percuma saya belajar ilmu agama, nyepi digunung cari barokah...tapi seng tak ombe tak makan seko air peceren...yo akhirnya gak ada manfaatnya toh bu.." mas andi mulai cerita panjang lebar tentang hal hal yang membuatku kagum, ternyata usia muda tak menjamin cara fikir seseorang.
" kenapa bergaul dengan mereka mas andi..kataku sambil terus berjalan menelusuri hutan pinus yang mulai  kurasakan dingin dan senyap...aku sudah berada diatas...luar biasa buatku.
" Saya bergaul dengan mereka hanya mengajak mereka untuk tau bagai mana menjalankan ibadah hati ..syukur mereka bisa sholat dan menjauhi larangan agama...alhamdullilah walau saya harus masuk dalam lingkungan maksiat saya tetap terjaga  iman islam  saya,...lho istri saya dua buk...malah yang satunya saat menikah dengan saya dia lagi hamil...bukan anak saya bu...tapi saya menikah karena kasian bu...tadinya agamanya kristen..sekarang alhamdulillah dia sudah muslim...buat saya anak yang dikandung istri saya juga anugrah,..saya diberi kepercayaan untuk ibadah...menerima iklas dengan keadaan dia,.." mas Andi dengan polosnya menceritakan dirinya pada hal aku gak kenal dia...aku mengenalnya siang tadi dibawah..
" Gimana istri mas, dia iklas menerima istri muda mas...lha itu buk aneh kok istri saya, dia ngijinkan saya menikah lagi asal sama istri saya yg sekarang ini, kebetulan istri saya dari pondok dan juga suka tirakat kayak saya...hihihi...
Kok bisa mas pada hal di banding saya usia mas andi masih muida lho...kataku padanya
" lha ibu usianya berapa toh...kalau saya 35..
" Waduh saya udah mau 40 mas...kataku sambil terengah engah...aduh bentar mas istirahat dulu...
lha udah sepuh ya bu...kok ya masih kuat naik gunung suroloyo...ini gunung tertua lho bu...jarang yg bisa naik atas selain medannya sulit ya itu banyak jin nya...mas andi terus aja berceita tentang hutan pinus yg kulewati.
Aku sendiri walau sedikit takut pura pura ndak dengar apa yg diceritakan...pandanganku hanya menatap daun daun kering yang bertebaran dijalan setapak...sungguh aku tak berani menatap kanan kiri karena aura yg membuatku ndak nyaman engan untuk memandang indahnya hutan pinus yang tinggi menjulang..

Aku hanya ingin menulis apa yg kujalani siang hingga sore tadi...aku harus mencatat detail sebelum tulisanku kuedit ulang dalam merekam kejadian yang luar biasa tadi.
Tak terasa aku sampai disebuah tanah datar diatas gunung...mas andi bilang disini areal pemakaman...kok bisa lokasi yang sulit dan menanjak...dijadikan tempat pemakaman...tapi aku tidak menemukan batu nisan, mungkin karena tertutup rerumputan dan pepohonan perdu..hanya batu batu gunung yang menonjol diatara rumput yang tinggi.
Akhirnya aku menemukan sebuah makam berpagar hijau..disitu tertulis makam Nyi SUKO...batu nisan terbuat dari kayu jati yang utuh dengan warna coklat yang pekat...
Aku hanya bertanya dalam hati bagai mana mungkin makam ini ada diatas...aku tanya mas andi berapa usia makam ini...mas andi bialng mungkin sekitar 600 thn...
Subhanallah...aku merinding mendengar cerita mas andi...tapi dasar nekat aku memberanikan diri mendekat kemakam nyi sumo....aku duduk disisi makam aku hanya berdoa dan menghadiahkan surat alfateha...mungkin jarang orang bisa menerima dengan akal sehat jika tibba tiba pipiku terasa hangat..
Yach,,,aku merasa sesuatu yang hangat diarah pipi kananku...seperti ada sesuatu yang menempel sebanyak 3 kali...aku memejamkan mataku lalu aku mengucapkan salam..." assalamualikum ya mayiti...nyi suko...ntah mengapa aku harus berucap demikian...aku memberi salam sebanyak 3 kali..
setelah selesai duduk dan berdoa...aku merasa pusing kembali...mungkin kelelahan atau ada sesuatu yg mendesak kedalam tubuhku...karena aku mengigil dan merasa mual..

Mas andi mengajakku turun ke sumber mata air yg ada di bawah makam nyi sumo...akupun mengikuti mas andi turun kesemak semak tapi ada jalan setapak...tak beberapa lama ada sebuah pohon besar dan sebuah gubuk yang dibuat masyarakt di bawah gunung seperti sebuah kolam kecil yang terbuat dari batu gunung...yang ditumbuhi lumut hijau...ada aura yg sama seperti diatas makam...tapi aku tak memperdulikan semua itu...sungguh aku ucapkan syukur alhamdullilah melihat sesuatu yang luar biasa, sebuah danau kecil dari tumpukkan batu menyerupai kolam dengan pancuran kecil dari bambu...
Mas andi bilang air ini air yg banyak dicari orang...kebetulan aku meemukan botol akua yang kemudian kuambil airnya. aku tidak tau buat apa aku hanya mengambil saja menuruti kata kata mas andi.
Kalau bawa kain mbak bisa mandi disini...aku hanya senyum...karena tujuanku keatas hanya sekedar ingin tau tampa berniat mencari sesuatu apapun..
Aku hanya berwudu menyucikan diriku diatas puncak gunung...aku berharap dengan air ini hatiku tenang dan membuatku merasa segar.

Sungguh aku merasakan kesegaran yang luar biasa, rasa lelah hampir tak kurasakan...aku menikmati perjalanan yang tak kurencanakan dengan suka cita...memang selama ini aku hanya naik ditengah tengah gunung suroloyo...meskipun cukup tinggi, aku tak membayangkan bisa sampai ketempat ini...
karena sering aku bertemu banyak orang yg datang hanya untuk mencari sesuatu yang sebenar tidak kufahami....bahkan para pejabat dari berbagai daerah datang hanya untuk mencari berkah...
Yang mereka yakini jika di ijabah danyang dari gunung Suroloyo...maka apa yg dicita citakan akan terwujud...
Jika tulisan ini kushare di fb...aku bukan ingin mengajak yang lain untuk meniru mereka yang mempercayai semua ini, aku hanya ingin bercerita betapa menakjubkan berada di atas gunung yang memiliki cerita yang cukup menarik untuk diketahui.
Selain medan yg cukup terjal  dan curam...tempat ini luar biasa indah...
Butuh stamina yang baik dan tekat yg kuat untuk bisa menikmati keindahan yang luar biasa.
Cukuplah kusyukuri keindahan ini hingga kegundahanku menjadi sirna...tergantikan keindahan hutan pinus...kesunyian...hingga suara binatang hutan meritmekan nyanyian yang dasyat kunikmati.


Selesai berwudhu dan juga meminum air yg kurasakan manis...aku mengambil sebotol air untuk kubawa dan kuberikan ke Mas susilo dan mas beny yang menunggu dibawah karena tidak sanggup naik keatas.
Mereka jauh jauh datang hanya untuk mencari air yang katanya buat obat.
Aku kembali kemakam dan kembali menghadiahkan alfateha buat nyi sumo...semoga perjalanku pulang lancar dan tidak hu8jan.
Setelah itu akupun naik keatas sekitar setengah jam..diatas masih ada sumber air dengan 7 mata air...
Perjalanan tak terasa, hingga aku sampai disana,...kabut mulai turun...tapi tekatku tetap bulat untuk merasakan kesegaran 7 mata air yang ternyata benar benar kurasa ajaib,,,,
7 mata air kuminum karena menurut mas andi rasanya berbeda beda...dan memang demikian adanya dari 7 mata air 4 kurasakan manis...gurih, tawar tapi berasa dingin yang tak hilang, satu lagi kurasakan manis tapi juga ada tersisa tawar diujung lidah...sungguh luar biasa...demikian aku merasakanya...walau menurut mas andi semua yg mencicipi  airnya masing masing orang  berbeda .
Disini aku tidak mengambil airnya...hanya sebentar lalu kami putuskan turun.

Alhamdulillah...meskipun senja mulai turun langit tetap cerah bahkan bulan sudah mulai menampakkan dirinya, ntah mengapa saat turun terasa cepat...sama sekali tak merasa lelah...
Hingga sampai kami di pos bawah..di sendang amanah...akupun kembali mencuci kaki sekaligus sholat berjamaah di mushola kecil disamping sendang.
Selesai sholat kami singgah dirumah pak yasin...sesepuh yg tinggal dikampung dekat sendang...kami mampir sejenak...setelah magrib lewat aku pamitan dengan mereka, rupanya mas Andi, Mas Susilo dan mas Beny juga akan turun...akhirnya kami pamit dan melewati jalan setapak hingga melewati hutan pala dan kopi....ntah aku tak merasa takut walau bersama orang asing, buatku...aku percaya bahwa aku dilindungi gusti...dengan berfikir baik kepada teman baru yg kukenal.
Terimakasih mas andi...sudah menemani ku naik kegunung Suroloyo...aku yakin kebaikan ini akan memberikan manfaat yang baik...seperti kataku  rejeki dan keberuntungan akan mengikuti amal kebaikan mas andi.insyak allah...

Mungkin tulisan ini hadiah juga buatku, bagai mana mungkin waktu singkat yg kulalui siang hingga sore tadi sangat lekat tercatat diotakku, hingga selesai mandi aku duduk di hadapan Laptopku hanya ingin berbagi,,,sungguh tanganku bergerak tak berhenti...menulis tampa kubaca bahkan tampa konsep yg harus tertulis dengan runtun dan hati hati...
Biarkan apa yang kutulis murni dari apa yang terlewati sesiang dan sesore tadi...hingga saat kuturun langit benar benar gelap...dan dingin yang nikmat.
Matur nuwun gusti kau berikan keindahan yang demikian sempurna, hingga tak sanggup kuceritakan hala hal yang dasyat yang diluar akal sehat...hingga kau jaga hati dan fikiranku tetap bersholawat selama aku menadaki ke gunung suroloyo bersama 3 laki laki asing  sampai kukembali kerumahku.



 @@@ Buat mbak Sugiyah mbak yg aku ambil dari  daerah
           wonosobo dr kaki Gunung Sindoro yang semalam kujemput
            yang juga ikut bersamaku naik ke gunug suroloyo...
             terimaksih menemani ibu.



Akhirnya nyampai di puncak Gunung suroloyo
Temen yg gagal naik
Wisata religi sendang Amanah
Perjuangan naik suroloyo
Bersama mas beny, mas andi dan mas Susilo
Mas Andi ( jaket hitam kemeja merah ) tks untuk menemani ku sampai kepuncak Gunung Suroloyo